23 August 2009

Menang lawan Persiwa



TEMPEL LAWAN : Pemain sayap kanan Persikaba, Sukisno (kiri) membayangi pergerakan pemain Persiwa Wamena dalam laga uji coba di Stadion Kridosono, Kamis (20/8).


Indriyanto Cetak Gol Kemenangan Persikaba


BLORA – Dua gol yang dicetak Indriyanto Nugroho membawa Persikaba Blora memenangi laga uji coba melawan Persiwa Wamena, Kamis (20/8) di Stadion Kridosono. Laskar Arya Penangsang menang 3-2 (2-0). Dua gol itu juga sebagai pembuktian mantan pemain Persik Kediri tersebut belum habis. Dia sebelumnya tidak pernah mencetak gol semenjak bergabung dengan Persikaba.

Tim tuan rumah mengawali kemenangan melalui gol yang dicetak gelandang Heriyanto pada menit ke-8. Persikaba menambah keunggulan 2-0 setelah Indriyanto menyarangkan bola ke gawang Persiwa yang dijaga Johan Charler di menit ke-25. Kesebelasan tamu memperkecil kekalahan pada menit ke-48 melalui kaki Fendy Mofu. Namun dua menit kemudian, Indriyanto kembali mencetak gol ke melalui tendangan bebas ke gawang Persiwa yang kali ini dijaga Gerry Mandagi, bekas kiper PSIR Rembang. Di menit ke-65, Fendy Mofu menutup laga menjadi 3-2. Dia mencetak gol ke gawang Persikaba yang dikawal Catur Bintara.

Di laga persahabatan kali ini, Budiana dan kawan-kawan tampil lepas, tidak seperti saat dikalahkan 1-2 melawan tim Divisi Utama Pro Duta, pekan lalu. Kepercayaan diri para pemain muncul setelah manajemen dan pelatih memoles mental tanding pasca kekalahan lawan Pro Duta. ‘’Manajemen beberapa kali memberikan masukan, tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan meski kesebelasan tersebut berlaga di Indonesia Super League (ISL). Dengan masukan seperti itu, kepercayaan diri pemain mulai tumbuh dan mereka bisa tampil tanpa beban,’’ ujar Amin Faried, manajer Persikaba.

Pelatih Bonggo Pribadi menyatakan puas dengan penampilan anak asuhnya meski dia mengaku tidak menyangka bisa memenangi pertandingan. Mantan pelatih PSIS Semarang itu mengungkapkan kunci kemenangan kesebelasannya adalah tampil lepas. Menurutnya para pemain tidak mempunyai beban, sehingga mentalnya kuat dan permainan mengalir sesuai pola yang diterapkan. ‘’Tadi bisa dilihat sendiri, mereka bermain sangat lepas. Jauh dibanding saat menghadapi Pro Duta,’’ ujarnya usai laga.

Asisten Manajer Persiwa Agus Santoso mengemukakan permainan timnya masih belum padu. Itu terjadi karena sebagian personelnya adalah pemain seleksi. ‘’Termasuk kiper pada babak pertama. Kami sengaja menurunkan mereka di babak pertama,’’ tandasnya. Dengan menurunkan pemain seleksi di pertandingan uji coba, pihaknya mengetahui kelemahan kesebelasannya. ‘’Masih ada waktu membenahi tim,’’ tandasnya. (H18)

15 August 2009

Takluk



KAWAN LAMA : Striker Persikaba Indriyanto Nugroho (kanan) dikawal Kahudi wahyu dan satu pemain Pro Duta lainnya dalam pertandingan uji coba di Stadion Kridoso, Jumat (14/8). Blora kalah 1-2.


Kalah Mental


BLORA – Setelah memenangi setiap laga uji coba, Jumat (14/8) Persikaba Blora untuk kali pertama takluk dari lawannya. Musuh yang dihadapi kualitasnya setingkat di atas tim Arya Penangsang. Budiana dan kawan-kawan menyerah 1-2 (1-0) menghadapi tim Divisi Utama Pro Duta di Stadion Kridosono.

Dua pemain asing Pro Duta yang dimasukan di babak kedua, Morrys A Bayour dan Tarik El Janaby memberi andil besar bagi kemenangan timnya. Morrys yang juga mantan pemain Persibo merupakan tembok kokoh yang sulit ditembus Indriyanto Nugroho. Sementara Tarik yang juga bekas pemain PKT Bontang kerap menyuplai bola-bola matang kepada barisan depan Pro Duta. Dua gol kemenangan tim yang kini ber-home base di Yogyakarta itu diborong striker Eka pada menit ke-64 dan 85.

