31 March 2007

Hasil Ujicoba

Lini Depan Persikaba Masih Tumpul

BLORA – Ujungtombak yang haus gol, menjadi kebutuhan mendesak bagi Persikaba Blora. Sebab dari dua kali ujicoba, tak satupun gol tercipta dari para ujungtombak yang dimiliki. Bahkan tragisnya, Laskar Sunan Pojok, julukan Persikaba harus menelan kekalahan dari kesebelasan yang dihadapinya. Saat ujicoba melawan tuan rumah Persik Kendal, (15/3), Sujono dan kawan-kawan menyerah 1-0. Demikian juga ketika menghadapi tuan rumah Persibas Banyumas, (16/3), anak asuh Imam Supardi itu takluk dengan skor 1-0. Persik merupakan kesebelasan selevel dengan Persikaba yakni berada di Divisi II nasional. Sedangkan Persibas, menghuni Divisi III Jateng. Gol bagi Persik tercipta menit keenam. Sementara gol kemenangan Persibas lahir melalui tendangan pinalti, sepuluh menit sebelum pertandingan berakhir.

‘’Selain gelandang bertahan, kebutuhan pemain yang sangat mendesak adalah untuk posisi ujungtombak,’’ ujar Pelatih Persikaba, Imam Supardi kepada Suara Merdeka, kemarin.

Empat ujungtombak yang dimiliki Persikaba saat ini adalah Supri Andry, Dani, Sukirno Bagong dan Mustari. Menurut Imam Supardi, keempat ujungtombak tersebut masih belum mampu menunjukan kemampuan terbaiknya. Dia menyatakan banyak faktor yang mempengaruhi mereka tidak dapat mencetak gol saat ujicoba. Diantaranya suplai bola dari lapangan tengah yang kurang dan ketenangan memanfaatkan peluang yang didapat. ‘’Naluri mencetak gol mereka masih perlu diasah lagi,’’ katanya.

Terlepas dari berbagai kelemahan yang masih dimiliki Persikaba, Imam Supardi yang juga mantan pelatih mengaku bangga terhadap ketahanan fisik para pemainnya. Dia menyatakan selama dua hari berturut-turut ujicoba digelar dan fisik pemain masih prima. ‘’Buktinya kita bisa mengimbangi permainan kesebelasan tuan rumah, meski pada akhirnya kita kalah,’’ tandasnya.

Dia menyatakan kondisi fisik pemain yang prima merupakan syarat mutlak sebelum berlaga di kompetisi Divisi II yang rencananya dimulai pada minggu ketiga bulan April. Menurutnya jadwal pertandingan dipastikan padat. Dalam dua hari, kata Imam Supardi, satu kesebelasan akan menjalani dua kali pertandingan. ‘’Sejak dini kita harus mengantisipasi padatnya jadwal pertandingan di Divisi II. Oleh karena itu dengan ujicoba dua hari berturut-turut, kita bisa menilai sampai dimana kemampuan fisik para pemain,’’ ujarnya. (H18)

Blora Ujicoba

Kerjasama Pemain Persikaba Belum Optimal
*Kalah 1-0 Lawan Persik


BLORA – Pelatih Persikaba Imam Supardi menilai kemampuan teknik yang dimiliki para pemainnya sudah cukup baik. Hanya saja komunikasi antarpemain saat melakukan penyerangan maupun bertahan, masih perlu dibenahi. Mantan pelatih Persiwi Wonogiri tersebut mengaku mendapatkan pelajaran berharga saat timnya ditaklukan kesebelasan tuan rumah Persik Kendal dengan skor 1-0, Kamis (15/3). Gol kemenangan kesebelasan yang tahun ini bersama Persikaba berlaga di Divisi II tersebut dicetak ujungtombak Setyono ketika pertandingan baru berjalan enam menit.
‘’Anak-anak sudah bermain cukup bagus. Mereka mampu mengimbangi permainan kesebelasan tuan rumah. Hanya sayang, pemain kami tidak mampu mencetak gol. Serangan yang kami bangun kerap kandas di tengah jalan karena komunikasi antarpemain tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan,’’ ujar Imam Supardi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Pelatih yang berasal dari Wirosari Grobogan itu menyebutkan meski sebagai tim tamu, namun para pemainnya mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun timnya dikejutkan dengan terciptanya gol cepat pada menit enam. Ujung tombak Setyono berhasil lolos dari kawalan pemain belakang yang dikoordinir Sujono. Di babak pertama, Persikaba menurunkan komposisi pemain sama seperti ketika menang 6-0 melawan PS Bentolo Sakti. Duet ujungtombak Supri Andri- Dani menjadi tumpuan untuk mencetak gol. Di barisan tengah, Imam Supardi memainkan gelandang serang Eko Nur Adriyanto, Anang Dwita dan Heriyanto serta pemain seleksi Slamet Riyadi. Mereka dibantu pemain sayap Widodo Lestari dan Sukisno. Penjaga gawang dipercayakan kepada Maulana. Persikaba mencoba bangkit mengejar ketertinggalan. Namun tak satupun peluang berhasil dimanfaatkan dengan baik. Di babak kedua, pelatih memasukan beberapa pemain baru. Ujungtombak Dani diganti Sukirno Bagong. Sejumlah pemain tengah juga ditarik keluar. Arifin masuk menggantikan Slamet Riyadi. Menjelang babak kedua berakhir, Mustari masuk menggantikan Supri Andri. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Skor 1-0 tetap bertahan hingga pertandingan usai. (H18)

Tuan Rumah



TUAN RUMAH : Kapten Persikaba Sujono (11) mengalangi pemain Persiwi Wonogiri saat pertandingan Divisi III 2006 Zona Jawa di Stadion Kridosono Blora.
Persikaba Optimis Ditunjuk Tuan Rumah

BLORA - Badan Liga Amatir (BLA) PSSI selaku penyelenggara kompetisi Divisi II 2007 merespon keinginan Persikaba Blora menjadi salah satu tuan rumah pertandingan di babak penyisihan. BLA mengirimkan salah satu utusannya untuk memverifikasi kesiapan Blora sebagai tuan rumah. Rencananya tim tersebut datang ke Blora, 17-19 Maret.
‘’Surat pemberitahuan verifikasi telah kami terima dua hari lalu,’’ ujar Manajer Persikaba, Simon Budhi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Dia yang juga anggota Komisi C DPRD menyatakan optimis Blora bakal ditunjuk menjadi tuan rumah. Selain telah mempunyai pengalaman menjadi tuan rumah saat babak penyisihan Divisi III Zona Jawa tahun lalu, fasilitas pendukung pertandingan seperti yang disyaratkan PSSI, telah tersedia di Blora. Simon Budhi mencontohkan hotel tersedia cukup banyak. Selain itu jarak hotel dengan lapangan pertandingan, tidak jauh. Blora juga mempunyai dua stadion yang layak dijadikan tempat pertandingan. ‘’Kami rasa fasilitas yang ada di sini mulai lapangan, penginapan dan lain sebagainya telah memenuhi syarat,’’ katanya.
BLA PSSI, kata Simon Budhi mensyaratkan adanya beberapa penginapan di kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Sebab pertandingan bakal diikuti 8-9 kesebelasan yang berada dalam satu grup. Pemain dan ofisial kesebelasan tersebut akan menginap di hotel yang berbeda. ‘’Di kota Blora, jumlah hotel sekitar 10 hotel,’’ tandasnya.
Di kompetisi Divisi II yang rencananya akan dimulai pada minggu ketiga April, Persikaba berada di grup II-A bersama tujuh kesebelasan lainya. Yakni Persiharjo Sukoharjo, PSISra Sragen (Jateng), kesebelasan dari Karawang dan Kuningan (Jabar), Cilegon (Banten) dan dua kesebelasan dari Sumatera yakni Bengkulu dan Banyuasin Palembang Sumatera Selatan. Babak penyisihan dilaksanakan di tiga kota secara berurutan dengan menggunakan sistem pertandingan setengah kompetisi. Masing-masing kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah menyelenggarakan pertandingan sebanyak 9 kali. Kesebelasan yang menempati peringkat satu dan dua di klasemen akhir babak penyisihan berhak melaju ke babak 16 besar. (H18)

Rencana Ujicoba

Fisik Pemain Persikaba Diuji
*Dua Hari, Dua Kali Ujicoba


BLORA- Para pemain Persikaba Blora mulai dibiasakan menjalani pertandingan berurutan. Hal itu untuk mengantisipasi padatnya jadwal pertandingan kompetisi Divisi II yang rencananya dimulai minggu ketiga April 2007.
Laskar Sunan Pojok – julukan Persikaba- selama dua hari berturut-turut melakukan serangkaian ujicoba dengan tim selevel yakni melawan kesebelasan tuan rumah Persik Kendal (15/3) dan kesebelasan Divisi III Jateng, Persibas Banyumas (16/3).
‘’Kami berharap dengan ujicoba dua hari berturut, para pemain akan terbiasa dengan jadwal pertandingan yang padat,’’ ujar Pelatih Persikaba Imam Supardi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Dia mengatakan di babak penyisisihan kompetisi Divisi II, sistem yang digunakan adalah setengah kompetisi. Persikaba berada di grup II-A bersama sembilan kesebelasan lainnya. Jumlah pertandingan dalam satu grup diperkirakan mencapai 28 kali. Pertandingan tersebut dilaksanakan di tiga tempat (tuan rumah) yang berbeda. Dengan demikian pertandingan di satu tempat rata-rata sebanyak sembilan kali pertandingan. Berdasarkan pengalaman di tahun sebelumnya, setiap satu kali putaran tuan rumah, pelaksanaan pertandingan selama satu minggu. Sehingga dapat dipastikan jadwal pertandingan sangat padat. Satu kesebelasan dimungkinkan dalam dua hari berturut akan turun di lapangan. ‘’Padatnya jadwal pertandingan itulah yang harus kami antisipasi sejak dini. Antara lain dengan menyiapkan kondisi fisik pemain sebaik mungkin,’’ ujar Imam Supardi.
Mantan pelatih Persiwi Wonogiri tersebut menyatakan ujicoba melawan Persik dan Persibas merupakan test case kesiapan pemainnya sebelum turun dipertandingan resmi di Divisi II. Selama ini, kata Imam Supardi, para pemainnya setiap hari melakukan latihan fisik di sela-sela latihan resmi di Stadion Kridosono. ‘’Nanti saat ujicoba akan ketahuan siapa yang fisiknya lemah,’’ tandasnya.
Pelatih dari Wirosari Grobogan seangkatan Daniel Rukito tersebut menyatakan tidak mematok target hasil apapun dalam ujicoba ini. Menurutnya seluruh pemain bakal diturunkan secara bergantian. Selain untuk memantapkan formasi dan komposi pemain inti yang sudah terbentuk, ujicoba tersebut juga untuk melihat kemampuan dua pemain baru yang tengah mengikuti seleksi yakni Slamet Riyadi mantan pemain Perseta Tulungagung dan Kuswanto, mantan pemain Persipur Purwodadi. (H18)

