13 March 2010

cuma 1M

Persikaba Hanya Mendapat Dana Rp 1 Miliar

BLORA- Persikaba Blora harus menemui kenyataan pahit. Di saat akan berlaga di Divisi Utama 2010, tim berjuluk Laskar Arya Penangsang itu justru hanya diberikan dana Rp 1 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibanding pengajuan anggaran sebesar Rp 2,8 miliar.
Alokasi anggaran sebesar Rp 1 miliar itu diputuskan Badan Anggaran (Banggar) DPRD dalam pembahasan final rancangan peraturan daerah (ranperda) APBD. Hasil pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) itu selanjutnya disetujui secara aklamasi oleh seluruh fraksi di DPRD. Bupati RM Yudhi Sancoyo dan pimpinan Dewan selanjutnya membubuhkan tandatangan persetujuan APBD dalam rapat paripurna DPRD, Kamis (11/3) malam.
Dalam laporannya di depan rapat paripurna, Juru Bicara Banggar DPRD, Seno Margo Utomo, mengemukakan rasionalisasi anggaran dilakukan di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Salah satunya anggaran untuk Persikaba. ‘’Anggaran Persikaba melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, dirasionalisasi. Dari usulan Rp 2,8 miliar dirasionalisasi Rp 1,8 miliar sehingga menjadi Rp 1 miliar,’’ ujarnya. Dana rasionalisasi itu selanjutnya dialihkan untuk anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
Alokasi anggaran yang cukup minim tersebut, sebelumnya telah didengar sejumlah pengurus, manajemen dan suporter Persikaba pada Kamis siang hari. Yakni saat Banggar melakukan rapat finalisasi anggaran bersama TAPD. Untuk memastikan kabar tersebut, beberapa pengurus, manajemen dan suporter Laskar Arya Penangsang mendatangi gedung DPRD sesaat sebelum rapat paripurna dimulai. Kedatangan mereka mengundang tanda tanya dari tamu undangan yang menghadiri rapat paripurna. Namun tidak semua anggota Banggar menemui mereka. Sebagian anggota Banggar memilih berada di ruangan lain ketika pimpinan DPRD menemui pengurus, manajemen dan suporter Persikaba. Mereka pun beranjak meninggalkan gedung DPRD setelah mendapatkan komitmen dana Persikaba akan ditambah di perubahan APBD.
‘’Berapa pun dana yang dianggarkan oleh Pemkab dan DPRD kepada Persikaba akan kami terima. Justru kami menyampaikan terima kasih karena Persikaba masih diperhatikan. Antara lain dalam bentuk penganggaran dana,’’ ujar Ketua Persikaba, Urip Daryanto.
Hanya Urip mengharapkan komitmen yang disampaikan Pemkab dan DPRD untuk menambah dana Persikaba di perubahan APBD bisa direalisasikan. (H18)

25 February 2010

Bupati



POTENSI LOKAL : Dian Kristanto (kanan), salah seorang pemain lokal Blora yang memperkuat Persikaba 2009. Dia dinilai mempunyai kemampuan tak kalah dibanding pemain luar Blora.


Bupati Minta Pemain Lokal Dioptimalkan

BLORA – Tidak ada kebanggaan jika prestasi yang diraih Persikaba ternyata disumbangkan para pemain dari luar daerah. Karena itu Bupati RM Yudhi Sancoyo meminta pengurus dan manajemen Persikaba lebih mengoptimalkan potensi pemain lokal Blora.
Pernyataan itu dikemukakan bupati menyikapi akan promosinya Laskar Arya Penangsang dari Divisi I ke Divisi Utama. ‘’Boleh mendatangkan pemain luar. Namun jangan justru jumlah pemain luar Blora lebih banyak dibanding pemain lokal,’’ ujarnya saat membuka Musorkab KONI, Rabu (24/2).
Dia mengatakan ada kebanggaan tersendiri jika prestasi yang diukir Persikaba nantinya dipersembahkan pemain-pemain lokal. Menurutnya kompetisi tingkat nasional antara lain bertujuan menggairahkan pembinaan pemain di daerah. Diperkuatnya satu tim oleh pemain luar daerah maupun pemain mancanegara antara lain bertujuan membangkitkan motivasi bertanding pemain lokal. ‘’Pemain lokal bisa belajar dari pemain luar. Tentunya jika pemain luar itu mempunyai kemampuan lebih bagus,’’ katanya.
Bupati mengaku selama ini selalu mengikuti perkembangan Persikaba. Jika ada kesempatan, dia datang ke Stadion Kridosono untuk menyaksikan Laskar Arya penangsang bertanding. Tak hanya itu, bupati juga kerap meluangkan waktu untuk mendatangi kegiatan Persikaba di luar lapangan. Even kejuaraan sepak bola tingkat Blora juga tak luput dari perhatiannya. ‘’Saya mendukung penuh pelaksanaan Liga Persikaba. Sebab dari situlah bisa diketahui dan muncul pemain lokal berbakat,’’ katanya.
Mantan manajer Persikaba, Amin Faried memastikan timnya tahun ini berhak promosi ke Divisi I. Kepastian tersebut sekali lagi diperolehnya setelah diundang ke Yogyakarta, Minggu (21/2). Selain Persikaba, tim lainnya yang diundang dalam pertemuan itu adalah kesebelasan Divisi I yang lolos ke Divisi Utama.
Amin mengakui berdasarkan skema awal kompetisi, delapan tim Divisi I 2009-2010 yang lolos ke pertandingan delapan besar berhak promosi ke Divisi Utama. Namun skema itu berubah setelah tiga tim Divisi Utama 2009-2010 mengundurkan diri. Ketiga tim itu adalah Persikad Depok, Persma Manado dan Persmin Minahasa. ‘’Sebagai pengganti ketiga tim tersebut, akan ada 11 kesebelasan Divisi I yang promosi ke Divisi Utama. Yakni delapan tim Divisi I yang lolos babak delapan besar serta tiga tim yang berada di peringkat 9-11. Persikaba berada di peringkat 9,’’ ujarnya. (H18)

