27 May 2007
Klasemen Akhir
Zona Lolos
1. Persik Kendal 5 5 0 0 18-1 15*
2. Persiko Kota Baru 5 3 0 2 10-5 9*
Zona Aman
3. PSKS Krakatau Steel 5 3 0 2 8-7 9
4. Persikubar Kutai Barat 5 2 0 3 5-6 6
5. Persikaba Blora 5 2 0 3 4-7 6
Zona Degradasi
6. Persekaban Banjar 5 0 0 5 3-22 0
*Lolos ke babak 16 besar
Hasil di Kendal
KENDAL- Persik Kendal meraih hasil sempurna di babak ketiga Kompetisi Divisi II Nasional. Di ajang tersebut, tim asuhan Firmandoyo itu menyapu bersih lima pertandingan yang digelar di Stadion Utama Kebondalem Kendal.
Di laga terakhir sore kemarin, Untung Sudrajat cs menggunduli Persekaban Kabupaten Bajar dengan skor 5-0 (2-0).
Dari lima gol itu, striker Ahmad Noval memborong empat gol pada menit ke-33, 44, 79, dan ke-86. Sedangkan satu gol lagi disumbangkan striker Taryono menit ke-69. Laskar Bahurekso semakin mantap di pucuk klasemen Wilayah III A dengan nilai 15.
Tim kebanggaan warga Kendal tersebut dipastikan maju ke babak 16 besar yang rencananya digelar pertengahan Juni. Tempat pertandingan belum ditentukan Badan Liga Amatir.
Satu tim lain yang mendampinginya adalah Persiko Kota Baru. Tim polesan Sudirman itu meraih nilai sembilan dari 5 main, 3 menang, dan 2 kalah dengan selisih gol 10-5. Nilai Persiko sebenarnya sama dengan PSKS Krakatau Steel. Hanya, PSKS kalah dalam selisih gol 8-7.
Prestasi Persekaban berbanding terbalik dengan Persik. Dalam lima pertandingan, tim asuhan M Sofian Nur ini selalu kalah sehingga poinnya nol. Dengan demikian, tim asal Banjar itu terdegradasi dari Divisi II.
Pelatih Firmandoyo menurunkan komposisi pemain yang berbeda dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya. Mantan asisten pelatih PSIS itu lebih banyak memasukkan pemain lini keduanya. Ahmad Noval yang jarang dimainkan sebagai starter diduetkan dengan Suparyo sebagai ujung tombak. Firman Sukmono yang biasa menempati sayap kiri pun dibangkucadangkan diganti dengan Slamet Riyanto.
Solid dan Kompak
Perubahan komposisi pemain tersebut tak memengaruhi permainan Persik. Untung Sudrajat cs tetap saja solid dan kompak melancarkan serangan dan pertahanan. Hanya saja, penyelesaian akhirnya kurang tajam. Padahal, beberapa peluang emas dimiliki anak-anak Kendal di awal babak pertama.
Kebuntuan Persik akhirnya pecah pada menit ke-33. Noval yang ada di depan gawang mampu memanfaatkan kemelut. Tendangan kerasnya tidak mampu diblok kiper Isep Lukman. Satu menit jelang turun minum, Noval kembali menggetarkan jala Persekaban.
Kehadiran striker Taryono yang menggantikan Suparyo sejak pertengahan babak pertama, mampu menghidupkan serangan. Di babak kedua, serangan Persik lebih menggigit. Hasilnya, tiga gol bersarang ke gawang Isep Lukman.
"Kami puas dengan hasil ini. Itu menandakan kami tetap fight dan tak meremehkan lawan meski sudah pasti lolos ke 16 besar," terang Firmandoyo usai pertandingan. (H13, H29-54)
Persikaba Gagal Tembus 16 Besar
Dengan demikian, Persiko Kota Baru yang di klasemen sementara menduduki peringkat kedua, dipastikan lolos ke putaran selanjutnya mendampingi tuan rumah Persik. Tim dari Kalimantan Selatan itu memiliki nilai sembilan hasil tiga kali menang dan dua kali kalah. Sedangkan PSKS Krakatau Steel yang punya nilai sama, harus puas berada di peringkat ketiga lantaran kalah selisih gol.
Pada pertandingan yang dipimpin wasit Arief Kenedi asal Semarang itu, peluang Persikaba untuk maju ke babak 16 besar memang sangat berat. Kalaupun menang, Sujono cs harus bisa menyarangkan bola ke gawang lawan minimal tujuh gol.
Karena itulah pasukan Imam Supardi tampil agresif. Mereka terlihat ingin menang besar dengan bermain ngotot. Sayang, kesalahan-kesalahan sering dibuat. Itu menjadikan serangan-serangannya mudah dipatahkan lawan.
Keuntungan
Persikubar juga bermain terbuka. Banyaknya kesalahan lawan menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka. Awang Darmawan cs sering merepotkan barisan pertahanan ''Laskar Sunan Pojok''. Beberapa peluang emas pun didapat.
Satu menit menjelang turun minum, serangan yang dibangun melalui sisi kanan pertahanan Persikaba membuahkan gol. Bola crossing jatuh tepat di kaki Rival Midun. Pemain bernomor 13 itu mengontrol dan mengolah bola sebentar sebelum melepaskan tendangan keras ke arah gawang. Kiper Ahmad Junaedi gagal menepisnya. Skor berubah 1-0.
Pada babak kedua pertarungan berjalan imbang. Kedua tim tetap memeragakan permainan menyerang meski dalam tempo sedang. Namun, anak-anak asuhan M Arsyad yang bisa memanfaatkan peluang. Buktinya pada menit 85 Deddy S mampu memanfaatkan umpan crossing menjadi gol. Tendangan kerasnya kembali tidak bisa dihalau Ahmad. (H13, H29-22)
17 Mei
Meski Menang, Pelatih Persikaba Gusar
KENDAL- Kendati tampil dominan sepanjang pertandingan, Persikaba Blora hanya mampu menang 3-2 atas Persekaban Banjar dalam pertandingan Grup III-A kompetisi Divisi II Liga Indonesia di Stadion Utama Kendal, kemarin.
Tak urung, hasil itu membangkitkan kegusaran Pelatih Persikaba, Imam Supardi. Apalagi tim lawan hanya diperkuat sepuluh pemain sejak menit 51 setelah Fahrurazi menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras. "Anak-anak terlalu emosional. Mereka ingin mencetak banyak gol, tapi jadinya malah begini. Banyak peluang terbuang percuma," keluh Imam seusai pertandingan.
Laga baru berlangsung 11 menit ketika Persikaba memimpin 1-0 berkat gol Supri Andrianto. Dengan kecepatannya, penyerang lincah itu lolos dari adangan pemain belakang Persekaban. Tendangan yang dilepaskannya dari sudut sempit ke arah tiang jauh gagal dijangkau kiper Isep Lukman.