Seleksi Pemain Divisi II

Satu Gelandang Bertahan Ikut Seleksi Persikaba

BLORA – Manajemen Persikaba Blora belum menutup pintu bagi kedatangan pemain yang hendak mengikuti seleksi. Sebab hingga kini tim berjuluk Laskar Sunan Pojok itu masih membutuhkan sejumlah pemain. Seperti pada posisi ujungtombak dan gelandang bertahan. Maka tidak mengherankan jika manajemen sangat antusias menyaksikan penampilan pemain baru yang ikut seleksi. Apalagi pemain tersebut kaya pengalaman dan berposisi sebagai gelandang bertahan. Dia adalah Slamet Riyadi. Pemain kelahiran Medan namun besar di Jawa, tercatat beberapa kali membela sejumlah kesebelasan. Satu diantarannya Perseta Tulungagung Jatim.
‘’Kami memang masih butuh gelandang bertahan untuk menggantikan peran Sapto Widiantoro yang kini memperkuat Persibat Batang,’’ ujar Manajer Simon Budhi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Dia mengatakan Sapto Widiantoro merupakan salah satu pemain yang digadang-gadang membela kembali Persikaba. Kemampuan bermain bola yang dimiliki pemain kelahiran Semarang itu cukup bagus. Namun sayang, dia lebih memilih pindah ke Persibat setelah sebelumnya berhasil mengantarkan Persikaba lolos dari Divisi III ke Divisi II. Sepeninggal Sapto Widiantoro, manajemen kesulitan mendapat pemain pengganti. Dari beberapa kali seleksi pemain, tim pelatih belum mendapatkan sosok yang tepat menempati posisi gelandang bertahan. Justru yang paling banyak didapatkan adalah gelandang serang. Mereka diantaranya Anang Dwita, Heryanto, Dani, Eko Nur Adriyanto dan Digdo. Dari beberapa kali latihan, tim pelatih kerap memposisikan gelandang serang tersebut menjadi gelandang bertahan. Seperti Anang Dwita yang ditarik lebih ke belakang. Padahal spesialisasi mantan pemain PSSI yunior itu adalah gelandang serang.
‘’Kedatangan Slamet Riyadi yang berposisi sebagai gelandang bertahan itu tentunya diharapkan akan membawa perubahan pada tim. Meski demikian kami tetap harus melihat terlebih dahulu kemampuan yang dia miliki,’’ ujar Simon Budhi. Jika diamati sekilas, penampilan Slamet Riyadi yang kemarin menggenakan kaos latihan nomor punggung 8 tersebut, cukup memberikan harapan. Umpan-umpannya terarah. Kecepatan larinya tidak kalah dengan pemain yang sudah lolos seleksi. Postur tubuhnyapun cukup ideal. ‘’Satu dua kali penampilan belum cukup untuk menilai kemampuan seseorang. Perkembangan permainannya masih perlu dicermati lagi,‘’ ujar salah satu asisten pelatih, Sugiyanto. (H18)

Suporter

Sepak Bola Blora

Tagih Pembentukan Paguyuban Suporter Persikaba

BLORA – Pembentukan kesebelasan Persikaba yang akan berlaga di Divisi II hampir rampung. Seluruh pemain telah menandatangani kontrak. Namun hingga kini belum muncul inisiatif dari kalangan pengurus, manajemen maupun pencinta Persikaba untuk membentuk paguyuban suporter. Padahal suporter merupakan salah satu komponen penting guna memberikan motivasi bertanding bagi Sujono dan kawan-kawan.
‘’Semestinya suporter mulai digalang dari sekarang. Mumpung dimulainya kompetisi diperkirakan masih satu sengah bulan lagi. Sehingga masih cukup waktu untuk menyiapkan diri,’’ ujar Amin Farid, salah seorang pendukung Persikaba.
Berdasarkan pengamatannya, Amin Farid yang juga koordinator Konsorsium LSM Blora Blok Cepu mengatakan selama ini di Blora hampir tidak pernah ada kelompok suporter yang terkoordinir rapi. Kalaupun ada, hanya kelompok suporter yang memberi dukungan sendiri-sendiri. Padahal, lanjut alumnus Universitas Muhammadiyah Malang, jika dikoordinir, kelompok suporter yang tercerai berai itu akan bisa menjadi kekuatan yang luar bisa untuk mendukung target Laskar Sunan Pojok- julukan Persikaba- lolos ke Divisi I. ‘’Saya mendengar Persikaba mengajukan diri sebagai salah satu tuan rumah babak penyisihan Kompetisi Divisi II. Kalau memang betul demikian, pembentukan paguyuban suporter merupakan hal yang penting dilakukan,’’ tandasnya.
Dia mengemukakan kesebelasan yang akan bertanding di Blora sebagian besar berasal dari luar Jateng. Dukungan penuh publik sepak bola di Blora mutlak diberikan kepada Persikaba. ‘’Animo warga Blora menonton pertandingan di Stadion Kridosono sudah cukup tinggi. Alangkah baiknya jika potensi tersebut dimanfaatkan melalui pembentukan paguyuban supporter,’’ ujarnya.
Asisten Manajer Persikaba, Kunto Aji mengatakan pembentukan paguyuban suporter merupakan salah satu agenda yang akan segera direalisasikan. Dia mengharapkan inisiatif pembentukannya bukan hanya berasal dari pengurus dan manajemen melain dari warga Blora sendiri. ‘’Persikaba tidak milik pengurus ataupun manajemen. Melainkan seluruh warga Blora ikut memiliki, ’’ katanya. (H18)

27 January 2007

Persiapan Divisi II-Rosowati



Rosowati Dicalonkan Jadi Asisten Manajer Persikaba

BLORA - Hingga kemarin belum diputuskan siapa yang akan menjadi asisten manajer Persikaba 2007. Secara defakto, ketua umum Laskar Sunan Pojok, HM Warsit telah menetapkan Simon Budhi sebagai manajer yang akan mendampingi Persikaba berlaga di Divisi II. Selain itu Arif Syamsuhuda dipercaya sebagai bendahara manajemen. Satu tempat yang belum ditentukan siapa yang mendudukinya adalah jabatan asisten manajer.
Beberapa pengurus dan pecinta Persikaba mulai membicarakan siapa figur yang cocok. Diantara mereka mencalonkan Rosowati sebagai asisten manajer. ''Saya rasa tepat sekali jika Rosowati ditunjuk sebagai asisten manajer,'' ujar Wakil Bendahara Persikaba, Winoto SH.
Dia mengatakan sejak beberapa tahun tahun terakhir, Rosowati yang juga anggota DPRD Blora menunjukan kepeduliaan terhadap Persikaba. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran ibu satu anak tersebut di setiap pertandingan. ''Bahkan ketika Persikaba tampil di Banyuwangi, Rosowati mau menonton dan memberikan semangat kepada para pemain,'' katanya.
Jika diberikan kesempatan terlibat langsung dalam tim manajemen, kata Winoto, bukan tidak mungkin Rosowati akan lebih peduli lagi kepada Persikaba.
Menanggapi pencalonannya sebagai asisten manajer, Rosowati tidak memberi jawaban dengan tegas. Dia mengatakan telah ditunjuk sebagai salah satu tim penggali dana di dalam manajemen Persikaba. Selain itu dia juga mempersoalkan statusnya sebagai anggota dewan. ''Pak Simon Budhi adalah anggota DPRD, masak asistennya adalah anggota dewan juga,'' katanya. Sebenarnya Rosowati mau saja jika ditunjuk sebagai asisten manajer. Hanya saja dia menyatakan jika ada senior yang lebih layak, sebaiknya pengurus memberi kesempatan kepada seniornya tersebut. ''Saya tidak enak melangkahi senior,'' ujarnya.

14 January 2007

Final Liga Persikaba



JUARA : Ketua umum Persikaba HM Warsit menyerahkan piala kepada kapten AC Bola Cepu, Naim, usai pertandingan final di Stadion Kridosono.


*Liga Persikaba
AC Bola Pertahankan Gelar Juara

BLORA - Kesebelasan AC Bola Desa Kapuan, Cepu, Blora berhasil menundukan Tunas Muda Jepon dengan skor 5-4 (1-1) melalui tendangan penalti dalam laga final Liga Persikaba 2006 di Stadion Kridosono, Rabu (27/12). Kemenangan tersebut sekaligus membuat kesebelasan yang dilatih Matrukan itu mempertahankan gelar juara yang pernah diraihnya di tahun 2005.
Empat dari lima algojo yang ditugasi mengeksekusi tendangan penalti, melaksanakan tugasnya dengan baik. Keempatnya adalah pemain yang pernah memperkuat Persikaba. Mereka adalah Gunadi, Naim, Widodo Lestari dan Gunawan. Sementara seorang lainnya yakni Muntarno gagal memasukan bola ke gawang Tunas Muda yang dijaga Karjono. Sedangkan dari Tunas Muda, Danang dan Mustari tak mampu menyumbang gol bagi kesebelasannya. Tendangan kedua pemain itu melambung di atas mistar gawang yang dikawal Mundir. Tiga pemain Tunas Muda yang berhasil mengeksekusi tendangan penalti adalah kapten Sukisno, Suparjan dan Kamami. Adu tendangan penalti diputuskan wasit setelah kedua kesebelasan bermain imbang 1-1.
‘’Meski meraih juara, kami tidak puas dengan permainan anak-anak. Instruksi yang kami sampaikan tidak dilaksanakan. Kemungkinan pemain kami kelelahan sehingga penampilannya di bawah form,’’ ujar pelatih AC Bola, Matrukan.
Pertandingan yang disaksikan ribuan pasang mata dan dihadiri pula ketua umum Persikaba, HM Warsit serta Wakil Bupati (Wabup) Yudhi Sancoyo, memang layak disebut partai final. Pasalnya kedua kesebelan berupaya mempertontonkan penampilan terbaiknya. Hanya sayang, pertandingan yang enak ditonton itu diwarnai permainan keras menjurus kasar. Akibatnya dua kartu merah dikeluarkan wasit Slamet Kusdianto, masing-masing kepada Eko Nur Adriyanto dari Tunas Muda dan Beni Sumarjo dari AC Bola. Eko Nur Adriyanto yang juga pernah membela Persikaba saat tampil di babak 20 besar Divisi III Nasional 2006 di Yogyakarta, dihadiahi kartu kuning kedua setelah melanggar pemain AC Bola, Beni Sumarjo. Dia pun harus meninggalkan lapangan pertandingan pada menit ke-87, setelah wasit mencabut kartu merah. Sedangkan Beni Sumarjo mendapat ganjaran karena melakukan diving. Sebelumnya pemain dengan nomor punggung 18 itu, terlihat kesakitan di tengah lapangan setelah dilanggar Eko Nur Adriyanto. Namun setelah Eko diusir keluar, Beni langsung bangkit. Wasit yang melihat ulah Beni itupun langsung memberi hukuman kartu kuning kedua. Sebelumnya Beni telah mengantongi kartu kuning. Diapun harus rela menyusul Eko keluar lapangan.
Tunas Muda ketinggalan terlebih dahulu pada menit ke-21 setelah salah satu pemainnya, Danang secara tidak sengaja memasukan bola ke dalam gawang. Dia bermaksud menyodorkan bola kepada penjaga gawang, Karjono. Namun sang kiper telah salah langkah. Akibatnya bola dengan mudah meluncur ke jala gawang. Eko Nur Adriyanto menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-32 setelah tendangan bebasnya dari luar kotak pinalti tidak mampu ditepis kiper AC Bola, Mundir. Skor imbang 1-1 tetap bertahan hingga pertandingan usai. Eksekusi tendangan penalti dilakukan untuk menentukan pemenang laga final itu.
Sebagai juara pertama, AC Bola mendapat piala dan uang pembinaan sebesar Rp 3,5 juta. Tunas Muda (juara dua), Rp 3 juta dan Subur Jaya (juara tiga) memperoleh Rp 1,5 juta. Sedangkan Cahaya Laut Ngawen (juara empat) mendapat piala dan uang pembinaan Rp 1 juta. (H18)

Liga Persikaba


DIKAWAL KETAT : Ujung tombak Cahaya Laut, Sumarsono (tengah), dikawal dua pemain bertahan Subur Jaya.