Di awal babak kedua, tim tamu mengganti sebagian besar pemainnya. Tim tuan rumah sempat leading di babak pertama setelah kapten Budiana mencetak gol dari titik putih penalti, menit ke-29.

Meski tampil di kandang lawan, Kahono Wahyu dan kawan-kawan tampil dominan sejak menit awal pertandingan yang dipimpin wasit Suwito dimulai. Memanfaatkan keunggulan kualitas individu pemain dan kolektifitas tim, beberapa kali penyerang Pro Duta mengancaam gawang Persikaba yang dikawal Tulus Sapmoko. Laskar Arya Penangsang berupaya mengimbangi serangan juga dari kaki ke kaki. Pemain Blora, Deni Rumba yang berhasil menusuk dari rusuk kiri pertahanan Pro Duta membawa bola seorang diri hingga ke kotak penalti. Dorongan pemain belakang lawan membuat mantan pemain PSIS Semarang itu terjatuh. Wasit pun memberikan hadiah tendangan penalti bagi tuan rumah. Kapten Budiana menjalankan tugas eksekusi bola dengan baik.

Memasuki babak kedua, pelatih Pro Duta Kostadin A (Bulgaria) mengganti sebagian besar pemainnya. Tarik menggantikan satu pemain asing lainnya Evandro. Sementara Kahono Wahyu diganti Morrys. Pemain muda mantan punggawa Timnas U-23 Mitchel Nere juga dimasukan. Dengan tenaga yang lebih fresh dan skill individu yang mumpuni, peman Pro Duta menguasai jalannya pertandingan. Beberapa kali Tarik menusuk jantung pertahanan Persikaba yang dikoordinir Nugroho Adriyanto. Umpan dari kaki ke kaki yang diperagakan pemain lawan beberapa kali mengancam gawang Blora. Puncaknya pada menit ke-64. Eka yang lepas dari pengawalan pemain Persikaba sukses memperdaya kiper Tulus Sapmoko. Skor berubah 1-1. Tim tuan rumah berupaya bangkit dengan beberapa kali melakukan penyerangan. Hanya serangan itu kerap gagal sebelum sampai di depan gawang. Pro Duta menambah gol pada menit ke-85. Sama seperti yang pertama, gol kedua lahir dari umpan kaki ke kaki. Stiker Eka melihat celah mengangga di pertahanan Blora. Padahal tiga pemain Blora masih berdiri di daerah pertahanan. Tendangan keras pemain nomor punggung 9 itu tak mampu dijinakan Tulus Sapmoko.

‘’Tim kami bisa mengimbangi permainan lawan di babak pertama. Serangan maupun bertahan sudah bagus. Hanya nampaknya di babak kedua Pro Duta memainkan tim inti. Pemain kami kalah mental. Padahal sesungguhnya jika tampil lepas, anak-anak bisa mengimbangi permainan tim lawan,’’ ujar Pelatih Persikaba Bonggo Pribadi usai pertandingan.

‘’Beberapa pemain asing kami baru mengikuti seleksi. Terserah coach apakah akan direkrut atau tidak,’’ kata Wanderley, asisten pelatih Pro Duta. (H18)

07 August 2009

gagal uji coba



JABAT TANGAN : Pemain Persikaba bersalaman dengan pemain Persiwon Wondama Papua Barat sebelum laga uji coba baru-baru ini. Laskar Arya Penangsang dijadwalkan akan bertemu kesebelasan asal Papua lainnya, Persiwa Wamena.


Uji Coba Lawan Persikubar Batal Digelar


BLORA – Uji coba melawan Persikubar Kutai Barat Kalimantan Timur yang semestinya digelar kemarin urung dilaksanakan. Manajemen dan pelatih tak mau mengambil risiko dengan menampilkan Budiana dan kawan-kawan. Pasalnya, skuad Laskar Arya Penangsang baru saja diliburkan selama satu pekan. Itu menyebabkan kondisi fisik pemain mengalami penurunan. Untuk memulihkan kembali stamina termasuk teknik permainan di tengah lapangan, waktu satu pekan dirasa belum cukup.