18 February 2010

Juara



Persekam Jawara Divisi I 2009-2010


KARAWANG-Kesebelasan Persekam Metro Kabupaten Malang secara dramatis merebut mahkota juara kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2009-2010 setelah dalam pertandingan final yang menegangkan berhasil mengungguli tim Persemalra Maluku Tenggara 4-1 melalu adu tendangan penalti, Rabu (17/2) malam di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat. Sukses Persekam Metro Malang merebut gelar ibarat anti klimaks dari dominasi permainan dan lebih banyaknya peluang mencetak gol yang dimiliki oleh tim Persemalra Maluku Tenggara pada pertandingan reguler 2 x 45 menit dan perpanjangan waktu 2 x 15 menit.Laga puncak kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2009-2010 ini mesti diselesaikan melalui adu tendangan penalti setelah pada pertandingan normal 2 x 45 menit dan perpanjangan waktu 2 x 15 menit kedua tim bermain imbang tanpa gol. Pada pertandingan penentuan peringkat 3-4 yang digelar beberapa jam sebelumnya, tim PSCS Cilacap Jateng unggul tipis 1-0 atas Perseru Seruii melalui gol tunggal Heru Santoso menit ke-83.Dalam drama adu penalti ini, pencetak gol Persekam ke gawang Persemalra yang dikawal kiper Caytanus Ohoilulung berturut-turut dicetak oleh M.Farid, Yoseph, Nurul dan Abdul Rochim, untuk membuat kedudukan menjadi 4-1. Dari tiga penendang awal Persemalra, hanya Acken Nawadan yang sukses mencetak gol,.sementara eksekusi Hugo Kaberi dan John Pattikawa membentur mistar.Disaksikan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan tiga anggota Komite Eksekutiv, yakni Mafirion, Ferry Paulus dan Joseph Refo, pertandingan puncak gelaran kompetisi Divisi I Liga Indonesia antara Persemalra Maluku Tenggara dan Persekam Matro Kabupaten Malang yang ditayangkan langsung oleh TVRI ini berlangsung menarik dengan kedua tim sama-sama tampil agresif. Namun demikian, dalam permainan terbuka yang dipimpin wasit Novari Iksan (Jakarta Utara) ini, kubu Persemalra Maluku Tenggara tampak lebih mendominasi serangan.Persemalra Maluku Tenggara nyaris memimpin pada menit ke-15 seandainya tendangan setengah voli Anton Rumangun dari sebuah kemelut di jantung pertahanan Persekam tidak membentur mistar bagian atas gawang tim Kabupaten Malang itu, sementara kiper Galih sudah terlihat mati langkah.Setelah itu, anak-anak Maluku Tenggara memperoleh peluang emasnya yang kedua melalui pemain depan John Pattikawa. Sayang tendangan kaki kanan John Pattikawa beberapa menit di depan kotak penalti gawang Perselam masih membentur bagian kiri bawah gawang Persekam. John Pattikawa tampaknya kurang tenang karena ditempat ketat dua pemain belakang Persekam. Persemalra Maluku Tenggara juga memiliki lebih banyak peluang di babak kedua, namun gagal membuahkan gol karena lebih sering kandas di daerah pertahanan Persekam. Demikian juga dengan Persekam Metro Malang, yang sama-sama menyuguhkan permainan cepat dalam tempo tinggi itu. Hingga wasit Noviar Iksan meniup peluit panjang, kedua tim pada pertandingan waktu normal 2 x 45 menit harus puas bermain imbang tanpa gol. Empat tim terbaik kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2009-2010 ini, yakni Persemalra Maluku Tenggara, Persekam Metro Malang, PSCS Cilacap dan Pereru Serui memperoleh piala tetap yang diserahkan bergantian oleh Ketua Umm PSSI Nurdin Halid, anggota Exco, serta pimpinan BLAI"Kompetisi Divisi I ini setiap tahun tentu memang harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya." ungkap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid saat menjawab pertanyaan wartawan seusai pertandingan. Ketua Umum PSSI lebih jauh menegaskan, meskipun sifatnya amatir, namun kompetisi Divisi I adalah jembatan menuju liga profesional.Kompetisi Divisi I Liga Indonesia PSSI diselenggarakan sejak pertengahan tahun silam, diikuti seluruhnya oleh 66 tim yang dipertandingkan dalam 12 grup babak penyisihan, dan total mementaskan 270 pertandingan termasuk final. Dari gelaran kompetisi Divisi I ini delapan tim memperoleh promosi ke Divisi Utama pada musim kompetisi 2010-2011 mendatang. Ke-8 tim adalah peserta babak delapan besar, yakni Persemalra Maluku Tenggara, Persekam Metro Malang, PSCS Cilacap, Perseru Serui, Barito Putra, PS Bengkulu, PSLS Lhok Seumawe, dan Persikubar Kutai Barat."Tentu kita semua berharap ke-8 tim yang memperoleh promosi ke Divisi Utama ini sama-sama akan meningkatkan kualitas pemainnya sehingga bisa bersaing dengan tim-tim yang sudah eksis di sana," jelas Iwan Budianto, ketua BLAI.Menyusul tuntasnya kompetisi Divisi I ini, BLAI kini tinggal menyelesaikan kompetisi Divisi III yang saat ini baru memasuki pertarungan babak 16 besar. BLAI sebelumnya telah merampungkan kompetisi Divisi II yang dijuarai oleh Persikasi Kabupaten Bekasi, disusul Persewangi Banyuwangi, PS Bangka dan PS Gayoh Luwes, serta kompetisi U-18, dan U-15 Liga Medco.(adi, pssi-football.com)

14 February 2010

Final Divisi I 2010

Final Divisi I 2009 Disiarkan TVRI

JAKARTA- Pertandingan pamungkas kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2009-2010 bakal disaksikan puluhan juta pasang mata di seluruh Tanah Air melalui tayangan langsung TVRI. Stasiun televisi milik pemerintah ini sudah menjalin kerja sama dengan Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI untuk merelai laga puncak kompetisi Divisi I tersebut pada Rabu (17/2/2010) mulai pukul 17.30 WIB dari Stadion Singaperbangsa, Karawang.

Ketua BLAI Iwan Budianto mengatakan, TVRI sudah menjanjikan akan mengemas tayangan langsung final kompetisi Divisi I Liga Indonesia. Mereka siap membuatnya secara menarik sehingga memikat penggemar sepak bola, ungkap Iwan di Sekretariat BLAI di Kompleks Istora Gelora Bung Karno, Jumat (12/2/2010).

TVRI, menurut Iwan, dipilih sebagai mitra tayangan langsung final Divisi I ini karena memiliki jangkauan siaran yang sangat luas ke seluruh Tanah Air. Hal ini selaras dengan fatsun kompetisi Divisi I yang sejak awal melibatkan tim-tim dari hampir seluruh penjuru Tanah Air, yang bertarung sejak babak reguler di tingkat wilayah (zona) hingga berpuncak ke tingkat nasional.

Babak final akan mempertemukan pemenang laga semifinal yang dipertandingkan dua hari sebelumnya, yakni Senin (15/2/2010), antara Perserui Serui dari Papua dan Persekam Metro Malang Jawa Timur mulai pukul 15.30 WIB, disusul partai antara PSCS Cilacap Jateng dan Persemalra Tual Maluku Tenggara mulai 17.30 WIB.