*Liga Persikaba
Subur Jaya Raih Juara Tiga

BLORA - Kemenangan 5-4 (0-0) melalui adu tendangan penalti saat menghadapi Cahaya Laut Ngawen membawa kesebelasan Subur Jaya Blora meraih juara ketiga Liga Persikaba. Sebelumnya kedua kesebelasan yang gagal melaju ke final itu bermain imbang 0-0 di 90 menit pertandingan, Selasa (26/12). Ketiadaan lampu penerangan di Stadion Kridosono menyebabkan laga akhir ditentukan melalui adu penalti tanpa didahului perpanjangan waktu.
Dari lima penendang pertama, kedua kesebelasan berbagi skor 3-3. Dua pemain Subur Jaya yakni Andik dan Adi gagal menjalankan tugasnya. Sementara dari Cahaya Laut, dua pemain yang tidak sukses mengeksekusi tendangan penalti adalah gelandang Persikaba Sapto Widiantoro dan Eksan.
Tendangan penalti dilanjutkan kembali dengan dua penendang tambahan. Gagalnya eksekusi penalti pemain Cahaya Laut bernomor punggung 12, Sumarsono, membawa Subur Jaya meraih juara ketiga.
Dalam pertandingan perebutan juara tiga itu, kedua kesebelasan menampilkan permainan menyerang sejak peluit ditiup wasit. Ujung tombak kedua kesebelasan silih berganti membahayakan gawang lawan. Namun kekurangtenangan ujung tombak menyebabkan peluang yang didapat terbuang percuma. Di babak pertama tercatat Subur Jaya mendapat empat peluang emas. Menit 10, ujung tombak Vava lepas dari jebakan ofside. Namun bola sundulan kepalanya terlalu lemah hingga kiper Cahaya Laut, Nugroho dengan mudah menangkap bola. Pada menit 30, kembali Subur Jaya mendapatkan peluang emas setelah gelandang Ulin melesatkan tendangan bebas dari luar kotak penalti. Namun bola hasil tendangan itu membentur mistar gawang. Demikian juga di menit 44, Ulin kembali gagal menyelesaikan peluang. Tendangannya berhasil ditepis kiper.
Sebaliknya, Cahaya Laut memperoleh peluang cukup banyak. Pada menit ke-25, sundulan ujung tombak Cahyo membentur mistar gawang. Mistar gawang lagi-lagi membuat bola sundulan Eksan memanfaatkan umpan tendangan pojok, tidak membuahkan gol. Memasuki babak kedua, pelatih kedua kesebelasan melakukan beberapa pergantiaan pemain. Hal itu dilakukan untuk menambah daya gedor kesebelasannya. Selain itu untuk mengantisipasi pula adu tendangan penalti. Sebab hingga menjelang pertandingan berakhir, kedudukan sama kuat 0-0. Perkiraan itupun terbukti. Untuk menentukan pemenang pertandingan, adu tendangan penalti harus dilakukan karena hingga pertandingan 90 menit usai skor tidak berubah 0-0. (H18)

22 September 2006

Persib Juara Liga Remaja

TENGGARONG - Persib Bandung menjadi juara Liga Remaja 2006 setelah di laga final mengalahkan Persewangi dengan skor tipis 1-0, Jumat (22/9) di Stadion Tenggarong. Gol tunggal Persib dicetak Robi.

Liga Remaja Usia 18 Tahun

22 September 2006
Persewangi Ke Final
TENGGARONG-Satu kata, Menang!!! Itulah tekad yang dikumandangkan kubu Persewangi U-18. Ya, impian The Lasblang Cilik menembus grand final Liga Remaja Nasional akhirnya benar-benar terwujud. Kemarin, secara perkasa Trubus Gunawan dkk membekuk tuan rumah Mitra Kukar dengan skor telak 3-1 (1-1) di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.Tiga gol kemenangan Persewangi seluruhnya dilesakkan striker Timnas PSSI U-18 Trubus Gunawan pada menit ke-4, 44, dan 76. Satu gol penghibur bagi kubu tuan rumah dicetak Bayu Andika menit 40 lewat titik penalti. Atas keberhasilan tersebut, untuk kali pertama, Persewangi menembus partai final Liga Remaja. Ini bukti bahwa kiblat pembinaan sepak bola di Jawa Timur, bahkan Indonesia, sudah berpindah ke Banyuwangi. Sekali lagi, bravo Persewangi!’’Anak-anak benar-benar bermental juara. Meski mereka terus dikerjai sepanjang pertandingan, baik oleh wasit maupun pemain tuan rumah, tapi mereka tetap bermain tenang dan lepas. Hari ini (kemarin, Red) kami memang layak menang,’’ teriak Ribut Santoso, arsitek Persewangi, sambil menangis terharu. Seluruh pemain dan ofisial Persewangi seketika melakukan sujud syukur. Mereka menangis usai pluit panjang dibunyikan wasit Muhamad P, dari Singkang, Borne, Sulawesi Selatan.Pukul 18.00 WITA malam nanti, Persewangi bakal menantang Persib ’Maung’ Bandung untuk berebut tahta juara Liga Remaja. Sesuai rencana laga puncak pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia ini bakal digelar di Stadion Rondong Demang, Tenggarong.Siapakah yang berhak memboyong trofi juara? The Lasblang Cilik lolos ke final bukan suatu kebetulan. Tim kebanggaan Laros Jenggirat ini lebih dulu harus melewati tuan rumah. Sementara, Persib melenggang ke final setelah mempecundangi PS Mataram dengan skor 4-0.Dilihat dari kondisi tim saat ini, nampaknya Persewangi bisa dibilang lebih unggul. Sebagai satu-satunya tim yang hanya sekali menuai kekalahan, pasukan Ribut Santoso itu diunggulkan karena pernah mengalahkan Persib 1-0 di babak 10 besar lalu.’’Mohon doa restu seluruh masyarakat Banyuwangi. agar kita kembali bisa mengalahkan Persib Bandung. Sehingga trofi bisa kita bawa pulang ke Banyuwangi,’’ kata Ribut Santoso.Dukungan Laros KaltimSemangat bertanding pemain Persewangi nampaknya bakal semakin membara sore nanti. Menyusul janji para transmigran asal Banyuwangi yang ada di Kutai, Samarinda, Balikpapan, maupun daerah lain di Kalimantan Timur. Bahkan, perwakilan warga Blambangan kemarin langsung mendatangi markas Persewangi. ’’Saya dan rekan-rekan akan membawa kuntulan ke stadion. Kami akan mendukung perjuangan penuh putra-putra Blambangan,’’ kata Zaerosi, kepada Pebdi Arisdiawan, manajer Persewangi U-18, kemarin.Dukungan ini membuktikan bawah masyarakat Kota Gandrung, di mana pun mereka berada, sangat merindukan timnya tampil sebagai juara. Pada semifinal kemarin, ratusan Laros Jenggirat (Larjeng) Kaltim juga datang ke Stadion Rondong Demang. Tak henti-hentinya mereka memberikan yel-yel memberi semangan kepada Trubus Gunawan dkk.''Hari ini (kemarin, Red) kami datang ke sini. Besok (hari ini) kami juga akan kesini. Pokoknya, kami ingin Persewangi juara,'' ujar salah satu Larjeng Kaltim asal Srono.Besok Siang KonvoiApa pun hasil final sore ini, tetap akan membuat suporter Persewangi Laros Jenggirat bersuka cita. Persewangi musim ini patut mendapat apresiasi tersendiri. Sukses tim Persewangi senior menembus divisi II musim depan, sukses tim U-23 merebut peringkat 4 Piala Pakde Jatim, plus sukses tim U-18 menembus grand final Liga Remaja, bakal dirayakan besar-besaran besok siang.’’Seluruh suporter, simpatisan, dan maniak bola Banyuwangi kami mohon berkumpul di Jl Adi Sucipto, depan Masjid Achmad Dahlan. Mari bersama-sama kita berkonvoi menyambut kedatangan prestasi Persewangi U-18 dan senior,’’ ujar Achmad Mustain, koordinator konvoi.Skuad Persewangi U-18 dijadwalkan tiba di Bumi Blambangan besok pagi. Usai pertandingan sore nanti, pasukan Ribut Santoso langsung pulang dengan Pesawat Garuda menuju Denpasar. Diperkirakan, pemain memasuki Bumi Pertiwi Banyuwangi pukul 10 besok. ’’Mari kita jemput para pahlawan kita di Pelabuhan Ketapang. Dari sana, kita arak keliling kota Banyuwangi,’’ kata Mustain.Selain tim junior, seluruh pemain senior Persewangi juga diharapkan berkumpul di Jl Adi Sucipto (kediaman Achmad Mustain). Para pemain yang sukses mengantarkan Persewangi ke divisi II musim depan itu, bakal diarak bersama juniornya.
Hasil Semifinal Kemarin
Persewangi V Mitra Kukar 3-1 (1-1)
Persib Bandung V PS Mataram 4-0 (2-0)
Final Hari Ini
Perebutan Juara III : PS Mataram V Mitra KukarPerebutan
Juara I : Persewangi V Persib Bandung