‘’Kami memutuskan menunda uji coba. Beberapa hari pada pekan ini hanya kami gunakan untuk berlatih,’’ ujar Manajer Amin Faried kemarin.

Dia menyatakan keputusan penundaan laga persahabatan itu setelah manajemen meminta masukan dari pelatih Bonggo Pribadi. ‘’Pelatih menyatakan, pemainnya belum siap. Jadi ya tidak bisa kita paksakan,’’ tandasnya.

Namun Amin memastikan mulai pekan depan hingga menjelang puasa, jadwal uji coba Persikaba cukup padat. Tim yang dihadapi kualitasnya juga lebih baik dibanding kesebelasan yang pernah ditundukan Budiana dan kawan-kawan.

Berdasarkan agenda yang telah disusun, Jumat (14/8) Persikaba akan menjamu Pro Duta, salah satu kesebelasan yang baru promosi ke Divisi Utama. Tim yang diarsiteki pelatih asal Bulgaria itu belum lama ini melakukan seleksi pemain terbuka di Yogyakarta. Menurut Amin, setelah bertemu Pro Duta, kesebelasan kebanggan warga Blora akan meladeni salah satu tim Super Liga, Persiwa Wamena, Kamis (20/8). ‘’Kami berharap kedua uji coba itu bisa terlaksana,’’ katanya.

Amin menyebutkan latih tanding menghadapi kesebelasan yang levelnya di atas Persikaba merupakan salah satu ajang uji mental pemain. Menurutnya selain faktor teknis, mentalitas pemain kerap memengaruhi penampilan di lapangan. ‘’Biasanya ketika mendengar sebuah tim dihuni pemain nasional, mental pemain akan terpengaruh. Uji coba ini nanti juga sebagai latihan mental pemain Persikaba. Kami yakin Blora bisa mengimbangi permainan tim tamu,’’ ujarnya. (H18)

Target Juara



PEMAIN BINTANG : Deni Rumba berlatih di Stadion Kridosono Blora, Rabu (5/8). Manajemen berharap mantan pemain PSIS Semarang itu bisa membawa Persikaba menjuarai Divisi I 2009.


Persikaba Ditarget Juara Divisi I



BLORA – Manajemen Persikaba merevisi target keikutsertaan Laskar Arya Penangsang di Divisi I 2009. Tidak hanya sekadar lolos Divisi Utama, Budiana dan kawan-kawan ditarget menjuarai Kompetisi Divisi I.

Sebuah target yang terkesan muluk-muluk. Hanya manajemen mempunyai kepercayaan diri merealisasikan target tersebut. Kehadiran sejumlah pemain yang mempunyai nama besar serta kualitas mumpuni seperti Indriyanto Nugroho dan Deni Rumba serta didukung personel lainnya, diyakini bakal mampu membawa Persikaba meraih jawara Divisi I. ‘’Komposisi pemain Persikaba telah berubah. Dengan perubahan itu kami yakin bisa membawa pulang gelar juara Divisi I ke Blora,’’ ujar Manajer Amin Faried, kemarin.

Dia mengatakan kondisi Persikaba yang telah berubah dibanding sebelumnya itu telah menarik minat beberapa pemain luar daerah untuk bergabung. Amin menyebut jika negosiasi dengan Persik Kediri tidak mendapatkan titik temu, mantan kapten PSIS Semarang Idrus Gunawan akan datang ke Blora guna memperkuat Persikaba. ‘’Idrus Gunawan ingin menyusul rekan setimnya dulu di PSIS, Deni Rumba,’’ katanya.

Amin menyatakan Idrus dan Deni adalah pemain yang biasa menempati barisan pertahanan. Jika Idrus lebih memilih Blora, maka manajemen menyakini sektor pertahanan Persikaba adalah yang terbaik di Divisi I.

Menurut Amin gelar juara bukanlah hal yang mustahil diraih Persikaba. Dukungan dana yang memadai dari Pemkab, serta perhatian lebih yang diberikan Bupati RM Yudhi Sancoyo, kalangan DPRD dan pejabat di lingkungan pemerintah semakin menambah motivasi pengurus, manajemen dan pemain Persikaba menunjukan prestasi yang membanggakan. ‘’Dengan menjadi juara, Persikaba dipastikan lolos Divisi Utama. Selain itu persepakbolaan Blora tidak lagi dianggap sebelah mata oleh tim lain,’’ tandasnya. (H18)

27 June 2009

Selebritis



FOTO BERSAMA : Indriyanto Nugroho melayani permintaan foto bersama sejumlah suporter Persikaba.