BLAI semula akan menggelar babak final tersebut dengan langsung mempertemukan juara dari babak delapan besar di Karawang dengan juara babak delapan besar di Yogyakarta. Namun, atas permintaan dari perwakilan keempat tim yang lolos ke babak semifinal, sistem tersebut kemudian diubah.

"Mereka meminta agar dilakukan babak semifinal dulu, kemudian final. Semifinal seperti biasa dilakukan secara silang, antara juara grup yang satu dengan runner-up grup lainnya, demikian sebaliknya," jelas Iwan yang didampingi Sekretaris BLAI Syauqi Suratno dan Direktur Bisnis Petri Octavianus.

Seperti diberitakan sebelumnya, babak delapan besar dilangsungkan di Karawang dan Yogyakarta. Grup Karawang digelar pada 1, 3, dan 5 Februari, dijuarai PSCS Cilacap, dengan runner-up Persekam Metro Malang, disusul PS Bengkulu dan PSLS Lhokseumawe. Grup Yogyakarta dilangsungkan pada 5, 7, dan 9 Februari, dan berakhir dengan urutan Perserui Serui, Persemalra Tual, PS Barito Putra, dan PS Persikubar Kutai Barat.
Pada musim kompetisi 2009-2010 ini, BLAI tinggal merampungkan laga Divisi III yang saat ini baru memasuki rangkaian pertarungan babak 16 besar. BLAI mengharapkan paling lambat pertengahan Maret kompetisi Divisi III ini sudah bisa diselesaikan.

"Kita harus segera fokus untuk melaksanakan kompetisi liga amatir tahun berikutnya, tentunya dengan harapan bisa lebih baik dari musim kompetisi 2009-2010 ini," ujar Petri Octavianus, Direktur Bisnis BLAI.

Dengan platform menggelar kompetisi yang lebih baik dari tahun ke tahun itu, BLAI terus berusaha keras menjalin kemitraan dengan para sponsor, sejauh tidak bertentangan dengan regulasi yang ada. Jika pada musim kompetisi 2009-2010 BLAI sudah berhasil menggandeng produsen bola sepak Pespex serta produk apparel Leageu, BLAI saat ini masih melakukan negosiasi dengan beberapa calon sponsor, termasuk dari kalangan telekomunikasi dan perbankan.

"Ada beberapa perusahaan lokal lain yang sudah kami dekati, ada yang baru sampai tahap perkenalan dan ada juga yang sudah ke negosiasi," jelas Petri Octavianus, perwira tangguh BLAI dalam penggalangan kemitraan dengan sponsor (Kompas)

12 December 2009

Tuan Rumah

Sudah Pasti Tanding di Cilacap

BLORA – Persikaba Blora dipastikan berlaga di Cilacap dalam lanjutan pertandingan putaran ketiga Kompetisi Divisi I, menyusul diterimanya surat dari Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI kemarin. Laskar Arya Penangsang berada di Grup J bersama tuan rumah PSCS Cilacap dan Persedikab Kabupaten Kediri serta Persekam Metro FC Malang. ‘’Informasi yang kami terima ternyata benar. PSCS yang ditunjuk menjadi tuan rumah,’’ ujar Sekretaris Persikaba, Siswanto kemarin.
Sebelumnya pengurus maupun manajemen Persikaba mendapatkan informasi lisan terkait tempat pertandingan putaran ketiga Divisi I di Cilacap. Namun sebelum ada surat resmi dari BLAI, informasi tersebut dianggap masih belum valid. ‘’Tadi pagi (kemarin, Red), kami menerima surat dari BLAI PSSI,’’ kata Siswanto.
Dia menjelaskan surat bernomor 435/BLAI/AGB/313/XII-09 itu menyebutkan pula waktu pertandingan. Menurutnya pertandingan tidak dimulai Senin (14/12) melainkan Rabu (16/12) hingga Selasa (22/12). Berdasarkan surat itu, Siswanto mengatakan jadwal pertandingan belum ditentukan. ‘’Satu hari sebelum laga dimulai, akan diadakan temu teknik. Dalam pertemuan itulah akan dilakukan pengundian untuk menentukan jadwal pertadingan,’’ tandasnya.
Sistem seperti itu menurutnya sama seperti yang diterapkan dalam pertandingan putaran kedua di Stadion Jenggolo Sidoarjo beberapa waktu lalu.
Divisi Utama
Lebih lanjut Siswanto menjelaskan pertandingan putaran ketiga atau babak 16 besar menjadi tahapan terpenting bagi setiap tim yang berlaga. Menurutnya babak 16 besar dibagi empat grup. Dua kesebelasan yang berada di peringkat atas klasemen akhir setiap grup berhak tampil di babak delapan besar. ‘’Kesebelasan yang tampil di perempat final itulah yang berhak mendapatkan tiket lolos Divisi Utama tahun depan,’’ ujarnya.
Karena pentingnya pertandingan putaran ketiga itu, menurut Siswanto, pengurus dan manajemen akan all out menyiapkan diri. Minimnya dana yang dimiliki disiati dengan cara meminjam ke sejumlah pihak termasuk perbankan. ‘’Perjalanan Laskar Arya Penangsang mengarungi Kompetisi Divisi I sudah hampir memasuki tahap akhir. Justru di tahapan itulah yang paling menentukan,’’ katanya.
Keseriusan pengurus dan manajemen diharapkan juga diimbangi dengan perjuangan gigih para pemain dan tim pelatih Persikaba di setiap laga putaran ketiga. Siswanto menyatakan tanpa perjuangan keras tidak mungkin prestasi terbaik akan digapai. ‘’Tunjukan bahwa Persikaba adalah tim yang tidak bisa dianggap remeh oleh kesebelasan lawan,’’ tandasnya. (H18)

05 December 2009

Kalah Akhir

Persikubar Ajukan Tuan Rumah

SIDOARJO - Persikubar Kutai Barat betah berlama-lama di Jatim. Setelah dalam babak penyisihan grup Divisi I Nasional berkandang di Lapangan Bumimoro, Surabaya, kemudian pindah ke Stadion Jenggolo saat melaju ke babak 24 besar, di babak 16 besar Persikubar memastikan tetap ber-home base di Jatim.

Ya, Persikubar sudah memastikan lolos ke babak 16 besar. Bahkan, tim besutan Jamrawi tersebut berhasil meraih predikat pimpinan klasemen grup C. Itu terjadi setelah mereka berhasil mengalahkan dua lawannya di grup yang sama. Rabu (2/12) Persikubar menang 1-0 atas Jakarta Timur FC dan kemarin sore (4/12) Persikubar menang 2-0 atas Persikaba Blora.