Gol cepat itu menambah semangat juang Sujono dkk. Mereka terus mengurung pertahanan Persekaban. Hasilnya, Supri kembali membobol gawang Lukman menit 13, memanfaatkan umpan matang Deni Armansyah.
Unggul dua gol, tim berjuluk Laskar Sunan Pojok tersebut terus meningkatkan tempo permainan. Mereka sedikitnya memiliki dua peluang emas pada menit ke-27 dan 29. Namun, ketangguhan Lukman di bawah mistar gawang Persekaban meredam tendangan keras Sukisno dan Deni.
Pada babak kedua, Persikaba tidak mengendorkan serangan. Untuk mengimbangi, tim asuhan M Sofian itu menerapkan permainan keras. Kesebelasan asal Kalimantan Selatan tersebut tak segan-segan melakukan pelanggaran untuk menggagalkan laju lawan.
Penalti Gagal
Tapi, strategi itu justru berbuah blunder. Pada menit 51, bek Persekaban Fahrurazi yang mendapat kartu kuning kedua dari wasit Suhasan harus meninggalkan lapangan. Sepuluh menit kemudian, Persikaba mendapat hadiah penalti setelah Supri dijatuhkan Yudi Firmansyah di kotak penalti.
Ratusan penonton yang memberikan dukungan kepada anak-anak Blora pun bersorak-sorai. Namun, Sujono yang menjadi eksekutor gagal menunaikan tugas. Tendangan kapten Persikaba itu terlalu lemah dan berhasil ditangkap Isep.
Kegagalan melesakkan penalti menjadi titik balik bagi permainan kedua tim. Kepercayaan diri Persekaban untuk mengejar ketertinggalan pun bangkit. Pada menit 74, Awang memperkecil kekalahan menjadi 1-2 lewat serangan balik cepat.
Sujono cs yang masih bernafsu menambah gol terus menekan pada menit-menit akhir. Pada menit 85, gol pemain pengganti Sukirno membuat Persikaba kembali menjauh 3-1. Namun, kedudukan itu tak bertahan lama, karena M Elyani memperkecil ketertinggalan beberapa saat menjelang peluit akhir.
Sore ini, tuan rumah Persik Kendal akan menghadapi Persikubar Kutai Barat. Pasukan Firmandoyo itu menempati peringkat tiga dengan nilai tiga. Mereka baru bertanding sekali, menang atas Persikaba 2-0 empat hari lalu. (H29,H13,H18-40)
Persikaba Mogok Sepuluh Menit
Beberapa kali mereka mengejar-kejar wasit di tengah lapangan dan mengerubunginya. Sebagai bentuk protes, mereka tidak mau melanjutkan pertandingan. Namun setelah 10 menit berlalu, bujukan yang dilakukan pelatih dan ofisial tim menjadikan para pemain kembali ke lapangan.
Anak-anak Kendal mengambil inisiatif menyerang sejak awal. Kecepatan striker A Noval dan Suparyo merepotkan barisan pertahanan tim tamu.
Serangan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-9. Wasit menunjuk titik putih lantaran pemain belakang Persikaba dinilai melanggar Suparyo di kotak penalti. Keputusan tersebut diprotes para pemain Persikaba. Namun, wasit tetap kukuh pada keputusannya. Solikin yang menjadi eksekutor berhasil menaklukkan kiper Tulus Sapmoko, 1-0.
Serangan
Perlahan-lahan, tim asuhan Imam Supardi mulai bisa menguasai keadaan. Mereka bermain taktis dan tenang dari kaki ke kaki. Sebaliknya, permainan Persik menurun sehingga koordinasi antarpemain dan antarlini kacau.
Di babak kedua, Persikaba lebih banyak menguasai jalannya permainan. Mereka ganti membombardir pertahanan tuan rumah. Karena terlalu asyik menyerang. pertahanan lengah. Pada menit 69, serangan dari sisi kiri gawang Tulus yang dilakukan Taryono berbuah gol. Bola dari kaki Taryono yang coba dihalau kiper, jatuh ke kaki Hariyanto. Dengan tenang, pemain bernomor punggung 21 itu melesakkan bola ke gawang yang kosong.
Lagi-lagi gol tersebut diprotes pemain Persikaba. Mereka berpendapat sebelum gol pemain Persik melakukan pelanggaran terlebih dulu. Namun, wasit tidak meniup peluit, tapi meneruskan permainan.
Hal itu membuat Sujono cs tidak mau meneruskan pertandingan. Mereka hanya berdiri di pinggir lapangan selama sekitar 10 menit. Para penonton yang kecewa melemparinya dengan botol-botol minuman mineral. Setelah dibujuk oleh pelatih dan ofisial tim, sepuluh menit kemudian tim tamu melanjutkan pertandingan hingga selesai. (H13, H18-22)
19 May 2007
THE WINNING TEAM

Menang Tak Bahagia
BLORA – Pelatih Persikaba Imam Supardi berupaya membenahi emosi pemain menjelang laga terakhir di putaran ketiga Kompetisi Divisi II menghadapi Persikubar Kutai Barat, Jumat (25/5). Menurutnya kunci keberhasilan sebuah kesebelasan selain didukung kemampuan teknis pemain juga bagaimana pemain tersebut bisa mengontrol emosi saat bertanding.
‘’Membenahi emosi pemain merupakan pekerjaan rumah bagi kami. Pertandingan terakhir melawan Persikubar nanti bakal menjadi penentu lolos tidaknya Persikaba ke babak berikutnya,’’ ujarnya kepada Suara Merdeka, kemarin.
Imam Supardi yang juga pernah melatih Persikaba di era 90-an sempat dibuat gusar melihat penampilan Sujono dan kawan-kawan ketika mengalahkan Persekaban Banjar dengan skor 3-2 di Stadion Utama Kendal, Kamis (16/5).
Kegusaran itu sangat beralasan. Sebab untuk menjaga peluang lolos ke babak 16 besar, selain memenangi pertandingan, Persikaba membutuhkan selisih gol dalam jumlah banyak. Kemenangan 3-2 yang diraih tim berjuluk Laskar Sunan Pojok atas Persekaban menempatkan Persikaba di posisi ketiga klasemen sementara di bawah PSKS Krakatau Steel dan Persiko Kota Baru. Sebenarnya Persikaba dan Persiko Kota Baru sama-sama mengantongi nilai enam, namun Persiko lebih baik dalam agregat gol. Blora minus satu sedangkan Kota Baru positif satu.