Tembus Semifinal
20 September 2006
PASURUAN–Skuad Persewangi U-18 mengukir sejarah. Tim besutan Ribut Santoso dan Giman Abadi ini berhasil menembus babak semifinal Liga Remaja Nasional. Dalam partai terakhir babak 10 besar di Stadion HR Soedrasono, Pogar, Bangil, kemarin sore, Trubus Gunawan dkk menggulung PS Palembang dengan skor telak 6-0 (3-0).Striker Timnas PSSI U-18 Trubus Gunawan memborong tiga gol yang dicetaknya pada menit 13, 20, dan 35. Tiga gol lagi masing-masing hasil sontekan Farisia Dilla menit 47, M Saiful Rahman menit 67, dan Reza Musthofa di menit ke-70.Dengan kemenangan tersebut, The Lasblang Cilik menjadi juara grup dengan nilai sempurna 9. Posisi kedua ditempati Persib ’Maung’ Bandung dengan nilai 4 hasil sekali menang, sekali seri, dan sekali kalah. Persib berhak mendampingi Persewangi ke semifinal. Sejatinya, nilai Persib dan Palembang sama-sama 4. Namun Palembang kalah agregat gol akibat diberondong Persewangi enam gol tanpa balas.Di semifinal yang digeber di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan, Persewangi akan menantang runner up grup A sekaligus tuan rumah semifinal dan final, Mitra Kukar. Sedangkan Persib akan melayani juara grup A PS Mataram. Final four akan digeber 22 September besok.’’Mohon doa restu masyarakat Banyuwangi agar kita bisa memenangkan pertandingan semifinal melawan tuan rumah Mitra Kukar,’’ harap Pebdi Arisdiawan, manajer Persewangi U-18. Pagi ini, skuad Persewangi bertolak ke Tenggarong dengan menggunakan Pesawat Garuda. Sore ini, The Lasblang Cilik dijadwalkan mencoba Stadion Tenggarong.Besok sore, Persewangi kontra Mitra Kukar akan bermain pada jam kedua pukul 17.00. Sedangkan Persib versus Mataram akan dilangsungkan jam pertama pukul 15.30.
Hasil Kemarin
Persewangi V Palembang 6-0 (3-0)
PSAU V Persib Bandung 1-3 (1-1)
Klasemen Akhir
Grup B (Pasuruan)
1. Persewangi 3 3 0 0 10-1 9*
2. Persib 3 1 1 1 4-3 4*
3. Palembang 3 1 1 1 2-7 4
4. PSAU 3 0 0 3 2-7 0
5. Persesa 0 0 0 0 0-0 0***)
Lolos ke semifinal*
***) Mundur dari 10 besar
Gebuk Maung Bandung
17 September 2006
PASURUAN–Skuad The Lasblang Cilik kembali menunjukkan keperkasaannya. Dalam matchday kedua babak 10 besar Liga Remaja Nasional di Stadion HR Soedrasono, Pogar, Bangil, kemarin siang, Trubus Gunawan dkk kembali menuai poin absolut.Korban kali ini giliran tim divisi utama Persib Bandung. Tim berjuluk Maung Bandung itu ditekuk 1-0 (1-0). Gol semata wayang Persewangi U-18 diceploskan gelandang serang M Raul ’Gonzalez’ Setiawan pada menit 35. Dia berhasil lolos dari jebakan offside pemain belakang Persib.Hasil tersebut mengukuhkan posisi Persewangi di puncak klasemen grup A dengan nilai 6. Untuk merebut satu tiket ke final, Persewangi masih membutuhkan satu kemenangan lagi. Jika menang atas PS Palembang 19 September nanti, maka untuk kali pertama Persewangi tampil di final Liga Remaja.
Junior Gebuk Aceh
16 September 2006
PASURUAN–Sementara itu, di Stadion HR Soedrasono, Pogar, Bangil, Pasuruan, skuad The Lasblang Cilik menuai poin absolut dalam laga perdana babak 10 besar Liga Remaja U-18 tingkat Nasional. Persewangi membekuk PSAU Aceh Utara dengan skor telak 3-1 (2-0).Tiga gol kemenangan pasukan Ribut Santoso dan Giman Abadi itu dilesakkan Jeppi Wikka Prasetya lewat shooting jarak jauh pada menit 10. Gol kedua diceploskan Trubus Gunawan menit 30, dan Reza Musthofa menit 55. Satu-satunya gol penghibur bagi PSAU dicetak Nanda A menit 50.Dengan kemenangan yang diproleh kemarin, untuk sementara Persewangi berada di puncak klasemen grup A babak 10 besar Liga Remaja Nasional. Sedangkan PSAU terbenam di urutan paling buncit. ’’Kami puas dengan kemenangan ini. Bagaimana tidak, anak-anak bisa tampil lepas meski jadwal baru diputus secara mendadak,’’ ujar Ribut Santoso, pelatih Persewangi.Sekadar diketahui, akibat Persesa Sampang mundur dari babak 10 besar, PSSI secara mendadak juga merubah jadwal pertandingan. Semula Persewangi baru akan melakoni pertandingan hari ini. ’’Gara-gara Sampang mundur, pertandingan kami terpaksa dimajukan. Alhamdulillah, meski kami baru datang tadi malam (kemarin malam, Red) Persewangi tetap bisa menang,’’ ujar Ribut.Diperoleh keterangan, Persesa mundur karena mereka ditunjuk PSSS menjadi tuan rumah bersama Persewangi. Secara otomatis, sebagai tuan rumah Persesa harus menanggung biaya pertandingan. ’’Biaya pertandingan itu seperti membayar lapangan, anak gawang, wasit, PP, dll,’’ ujar Imam Syafi’i, sekretaris Pengprov PSSI Jatim.Karena menjadi tuan rumah bersama, Persesa membayar 50 % dari total penyelenggaraan pertandingan. Begitu juga dengan Persewangi. ’’Persesa tidak mau jadi tuanh ruma. Karena pertandingan tidak digelar di Sampang, namun di tempat netral. Selain itu, Persesa juga tidak merasa mengajukan diri sebagai tuan rumah,’’ ujar Abdul Muin, sekretaris manajer Persewangi U-18.Karena tidak terima, rombongan Persesa langsung pulang lagi ke Madura. PSSI pun membuat keputusan, bahwa Persesa mengundurkan diri. Karena itu, kemarin malam telah dibuat jadwal baru.
Tumbang
8 September 2006
PASURUAN–Setelah rekor tak terkalahkan tim senior pecah di kaki pemain-pemain PSBI Blitar, kemarin sore, tim junior Persewangi mengalami nasib serupa. Dalam partai terakhir babak 16 besar Liga Remaja Nasional di Lapangan Samsung, Rejoso, Kota Pasuruan, kemarin, Trubus Gunawan dkk takluk 0-1 dari Persesa Sampang.
Gol semata wayang Persesa diceploskan striker pengganti M Sholeh pada menit 75. Sholeh memanfaatkan blunder kiper Persewangi Lala Roibi Ahmad. Lala terlalu kedepan saat bek kanan Persesa Ahmad melakukan tendangan pojok di sisi kiri gawang Persewangi.
Skuad The Lasblang Cilik sejatinya bisa memenangkan minimal tiga gol. Sayang, dua tendangan Trubus Gunawan dan Reza Musthofa membentur mistar gawang Persesa yang dijaga M Ibnu Zaenur. Satu gol lagi sebenarnya bisa dihasilkan lewat heading Trubus menit 50. Lagi-lagi sundulan Trubus dapat diantisipasi kiper Persesa.
Kekalahan menyakitkan sore kemarin adalah kali pertama yang diderita Persewangi sejak debutnya di Liga Remaja U-18 musim ini. Hasil tersebut juga menempatkan Persewangi di posisi ketiga dengan nilai 6. Poin yang dikumpulkan Persewangi sebanarnya sama dengan peringkat pertama PSAU Aceh Utara dan Persesa Sampang. Namun, kedua tim tersebut unggul agregat gol.
’’Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Banyuwangi. Karena kami tidak bisa memberikan hasil terbaik di pertandingan terakhir. Yang jelas, anak-anak sudah maksimal,’’ ujar Ribut Santoso, pelatih Persewangi.
Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Pengprov PSSI Abdul Fatah mengatakan, meski Persewangi hanya merebut peringkat 3, namun kiprah tim kebanggaan Laros Jenggirat ini tidak akan berhenti di sini. Sebab, PSSI telah merubah babak IV Liga Remaja, dari 8 tim menjadi 10 tim. Masing-masing lima tim dari wilayah barat.
Grup A wilayah barat diwakili PS Palembang dan PSMS Medan, sedang grup B diwakili tiga tim. Yakni PSAU Aceh Utara, Persesa Sampang, dan Persewangi Banyuwangi. Masuknya Persewangi ke babak 10 besar karena berhasil menjadi peringkat ketiga terbaik. ’’Liga Remaja ini semata berorientasi pada pembinaan. Karena itu, babak IV tidak lagi mempertandingkan delapan tim. Tapi menjadi 10 tim,’’ ujar Fatah.
Bahkan, kata Fatah, bukan cuma berpeluang lolos ke 10 besar, Persewangi juga hampir pasti menjadi tuan rumah salah satu grup di babak ini. Dari sepuluh tim yang akan bertanding, kelak akan dibagi menjadi dua grup. Masing-masing grup diisi lima tim. Juara dan runner up setiap grup berhak melaju ke babak semifinal Liga Remaja.

Hasil Kemarin
Persewangi V Persesa 0-1 (0-0)
PSAU V PSL Langkat 4-2 (0-2)
KLASEMEN AKHIR
Grup B (Pasuruan)
1. PSAU 3 2 0 1 7-4 6*
2. Persesa 3 2 0 1 6-4 6*
3. Persewangi 3 2 0 1 4-3 6*
4. PSL Langkat 3 0 0 3 5-11 0
*) Lolos ke 10 besar.

Juara Divisi III

Perseta Juara Divisi III 2006

TULUNGAGUNG- Perseta Tulungagung akhirnya meraih juara Divisi III Nasional 2006 setelah di laga final mengalahkan Persiko Kota Baru 2-0 di Stadion Redjoagung Tulungagung, Jumat (22/9). Gol kemenangan tim berjuuk Laskar Badai Selatan itu dicetak Iim Rizal menit 30 dan Dede Hugo menit 78.
Keberhasilan kesebelasan yang diasuh Iyong Lolombulan itu seakan menjadi berkah bagi PSSI Jatim. Bagaimana tidak. Perseta seharusnya tidak lolos babak 20 besar Divisi III setelah hanya menduduki peringkat 3 klasemen akhir grup pada babak penyisihan di Stadion Diponegoro Banyuwangi. PSSI pusat sebelumnya menetapkan aturan kesebelasan yang melaju ke babak 20 besar adalah peringkat pertama dan kedua di setiap grup. Namun berkat lobi-lobi yang dilakukan PSSI Jatim, akhirnya PSSI pusat mengubah aturan. Hingga Perseta pun berhak tampil di babak 20 besar yang berlangsung di Bantul Yogyakarta.
Kesempatan itupun dimanfaatkan dengan baik Andi Santoso dan kawan-kawan. Sejumlah pemain baru didatangkan. Diantaranya Supriyanto, mantan pemain PSSS Situbondo dan pemain dari PPSM Magelang dan PSISa Salatiga (Jateng). Upaya tersebut membuahkan hasil hingga Perseta lolos babak 6 besar.
PSSI Jatim tak berhenti memperjuangkan agar kesebelasan dari Jatim berpeluang menjadi juara Divisi III tahun ini setelah di tahun 2005, gelar juara diraih PSIR Rembang (Jateng). Kembali lobi-lobi itu membuahkan hasil. Persikoba Batu Malang dan Perseta Tulungagung ditetap menjadi tuan rumah babak 6 besar. Tak ayal lagi, keputusan itu membuat peluang kesebelasan dari Jatim menjadi juara terbuka lebar. Di babak final yang tetap berlangsung di Tulungagung akhirnya dimenangkan Perseta. Tim tamu yang dilatih mantan pemain Arema dan Persebaya, Aji Santoso itu harus puas menjadi juara dua. Sedangkan Persimi Sarmi dan Persewangi Banyuwangi menjadi juara 3 dan 4.