"Kami juga akan mengajukan permohonan untuk menjadi tuan rumah di babak berikutnya," kata Ekti Imanuel, manajer Persikubar. (ali/ko/Jawa Pos)

02 December 2009

Lolos

Laga Lawan Persikubar Tak Lagi Menentukan

BLORA – Pertandingan terakhir di grup C Divisi I antara Persikaba Blora melawan Persikubar Kutai Barat, Jumat (4/12), tak lagi mempengaruhi nasib kedua tim. Keduanya telah dipastikan lolos ke pertandingan putaran ketiga. Hasil pertandingan kedua kesebelasan akan menentukan siapa yang bakal menjadi juara grup.
Di pertandingan Rabu (2/12) di Stadion Jenggolo Sidoarjo Jawa Timur, Persikaba unggul 1-0 melawan Jakarta Timur FC. Gol semata wayang Laskar Arya Penangsang dicetak kapten kesebelasan, Budiana, melalui tendangan bebas pada menit ke-10. Dengan kemenangan itu Persikaba dipastikan lolos ke babak ketiga mendampingi Persikubar. Kedua kesebelasan memiliki nilai sama yakni tiga. Persikubar di pertandingan sebelumnya, Senin (30/11) juga menang 1-0 melawan Jakarta Timur FC. Dengan demikian Jakarta Timur FC dipastikan tersingkir. Grup C hanya dihuni tiga kesebelasan. Masing-masing tim bertanding sebanyak dua kali.
Meski pertandingan melawan Persikubar tidak menentukan lagi, namun Persikaba tetap akan bermain fight. Pasalnya jika kemenangan diraih, Budiana dan kawan-kawan akan menjami juara grup. Itu berarti bakal membuka peluang Blora ditunjuk menjadi tuan rumah pertandingan putaran ketiga. ‘’Di pertandingan terakhir, kami tetap akan all out,’’ ujar Manajer Persikaba, Amin Faried, kemarin.
Seakan sudah menjadi kelaziman, Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI menunjuk kesebelasan yang berada di peringkat atas grup sebagai tuan rumah pertandingan berikutnya. Persikubar dan PSCS Cilacap misalnya. Kedua kesebelasan itu di pertandingan putaran pertama berada di puncak klasemen akhir grup. Keduanya ditunjuk BLAI PSSI sebagai tuan rumah laga putaran kedua. ‘’Tentunya kami ingin warga Blora bisa menyaksikan kesebelasan kesayangannya, Persikaba, bertanding di kandang sendiri. Karena itu syarat pertama, terlebih dahulu Persikaba harus menjadi juara grup,’’ tandasnya. (H18)

24 November 2009

Gagal Tuan Rumah

Tanding di Sidoarjo

BLORA – Keinginan manajemen dan masyarakat Blora untuk menyaksikan pertandingan putaran kedua kompetisi Divisi I di Stadion Kridosono tidak terkabul. Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI memutuskan Persikaba bertanding di Stadion Jenggolo Sidoarjo yang menjadi homebase Persikubar Kutai Barat.
BLAI menunjuk Persikubar sebagai tuan rumah. Surat penunjukan bernomor 304/BLAI/AGB/279/XI-09 tertanggal 23 November 2009 itu sebagai jawaban atas permohonan manajemen Laskar Arya Penangsang yang menginginkan Blora sebagai tuan rumah laga putaran kedua Divisi I. Surat tersebut sekaligus juga sebagai pemberitahuan waktu pelaksanaan pertandingan. Laga dimulai Senin (30/11) hingga Jumat (4/12). Hanya dalam surat itu belum ditentukan jadwal pertandingan untuk setiap tim. Persikaba dan Persikubar berada di grup C bersama Jakarta Timur FC.
‘’Jadwal pertandingan menunggu hasil undian pada saat temu teknik,’’ ujar Manajer Persikaba, Amin Faried, kemarin.
Amin mengatakan meski tidak bermain di kandang, peluang Budiana dan kawan-kawan lolos ke laga berikutnya terbuka lebar. Sebab menurutnya dua kesebelasan yang berada di peringkat satu dan dua di setiap grup, berhak lolos ke pertandingan putaran ketiga. ‘’Kami menargetkan Persikaba lolos ke laga berikutnya. Sebab dengan lolos, peluang promosi ke Divisi Utama 2010 akan tetap terjaga,’’ katanya.
Menurut Amin ketiga kesebelasan di grup C mempunyai kualitas yang setara. Namun perhatian lebih harus ditujukan kepada tuan rumah Persikubar. Kesebelasan yang diarsiteki mantan pelatih Persepam Pamekasan, Jamrawi, itu merupakan juara grup VI. Bermaterikan campuran pemain muda dan senior, Persikubar hanya dua kali kalah dari sepuluh kali pertandingan di babak penyisihan grup. Namun Amin menegaskan, bukan berarti kualitas Jakarta Timur FC diabaikan. Menurutnya kesebelasan yang dilatih M Zein Al Hadad itu juga memiliki motivasi tanding yang tinggi. Dengan bermaterikan pemain muda, Persikaba harus mewaspadai kekuatan tim asal ibu kota tersebut. (H18)