Imam Supardi mengatakan banyak peluang terbuang percuma saat timnya menghadapi Persekaban. Hal itu terjadi karena emosi pemain tidak terkontrol setelah kapten kesebelasan Sujono gagal mengeksekusi tendangan penalti di menit 61. Kerjasama antarpemain tidak lagi terlihat. Mereka cenderung memaksakan kehendaknya sendiri mencetak gol. ‘’Meski menang, kami tidak puas melihat permainan anak-anak. Mereka maunya banyak mencetak gol namun tidak diimbangi pengontrolan emosi dan kerjasama antarpemain. Akibatnya banyak peluang terbuang percuma,’’ tandasnya.
Usai berlaga di putaran kedua Kompetisi Divisi II, Laskar Sunan Pojok pulang ke Blora, Kamis malam. Mereka diliburkan selama tiga hari. Imam Supardi mewajibkan para pemainnya berkumpul kembali Senin (21/5) guna menjalani latihan di Stadion Kridosono Blora menjelang dimulainya pertandingan putaran ketiga yang rencananya digelar 21-26 Mei di Stadion Utama, Kendal. (H18)
Klasemen Sementara Grup III-A hingga Kamis (17/5)
1. PSKS Krakatau Steel 4 3 0 1 7-2 9
2. Persiko Kota Baru 3 2 0 1 2-1 6
3. Persikaba Blora 4 2 0 2 4-5 6
4. Persik Kendal 1 1 0 0 2-0 3
5. Persikubar Kutai Barat 3 1 0 2 3-3 3
6. Persekaban Banjar 3 0 0 3 2-9 0
Jangan Kalah
*Lawan Persekaban, Besok Sore
BLORA – Persikaba Blora bakal menurunkan duet ujung tombak Supri Andry-Deni Armansyah saat menghadapi Persekaban Banjar (Kalsel) dalam lanjutan pertandingan putaran kedua Kompetisi Divisi II Grup III-A di Stadion Utama Kendal, Kamis (17/6).
Sebenarnya kedua striker tersebut pernah dimainkan saat tim berjuluk Laskar Sunan Pojok dikalahkan 0-2 tuan rumah Persik Kendal. Namun Supri Andry baru diturunkan menjelang babak pertama berakhir. Saat itu dia menggantikan gelandang serang Digdo.
Bakal dimainkannya duet Supri Andry-Deni Armansyah sejak menit awal pertandingan, bukan tanpa alasan. Sujono dan kawan-kawan ditargetkan menang dalam pertandingan kali keempat itu. Sebab kemenangan yang bakal diraih akan membuka peluang Persikaba lolos ke babak 16 besar.
‘’Untuk bisa memenangi pertandingan, kami harus tampil menyerang,’’ ujar Pelatih Persikaba Imam Supardi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Imam Supardi yang juga mantan pelatih Persiwi Wonogiri menyatakan Supri Andry selama ini lebih banyak duduk di bangku cadangan. Cedera angkle kaki kanan yang diderita mantan pemain Persekama Magelang tersebut membuatnya hanya bisa memandangi rekan-rekannya bertanding di tengah lapangan. ‘’Saat menghadapi Persik, kami mencoba menurunkan Supri. Penampilannya saat itu belum maksimal. Kami berharap dia bisa mencetak gol kemenangan bagi Persikaba ketika menghadapi Persekaban,’’ tandasnya.
Di posisi lapangan tengah, gelandang serang Heryanto bisa diturunkan kembali setelah sebelumnya dilarang tampil karena akumulasi kartu kuning. Mantan pemain Persipur Purwodadi tersebut diharapkan mempunyai andil besar menciptakan peluang memasukan gol. Tendangan bola mati yang dilesatkan Heryanto kerap beberapa kali membahayakan gawang lawan.
Imam Supardi mengatakan dua pemain Persikaba harus absen di pertandingan yang menentukan tersebut. Penjaga gawang Maulana masih cedera. Sedangkan bek kanan Persikaba Sukarmanto tidak bisa diturunkan karena akumulasi kartu kuning. ‘’Kami sudah menyiapkan pemain pengganti yang kualitas hampir sama,’’ tandasnya.
Peluang Persikaba lolos ke babak berikutnya masih ada. Namun dengan berbagai persyaratan. Diantaranya memenangi dua laga terakhir sedangkan kesebelasan lain bermain imbang. Laskar Sunan Pojok baru mengantongi nilai tiga dari tiga kali pertandingan. (H18)
Kecewa

*Dirugikan Wasit
BLORA – Pertandingan Persikaba melawan Persik Kendal memang telah dilaksanakan, Minggu (13/5) di Stadion Utama, Kendal. Laskar Sunan Pojok, julukan Persikaba harus mengakui ketangguhan kesebelasan tuan rumah, Persik dengan skor 0-2 (0-1). Namun kemenangan tersebut berbuntut panjang. Persikaba akan mengajukan protes resmi ke PSSI. Protes itu dipicu kepemimpinan wasit M Zazuli (Semarang) yang dinilai merugikan kubu Persikaba.
‘’Kami akan mengajukan protes resmi ke PSSI atas kepemimpinan wasit M Zazuli,’’ ujar Manajer Persikaba, Simon Budhi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Menurutnya dua gol yang bersarang di gawang Tulus Sapmoko tidak akan pernah terjadi jika wasit bertindak profesional dalam memimpin pertandingan. ‘’Pertandingan antara Persikaba dan Persik jauh dari komitmen fair play karena ulah wasit,’’ katanya.
Wasit M Zazuli memberikan hadiah tendangan penalti kepada Persik di menit 9. Penalti diberikan karena wasit menganggap salah satu pemain belakang Persikaba melakukan pelanggaran. Padahal yang terjadi adalah pemain Persik jatuh sendiri di dalam kotak penalti setelah menerima bola umpan dari pemain lainnya. Keputusan kontroversial wasit tersebut memicu amarah Sujono dan kawan-kawan. Mereka melakukan protes hingga pihak keamanan harus masuk ke dalam lapangan untuk mengamankan sang wasit. Namun wasit tetap kukuh pada keputusanya. Solikhin yang menjadi eksekutor berhasil menyarangkan bola ke dalam gawang Persikaba.
Keputusan kontroversial lainnya dilakukan wasit pada menit 69. M Zazuli tetap mengesahkan gol kedua Persik yang diciptakan Hariyanto. Padahal sebelum gol terjadi asisten wasit telah mengangkat bendera sebagai tanda terjadinya pelanggaran. Saat itu kapten Persikaba Sujono dijatuhkan pemain lawan. Meski Sujono tergeletak di tengah lapangan, wasit M Zazuli membiarkan pertandingan tetap berlangsung hingga akhirnya tercipta gol kedua. Keputusan itu kembali memicu amarah pemain Persikaba. Mereka mengerubungi wasit hingga ke pinggir lapangan. Lantaran protesnya tidak diindahkan, Sujono dan kawan-kawan untuk beberapa saat memilih mogok bermain. Berulang kali M Zazuli membujuk kapten Persikaba Sujono untuk melanjutkan pertandingan, namun tidak membuahkan hasil. Pelatih, pemain dan ofisial Persikaba akhirnya mau meneruskan pertandingan setelah berhenti selama hampir 10 menit.