Lanjutan Divisi III

21 September 2006

Persewangi Gagal
TULUNGAGUNG–Ambisi Persewangi menembus grand final Ligina Divisi III Nasional akhirnya tinggal impian. Dalam partai terakhir babak enam besar di Stadion Rejoagung, Tulungagung, sore kemarin, Najih Mahmudi dkk hanya bermain imbang tanpa gol dengan Persimi Sarmi, Papua.
Hasil tersebut menempatkan Persewangi di urutan paling buncit klasemen sementara grup B. The Lasblang memiliki nilai 2, sama dengan raihan poin Persiko Kota Baru dan Persimi. Namun tim besutan Bagong Iswahyudi, Wiwit Teguh Santoso, dan Edy Sutrisno itu kalah agregat gol.
Dari pertemuan ketiga tim hanya diperoleh hasil seri. Meski demikian, untuk menyingkirkan Persewangi, Persiko dan Persimi nampaknya lebih cerdik. Persiko dan Persimi sepakat menyingkirkan Persewangi dengan bermain imbang 2-2 saat bertemu di laga Selasa lalu. Walhasil, Persewangi yang hanya memiliki satu gol dan kemasukan, tersingkir dari babak enam besar.Sedang Persiko yang menuai gol kemasukan 3 dan memasukkan 3, berhak menjadi juara grup sekaligus melaju ke final memperebutkan gelar juara I dan II divisi tiga.
Sedangkan Persimi yang memasukkan dua gol dan kemasukan dua gol, menjadi runner up grup B yang melaju ke final untuk merebut juara III dan IV.’’Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Laros Jenggirat. Prestasi kita mentok di enam besar. Meski demikian, alhamdulillah, target lolos ke divisi dua musim depan sudah terpenuhi,’’ kata Bagong Iswahyudi, pelatih Persewangi.
Hasil seri 0-0 kontra Persimi kemarin, membuat Persewangi meraih tiket pulang kampung lebih cepat dari keinginan. Tadi malam seluruh rombongan tim yang musim depan berkiprah di divisi II itu meninggalkan Tulungagung. Seluruh pemain langsung pulang ke kampung halaman masing-masing, baik yang di Surabaya, Malang, maupun Banyuwangi.
Manajer Persewangi Sunarko Wijaya kepada koran ini mengatakan, meski timnya gagal ke enam besar, namun pihaknya tidak terlalu kecewa. Karena target ke divisi II sudah terpenuhi. ’’Alhamdulillah, tahun depan kita sudah tidak bermain di divisi tiga lagi. Semoga saja, ketika kita berkiprah di divisi dua, Stadion Diponegoro sudah selesai dibangun,’’ kata Sunarko.Manajer KUD Dewi Sinto Abadi Bulurejo, Purwoharjo, ini berjanji pada musim mendatang, pihaknya betul-betul mempersiapkan tim Persewangi sebaik mungkin. ’’Hasil evaluasi manajemen, dari sekian banyak pemain yang membela Persewangi saat ini, hanya 50 persen yang layak dipertahankan,’’ katanya.Usai Idul Fitri nanti, manajemen bakal memutuskan pemain mana saja yang layak dipertahankan dan layak dicoret. ’’Kami sudah mengantongi beberapa nama yang patut berkostum Persewangi. Termasuk pelatih,’’ ungkap Sunarko.
Hasil Kemarin
Perseta V Persitoli 3-0 (1-0)
Persewangi V Persimi 0-0
Klasemen Akhir
Grup A
1. Perseta 2 1 1 0 3-0 4
2. Persitoli 2 1 0 1 1-3 3
3. Persikoba 2 0 1 1 0-1 1
Grup B
1. Persiko 2 0 2 0 3-3 2
2. Persimi 2 0 2 0 2-2 2
3. Persewangi 2 0 2 0 1-1 2
*) Juara grup lolos ke final.

20 September 2006

AC BOLA JUARA

DIKAWAL : Ujung tombak Cepu Putra, Dian Jambul Kristanto (kanan) tak bisa berbuat banyak karena dikawal ketat pemain belakang AC Bola dalam pertandingan final di Lapangan Desa Kapuan, Cepu, Blora, Selasa (19/9). Kesebelasan AC Bola menang dengan skor 3-1.


*Turnamen Sepak Bola Bina Taruna Cup III
Pemain Persikaba Bawa AC Bola Juara

CEPU - Kesebelasan AC Bola Kecamatan Cepu, Blora meraih juara pertama Turnamen Sepak Bola Bina Taruna Cup III setelah di laga final mengalahkan kesebelasan Cepu Putra dengan skor 3-1 (0-1). Tiga gol kemenangan kesebelasan yang dilatih Maturkam, asisten pelatih Persikaba Blora itu diciptakan Arifin menit 49 dan 75 serta Eko Nur Adriyanto menit 55. Satu-satunya gol Cepu Putra dicetak pemain Persipur Porwodadi, Budiana di menit 30.
Pertandingan final yang berlangsung di lapangan Desa Kapuan Kecamatan Cepu, Selasa (19/9) itu seakan menjadi reuni sejumlah pemain Persikaba. Hanya saja mereka membela dua kesebelasan yang berbeda. Tiga pemain Persikaba yakni Rizki, Sujono dan Dian Jambul memperkuat Cepu Putra bersama sejumlah pemain Persipur diantaranya Budiana, Harianto dan Bangun. Kehadiran Herifiyanto mantan pemain Persikaba yang tahun lalu membela Persip Pekalongan dan Persiwi Wonogiri menambah daya gedor Cepu Putra. Sementara kesebelasan AC Bola mayoritas diperkuat pemain kesebelasan berjuluk Laskar Sunan Pojok seperti Eko Nur Adriyanto, Widodo Lestari, Gunawan, Naim, Arifin, Sunaryo dan Wahid. Laga final yang mempertemukan kedua kesebelasan itupun berlangsung menarik.
Sejak wasit Slamet Kusdiono meniupkan peluit tanda pertandingan dimulai, kedua kesebelasan silih berganti melakukan serangan. Kehadiran ribuan penonton di pinggir lapangan menambah kemeriahan turnamen yang digelar dua tahun sekali itu. Cepu Putra unggul terlebih dahulu di menit 30 melalui tendangan keras gelandang serang, Budiana. Gol lahir memanfaatkan longgarnya pertahanan AC Bola yang koordinir Gunawan. Tak seorangpun menjaga pergerakan Budiana. Hingga pemain bernomor punggung 7 itu dengan mudah menjebloskan bola ke gawang yang dijaga Mundir. Keunggulan 0-1 tetap bertahan hingga jeda pertandingan.
Blunder
Memasuki babak kedua, pelatih AC Bola, Maturkam, mengintruksikan para pemainnya untuk menekan pertahanan lawan setelah melihat sebagian besar stamina pemain Cepu Putra mengendor. Intruksi itupun membuahkan hasil. Tendangan keras ujung tombak Arifin ke arah pojok kiri gawang Cepu Putra yang dijaga Rizki di menit 49 membuat kedudukan imbang 1-1. Pertandingan pun semakin menarik ditonton. Pemain kedua kesebalasan semakin bernafsu menambah gol. Masuknya Herifiyanto di menit 50, membuat permainan berjalan imbang. Namun faktor usia pemain Cepu Putra yang sebagian tidak muda serta stamina yang menurun, lagi-lagi bisa dimanfaatkan para pemain AC Bola. Menit 55, gelandang serang Eko Nur Adriyanto berhasil lepas dari penjagaan kapten Cepu Putra, Sujono. Sontekan bola pelan pemain bertubuh mungil itu ke arah gawang tak bisa ditepis kiper Rizki. Skor berubah 2-1. Sebenarnya, sejumlah peluang emas berhasil didapatkan pemain Cepu Putra untuk menyamakan kedudukan. Bola hasil tendangan ujung tombak Herifiyanto hanya membentur mistar gawang. Sementara sundulan Budiana memanfaatkan umpan tendangan pojok membentur salah seorang pemain. Padahal saat itu kiper sudah salah langkah. Justru melalui serangan balik cepat, para pemain AC Bola berhasil mencetak gol tambahan. Gol yang diciptakan Arifin di menit 75 itu terjadi setelah stopper Cepu Putra, Yanto melakukan blunder. Dia terlalu lama mengolah si kulit bundar. Bola yang berhasil direbut, selanjutnya langsung ditendang Arifin ke arah gawang setelah melihat kiper terlalu maju ke depan. Kedudukan 3-1 tidak berubah hingga pertandingan usai.
''Kami puas dengan kemenangan ini,'' ujar Maturkam, pelatih AC Bola kepada Suara Merdeka.
Turnamen itu sendiri diikuti 24 kesebelasan yang berasal dari berbagai kabupaten di Jatim dan Jateng. Diantaranya Sonic Putra Lamongan, Angling Dharmo Bojonegoro, Persekama Madiun dan Persenga Ngawi. Selain itu Bentolo Sakti Purwodadi, PSIR U-23 dan Bina Sakti Rembang serta sejumlah kesebelasan dari Blora. Di semifinal AC Bola mengalahkan Sonic Putra yang antara lain diperkuat sejumlah pemain Persela Lamongan seperti M Basri dan Fahrudin dengan skor 3-1. Sedangkan Cepu Putra menang 2-1 melawan Bina Sakti Rembang yang diperkuat Hadi Surento. (H18)

Kompetisi Lokal Blora

KAWAL : Pemain bertahan Bina Putra Cepu, Ahmad (kanan) mengawal pergerakan ujung tombak Putra Mustika, Feri, dalam laga final kelompok usia 14-15 tahun pada Turnamen sepak bola Mustika Cup I di Stadion Kridosono, Jumat (15/9).