12 November 2009

Butuh Striker

Persikaba Masih Butuh Striker

BLORA – Hasil imbang 1-1 yang diraih Persikaba saat beruji coba melawan Mitra Kukar, Rabu (11/11), makin memperjelas tim berjuluk Laskar Arya Penangsang itu membutuhkan tambahan pemain di posisi striker.
Sejumlah peluang emas yang diperoleh Budiana dan kawan-kawan terutama di paroh akhir babak kedua, tak satupun berbuah gol. Tercatat tiga peluang didapat striker Heriyanto dan gelandang serang Dian Jambul Kristanto. Mitra Kukar unggul cepat pada menit ke-3 melalui gol yang dicetak pemain asing, Sebastian. Kapten Budiana menyamakan kedudukan 1-1 di menit ke-9.
Domerto Thesia, striker yang menurut Manajer Amin Faried berniat melamar Persikaba, hingga kemarin tidak menunjukan batang hidungnya. Kabar yang diterima manajemen, mantan pemain PKT Bontang itu tengah berada di Surabaya setelah mengikuti seleksi di Persiba Bantul. ‘’Kami memang butuh tambahan striker untuk mendampingi Indriyanto Nugroho,’’ ujar Amin Faried, kemarin.
Di pertandingan itu, Persikaba menurunkan satu pemain seleksi, M Soleh. Mantan pemain PSIS Semarang dan Persita Tangerang itu berposisi sebagai bek kanan. Yusuf Sutan Mudo yang baru saja deal dengan manajemen juga diturunkan sejak menit pertama pertandingan. Dia kerap menyuplai bola ke barisan depan yang ditempati Indriyanto Nugroho dan Arfi Sukmawan.
Di babak pertama, tim Divisi Utama Mitra Kukar menurunkan satu pemain asingnya, Sebastian. Sedangkan pemain asing lainnya Abunaw Cletus Lapula dimainkan beberapa menit kemudian.
Di sepanjang 90 menit pertandingan, kedua kesebelasan silih berganti melakukan penyerangan. Kiper Kurnia Sandy maupun penjaga gawang Persikaba, Tulus Sapmoko tampil cemerlang. Keduanya beberapa kali sukses menyelamatkan gawang. Skema penyerangan yang dilakukan kedua tim terlihat terpola dengan baik. Meski begitu di saat penyelesaian akhir, serangan itu lebih banyak terbuang sia-sia. ‘’Skema penyerangan maupun bertahan yang diperagakan pemain kami sudah cukup baik. Hanya penyelesaian akhir yang masih kurang sempurna. Kami tak bosan-bosan untuk terus berlatih di penyelesaian akhir,’’ kata Pelatih Bonggo Pribadi.
Laga uji coba inipun dimanfaatkan kedua kebelasan dengan memainkan hampir semua pemainnya secara bergantian. Feri Haryadi, Masturi dan gelandang Haryanto diturunkan Bonggo Pribadi. Sementara di kubu Mitra Kukar, pemain yang dimainkan diantaranya Made Astawa, Munirul Islam, Katno, Jufri Samad, Rendi Irawan dan Yahya Sosomar. (H18)

07 November 2009

Yusuf Mudo



KAWAL LAWAN : Bek sayap kanan Persikaba Sujono (kiri) mengawal pergerakan pemain PSIR dalam pertandingan ujicoba di Stadion Kridosono Blora, kemarin.



Bonggo Rekomendasikan Yusuf Sutan Mudo
BLORA – Penampilan cemerlang yang diperlihatkan Yusuf Sutan Mudo saat Persikaba berujicoba melawan PSIR Rembang membuat mantan pemain PSIS Semarang itu berpeluang besar memperkuat Laskar Arya Penangsang. Pelatih Bonggo Pribadi merekomendasikan kepada manajemen untuk merekrut pemain kelahiran 2 April 1985 tersebut. Menurutnya Persikaba membutuhkan bek sayap kiri. ‘’Yusuf berperan di posisi itu. Kami merekomendasikan dia memperkuat Persikaba,’’ ujar Bonggo usai pertandingan di Stadion Kridosono yang berakhir imbang 0-0, Jumat (06/11). Di laga kemarin, Yusuf diturunkan 90 menit penuh. Beberapa kali ia andil besar dalam penyerangan ke jantung pertahanan lawan. Umpan-umpannya terukur. Saat Persikaba diserang, diapun cepat kembali ke posisi semula. Namun sayang memasuki paroh terakhir babak kedua staminanya terlihat mulai drop. Tim lawan memanfaatkannya dengan membangun serangan dari sayap kiri pertahanan Persikaba. ‘’Stamina dia masih belum prima, perlu ditingkat lagi,’’ kata Bonggo. Mantan pelatih PSIS itu menilai Budiana dan kawan-kawan menunjukan peningkatan kualitas permainan. Bonggo mengaku puas timnya bisa menahan imbang kesebelasan yang notabene levelnya setingkat lebih atas dibanding Laskar Arya Penangsang. Persikaba Divisi I, PSIR Divisi Utama. PSIR menurunkan tiga pemain asing Toseo Baco, Camara Fassawa dan Charles Orock memasuki babak kedua. Satu striker anyar PSIR dari Papua, Jeremiah juga ditampilkan. Dimainkannya tiga pemain asing tersebut di menit awal babak kedua sempat membuat pertahanan tuan rumah terancam. Namun trio pemain bertahan Persikaba, Nugroho Adryanto, Sukarmanto dan Andre Mulyono Jati bisa segera mengatasi keadaan. Kiper Tulus Sapmoko hanya beberapa kali menangkap bola dari serangan para pemain PSIR. ‘’Kapan saatnya menyerang dan turun untuk bertahan sudah dipahami para pemain,’’ tandas Bonggo. Manajer Amin Faried mengatakan timnya masih akan beberapa kali menggelar pertandingan ujicoba. Diantaranya melawan Mitra Kukar dan Persiku Kudus. Menurutnya Persikaba telah lolos babak kedua Divisi I. Namun jadwal pertandingan belum ditetapkan BLA PSSI. Sebab di grup lain, babak penyisihan masih berlangsung. ‘’Untuk mengisi jeda pertandingan itulah, kami mengagendakan sejumlah laga ujicoba. Tujuanya tak lain adalah untuk meningkatkan kualitas permainan Persikaba,’’ ujarnya. (H18)

28 October 2009

Lolos

Ucapkan Terima Kasih Pada Persipur

BLORA – Hasil imbang 1-1 di pertandingan pamungkas melawan PSCS Cilacap kemarin membawa Persikaba Blora lolos ke babak berikutnya. Budiana dan kawan-kawan berada di runner up klasemen akhir grup V dengan nilai 11. Nilai tersebut sama seperti yang diperoleh PSCS. Namun kesebelasan berjuluk Laskar Nusakambangan itu bertengger di puncak klasemen lantaran lebih unggul agregat gol. Persikaba 5-2 sedangkan PSCS 7-3.
Lolosnya Persikaba ke pertandingan babak berikutnya berkat hasil imbang 1-1 yang diperoleh tuan rumah Persipur Purwodadi menghadapi Persik Kendal kemarin. Karena itu Persikaba patut berterima kasih pada Persipur. Dengan hasil imbang itu, Persik mengantongi nilai sepuluh dan berada di peringkat ketiga klasemen akhir. Sedangkan Persipur terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengantongi nilai satu dari lima kali pertandingan.
Lolosnya Persikaba disambut gegap gempira suporter yang memadai Stadion Kridosono. Awalnya mereka kecewa dengan hasil imbang yang diraih skuad Laskar Arya Penangsang. Namun ketika pembawa acara mengumumkan pertandingan di Purwodadi berakhir 1-1, kegembiraan terpancar di wajah para suporter termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang Sulistya yang turut menyaksikan pertandingan. ‘’Keberhasilan ini patut disyukuri. Pertandingan di babak berikutnya tentu akan lebih berat. Karena itu Persikaba harus berbenah,’’ ujar Manajer Amin Faried.
Di pertandingan yang dipimpin wasit Novari Ikhsan kemarin, tuan rumah Blora tertinggal lebih dulu melalui gol yang dicetak Dwi Kris pada saat injury time babak pertama. Gol berawal dari lolosnya penyerang Taryono dari kawasan pemain belakang Persikaba, Andre Mulyono Jati. Taryono yang juga mantan pemain Persikaba itu mengirim umpan lambung kepada rekannya yang berdiri persis di depan gawang Blora. Dengan mudah Dwi Kris mencocor bola ke dalam gawang Tulus Sapmoko.
Persikaba menyamakan skor 1-1 pada menit ke-65 melalui tendangan bek sayap kanan, Sukisno. Pemain asal Kecamatan Jepon itu berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang PSCS yang dijaga Nasiono. Skor 1-1 tidak berubah hingga pertandingan usai. ‘’Kami cukup puas dengan hasil imbang ini. Kedua kesebelasan berhak lolos ke pertandingan babak berikutnya,’’ ujar Agus Riyanto, pelatih PSCS. (H18)