Terlepas dari keputusan wasit yang kontroversial itu, Asisten Pelatih Persikaba, Brendy, menilai pertandingan berjalan imbang. Bahkan bukan tidak mungkin Persikaba dapat memenangi pertandingan. ‘’Beberapa kali serangan kami membahayakan gawang lawan. Namun karena anak-anak sudah terlanjur emosi, peluang yang didapatkan tidak bisa diselesaikan dengan baik,’’ ujarnya. (H18)
BLORA – Cedera tangan kiri yang dialami penjaga gawang Maulana hingga kini masih belum sembuh. Mantan penjaga gawang Persikota Tangerang itu dipastikan tidak bisa tampil saat rekan-rekannya menjalani tiga pertandingan sisa di babak penyisihan putaran kedua dan ketiga Kompetisi Divisi II Grup III-A di Stadion Utama, Kendal. Rencananya seluruh pemain tim berjuluk Laskar Sunan Pojok berangkat ke Kendal pagi ini.
Pelatih Persikaba Imam Supardi mengemukakan butuh waktu cukup lama untuk menyembuhkan cedera Maulana. Menurutnya berbagai upaya penyembuhan telah dilakukan. Diantara dengan membawa penjaga gawang utama Persikaba itu ke rumah sakit. Selain itu penyembuhan cara alternatif sudah ditempuh. ‘’Operasi sudah. Demikian juga dengan pemijatan. Namun karena cederanya cukup parah, Maulana dipastikan tidak bisa tampil di Kendal,’’ ujarnya kepada Suara Merdeka, kemarin.
Dua penjaga gawang pengganti yakni Tulus Sapmoko dan Bambang Adi, kata Imam Supardi, menjadi pilihan utama dalam daftar pemain yang akan dimasukan di line up. ‘’Kami memaksimalkan kemampuan kiper yang ada,’’ katanya.
Imam Supardi yang juga mantan pelatih Persik Kendal dan Persiwi Wonogiri menyebutkan kondisi fisik maupun mental para pemainya terjaga dengan baik sepulang dari Cilegon pekan lalu. ‘’Anak-anak menyadari perjuangan masih panjang. Mereka pemain profesional. Menjaga kondisi fisik tetap prima sudah menjadi keharusan, sehingga siap dimainkan kapan pun,’’ tandasnya.
Di Kendal, Sujono dan kawan-kawan mengawali pertandingan melawan tuan rumah Persik, Minggu (13/5). Menghadapi Persekaban Kabupaten Banjar (Kalsel), Kamis (17/5) dan bertemu Persikubar Kutai Barat (Kaltim), Jumat (25/5).
Manajer Persikaba Simon Budhi mengemukakan dengan tiga poin yang dapat ketika bermain di Cilegon yakni menang lawan PSKS 1-0 dan kalah 1-0 menghadapi Persiko Kota Baru (Kalsel), tidak ada yang bisa dilakukan Persikaba kecuali harus memenangi tiga pertandingan sisa. Menurutnya persaingan memperebutkan posisi pertama dan kedua di klasemen akhir Grup III-A bakal berlangsung sengit. Apalagi tuan rumah Persik memainkan seluruh pertandingan di Kendal. Dua kesebelasan peringkat satu dan dua di setiap grup berhak maju ke babak 16 besar Divisi II.
‘’Seluruh kesebelasan di Grup III-A mempunyai peluang yang sama untuk lolos ke babak 16 besar. Kami mengharapkan Persikaba mendapatkan satu dari dua tiket lolos ke bebak berikutnya,’’ katanya. (H18)
Klasemen Sementara Grup III-A
1. PSKS Krakatau Steel 3 2 0 1 6-2 6
2. Persiko Kota Baru 2 2 0 0 2-0 6
3. Persikaba Blora 2 1 0 1 1-1 3
4. Persik Kendal 0 0 0 0 0-0 0
5. Persekaban Banjar 1 0 0 1 0-4 0
6. Persikubar Kutai Barat 2 0 0 2 1-3 0
Putaran Kedua
BLORA – Badan Liga Amatir (BLA) PSSI akhirnya resmi menunda pelaksanaan pertandingan putaran kedua babak penyisihan grup III-A Kompetisi Divisi II di Kendal. Surat pemberitahuan penundaan tersebut diterima pengurus Persikaba, kemarin. Dalam surat yang ditandatangani Direktur Kompetisi, M Achwani tersebut dilampirkan pula perubahan jadwal pertandingan.
Persikaba Blora akan mengawali pertandingan, Minggu (13/5) menghadapi tuan rumah Persik Kendal. Berikutnya melawan Persekaban Kabupaten Banjar (Kalsel), Kamis (17/5). Laga terakhir tim berjuluk Laskar Sunan Pojok dilangsungkan pada putaran ketiga menghadapi ketangguhan kesebelasan Persikubar Kutai Barat (Kaltim), Jumat (25/5).
Manajer Persikaba Simon Budhi mengemukakan jika diamati jadwal pertandingan tersebut relatif menguntungkan Persikaba. Menurutnya Sujono dan kawan-kawan mempunyai waktu cukup untuk istirahat. ‘’Jeda waktu antara pertandingan yang satu dengan yang lain cukup lama sehingga para pemain punya waktu istirahat lebih lama,’’ ujarnya.
Simon Budhi yang juga anggota Komisi C DPRD Blora mengatakan para pemainnya diharapkan bisa memanfaatkan waktu istirahat itu dengan baik. Sebab manajemen menargetkan kemenangan di tiga pertandingan tersebut. ‘’Untuk bisa lolos ke babak 16 besar, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali memenangkan seluruh pertandingan di Kendal,’’ ujarnya.