Putra Mustika Sapu Bersih Gelar Juara

BLORA – Sekolah sepak bola (SSB) Putra Mustika Blora patut berbangga. Bagaimana tidak. Dua gelar juara pertama berhasil didapatkan dalam Turnamen sepak bola Mustika Cup I yang berakhir Jumat (15/9) di Stadion Kridosono, Blora.
Di laga final, Putra Mustika kelompok usia 12-13 tahun mengalahkan kesebelasan Bina Putra Cepu dengan skor 2-0 (1-0). Sementara di kelompok usia 14-15, Putra Mustika kembali meraih gelar terhormat setelah mengkandaskan perlawanan Bina Putra Cepu melalui drama adu tendangan pinalti, dengan kedudukan akhir 8-7. Merekapun berhak mendapatkan sejumlah uang pembinaan, piala dan piagam yang disediakan panitia.
‘’Hadiahnya memang tidak seberapa banyak. Namun kami berharap turnamen ini bisa menjadi penyemangat setiap kesebelasan untuk menyiapkan diri lebih baik lagi. Sebab kami berencana menggelar kejuaraan yang sama tahun depan,’’ ujar M Zaidun, panitia penyelenggara.
Laga final yang dimulai pukul 14.30 itu ramai dihadiri ratusan penonton. Hampir tak ada kursi kosong di tribun tertutup Stadion Kridosono. Umumnya mereka adalah para orang tua pemain dan suporter kedua kesebelasan. Tampak pula hadir pengurus Persikaba Blora seperti Kunto Aji dan Winoto.
Pertandingan yang mempertemukan kesebelasan dua kutub pembinaan sepak bola di Blora yakni Kecamatan Cepu dan Kecamatan Blora itu memang menarik untuk ditonton. Meski bertanding di lapangan stadion yang berdebu lantaran sudah tidak ada rumput yang tersisa, namun tidak membuat pemain kedua kesebelasan tampil di bawah form.
Pertandingan pertama yang mempertemukan tim usia 12-13 dipimpin wasit Bambang Edi Purnomo. Saat baru berjalan 10 menit, Putra Mustika telah unggul 1-0 melalui gol yang dicetak Wahyu. Gol tercipta memanfaatkan keselahan pemain belakang Bina Putra yang membiarkan ujung tombak Putra Mustika tanpa pengawalan. Hingga dengan mudah Wahyu menjebol gawang Bina Putra yang dijaga Rony. Tertinggal 1-0 membuat anak-anak Cepu mencoba bangkit. Mereka berupaya menciptakan gol. Sebaliknya, anak-anak Blora juga tidak mau hanya menang 1-0. Serangan bertubi-tubi kembali dilancarkan untuk menambah jumlah gol. Namun hingga lima menit sebelum pertandingan usai, tak satupun gol tercipta. Di menit 86, pemain depan Putra Mustika, Edwin, berhasil menambah kemenangan bagi kesebelasannya. Skor 2-0 tidak berubah hingga pertandingan usai.
Sementara itu di kelompok usia 14-15 tahun, pertandingan berjalan lebih seru. Unggul 1-0 terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Feri di menit 14, tidak bisa dipertahanan pemain Putra Mustika. Ujung tombak Bina Putra, Aditya berhasil menyamakan kedudukan 1-1 menit 50. Pemain kedua kesebelasan pun semakin bersemangat untuk memenangkan pertandingan. Sayang, para pemain yang masih berusia muda itu tampil penuh emosi. Di menit 55 wasit mengeluarkan kartu merah kepada salah seorang pemain Bina Putra karena melakukan pelanggaran keras. Insiden itu sempat membuat pemain kedua kesebelasan bersitegang hingga pertandingan berhenti beberapa menit. Wasit berhasil meredam amarah para pemain itu dan pertandingan kembali dilanjutkan. Namun hingga pertandingan usai, skor tidak berubah 1-1. Hingga diputuskan pertandingan dilanjutkan melalui adu tendangan pinalti. (H18)

Perebutan Juara Divisi III

Menang Atau Mati


BATU- Laga kedua Persewangi di babak 8 besar Ligina Divisi III Nasional kontra PS Kendari, Kamis lalu, sungguh tidak mengenakkan. Pasalnya, kekalahan itu sekaligus membuang peluang lolos ke semifinal sebagai kans paling besar yang dimiliki The Lasblang. Pun, kekalahan itu dirasa teramat menyakitkan. Setelah sempat unggul 2-0 hingga turun minum, Najih Mahmudi dkk justru ditekuk 2-3 Kendari di akhir pertandingan.

Berkaca dari fakta tadi, tidak ringan bagi para punggawa Persewangi untuk merebut poin penuh di laga terakhir 8 besar versus PS Freeport, siang ini. Karena itu, dalam laga yang digeber di Stadion Brantas, Batu, mulai pukul 14.00 nanti, pelatih Bagong Iswahyudi merasa perlu mengingatkan kembali pasukannya akan tugas berat. ’’Pertandingan Persewangi kali ini paling berat karena melawan tim tangguh dari Papua. Namun kita wajib memenangkan pertandingan guna merebut satu tiket ke semifinal. Tapi sulit kan bukan berarti tidak bisa. Kami tetap optimistis mampu memenangkan pertandingan," ujar Bagong saat memimpin latihan peregangan anak buahnya kemarin.

Tugas berat ini juga yang membuat Bagong dan dua pelatih lainnya Wiwit Teguh Santoso dan Edy Sutrisno mewanti-wanti agar jangan ada lagi tindakan konyol seperti yang terjadi saat menghadapi Kendari. Persewangi yang sudah unggul 2-0 harus kecolongan tiga gol Kendari akibat blunder sang kiper dan kurangnya komunikasi di lini belakang The Lasblang. ’’Jangan sekali-kali memandang remeh lawan. Sebaliknya, harus berjuang sekuat tenaga merebut poin," tandas mantan pelatih PSSS Situbondo ini.

Terkait laga siang ini, Bagong mengaku sudah tidak ada kendala berarti. Semua pemain siap tampil. Bukan hanya para punggawa yang selama ini kerap menempati posisi starter, pemain pelapis pun dinilai siap turun. Hanya kiper Yanuar Tri Firmanda yang bakal dibangkucadangkan Bagong. Posisi Yanuar akan digantikan Bogik Santoso yang sudah sembuh dari cedera. Pada laga kontra Kendari lalu, Bogik memang tidak diturunkan karena kepalanya masih lebam akibat dihajar pemain tuan rumah Persikoba. Bahkan, Bogik sempat masuk rumah sakit. ’’Apapun yang terjadi, saya tetap siap diturunkan. Meski kepala saya masih cenut-cenut,’’ kata Bogik, kiper dari Siliragung ini.

Melihat semangat pemain seperti ini, semakin membuat Bagong optimistis merebut kemenangan dari tangan Freeport. ’’Intinya, persiapan kami sudah mantap. Tinggal bagaimana anak-anak mempertahankannya dalam pertandingan besok (siang ini, Red)," ujar pelatih Persega 2000 Glagah Agung ini.

Jika ingin lolos ke final four, Persewangi memang wajib memenangkan pertandingan atas Freeport. Jika seri apalagi kalah, maka impian tampil di empat besar kompetisi divisi tiga musim ini bakal terkubur selamanya. Mengapa? Sebab, musim depan Persewangi sudah harus tampil di divisi II. Nah! Jika ingin tampil di empat besar divisi III, maka tahun depan harus degradasi lagi. Itu sesuatu yang mustahil dilakukan.



’’Terjadi Miskomunikasi’’


SEMENTARA itu, kiper Persewangi Yanuar Tri Firmanda tidak terima disebut-sebut sebagai penyebab kekalahan timnya saat menghadapi PS Kendari Kamis lalu. Menurut dia, sepak bola adalah permainan tim bukan olahraga perorangan. ’’Jadi, kekalahan ini karena tim. Bukan karena saya pribadi,’’ ujar Yanuar saat klarifikasi ke koran ini kemarin.

Yanuar juga menolak disebut-sebut melakukan blunder kali ketiga. Alasannya, dia hanya turun sekali dalam pertandingan di Batu. ’’Mana mungkin saya melakukan kesalahan tiga kali. Wong saya hanya turun sekali saja,’’ ujar pemain yang sudah bergabung ke Persewangi sejak babak penyisihan Zona Jawa ini. Selama babak ini pula, Yanuar selalu menjadi kiper inti Persewangi dan tak pernah kebobolan satu gol pun.

Mantan kiper Persema Malang itu menjelaskan, gol yang terjadi ke gawangnya itu akibat kurangnya koordinasi antara dirinya dan lini belakang. ’’Terjadi miskomunikasi antara saya dan Ambon (Andrian Dedianto, Red). Jadi bukan karena saya blunder,’’ ralatnya.

Meski demikian, atas kejadian tersebut, Yanuar tetap meminta maaf kepada suporter Persewangi Laros Jenggirat. ’’Ada kesalahan informasi atas kejadian yang sebenarnya di lapangan dengan berita tersebut. Mohon diklarifikasi,’’ ungkap penjaga gawang kelahiran Malang 31 Januari 1980 itu. Atas keluarnya berita tersebut, perasaan Yanuar menjadi tidak enak dan terus kepikiran. ’’Saya merasa terpojok,’’ keluhnya.

Arsitek Persewangi Bagong Iswahyudi enggan mengomentari kejadian tersebut. Menurutnya, pihaknya menyebut kata blunder karena masih dalam keadaan emosional serta perasaannya masih campur aduk akibat kekalahan yang tak dinyana tersebut. ’’Nggak ada apa-apa kok. Semuanya sudah beres. Kemarin itu hanya kesalahan saja,’’ ujarnya.



BATU–Skuad Persewangi mulai mencari-cari kambing hitam. Kekalahan yang dideritanya atas PS Kendari kemarin siang menjadi pemicunya. Pasalnya, dengan kekalahan tersebut, untuk sementara Persewangi harus memendam keinginan tampil di babak semifinal Ligina Divisi III Nasional. Dalam matchday kedua di Stadion Brantas Batu kemarin siang, Najih Mahmudi dkk dipaksa kalah 2-3 (2-0) dari PS Kendari, Papua.

Meski Persewangi sempat unggul 2-0 hingga babak pertama usai, bukan jaminan untuk menjadi pemenang. Jika tidak hati-hati justru malapetaka datang. Itu yang dialami pasukan trio pelatih Bagong Iswahyudi, Wiwit Teguh Santoso, dan Edy Sutrisno, saat bersua Kendari kemarin.

Striker Persewangi berhasil memborong dua gol pada menit 20 dan 35. Bahkan, hingga pertandingan babak pertama usai, The Lasblang senior masih tetap unggul dari tim asal Papua itu. Sayang, lagi-lagi keunggulan itu dirusak kiper si jago bluder Yanuar Tri Firmanda. Dua gol bersarang ke gawangnya berkat kesalahan yang dilakukan Yanuar.

Gol pertama Kendari terjadi melalui titik penalti. Hadiah penalti untuk Kendari diberikan wasit setelah Yanuar dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap pemain Kendari. Yance yang menjadi algojo dengan mudah mengecoh Yanuar. Sedang gol kedua terjadi akibat tendangan bebas. Bola yang seharusnya dibuang keluar, justru akan dipegang Yanuar. Ironisnya, kiper berambut pirang itu gagal menangkap si kulit bundar. Dengan lelusa, striker Kendari Erik menceploskan bola ke jala Persewangi. Gol murni Kendari baru terjadi pada gol ketiga yang dicetak Rudi. Itu setelah Yanuar ditarik keluar dan digantikan Samsul. Samsul gagal membendung bola shooting dari Rudi.

’’Semua ini gara-gara kiper utama kami Bogik Santoso masih sakit. Seandainya dia sudah sembuh, mustahil kami akan menurunkan Yanuar,’’ ujar Bagong bersungut-sungut. Menurut dia, sudah tiga kali ini Persewangi gagal menuai poin absolut gara-gara Yanuar.

Dikatakan, kejadian pertama saat Persewangi menghadapi Persidi Idi, Aceh. Saat itu Persewangi ditahan imbang 1-1. Gol yang dicetak Persidi terjadi dua menit sebelum pertandingan bubar. Gol itu gara-gara Yanuar terlalu over akting,’’ katanya. Kesalahan kedua terjadi pada laga kontra PSBI. ’’Gara-gara dia tidak mengindahkan intruksi saya, akhirnya gawang kita bobol,’’ kata Bagong.

Ke depan, Bagong memastikan tidak akan memakai Yanuar lagi sebagai kiper utama. ’’Apapun yang terjadi, kita tidak akan memakai dia lagi. Semoga saja Bogik Santoso cepat sembut, dan Samsul Arifin bisa maksimal,’’ harap mantan pelatih PSSS Situbondo ini.