Penonton Mulai Membanjiri Stadion

BLORA- Kemenangan yang diraih Persikaba di laga uji coba menjadikan publik sepak bola di Blora penasaran dengan kemampuan Budiana dan kawan-kawan. Mereka pun kini tak ragu lagi datang ke Stadion Kridosono saat Laskar Arya Penangsang bertanding melawan kesebelasan lain di laga uji coba.
Tren naiknya jumlah penonton tersebut disikapi positif jajaran manajemen Persikaba. Manajer Amin Faried mengemukakan sejak awal ia menghendaki Persikaba semakin dekat dengan warga Blora. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mendatangkan pelatih yang mempunyai nama besar seperti Bonggo Pribadi dan Listyanto Raharjo. Hadirnya striker baru, Indriyanto Nugroho seakan menjadi magnit tersendiri bagi warga Blora untuk datang ke Stadion. ‘’Target kami berhasil. Mulai nampak peningkatan jumlah penonton paska direkrutnya tiga personel, Bonggo, Listyanto dan Indriyanto,’’ ujarnya kemarin.
Dia menyadari kehadiran tiga personel tersebut akan berpengaruh pada animo masyarakat datang ke stadion. Bukan hanya menyaksikan laga uji coba melainkan juga hadir saat personel Laskar Arya Penangsang latihan rutin. Terlebih lagi, kata Amin Faried, Budiana dan kawan-kawan selama ini tampil cukup bagus di setiap laga uji coba. ‘’Dengan kemenangan yang diraih, secara otomatis akan menjadikan sebuah kesebelasan dicintai para pendukungnya,’’ tandasnya.
Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, tribun utama Stadion Kridosono selalu penuh penonton saat digelar pertandingan uji coba. Kapasitas tribun hanya bisa menampung tidak lebih dari 1000 orang. Padahal jumlah penonton lebih dari itu. Sebagian penonton terpaksa memilih berdiri atau duduk di pinggir pagar lapangan. Sementara di tribun terbuka, kelompok suporter tak henti-hentinya bernyanyi dan menyuarakan bunyi-bunyian untuk memberi semangat para pemain.
Seakan tak ingin menyia-nyiakan kehadiran Indriyanto, sejumlah penonton kerap mengajak mantan striker Persik Kediri tersebut foto bersama. Permintaan itu pun ditanggapi dengan tangan terbuka oleh Indriyanto. Satu persatu permintaan foto bersama dilayani. ‘’Untuk koleksi pribadi,’’ ujar Yoyok, salah seorang suporter usai foto bersama Indriyanto. (H18)

Lawan PSBK



KAWAL : Dua pemain belakang Persikaba membayangi pergerakan pemain PSBK Blitar dalam laga uji coba di Stadion Kridosono, Jumat (26/6)