Dia mengaku optimis dengan komposisi pemain yang dimiliki, Persikaba mampu meladeni permainan lawan-lawannya. (H18)
BLORA – Lawatan Persikaba ke Kendal guna mengikuti pertandingan putaran kedua babak penyisihan Kompetisi Divisi II mulai 10-15 Mei, dipastikan ditunda. Sebab Badan Liga Amatir (BLA) PSSI selaku penyelenggara Kompetisi Divisi II merubah jadwal pertandingan di Grup III-A menyusul keikutsertaan Persik Kendal dan PSKS Krakatau Steel dalam ajang Copa Dji Sam Soe. Kedua kesebelasan yang berada di Grup III-A itu akan mengawali pertandingan babak Pra Kualifikasi Copa, 9 Mei. Persik sebagai tuan rumah bertemu Persibat Batang, sedangkan PSKS menghadapi Perserang Serang. Namun hingga kemarin manajemen Persikaba belum menerima pemberitahuan resmi dari BLA PSSI terkait penundaan pertandingan putaran kedua di Kendal. Hanya saja manajer maupun pelatih tim berjuluk Laskar Sunan Pojok sudah mendengar informasi tentang perubahan jadwal pertandingan itu. ‘’Saya mendapatkan informasi, Persikaba baru akan bertanding di Kendal, mulai 13 Mei. Namun untuk lebih pastinya, kita tunggu saja pemberitahuan resmi dari BLA PSSI,’’ ujar Pelatih Persikaba Imam Supardi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Copa Dji Sam Soe sendiri akan diikuti 92 tim, yang terdiri dari 36 tim divisi utama, 40 tim divisi I, dan 16 tim divisi II. Pertandingan dimulai dengan babak Pra Kualifikasi, 9 Mei. 16 Kesebelasan divisi II yang mengikuti copa adalah PSSA Asahan, PSBS Bangkinang, Persires Rengat, Persibut Bungo, PSKS Krakatau Steel, Pesik Kuningan, Persik Kendal, PSISra Sragen, PPSM Sakti Magelang, Persida Sidoarjo, Persewangi Banyuwangi dan Perst Tabanan. Selain itu Persido Donggala, PS Gaspa Palopo dan Persin Sinjai serta Persitoli Tolikara.
Meski dipastikan jadwal pertandingan putaran kedua divisi II akan berubah, namun Imam Supardi memastikan tidak ada perubahan agenda persiapan tim berjuluk Laskar Sunan Pojok. Menurutnya Sujono dan kawan-kawan tetap menjalani latihan perdana hari ini. Para pemain Persikaba sebelumnya diliburkan selama tiga hari setelah bertanding pada putaran pertama di Stadion Krakatau Steel Cilegon. ‘’Besok pagi (hari ini, red) seluruh pemain sudah harus berada di Blora guna mengikuti latihan,’’ katanya.
Persikaba hingga kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup III-A dengan mengantongi nilai tiga. Yakni dari sekali menang dan sekali kalah. Laskar Sunan Pojok masih menyisakan tiga kali pertandingan yang seluruhnya diselenggarakan di Kendal. Ketiga pertandingan itu sangat menentukan lolos tidaknya Persikaba ke babak berikutnya. Kesebelasan peringkat pertama dan kedua di setiap grup berhak lolos ke babak 16 besar divisi II. (H18)
BLORA – Hanya mendapatkan tiga poin dari laga tandang di Cilegon, membuat tim pelatih Persikaba Blora tidak memberikan libur banyak kepada para pemainnya. Sebab pertandingan lebih menentukan perjalanan tim berjuluk Laskar Sunan Pojok akan ditentukan di kandang Persik Kendal mulai Kamis (10/5). Sujono dan kawan-kawan hanya diberi waktu libur tiga hari yakni mulai kemarin hingga Sabtu (5/5). Minggu sore, seluruh pemain diharuskan sudah hadir di mess Persikaba di Wisma Pratama. Sebab pada Senin pagi latihan akan dimulai di Stadion Kridosono.Pelatih Imam Supardi mengatakan waktu libur tiga hari tersebut sudah sangat cukup. Menurutnya Persikaba masih harus menjalani pertandingan tiga kali lagi di Kendal. Mantan pelatih Persiwi Wonogiri itu menegaskan ketiga pertandingan tersebut akan sangat menentukan lolos tidaknya Persikaba ke babak 16 besar. ''Kami harus menyiapkan diri lebih baik lagi sebelum tampil di Kendal,'' ujarnya, kemarin.Imam Supardi mengatakan dua pertandingan yang sudah dijalani di Cilegon yakni menang 1-0 melawan PSKS Krakatau Steel dan kalah 0-1 dari Persiko Kota Baru membuat peta persaingan di Grup III-A berlangsung ketat. Sebab enam kesebelasan yang berada di Grup III-A masih memiliki peluang lolos babak 16 besar. ''Untuk itulah kami mengharuskan pemain sudah mulai berlatih Senin pagi. Kami akan benahi kelemahan yang masih kerap diperagakan para pemain,'' katanya.Sebagai tuan rumah, Persik diuntungkan jadwal pertandingan. Mereka akan main lima kali di kandang sendiri. Sehingga besar kemungkinan seluruh poin bakal disapu bersih. Padahal berdasarkan manual kompetisi yang disusun Badan Liga Amatir (BLA) PSSI selaku penyelenggara Kompetisi Divisi II, di setiap grup hanya akan meloloskan dua kesebelasan. ''Satu tiket ke babak 16 besar harus kita raih,'' ujar Manajer Persikaba, Simon Budhi. Sesuai dengan rencana yang sudah dibuat, Simon Budhi yang juga anggota Komisi C DPRD Blora mengungkapkan Sujono dan kawan-kawan akan berangkat ke Kendal, Rabu pagi (9/5). Menurutnya jarak Kendal dan Blora yang tidak terlalu jauh, memungkin para pemain mempunyai waktu cukup untuk beristirahat. ''Kamis pagi para pemain mencoba lapangan pertandingan di Kendal. Sorenya kami bertanding melawan tuan rumah,'' tandasnya. (H18)
Blora KO
1. Persiko Kota Baru 2 2 0 0 2-0 6
Cedera Pemain
Tuan Rumah Keok
Kompetisi Divisi II Dimulai
16 May 2007
Sehari Jelang Kompetisi
BLORA – Bertanding di hari kedua Grup III-A Kompetisi Divisi II di Stadion Krakatau Steel Cilegon (Banten) mempunyai keuntungan tersendiri bagi Persikaba Blora. Tim berjuluk Laskar Sunan Pojok itu bisa mengamati gaya permainan kesebelasan tuan rumah, PSKS Cilegon saat menghadapi Persekaban Banjar (Kalsel), Minggu (29/4). Persikaba menganggap PSKS sebagai lawan terberat di putaran pertama babak penyisihan. Sujono dan kawan-kawan baru akan bertanding melawan PSKS, Kamis (3/5).
‘’Tugas khusus kami berikan kepada tim pelatih untuk menyaksikan laga pembuka Kompetisi Divisi II antara PSKS melawan Persekaban,’’ ujar Manajer Persikaba, Simon Budhi kepada Suara Merdeka saat memberangkatkan pemain dan ofisial Persikaba ke Cilegon, kemarin.
Simon Budhi yang juga anggota Komisi C DPRD Blora mengatakan di laga pembuka tersebut dipastikan kedua kesebelasan akan menampilkan kekuatan penuh. Dengan menyaksikan penampilan kedua kesebelasan itu, kata Simon Budhi, tim pelatih nantinya diharapkan mampu menyusun formasi dan strategi terbaik, terutama saat menghadapi kesebelasan tuan rumah. ‘’Meraih hasil seri ketika melawan PSKS, itu target kami. Syukur-syukur kalau kita bisa meraih poin maksimal,’’ katanya.