Sukses Bikin Malu


BATU–Persewangi tetap mendominasi Persikoba Batu. Dalam laga perdana babak 8 besar Ligina Divisi III Nasional di Stadion Brantas, Batu, siang kemarin, Najih Mahmudi dkk mempermalukan tuan rumah Persikoba dengan skor telak 4-2 (1-1) di hadapan pendukung setianya sendiri.

Dua gol kemenangan The Lasblang diceploskan gelandang serang Andi Harahap menit 23 dan 82, dua gol lagi dipersembahkan Fery Aman Saragih menit 76 dan 77. Dua gol balasan Elang Putih, julukan Persikoba, tercipta lewat kaki Hariyono menit 32 dan Sugiyanto menit 90.

Dengan kemenangan yang diperoleh pasukan Bagong Iswahyudi, Wiwit Teguh Santoso, dan Edy Sutrisno itu, Persewangi untuk sementara berada di pemuncak klasemen grup B dengan nilai 6. Sedangkan tuan rumah Persikoba berada di urutan paling buncit tanpa nilai.

Pertemuan kedua tim tak bisa dilepaskan dendam lama. Kekalahan dua kali yang diderita Persikoba atas Persewangi, menyebabkan para pemainnya bermain keras cederung kasar. Itu terlihat di babak pertama. Saat pertandingan baru memasuki lima menit, kiper Persewangi Bogik Santoso dan libero Khoirul Rofik terpaksa dibawa ke rumah sakit, akibat kepalanya bocor terkena pukulan pemain Persikoba.

Bogik akhirnya diganti Yanuar Tri Firmanda. Sedang Rofik diganti Andrean ’Ambon’ Dedianto. Masuknya dua pemain ini tetap tak mengurangi kekokohan lini belakang The Lasblang.

Persewangi unggul lebih dulu pada menit 23 lewat kaki gelandang serang Andi Harahap. Dia memanfaatkan umpan lambung Rony Nurdiansah dari sektor kiri pertahanan Persikoba. Namun, tim besutan Puji Purnawan mampu menyamakan kedudukan menit 32 lewat kaki Hariyono. Skor akhir babak pertama 1-1.

Memasuki babak kedua, Persewangi nampaknya lebih mendominasi serangan. Terbukti, di babak ini, tim kebanggaan Laros Jenggirat ini mampu menambah tiga gol. Dua gol lewat kaki Fery Aman Saragih menit 76 dan 77. Satu gol lagi hasil sontekan Andi menit 82.

’’Kemenangan ini menjadi modal yang amat berharga bagi kami di pertandingan selanjutnya. Kami bersyukur bisa melewati ujian pertama dengan gemilang, justru dengan tuan rumah,’’ ujar Wiwit Teguh Santoso, arsitek tim.

Memori 2005

BATU–Cuaca dingin yang menyelimuti Stadion Brantas Batu bakal berubah panas siang ini. Berubahnya suhu Kota Apel ini dipantik bentrok super panas antara Persewangi kontra Persikoba Kota Batu, dalam babak 8 besar Divisi III Nasional musim ini.

Menang. Itulah yang harus diraih Persewangi. Bermain dengan tim yang pernah dua kali dikalahkan, haram hukumnya jika kalah. Itu demi ambisi menembus babak empat besar Divisi III Nasional, yang akan digulirkan dua pekan lagi. Duel seru ini bakal berlangsung ketat, sengit, panas, ngotot dan keras.

Jika menang, berarti Persewangi memuluskan langkah ke tangga juara divisi III. Namun jika kalah, maka keinginan bermain di pentas bergengsi divisi III Nasional itu hampir pasti terkubur. Jika seri? Tidak. Dalam pertandingan sore nanti tidak mengenal istilah seri bagi skuad The Lasblang. Sebab, jika seri, sulit bagi pasukan Bagong Iswahyudi, Wiwit Teguh Santoso, dan Edy Sutrisno, itu untuk melenggang ke final four.

So, yang dibutuhkan Lare-lare Using sore nanti adalah konsentrasi tinggi. Najih Mahmudi dkk harus bermain disiplin tinggi. Jangan sampai melakukan kesalahan sekecil apapun di setiap lini. Para pemain harus berani melakukan pressing ketat terhadap setiap pergerakan pemain Persikoba. Jangan biarkan pemain Persikoba bebas mengendalikan permainan. Dan, jangan sampai kecolongan atau lengah sedetik pun! Dengan mengusung semangat rawe-rawe rantas, malang-malang putung, kemenangan bakal direngkuh para Prajurit Kerajaan Blambangan.

Tim yang musim depan bermain di Divisi II Nasional ini juga harus mewaspadai semangat tempur Elang Putih, julukan Persikoba. Sebagai tuan rumah tentu mereka juga sangat berkeinginan lolos. Kualitas permainan Najih Mahmudi dkk dengan Slamet dkk memang relatif seimbang. Itu jika dilihat dari hasil yang mereka torehkan selama babak 20 besar divisi III Nasional di Jogjakarta, lalu.

’’Persikoba adalah salah satu tim terkuat dari Jatim. Bagaimana pun kami harus mewaspadai mereka,'' tutur arsitek The Lasblang Bagong Iswahyudi. Terbukti, kata dia, sepanjang debutnya di divisi III zona Jawa hingga nasional musim ini, Persikoba belum pernah kalah. Bagong berjanji akan menurunkan pemain yang betul-betul siap tempur.

Dalam pertandingan terakhir melawan PSBI Blitar, Rabu lalu, Persewangi dihadapkan pada masalah pemain yang terlalu over confident. Sehingga hasil akhirnya pun buruk. Persewangi ditekuk 0-1 PSBI. Diharapkan, dalam pertandingan siang ini tidak lagi terjadi. Seluruh pemain diharapkan bisa menjaga daerahnya sebaik-baiknya.

’’Saat meladeni Persikaba lalu, anak-anak terlalu puas dengan keberhasilan meloloskan tim ini ke divisi II. Sehingga mereka merasa sudah berada di atas angin. Itu sebetulnya tidak boleh terjadi. Nah, menghadapi Persikoba besok (siang ini, Red) tim kami sudah menyadari kelengahan itu,'' ujar Bagong.

Laga Persewangi kontra Persikoba mulai pukul 14.00 siang ini adalah kali ketiga pertemuan kedua tim. Dua pertemuan sebelumnya menjadi milik The Lasblang. Itu terjadi pada 2005 lalu. Pada babak penyisihan divisi III Zona Jatim, Persikoba kalah 0-1. Dan, di babak empat besar, Persikoba justru dibekuk 0-4 oleh Persewangi. Akankah memori indah 2005 itu terulang kembali tahun ini? Kita tunggu saja.

Grup B
1. Persikoba Batu
2. Persewangi Banyuwangi
3. PS Kendari
4. PS Freeport Papua

Jadwal 8 Besar Divisi III Nasional

Selasa, 12 September
14.00 Persikoba v Persewangi
16.00 PS Kendari v PS Freeport

Kamis, 14 September
14.00 Persewangi v Kendari
16.00 Freeport v Persikoba

Sabtu, 16 September
14.00 Persewangi v Freeport
16.00 Persikoba v Kendari
nter

05 September 2006

Persikaba Lolos Divisi II Nasional

SOLO RUN : Ujung tombak Persikaba Supri Andri (kanan) mendribling bola dengan kawalan kapten PSBS Dedi Predi. Kecepatan lari pemain bernomor punggung 8 itu tak mampu diimbangi pemain lawan, hingga dengan mudah tercipta gol.

Persikaba Lolos Divisi II

BANTUL – Tidak sia-sia kedatangan sejumlah grup barongan dari Blora ke Stadion Sultan Agung Bantul untuk menyaksikan laga penentu lolos tidaknya Persikaba ke Divisi II melawan PSBS Bangkinang, kemarin. Dukungan penuh ratusan suporter itu mampu membangkitkan semangat tanding Sujono dkk. Hingga tim berjuluk Laskar Sunan Pojok akhirnya menang dengan skor 2-0 (1-0). Dua gol kemenangan Blora dicetak kedua ujung tombaknya, Sukirno Bagong menit 15 dan Supri Andri menit ke-47.
Pertandingan lanjutan babak ketiga Divisi III Grup B itu diwarnai aksi mengundurkan diri kesebelasan PSBS pada menit 59. Saat itu Blora telah memimpin 2-0. Pemain dari Riau itu tak mau melanjutkan pertandingan dengan alasan tidak ada jaminan keamanan dari petugas. Padahal koordinator keamanan yang bertugas di stadion kebanggaan warga Bantul itu telah menjamin keamanan pemain PSBS setelah sebelumnya terlibat baku pukul dengan penonton. ''Untuk apa melanjutkan pertandingan kalau keadaannya seperti itu. Lebih baik kami berhenti bermain. Namun peristiwa yang terjadi di tengah lapangan akan kami laporkan ke PSSI,'' ujar Syamsir S.Kom, Asisten Manajer PSBS.
Kericuhan yang berbuntut pengunduran diri kesebelasan berjuluk Pendekar Sangate itu bermula ketika pemain Persikaba, Widodo Lestari dilanggar pemain lawan, Hermansyah. Wasit Kartika yang memimpin pertandingan menghadiahkan kartu kuning kepada Hermansyah. Namun saat Widodo tergeletak di tengah lapangan tiba-tiba tangannya dengan sengaja diinjak oleh pemain PSBS. Bek kiri Blora itupun tidak terima. Belum sempat bertindak lebih jauh, sejumlah pemain PSBS, menghadiahkan bogem mentah. Hingga pelipis kiri Widodo, berdarah. Peristiwa itu nyaris saja memicu perkelahian antar pemain. Polisi yang memasuki lapangan berupaya melerai perkelahian tersebut. Namun entah darimana datangnya tiba-tiba salah seorang penonton ikut pula masuk lapangan dan membalas ulah pemain PSBS. Akibatnya, kepala kapten Dedi Predi, mengeluarkan darah setelah mendapat pukulan dari penonton.
Merasa keamanannya tidak terjamin, pemain PSBS mogok bertanding. Berulang kali wasit membujuk mereka untuk meneruskan pertandingan dengan jaminan penuh aparat kepolisian yang bertugas. Namun bujukan itu tidak mempan. Hingga wasit pun menyatakan pertandingan selesai dengan skor 2-0 untuk Persikaba.
Kemenangan yang membawa anak-anak asuh pelatih Brendy lolos ke Divisi II itupun disambut meriah ratusan suporter. Mereka tak henti-hentinya memainkan antraksi barongan di pinggir lapangan. Warga Bantul yang hadir di stadion ikut pula menyaksikan tontonan gratis itu. ''Perjuangan kami akhirnya tidak sia-sia. Manajemen dan pemain Persikaba mengucapkan syukur atas keberhasilan lolos ke Divisi II,'' ujar Manajer Persikaba, Simon Budhi, kepada Suara Merdeka usai pertandingan.
Sebenarnya jalannya pertandingan- sebelum terjadi kericuhan-, menarik untuk ditonton. Pemain kedua kesebalasan tampil ngotot. Lantaran kemenangan yang diraih memastikan kesebelasan yang dibelanya itu lolos Divisi II. Tak satupun protes dikemukakan pemain saat wasit menganggapnya melakukan pelanggaran. Kedua gol Persikaba lahir dengan memanfaatkan kecepatan lari ujung tombak. Pemain belakang lawan yang rata-rata sudah berusia tua tak mampu mengejar lari pemain Blora hingga dengan mudah gol pun tercipta.
Sementara itu di pertandingan Grup A yang berlangsung di Stadion Pancasila UGM, kesebelasan PS Siak memastikan lolos Divisi II setelah mengalahkan Persidi Pidie NAD dengan skor tipis 1-0. Pertandingan terakhir Kompetisi Divisi III Grup A dan B berlangsung hari ini, Rabu (6/9). Di Stadion UGM, mempertandingkan Persewangi Banyuwangi melawan PSBI Blitar. Sedangkan di Bantul, Perseta Tulungagung menghadapi Persikoba Batu. (H18)