Klasemen Akhir Grup V

1. PSCS Cilacap 6 3 2 1 7-3 11*
2. Persikaba Blora 6 3 2 1 5-2 11*
3. Persik Kendal 6 3 1 2 5-5 10
4. Persipur Purwodadi 6 0 1 5 1-8 1


* Lolos ke babak berikutnya

22 October 2009

menANG OIIII



PAHLAWAN : Striker Persikaba Alamsyah (tengah) mendapat pengawalan pemain lawan. Dia menjadi pahlawan kemenangan timnya saat menghadapi Persipur, Kamis (22/10).



Persikaba Kembali ke Puncak

BLORA – Kemenangan 1-0 (0-0) yang diraih laskar Arya Penangsang saat menghadapi tuan rumah Persipur Purwodadi, Kamis (22/10), membuka peluang Persikaba lolos ke pertandingan putaran berikutnya. Kemenangan itu juga membawa Persikaba kembali bertengger di puncak klasemen sementara grup V. Sebab pada saat yang sama, tuan rumah PSCS Cilacap mengalahkan Persik Kendal dengan skor 2-0.
Budiana dan kawan-kawan mengantongi nilai 10 dari lima kali pertandingan, yakni tiga kali menang, sekali imbang dan sekali kalah. Posisi kedua ditempati Persik Kendal nilai sembilan. PSCS berada di peringkat tiga dengan nilai tujuh. Sementara Persipur terpuruk di posisi bawah tanpa mengantongi nilai.
Persikaba masih menyisakan satu pertandingan lagi, yakni menjamu PSCS di Stadion Kridosono, Rabu (28/10). Untuk bisa lolos ke pertandingan babak berikutnya, kesebelasan kebanggaan warga Blora harus meraih kemenangan, jika tidak ingin nasibnya ditentukan hasil laga kesebelasan lain. Sebab, PSCS dan Persik juga mempunyai peluang lolos. PSCS masih menyisakan dua kali laga, yakni menjamu Persipur dan tandang ke Blora. Sedangkan Persik satu kali pertandingan yakni menghadapi tuan rumah Persipur. ‘’Tinggal selangkah lagi kami lolos ke babak berikutnya. Kami tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu,’’ ujar Manajer Persikaba Amin Faried, kemarin.
Dia menyatakan puas dengan permainan Budiana dan kawan-kawan saat menghadapi tuan rumah Persipur. Kepercayaan yang diberikan pelatih Bonggo Pribadi kepada para pemain pengganti, menurut Amin bisa dimaksimalkan dengan baik. Di pertandingan kemarin, dua pemain belakang yang selama ini menjadi pilar pertahanan Persikaba tak bisa ditampilkan karena akumulasi kartu. Keduanya adalah Sukarmanto Togog dan Febi Sofi. Sebagai penggantinya, Bonggo menurunkan pemain muda, Friyan Eko Yuwono dan Andre Mulyono Jati. Masuknya striker Alamsyah di babak kedua menjadi berkah bagi Persikaba. Mantan pemain Persiko Kota Baru Kalimantan Selatan itu menjadi pahlawan kemenangan tim Blora. Dia mencetak gol tiga menit sebelum pertandingan berakhir. (H18)


Klasemen Sementara Grup V 1. Persikaba Blora 5 3 1 1 4-1 10 2. Persik Kendal 5 3 0 2 4-4 9 3. PSCS Cilacap 4 2 1 1 4-2 7 4. Persipur Purwodadi 4 0 0 3 0-5 0

19 October 2009

Perkiraan

Kemungkinan perolehan nilai



Setelah Persikaba kalah dari Persik Kendal 1-0 di Stadion Utama Kebondalem Kendal, Senin (19/10)


Klasemen Sementara Grup V



1. Persik Kendal 4 3 0 1 4-2 9

2. Persikaba Blora 4 2 1 1 3-1 7

3. PSCS Cilacap 3 1 1 1 2-2 4

4. Persipur Purwodadi 3 0 0 3 0-4 0


Persikaba : 10

Yakni kalah dari tuan rumah Persipur, Kamis (22/10) dan menang saat menjamu PSCS, Rabu (28/10)


PSCS : 10.

PSCS tuan rumah kamis (22/10) lawan Persik dan lawan Persipur Minggu (25/10). Tandang ke Blora, Rabu (28/10)


Persik : 9

Dua laga tersisa semuanya digelar di kandang lawan. Yakni menghadapi tuan rumah PSCS, Kamis (22/10) dan melawat ke Persipur, Rabu (28/10)


Persipur : 6

Persipur jamu lawan Persikaba Kamis (22/10) lawan tandang PSCS Minggu (25/10), Rabu (28/10) jamu Kendal


*Persikaba dan PSCS Lolos Babak Berikutnya!

14 October 2009

Imbang

Tahan PSCS

Persikaba Tetap di Puncak

CILACAP-Persikaba menahan tuan rumah PSCS 0-0 dalam lanjutan kompetisi Divisi I Grup V di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, kemarin. Dengan hasil itu, PSCS kini mengoleksi nilai empat, setelah mencatat sekali menang, sekali seri, dan sekali kalah.

Tim besutan Agus Riyanto itu sebelumnya kalah 0-2 dari Persik di Kendal dan menang 2-0 atas tuan rumah Persipur Purwodadi. Anak-anak Blora memimpin klasemen sementara dengan mengantongi nilai tujuh, hasil dua kali menang dan sekali seri. Pertandingan yang dipimpin wasit Rahmat Heri P itu berlangsung dalam tempo sedang pada babak pertama. Didukung sekitar tiga ribu penonton, Heru Santoso cs membangun serangan lewat tengah maupun kedua sayap.