Pelatih Persikaba Imam Supardi mengaku belum mengetahui kualitas permainan kesebelasan PSKS. Menurutnya sebagai tuan rumah, kesebelasan tersebut dipastikan tidak ingin malu di kandangnya sendiri. Dukungan suporter akan melipatgandakan motivasi bermain untuk meraih kemenangan. ‘’Kami akan memanfaatkan waktu untuk menyaksikan pertandingan di laga perdana nanti,’’ katanya.
Pelatih dari Wirosari Grobogan itu menyatakan kemungkinan pihaknya akan membawa serta pula seluruh pemainya menyaksikan pertandingan. Tujuannya agar anak asuhnya mengetahui siapa pemain lawan yang berpenampilan bagus dan perlu diwaspadai.
Sementara itu sebanyak 23 pemain Persikaba bertolak ke Cilegon. Mereka berangkat dari mess Persikaba di Wisma Pratama dengan menggunakan bus. Persoalan nonteknis terutama dana yang sebelumnya belum beres, telah diselesaikan manajemen. Seluruh pemain bertekad akan menyuguhkan penampilan terbaiknya. ‘’Kami sudah siap tempur, Mas,’’ ujar Sujono kapten kesebelasan. Dia mengharapkan doa restu seluruh warga Blora sehingga tujuh poin yang ditargetkan manajemen, bisa dibawa pulang. ‘’Mudah-mudahan dengan doa restu warga Blora, kami bisa memenangkan seluruh pertendingan, tidak terkecuali saat menghadapi tuan rumah, PSKS,’’ katanya. (H18)
31 March 2007
Hasil Ujicoba
Lini Depan Persikaba Masih Tumpul
BLORA – Ujungtombak yang haus gol, menjadi kebutuhan mendesak bagi Persikaba Blora. Sebab dari dua kali ujicoba, tak satupun gol tercipta dari para ujungtombak yang dimiliki. Bahkan tragisnya, Laskar Sunan Pojok, julukan Persikaba harus menelan kekalahan dari kesebelasan yang dihadapinya. Saat ujicoba melawan tuan rumah Persik Kendal, (15/3), Sujono dan kawan-kawan menyerah 1-0. Demikian juga ketika menghadapi tuan rumah Persibas Banyumas, (16/3), anak asuh Imam Supardi itu takluk dengan skor 1-0. Persik merupakan kesebelasan selevel dengan Persikaba yakni berada di Divisi II nasional. Sedangkan Persibas, menghuni Divisi III Jateng. Gol bagi Persik tercipta menit keenam. Sementara gol kemenangan Persibas lahir melalui tendangan pinalti, sepuluh menit sebelum pertandingan berakhir.
‘’Selain gelandang bertahan, kebutuhan pemain yang sangat mendesak adalah untuk posisi ujungtombak,’’ ujar Pelatih Persikaba, Imam Supardi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Empat ujungtombak yang dimiliki Persikaba saat ini adalah Supri Andry, Dani, Sukirno Bagong dan Mustari. Menurut Imam Supardi, keempat ujungtombak tersebut masih belum mampu menunjukan kemampuan terbaiknya. Dia menyatakan banyak faktor yang mempengaruhi mereka tidak dapat mencetak gol saat ujicoba. Diantaranya suplai bola dari lapangan tengah yang kurang dan ketenangan memanfaatkan peluang yang didapat. ‘’Naluri mencetak gol mereka masih perlu diasah lagi,’’ katanya.
Terlepas dari berbagai kelemahan yang masih dimiliki Persikaba, Imam Supardi yang juga mantan pelatih mengaku bangga terhadap ketahanan fisik para pemainnya. Dia menyatakan selama dua hari berturut-turut ujicoba digelar dan fisik pemain masih prima. ‘’Buktinya kita bisa mengimbangi permainan kesebelasan tuan rumah, meski pada akhirnya kita kalah,’’ tandasnya.
Dia menyatakan kondisi fisik pemain yang prima merupakan syarat mutlak sebelum berlaga di kompetisi Divisi II yang rencananya dimulai pada minggu ketiga bulan April. Menurutnya jadwal pertandingan dipastikan padat. Dalam dua hari, kata Imam Supardi, satu kesebelasan akan menjalani dua kali pertandingan. ‘’Sejak dini kita harus mengantisipasi padatnya jadwal pertandingan di Divisi II. Oleh karena itu dengan ujicoba dua hari berturut-turut, kita bisa menilai sampai dimana kemampuan fisik para pemain,’’ ujarnya. (H18)
Blora Ujicoba
*Kalah 1-0 Lawan Persik
BLORA – Pelatih Persikaba Imam Supardi menilai kemampuan teknik yang dimiliki para pemainnya sudah cukup baik. Hanya saja komunikasi antarpemain saat melakukan penyerangan maupun bertahan, masih perlu dibenahi. Mantan pelatih Persiwi Wonogiri tersebut mengaku mendapatkan pelajaran berharga saat timnya ditaklukan kesebelasan tuan rumah Persik Kendal dengan skor 1-0, Kamis (15/3). Gol kemenangan kesebelasan yang tahun ini bersama Persikaba berlaga di Divisi II tersebut dicetak ujungtombak Setyono ketika pertandingan baru berjalan enam menit.
‘’Anak-anak sudah bermain cukup bagus. Mereka mampu mengimbangi permainan kesebelasan tuan rumah. Hanya sayang, pemain kami tidak mampu mencetak gol. Serangan yang kami bangun kerap kandas di tengah jalan karena komunikasi antarpemain tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan,’’ ujar Imam Supardi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Pelatih yang berasal dari Wirosari Grobogan itu menyebutkan meski sebagai tim tamu, namun para pemainnya mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun timnya dikejutkan dengan terciptanya gol cepat pada menit enam. Ujung tombak Setyono berhasil lolos dari kawalan pemain belakang yang dikoordinir Sujono. Di babak pertama, Persikaba menurunkan komposisi pemain sama seperti ketika menang 6-0 melawan PS Bentolo Sakti. Duet ujungtombak Supri Andri- Dani menjadi tumpuan untuk mencetak gol. Di barisan tengah, Imam Supardi memainkan gelandang serang Eko Nur Adriyanto, Anang Dwita dan Heriyanto serta pemain seleksi Slamet Riyadi. Mereka dibantu pemain sayap Widodo Lestari dan Sukisno. Penjaga gawang dipercayakan kepada Maulana. Persikaba mencoba bangkit mengejar ketertinggalan. Namun tak satupun peluang berhasil dimanfaatkan dengan baik. Di babak kedua, pelatih memasukan beberapa pemain baru. Ujungtombak Dani diganti Sukirno Bagong. Sejumlah pemain tengah juga ditarik keluar. Arifin masuk menggantikan Slamet Riyadi. Menjelang babak kedua berakhir, Mustari masuk menggantikan Supri Andri. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Skor 1-0 tetap bertahan hingga pertandingan usai. (H18)
Tuan Rumah

TUAN RUMAH : Kapten Persikaba Sujono (11) mengalangi pemain Persiwi Wonogiri saat pertandingan Divisi III 2006 Zona Jawa di Stadion Kridosono Blora.