Grafis :
Hasil Pertandingan Kompetisi Divisi III Nasional
Selasa (5/9)
Grup A
PS Siak 1 (Sofian, 65) vs Persidi Pidie 0
Grup B
Persikaba Blora 2 (Sukirno Bagong, 15, Supri Andri, 47) vs PSBS Bangkinang 0

Klasemen Sementara Grup A

1. PSBI 3 3 0 0 9-2 9*
2. Persewangi 3 2 1 0 4-1 7*
3. PS Siak 4 2 0 2 4-5 6*
4. Persidi 4 0 2 2 1-6 2
5. Perpessel 3 0 1 2 0-3 1

Klasemen Sementara Grup B

1. Persikoba 3 3 0 0 7-2 9*
2. Perseta 3 2 1 0 9-2 7*
3. Persikaba 4 1 2 1 5-4 5*
4. Persebsi 4 0 2 2 4-10 2
5. PSBS 4 0 1 3 1-8 1

*Lolos Divisi II Nasional

Pernik Kompetisi Divisi III

Kesulitan Membawa Pulang Buah Tangan

BANYAKNYA buah tangan yang dibeli di Yogyakarta, membuat sejumlah pemain, ofisial dan pengurus Persikaba Blora kesulitan membawa pulang barang yang hendak dibagikan kepada sanak keluarga. Tas yang mereka bawa dari Blora sudah tidak muat jika diisi oleh-oleh. Namun lantaran sudah telanjur dibeli, mau tidak mau buah tangan itu harus dibawa pulang. Untuk menyiasatinya, tas barupun dibeli. ‘’Oleh-oleh dimasukan tas dan nanti tinggal diangkut mobil. Gitu saja kok repot,’’ ujar Maturkan, asisten pelatih Persikaba. (H18)

Ramai-Ramai Nadar

MENJELANG pertandingan terakhir melawan PSBS, kemarin, sejumlah pengurus dan ofisial Persikaba seakan berlomba nadar (janji yang harus ditepati jika niat terkabul). Jika tim berjuluk lascar Sunan Pojok itu menang dan lolos Divisi II Nasional, pelatih Brendy siap berjalan kaki dari Kota Magelang ke Candi Borobudur. Sementara asisten pelatih Sugiyanto akan mengecat rambut. Sedangkan pengurus Persikaba lebih memilih kerja bakti ataupun memberi sumbangan bagi korban gempa di Bantul. ‘’Nadar itu utang. Jadi harus ditepati,’’ ujar Sugiyanto. (H18)

Cucian Baju Kotor Menumpuk

BISA jadi bagi sebagian anggota rombongan Persikaba Blora, mencuci baju kotor adalah pekerjaan ringan. Baju telah dipakai seharian dan kotor, saat itu juga langsung dicuci. Seperti yang dilakukan Suparno, salah seorang ofisial. Namun sebagian besar anggota rombongan lebih memilih menumpuk baju kotor dan akan dicuci sekembalinya di Blora. Baju kotor itupun dibungkus dalam tas plastik untuk menghindari bercampur dengan baju yang masih bersih. ‘’Nyuci baju di rumah saja,’’ ujar Setek, salah seorang ofisial Persikaba. (H18)

04 September 2006

Laga Penentuan


KEJAR BOLA : Ujung tombak Persikaba, Dian Jambul Kristanto (kaos meras) berupaya mengejar bola saat bertanding melawan Persebsi Sibolga. Diharapkan dia mencetak gol di laga terakhir menghadapi PSBS, Selasa (5/9).

Laga Penentu Hidup Mati Persikaba
*Hari Ini Versus PSBS

YOGYAKARTA – Perjuangan Persikaba Blora untuk promosi ke Divisi II Nasional ditentukan hari ini, Selasa (5/9), saat menghadapi PSBS Bangkinang di Stadion Sultan Agung, Bantul. Kemenangan yang didapat Sujono dan kawan-kawan memastikan mereka meninggalkan Kompetisi Divisi III Nasional. Jika seri, nasib tim berjuluk Laskar Sunan Pojok itu akan ditentukan hasil pertandingan kesebelasan lainnya di Grup B yakni Perseta Tulungagung melawan Persebsi Sibolga. Sebaliknya, jika kalah, pupus sudah impian warga Blora melihat penampilan kesebelasan yang dilatih Brendy itu berlaga di divisi yang lebih tinggi. Saat ini Persikaba mengumpulkan nilai 2 dari tiga kali pertandingan yakni dua kali imbang dan sekali kalah. Nilai yang sama juga didapatkan Persebsi. Hanya saja Blora lebih unggul selisih gol. Sementara, PSBS meski baru mengumpulkan nilai 1, kesebelasan dari Riau itu masih mempunyai peluang lolos. Dengan syarat mereka menang lawan Persikaba, sedangkan Perseta kalah dari Persebsi. Jika hal itu terjadi, maka penentuan lolos tidaknya PSBS dihitung dengan selisih gol. (lihat grafis). Kecuali Perseta, seluruh kebelasan di Grup B menyisakan sekali pertandingan. Laga penutup kompetisi akan mempertemukan Persikoba vs Perseta, Rabu (6/9). Tiga kesebelasan peringkat atas di setiap grup, nantinya berhak promosi ke Divisi II. Santer beredar kabar, babak semifinal tetap akan dimainkan di Yogyakarta. Hanya saja tim yang tampil adalah peringkat atas di setiap grup. Empat kesebelasan nantinya akan memperebutkan juara Divisi III Nasional 2006. Menyadari laga penting tersebut, manajemen Persikaba mengintruksikan para pemain tampil maksimal. Selain itu Sujono dan kawan-kawan diminta melupakan laga sebelumnya yang berakhir seri ataupun kalah. ''Semuanya harus konsentrasi di laga terakhir. Karena pertandingan menghadapi PSBS itu akan menentukan nasib kita,'' ujar Asisten Manajer Persikaba, Winoto SH kepada Suara Merdeka, kemarin.Menurutnya, meski peluang lolos yang dimiliki kesebelasan lawan sangat tipis, namun bukan berarti peluang itu tidak ada. Dia mengatakan kemungkinan PSBS tampil lebih bersemangat guna membuktikan kesebelasan dari Sumatera juga bisa menang ketika bermain di Jawa. Oleh karena itu tak ada jalan lain bagi Persikaba kecuali menampilkan kekuatan penuh. ''Kami tidak mau mengambil risiko sedikitpun. Hasil imbang saja sangat riskan apalagi jika kalah,'' katanya.Hal senada dikemukakan pula Brendy, pelatih Persikaba. Dia mengatakan kekalahan 1-2 yang diderita timnya saat menghadapi Persikoba Batu (3/9), membuat dirinya dan seluruh pemain harus bekerja keras untuk memenangkan laga terakhir. Meski demikian Brendy yang juga guru olahraga SMPN 6 Blora itu mengemukakan beban harus menang, jangan sampai mempengaruhi psikologi pemain. ''Tadi pagi (kemarin, red) seluruh pemain dikumpulkan dan diberi pengarahan. Intinya kami meminta mereka tidak terpengaruh dengan beban harus menang. Namun kami tekankan kepada mereka untuk tampil lebih baik lagi daripada laga sebelumnya,'' ujar Brendy yang didampingi dua asisten pelatih yakni Sugiyanto dan Maturkam. (H18)

Grafis :
Kalkulasi Lolos Divisi II Nasional
Persikaba Blora
-Menang lawan PSBS, poin maksimal yang didapat = 5
-Seri lawan PSBS, poin maksimal yang didapat = 3

PSBS Bangkinang
- Menang lawan Persikaba, poin maksimal yang didapat = 4
- Seri lawan Persikaba, poin maksimal yang didapat = 2

Persebsi Sibolga
- Menang lawan Perseta, poin maksimal yang didapat = 5
- Seri lawan Perseta, poin maksimal yang didapat = 3

Anang Absen Taryono Tampil


AKUMULASI dua kartu kuning membuat gelandang serang Persikaba, Anang Dwita tidak bisa tampil ketika timnya menghadapi PSBS Bangkinang. Sebuah kartu kuning diterimanya saat bertanding melawan Persikoba Batu, (3/9). Sementara satu kartu lainnya didapat ketika pemain yang potongan rambutnya mirip mantan pemain Juventus Italia, Pavel Nedved itu dimainkan saat menghadapi Perseta Tulungagung, (1/9). ''Saya sangat menyesal karena tidak bisa bermain ketika teman-teman berjuang untuk memastikan lolos ke Divisi II Nasional,'' ujar Anang Dwita. ''Saya hanya bisa membantu dengan motivasi dan doa saja,'' tambahnya. Absennya mantan pemain magang PSIS Semarang itupun, mau tidak mau membuat pelatih Persikaba, Brendy menurunkan gelandang serang Taryono. Padahal mantan pemain Persiwi Wonogiri itu masih dibalut cedera kepala. Terbatasnya stok gelandang serang juga memaksa Brendy menurunkan Taryono sebagai pemain pengganti Anang Dwita saat timnya dikalahkan Persikoba Batu, 1-2. Saat itu Anang ditarik keluar karena cedera setelah diterjang pemain lawan. Sementara Taryono masuk lapangan dengan masih mengenakan perban di kepala. Meski dimainkan menjelang pertandingan babak kedua usai, kontribusi yang diberikan Taryono cukup efektif. Pergerakan dengan atau tanpa bola, pemain bertubih mungil itu kerap membahayakan pertahanan lawan. Berdasarkan konfirmasi terakhir, Taryono mengaku siap dimainkan kembali di laga terakhir nanti. ''Mudah-mudahan tidak ada halangan bagi saya untuk tampil kembali. Memang kepala saya masih cedera tapi tidak masalah jika harus bertanding,'' katanya. Pelatih Persikaba Brendy mengatakan tidak akan merubah formasi baku yakni 3-5-2 saat menghadapi PSBS. Dua ujung tombak yakni Dian Jambul Kristanto dan Supri Andry akan dimaikan sejak babak pertama. Sementara di sektor lapangan tengah kemungkinan akan diisi Taryono, Eko Nur Adriyanto dan Sapto Widiantoro. Sedangkan di barisan belakang akan ditempati Widodo Lestari (bek kiri), Sukisno (bek kanan), Sujono (libero) Sukarmanto dan Gunawan (stopper). Tulus Sapmoko tetap dipercaya menjaga gawang. ''Pemain yang siap, dialah yang akan kami turunkan. Jadi, masih ada kemungkinan formasi itu akan berubah, tergantung perkembangannya nanti bagaimana,'' tandasnya. (H18)