Namun, pertahanan tim besutan Bonggo Pribadi susah ditembus. Tak ada serangan yang benar-benar membahayakan gawang Sapmoko. Sebaliknya, Persikaba memperoleh peluang emas setelah Indriyanto Nugroho lolos dari kawalan. Kiper Nasiono pun telanjur maju. Namun, bola tembakan mantan personel Persik Kediri itu bisa dihalau bek Dedean.
Bervariasi Pada babak kedua tuan rumah meningkatkan tempo permainan. Serangannya lebih bervariasi. Lini belakang tim tamu pun kerepotan. Dua kali Taryono mendapat kesempatan mencetak gol, namun lawan berhasil menyergap akibat tidak langsung menembak ke arah gawang. Yulia mendapat peluang, namun juga gagal memanfaatkannya. Agus Riyanto mengatakan pemainnya kurang cermat dalam penyelesaian akhir.

Dia menambahkan,lima pemainnya tak tampil karena tidak fit. Mereka adalah Heru, Tri Apmadi, Saefudin, Yugo, dan Eka. Manajer PSCS Farid Ma'ruf mengatakan pasukannya masih punya harapan untuk lolos ke fase berikutnya. Timnya akan berusaha maksimal untuk memenangi dua laga tandang berikutnya, yaitu melawan Persik Kendal (22 Oktober) dan Persipur (25 Oktober).

Bonggo Pribadi mengaku puas dengan permainan yang ditampilkan anak-anak asuhannya. ''Sebenarnya kami ingin menang di sini, tetapi kenyataan di lapangan lain. Itu sudah maksimal.''
Persik Menang Dalam laga di Stadion Utama Kebondalem, Kendal, Persik unggul. Meski tampil ofensif, mereka baru mencetak gol ke gawang Persipur pada menit ke-85. Gol itu dicetak striker Heri Nur Yulianto, setelah berhasil memanfaatkan kemelut. Bola liar langsung diarahkan ke gawang.

Pada menit ke-76 tuan rumah yang diasuh Firmandoyo sebenarnya mendapat peluang emas. Wasit menunjuk titik putih, karena pemain Persipur hands ball di kotak terlarang.

Namun, Nur Fatoni gagal menjaringkan bola. Sepakan kapten itu lemah, sehingga bola bisa ditangkap kiper Yoga Arif Wahyu. Firmandoyo belum puas terhadap kinerja tim, kendati berhasil memenangi pertandingan.

''Banyak peluang tercipta sepanjang pertandingan, namun gagal dijadikan gol karena pemain kurang tenang. Kami harus memperbaiki lini depan agar bisa meraih kemenangan melawan Persikaba,'' katanya. Laga itu akan dimainkan di Stadion Utama Kebondalem pada Senin mendatang.'' (bd,ud,G15-22) Suara Merdeka

07 October 2009

Menang lawan Persipur


Bek Persikaba Sukarmanto kawal striker Persipur Purwanto (7)


Persikaba Pimpin Klasemen Sementara


BLORA – Kemenangan yang diraih Persikaba 1-0 ketika menghadapi Persipur Purwodadi kemarin mengantarkan tim berjuluk Laskar Arya Penangsang itu berada di puncak klasemen sementara grup V Kompetisi Divisi I 2009-2010. Gol semata wayang Persikaba dicetak Bambang Harsoyo pada menit ke-67. Kemenangan pertama kesebelasan Blora diperoleh saat menjamu Persik Kendal, 2-0, Minggu (4/10). Dengan hasil tersebut Persikaba mengantongi nilai enam dari dua pertandingan. Posisi kedua ditempati Persik Kendal yang di pertandingan kemarin menundukan tim tamu PSCS Cilacap dengan skor 2-0.
Meski cukup berat, namun manajer Persikaba Amin Faried bertekad mempertahankan posisi puncak timnya. Sebab dengan jalan itulah Budiana dan kawan-kawan bisa melaju ke laga babak berikut. Berdasarkan peraturan yang berlaku, hanya dua tim yang menempati peringkat atas di setiap grup yang berhak tampil di pertandingan putaran selanjutnya. ‘’Kami mohon dukungan dan doa restu warga Blora, agar tren kemenangan Persikaba tetap terjaga,’’ ujarnya.
Away
Berdasarkan jadwal pertandingan yang disusun Badan Liga Amatir (BLA) PSSI, Persikaba di pertandingan berikutnya harus bermain di kandang lawan. Tak hanya sekali. Kesebelasan kebanggaan warga Blora itu tiga kali berturut-turut away ke kota lain. Selasa (13/10), Persikaba tandang ke Stadion Wijaya Kusuma guna menghadapi PSCS Cilacap. Laga tersebut merupakan penutup pertandingan di putaran pertama babak penyisihan.
Memasuki putaran kedua, Persikaba mengawali laga di kandang Persik Kendal, Senin (19/10). Berikutnya, bertemu tuan rumah Persipur, Kamis (22/10). Budiana dan kawan-kawan baru akan bertanding di laga pamungkas penyisihan grup V di Stadion Kridosono melawan PCSC Cilacap. ‘’Tiga kali berturut-turu kami bermain di luar kandang. Memang cukup berat. Tapi kami menyakini para pemain telah siap menjalaninya,’’ kata Amin Faried.
Pernyataan senada dikemukakan pula Pelatih Bonggo Pribadi. Dia menyebut para pemainnya telah menyadari jadwal pertandingan di Kompetisi Divisi I sangat padat. Sebagai pemain profesional, Budiana dan kawan-kawan dituntut menjaga stamina. ‘’Pemain yang siap, itulah yang akan kami turunkan di pertandingan,’’ kata Bonggo. (H18)

Klasemen Sementara Grup V

1. Persikaba Blora 2 2 0 0 3-0 6
2. Persik Kendal 2 1 0 1 2-2 3
3. Persipur Purwodadi 1 0 0 1 0-1 0
4. PSCS Cilacap 1 0 0 1 0-2 0

04 October 2009

Menang Persikaba






BORONG GOL : Striker Persikaba Indriyanto memborong dua gol kemenangan timnya saat menghadapi Persik Kendal di Stadion Kridosono, Minggu (4/10). Laskar Arya Penangsang menang 2-0.