Persikaba Dapat Pelajaran Pertahanan Ketat

BLORA – Gol semata wayang yang diciptakan striker pengganti, Arfi Sukmawan, cukup membuat Persikaba Blora tak malu di hadapan pendukungnya sendiri. Gol yang dicetak pada menit ke-82 tersebut membawa Laskar Arya Penangsang menang dengan skor akhir 1-0 (0-0) dalam pertandingan uji coba melawan PSBK Blitar di Stadion Kridosono, Jumat (26/6).
Di pertandingan yang dipimpin wasit Suwito tersebut, Persikaba mendapatkan pelajaran berharga. Yakni menghadapi tim yang menerapkan permainan bertahan. Pelatih Bonggo Pribadi harus memutar otak memecah kebuntuan sejumlah peluang yang diperoleh anak asuhnya.
Sejak menit pertama laga, Laskar Arya Penangsang memainkan skuad terbaiknya. Striker Indriyanto Nugroho duet dengan Hariyanto. Gelandang serang Dian Kristanto bertugas menopang penyerangan. Bergantian, kapten Budiana dan pemain sayap kiri Haryanto menyuplai bola ke barisan depan. Hanya, pemain belakang PSBK juga tampil taktis. Kecemerlangan penjaga gawang tim yang dilatih Sunardi C, Mulyono membuat para pemain tuan rumah berulang kali gagal mencetak gol. Indriyanto Nugoro dan Hariyanto dibuat tak berkutik di bawah ketatnya pressing pemain lawan. Meski sudah berhasil melewati pemain belakang lawan, PSBK masih menyisakan penjaga gawang yang tangguh.
Memasuki babak kedua, sejumlah pemain Persikaba diganti. Stopper Sukarmanto yang cedera hidung digantikan Febi Sofi. Striker Arfi Sukmawan masuk menggantikan penyerang Hariyanto. Mantan pemain Persiku Kudus, Bambang Harsoyo diturunkan mengganti Dian Kristanto. Penggantian pemain dengan tenaga yang lebih segar itu ternyata juga belum mampu mempersembahkan kemenangan.
Hingga pada menit ke-82, Arfi yang lepas dari pengawalan pemain belakang lawan berhasil mencetak gol. Dia sebelumnya mendapat umpan matang dari Indriyanto yang di pertandingan kemarin selalu ditempel ketat sejumlah pemain PSBK. Unggul 1-0 tidak membuat para pemain tuan rumah puas. Budiana dan kawan-kawan lebih bersemangat mencetak gol. Namun PSBK yang cenderung menerapkan permainan bertahan, sulit ditembus pemain Persikaba. Skor 1-0 tidak berubah hingga wasit menyudahi pertandingan.
’’Penampilan Persikaba sudah cukup bagus, meski hanya mampu mencetak satu gol,’’ ujar Manajer Persikaba Amin Faried.
Kemenangan tipis tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi tim Persikaba untuk menyiapkan diri lebih baik lagi sebelum tampil di Divisi I yang menurut rencana dimulai 19 Juli. Sebab ketika bertemu kesebelasan sesama Divisi I dari Jawa Timur, Persikaba tak mampu menang telak. Di laga uji coba sebelumnya Laskar Arya Penangsang hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Persedikab Kabupaten Kediri. Sementara ketika bertemu sesama tim asal Jateng, Budiana dan kawan-kawan menang lebih dari dua gol, seperti saat uji coba melawan PSCS Cilacap. (H18)

19 June 2009

PSCS Tak Berkutik



DEBUTAN : Indriyanto Nugroho merayakan gol Persikaba. Umpan mantan pemain Persik Kediri itu membuahkan satu dari tiga gol kemenangan Blora atas PSCS Cilacap, Jumat (19/6).


PSCS Tak Berkutik

BLORA – Penampilan Persikaba Blora semakin menjanjikan. Menghadapi tim Divisi I, PSCS Cilacap dalam laga uji coba di stadion Kridosono Blora, Jumat (19/6), Laskar Arya Penangsang menang 3-0 (1-0). Satu dari tiga gol tersebut lahir dari umpan striker anyar, Indriyanto Nugroho. Sodoran bola matang dari mantan striker Persik Kediri itu diselesaikan dengan baik oleh Dian Jambul Kristanto pada menit ke-64. Gol kemenangan Persikaba lainnya dicetak Sukisno menit ke-20 dan melalui tendangan keras penyerang Haryanto pada menit ke-71.
Penampilan Indriyanto di laga kemarin adalah kali pertama sejak ia menandatangi kontrak memperkuat Persikaba. Sebelum diturunkan pelatih Bonggo Pribadi, Indriyanto selama beberapa hari mengikuti latihan dengan Budiana dan kawan-kawan.
’’Indriyanto masih belum nyetel (padu, Red) dengan pemain lainnya. Meski begitu penampilan dia tadi cukup bagus. Dia membuka peluang rekannya mencetak gol,’’ ujar Bonggo Pribadi usai pertandingan.
Di awal babak pertama, Budiana dan kawan-kawan masih belum menyuguhkan permainan terbaiknya. Bahkan, tim lawan bisa tampil menekan. Pemain tuan rumah justru kerap memeragakan kesalahan umpan antarpemain. Beruntung, kesalahan elementer itu tak mampu dimanfaatkan kesebelasan tamu. Persikaba mampu mencetak gol pada menit ke-20. Berawal dari sepak pojok Hariyanto, gelandang bertahan Zaini menyundul bola ke arah gawang PSCS yang dijaga Ivo Andre. Namun sundulan mantan pemain PSIS Semarang itu tidak sempurna. Bola justru mengarah kepada pemain Persikaba lainnya, Sukisno. Dengan tanpa kontrol, Sukisno menendang bola ke gawang hingga tercipta gol.
Memasuki babak kedua, permainan bagus mulai ditunjukkan Persikaba. Hampir tidak ada kesalahan operan bola seperti saat babak pertama. Di babak kedua inilah tercipta gol tambahan yang memuaskan suporter Persikaba. Para pemain belakang PSCS yang terus menempel Indriyanto lengah atas pergerakan Dian Kristanto. Ketika menerima umpan dari Indriyanto, gelandang serang itu pun bisa mencetak gol.
Hanya terciptanya gol pertama dan kedua Persikaba dianggap berbau offside oleh pelatih PSCS, Agus Riyanto. Dia menilai wasit kurang jeli melihat pergerakan pemain Laskar Arya Penangsang. ‘’Gol yang murni adalah gol yang ketiga. Sedangkan gol pertama dan kedua, saya rasa offside,’’ tandasnya.
Dia menyatakan kekalahan yang dialami anak-anak asuhnya juga tidak terlepas dari stamina pemain. Agus menyebut rombongan PSCS baru tiba di Blora Kamis (18/6) sekitar pukul 23.00. ‘’Kami menempuh perjalanan sekitar 12 jam dari Cilacap ke Blora. Tentu hal itu turut mempengaruhi penampilan para pemain,’’ ujarnya. (H18)