BLORA - Badan Liga Amatir (BLA) PSSI selaku penyelenggara kompetisi Divisi II 2007 merespon keinginan Persikaba Blora menjadi salah satu tuan rumah pertandingan di babak penyisihan. BLA mengirimkan salah satu utusannya untuk memverifikasi kesiapan Blora sebagai tuan rumah. Rencananya tim tersebut datang ke Blora, 17-19 Maret.
‘’Surat pemberitahuan verifikasi telah kami terima dua hari lalu,’’ ujar Manajer Persikaba, Simon Budhi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Dia yang juga anggota Komisi C DPRD menyatakan optimis Blora bakal ditunjuk menjadi tuan rumah. Selain telah mempunyai pengalaman menjadi tuan rumah saat babak penyisihan Divisi III Zona Jawa tahun lalu, fasilitas pendukung pertandingan seperti yang disyaratkan PSSI, telah tersedia di Blora. Simon Budhi mencontohkan hotel tersedia cukup banyak. Selain itu jarak hotel dengan lapangan pertandingan, tidak jauh. Blora juga mempunyai dua stadion yang layak dijadikan tempat pertandingan. ‘’Kami rasa fasilitas yang ada di sini mulai lapangan, penginapan dan lain sebagainya telah memenuhi syarat,’’ katanya.
BLA PSSI, kata Simon Budhi mensyaratkan adanya beberapa penginapan di kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Sebab pertandingan bakal diikuti 8-9 kesebelasan yang berada dalam satu grup. Pemain dan ofisial kesebelasan tersebut akan menginap di hotel yang berbeda. ‘’Di kota Blora, jumlah hotel sekitar 10 hotel,’’ tandasnya.
Di kompetisi Divisi II yang rencananya akan dimulai pada minggu ketiga April, Persikaba berada di grup II-A bersama tujuh kesebelasan lainya. Yakni Persiharjo Sukoharjo, PSISra Sragen (Jateng), kesebelasan dari Karawang dan Kuningan (Jabar), Cilegon (Banten) dan dua kesebelasan dari Sumatera yakni Bengkulu dan Banyuasin Palembang Sumatera Selatan. Babak penyisihan dilaksanakan di tiga kota secara berurutan dengan menggunakan sistem pertandingan setengah kompetisi. Masing-masing kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah menyelenggarakan pertandingan sebanyak 9 kali. Kesebelasan yang menempati peringkat satu dan dua di klasemen akhir babak penyisihan berhak melaju ke babak 16 besar. (H18)
Rencana Ujicoba
*Dua Hari, Dua Kali Ujicoba
BLORA- Para pemain Persikaba Blora mulai dibiasakan menjalani pertandingan berurutan. Hal itu untuk mengantisipasi padatnya jadwal pertandingan kompetisi Divisi II yang rencananya dimulai minggu ketiga April 2007.
Laskar Sunan Pojok – julukan Persikaba- selama dua hari berturut-turut melakukan serangkaian ujicoba dengan tim selevel yakni melawan kesebelasan tuan rumah Persik Kendal (15/3) dan kesebelasan Divisi III Jateng, Persibas Banyumas (16/3).
‘’Kami berharap dengan ujicoba dua hari berturut, para pemain akan terbiasa dengan jadwal pertandingan yang padat,’’ ujar Pelatih Persikaba Imam Supardi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Dia mengatakan di babak penyisisihan kompetisi Divisi II, sistem yang digunakan adalah setengah kompetisi. Persikaba berada di grup II-A bersama sembilan kesebelasan lainnya. Jumlah pertandingan dalam satu grup diperkirakan mencapai 28 kali. Pertandingan tersebut dilaksanakan di tiga tempat (tuan rumah) yang berbeda. Dengan demikian pertandingan di satu tempat rata-rata sebanyak sembilan kali pertandingan. Berdasarkan pengalaman di tahun sebelumnya, setiap satu kali putaran tuan rumah, pelaksanaan pertandingan selama satu minggu. Sehingga dapat dipastikan jadwal pertandingan sangat padat. Satu kesebelasan dimungkinkan dalam dua hari berturut akan turun di lapangan. ‘’Padatnya jadwal pertandingan itulah yang harus kami antisipasi sejak dini. Antara lain dengan menyiapkan kondisi fisik pemain sebaik mungkin,’’ ujar Imam Supardi.
Mantan pelatih Persiwi Wonogiri tersebut menyatakan ujicoba melawan Persik dan Persibas merupakan test case kesiapan pemainnya sebelum turun dipertandingan resmi di Divisi II. Selama ini, kata Imam Supardi, para pemainnya setiap hari melakukan latihan fisik di sela-sela latihan resmi di Stadion Kridosono. ‘’Nanti saat ujicoba akan ketahuan siapa yang fisiknya lemah,’’ tandasnya.
Pelatih dari Wirosari Grobogan seangkatan Daniel Rukito tersebut menyatakan tidak mematok target hasil apapun dalam ujicoba ini. Menurutnya seluruh pemain bakal diturunkan secara bergantian. Selain untuk memantapkan formasi dan komposi pemain inti yang sudah terbentuk, ujicoba tersebut juga untuk melihat kemampuan dua pemain baru yang tengah mengikuti seleksi yakni Slamet Riyadi mantan pemain Perseta Tulungagung dan Kuswanto, mantan pemain Persipur Purwodadi. (H18)
Seleksi Pemain Divisi II
BLORA – Manajemen Persikaba Blora belum menutup pintu bagi kedatangan pemain yang hendak mengikuti seleksi. Sebab hingga kini tim berjuluk Laskar Sunan Pojok itu masih membutuhkan sejumlah pemain. Seperti pada posisi ujungtombak dan gelandang bertahan. Maka tidak mengherankan jika manajemen sangat antusias menyaksikan penampilan pemain baru yang ikut seleksi. Apalagi pemain tersebut kaya pengalaman dan berposisi sebagai gelandang bertahan. Dia adalah Slamet Riyadi. Pemain kelahiran Medan namun besar di Jawa, tercatat beberapa kali membela sejumlah kesebelasan. Satu diantarannya Perseta Tulungagung Jatim.