01 October 2009

Launching


Kostum Persikaba dipake Model Cewek Dadakan

Go Divisi I

Kebangkitan Persikaba Dicanangkan

BLORA- Memasuki usia 40 tahun ke atas dianggap sebagai masa keemasan seseorang. Pada usia itulah kemapanan biasanya diraih setelah melalui perjuangan keras. Jika diibaratkan manusia, Persikaba di usianya yang ke-42 tahun sepantasnya meraih pula kemapanan tersebut. Tak mengherankan di tahun 2009 ini tim berjuluk Laskar Arya Penangsang mencoba bangkit dengan meraih prestasi yang bisa mengharumkan nama baik Blora. Bupati RM Yudhi Sancoyo mencanangkan tahun ini sebagai era kebangkitan Persikaba. ‘’Dukungan moril maupun materiil yang diberikan warga Blora harus dimanfaatkan dengan baik. Tahun ini adalah saat yang tepat bagi Persikaba menunjukan prestasi,’’ ujarnya saat Launching Persikaba di pendopo rumah dinas bupati, Rabu (30/9) malam.
Seluruh pemain, pelatih, pengurus dan manajemen hadir dalam acara tersebut. Selain bupati, tampak pula hadir pejabat musyawarah pimpinan daerah (Muspida), Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang Sulistya dan sejumlah pejabat Pemkab. Beberapa pimpinan dan anggota DPRD terlihat menempati kursi undangan yang telah disiapkan panitia. Tampak pula sejumlah tokoh masyarakat, pengusaha dan tidak lupa pula suporter setia Persikaba.
Acara dimulai dengan diperkenalkannya satu persatu skuad Persikaba. Kustom tim Laskar Arya Penangsang juga ditunjukan kepada publik. Launching Persikaba dirangkaikan pula dengan penggalangan dana.
Ketua Umum Persikaba Urip Daryanto mengemukakan sejak berdiri tahun 1967, Persikaba belum pernah meraih prestasi yang patut dibanggakan. Prestasi terbaik diperoleh saat Persikaba berlaga di babak delapan besar Divisi II tahun 1996 di Palu Sulawesi Tengah. ‘’Saya sendiri turut mengawal Persikaba saat tampil di Palu,’’ ujar Urip.
Dia mengatakan setelah tampil di Palu, Persikaba terus mengikuti kompetisi yang digelar PSSI. Di tahun 2006, Persikaba lolos Divisi II setelah beberapa tahun lamanya berlaga di Divisi III Jateng. Pada tahun 2008, Persikaba yang berada di peringkat 12 Divisi II berhak promosi ke Divisi I 2009. ‘’Tahun 2009 ini adalah kiprah pertama Laskar Arya Penangsang di Divisi I. Dengan doa restu dan dukungan semua pihak, kami berharap Persikaba lolos Divisi Utama,’’ tandasnya. (H18)

Pemain Persikaba

Persikaba Daftarkan 25 Pemain

BLORA – Manajemen Persikaba mendaftarkan sebanyak 25 pemain guna tampil di Kompetisi Divisi I. Ke-25 pemain itu sebagian diantaranya pernah memperkuat kesebelasan Divisi I, Divisi Utama dan Indonesia Super League (ISL). Bergabungnya sejumlah pemain lokal Blora yang pernah membela sejumlah kesebelasan Divisi Utama menjadi magnet bagi suporter untuk datang ke Stadion Kridosono dan memberikan dukungan saat tim berjuluk Laskar Arya Penangsang itu tampil di Kompetisi Divisi I yang mulai bergulir 4 Oktober.
Persikaba berada di grup V bersama Persik Kendal, Persipur Purwodadi dan PSCS Cilacap. Grup V sebelumnya dihuni pula Persikas Kabupaten Semarang. Namun Persikas telah menyatakan mengundurkan diri.
Di dua laga perdana, Persikaba menjamu Persik Kendal, Minggu (4/10) dan Persipur, Rabu (7/10). Selasa (13/10), Persikaba tandang ke Cilacap menghadapi PSCS. Di pertandingan putaran kedua, Persikaba away ke kandang Persik, Senin (19/10), melawan tuan rumah Persipur Kamis (22/10) dan mengakhiri laga babak penyisihan grup V dengan menjamu PSCS di Stadion Kridosono, Rabu (28/10). ‘’Dengan materi pemain yang ada, kami optimis menjadi juara grup V,’’ ujar Manajer Amin Faried, kemarin.
Tanpa bermaksud menganggap remeh lawan yang dihadapi, Amin menyebut Persipur, PSCS dan Persik pernah dikalahkan Persikaba dalam laga uji coba tahun ini. PSCS takluk dengan skor 3-0 dan Persipur kalah 1-0 saat pertandingan persahabatan digelar di Stadion Kridosono. Sementara Persik takluk 1-2 ketika uji coba berlangsung di Kendal. ‘’Tentu tiga kesebelasan tersebut telah berbenah. Demikian juga dengan Persikaba. Pertandingan di Divisi I nantilah yang akan menentukan siapa yang terbaik antara kami dan ketiga kesebelasan tersebut,’’ tandasnya.
Amin yang juga alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan seluruh pemainnya telah siap mengarungi kerasnya Divisi I. Bahkan saat bulan puasa Ramadan belum lama ini, pihaknya tidak meliburkan pemain. Menurutnya latihan berjalan seperti biasa meski porsinya dikurangi. Amin menyebut Persikaba yang akan berlaga di Divisi I telah dibentuk sejak Maret. Beberapa kali laga uji coba digelar. Diantaranya melawan sesama tim Divisi I. Budiana dan kawan-kawan antara lain pernah menang 3-2 melawan Persiwa Wamena. Satu-satunya kekalahan Persikaba di laga uji coba dialamai saat menjamu Pro Duta Sleman dengan skor 1-2. (H18)


Daftar Pemain Persikaba

Nama Asal Tim
1. Tulus Sapmoko PSKPS Padang Sidempuan
2. Catur Bintara Persikotas Tasikmalaya
3. Listyanto Rahardjo Persibom Bolaang Mongondow
4. Nugroho Adriyanto PSISa Salatiga
5. Febi Sofi PSB Bogor
6. Sukarmanto Persikaba
7. Sukisno Persikaba
8. Andri Mulyono Jati Persikaba
9. Friyan Eko Yuwono Persikaba
10. Masturi Persikaba
11. Nugroho Aji Persipa Pati
12. Sujono Persikaba
13. Deni Rumba PSIS Semarang
14. Budiana Persipur Purwodadi
15. A Zaini PSIS Semarang
16. Anang Dwita Persikaba
17. Feri Hariyadi PS Bank Sumsel
18. Heriyanto PSKPS Padang Sidempuan
19. Bambang Harsoyo Persiku Kudus
20. Dian Kristanto PPSM Magelang
21. Mustari Persipa Pati
22. Alamsyah Persiko Kota Baru
23. Arfi Sukmawan PSBK Blitar
24. Haryanto PSSA Asahan
25. Indriyanto Nugroho Persik Kediri


19 September 2009

Lebaran

Pengurus, Menejemen, Pelatih, Pemain dan Pecinta Persikaba Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 Hizriah/2009 Masehi. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Jaya Persikaba, Go DIVISI I. Bravo!!!!!!!