‘’Kami memang masih butuh gelandang bertahan untuk menggantikan peran Sapto Widiantoro yang kini memperkuat Persibat Batang,’’ ujar Manajer Simon Budhi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Dia mengatakan Sapto Widiantoro merupakan salah satu pemain yang digadang-gadang membela kembali Persikaba. Kemampuan bermain bola yang dimiliki pemain kelahiran Semarang itu cukup bagus. Namun sayang, dia lebih memilih pindah ke Persibat setelah sebelumnya berhasil mengantarkan Persikaba lolos dari Divisi III ke Divisi II. Sepeninggal Sapto Widiantoro, manajemen kesulitan mendapat pemain pengganti. Dari beberapa kali seleksi pemain, tim pelatih belum mendapatkan sosok yang tepat menempati posisi gelandang bertahan. Justru yang paling banyak didapatkan adalah gelandang serang. Mereka diantaranya Anang Dwita, Heryanto, Dani, Eko Nur Adriyanto dan Digdo. Dari beberapa kali latihan, tim pelatih kerap memposisikan gelandang serang tersebut menjadi gelandang bertahan. Seperti Anang Dwita yang ditarik lebih ke belakang. Padahal spesialisasi mantan pemain PSSI yunior itu adalah gelandang serang.
‘’Kedatangan Slamet Riyadi yang berposisi sebagai gelandang bertahan itu tentunya diharapkan akan membawa perubahan pada tim. Meski demikian kami tetap harus melihat terlebih dahulu kemampuan yang dia miliki,’’ ujar Simon Budhi. Jika diamati sekilas, penampilan Slamet Riyadi yang kemarin menggenakan kaos latihan nomor punggung 8 tersebut, cukup memberikan harapan. Umpan-umpannya terarah. Kecepatan larinya tidak kalah dengan pemain yang sudah lolos seleksi. Postur tubuhnyapun cukup ideal. ‘’Satu dua kali penampilan belum cukup untuk menilai kemampuan seseorang. Perkembangan permainannya masih perlu dicermati lagi,‘’ ujar salah satu asisten pelatih, Sugiyanto. (H18)
Suporter
Tagih Pembentukan Paguyuban Suporter Persikaba
BLORA – Pembentukan kesebelasan Persikaba yang akan berlaga di Divisi II hampir rampung. Seluruh pemain telah menandatangani kontrak. Namun hingga kini belum muncul inisiatif dari kalangan pengurus, manajemen maupun pencinta Persikaba untuk membentuk paguyuban suporter. Padahal suporter merupakan salah satu komponen penting guna memberikan motivasi bertanding bagi Sujono dan kawan-kawan.
‘’Semestinya suporter mulai digalang dari sekarang. Mumpung dimulainya kompetisi diperkirakan masih satu sengah bulan lagi. Sehingga masih cukup waktu untuk menyiapkan diri,’’ ujar Amin Farid, salah seorang pendukung Persikaba.
Berdasarkan pengamatannya, Amin Farid yang juga koordinator Konsorsium LSM Blora Blok Cepu mengatakan selama ini di Blora hampir tidak pernah ada kelompok suporter yang terkoordinir rapi. Kalaupun ada, hanya kelompok suporter yang memberi dukungan sendiri-sendiri. Padahal, lanjut alumnus Universitas Muhammadiyah Malang, jika dikoordinir, kelompok suporter yang tercerai berai itu akan bisa menjadi kekuatan yang luar bisa untuk mendukung target Laskar Sunan Pojok- julukan Persikaba- lolos ke Divisi I. ‘’Saya mendengar Persikaba mengajukan diri sebagai salah satu tuan rumah babak penyisihan Kompetisi Divisi II. Kalau memang betul demikian, pembentukan paguyuban suporter merupakan hal yang penting dilakukan,’’ tandasnya.
Dia mengemukakan kesebelasan yang akan bertanding di Blora sebagian besar berasal dari luar Jateng. Dukungan penuh publik sepak bola di Blora mutlak diberikan kepada Persikaba. ‘’Animo warga Blora menonton pertandingan di Stadion Kridosono sudah cukup tinggi. Alangkah baiknya jika potensi tersebut dimanfaatkan melalui pembentukan paguyuban supporter,’’ ujarnya.
Asisten Manajer Persikaba, Kunto Aji mengatakan pembentukan paguyuban suporter merupakan salah satu agenda yang akan segera direalisasikan. Dia mengharapkan inisiatif pembentukannya bukan hanya berasal dari pengurus dan manajemen melain dari warga Blora sendiri. ‘’Persikaba tidak milik pengurus ataupun manajemen. Melainkan seluruh warga Blora ikut memiliki, ’’ katanya. (H18)
27 January 2007
Persiapan Divisi II-Rosowati

BLORA - Hingga kemarin belum diputuskan siapa yang akan menjadi asisten manajer Persikaba 2007. Secara defakto, ketua umum Laskar Sunan Pojok, HM Warsit telah menetapkan Simon Budhi sebagai manajer yang akan mendampingi Persikaba berlaga di Divisi II. Selain itu Arif Syamsuhuda dipercaya sebagai bendahara manajemen. Satu tempat yang belum ditentukan siapa yang mendudukinya adalah jabatan asisten manajer.
Beberapa pengurus dan pecinta Persikaba mulai membicarakan siapa figur yang cocok. Diantara mereka mencalonkan Rosowati sebagai asisten manajer. ''Saya rasa tepat sekali jika Rosowati ditunjuk sebagai asisten manajer,'' ujar Wakil Bendahara Persikaba, Winoto SH.
Dia mengatakan sejak beberapa tahun tahun terakhir, Rosowati yang juga anggota DPRD Blora menunjukan kepeduliaan terhadap Persikaba. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran ibu satu anak tersebut di setiap pertandingan. ''Bahkan ketika Persikaba tampil di Banyuwangi, Rosowati mau menonton dan memberikan semangat kepada para pemain,'' katanya.
Jika diberikan kesempatan terlibat langsung dalam tim manajemen, kata Winoto, bukan tidak mungkin Rosowati akan lebih peduli lagi kepada Persikaba.
Menanggapi pencalonannya sebagai asisten manajer, Rosowati tidak memberi jawaban dengan tegas. Dia mengatakan telah ditunjuk sebagai salah satu tim penggali dana di dalam manajemen Persikaba. Selain itu dia juga mempersoalkan statusnya sebagai anggota dewan. ''Pak Simon Budhi adalah anggota DPRD, masak asistennya adalah anggota dewan juga,'' katanya. Sebenarnya Rosowati mau saja jika ditunjuk sebagai asisten manajer. Hanya saja dia menyatakan jika ada senior yang lebih layak, sebaiknya pengurus memberi kesempatan kepada seniornya tersebut. ''Saya tidak enak melangkahi senior,'' ujarnya.