13 June 2009

Juara Segitiga



HALAU BOLA : Dua pemain belakang Persikaba, Nugroho Andriyanto (kanan) dan Febi Sofi menghalau bola di laga uji coba Jumat (12/6) kemarin.

Budiana Puaskan Publik Blora

BLORA – Persikaba Blora mengakhiri laga uji coba segi tiga dengan hasil manis. Kemenangan 2-0 melawan Persekam Metro FC Malang kemarin menjadikan tim yang diarsiteki pelatih Bonggo Pribadi itu merebut gelar juara pertama. Laskar Arya Penangsang mengemas nilai empat dari dua kali pertandingan. Nilai satu diperoleh Persikaba saat bermain imbang 0-0 versus Persiwon Wondama Papua Barat. Sementara Persekam menjadi juara kedua dengan nilai tiga dari hasil kemenangan 3-0 melawan Wondama.
Laga uji coba segi tiga berlangsung sejak Rabu (10/6). Panitia mengundang tim divisi I Persekam dan kesebelasan divisi II Persiwon. Sebelum datang ke Blora, Persiwon yang kini dilatih Paul Cumming tengah menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta. ‘’Tim Persikaba tinggal memoles sedikit sebelum tampil di Divisi I yang rencananya dimulai akhir Juli,’’ ujar Ketua Umum Persikaba, Urip Daryanto mengomentari keberhasilan timnya memenangi laga segi tiga.
Dua gol kemenangan tuan rumah dicetak second striker Dian Jambul Kristanto pada menit ke-30. Tiga menit kemudian striker Alamsyah menggandakan gol Persikaba. ‘’Tidak seperti saat tampil melawan Wondama, kali ini para pemain bisa tampil lepas. Tidak merasa terbebani. Mungkin itu yang menjadi kunci kemenangan kami,’’ ujar Manajer Persikaba, Amin Faried.
Amin mengaku meski tampil bagus di laga terakhir, Budiana dan kawan-kawan masih perlu berbenah. Pihaknya akan mendatangkan striker baru Indriyanto Nugroho. ‘’Kami sudah deal dengan Indri. Dia akan datang ke Blora dalam dekat ini,’’ katanya.
Pelatih Persekam, Jonathan mengatakan faktor stamina menjadi salah satu penyebab timnya kalah dari Blora. ‘’Sebelum main dengan Persikaba, kami bertemu Wondama. Padahal kami juga harus menempuh perjalanan cukup jauh dari Malang ke Blora,’’ katanya.
Namun dia mengaku cukup puas dengan hasil tersebut. Mantan gelandang Arema Malang itu menuturkan masih ada waktu baginya untuk membenahi tim, termasuk mendatangkan pemain anyar. ‘’Paling tidak kami butuh dua pemain lagi. Dua pemain itu sudah siap bergabung,’’ katanya tanpa menyebut nama pemain yang dimaksud. (H18)

10 June 2009

Imbang Wondama



Bupati foto bersama sebelum pertandingan dimulai, Rabu (10/6).

Banyak Peluang, Hasil Akhir Imbang

BLORA – Kesebelasan tuan rumah Persikaba Blora tak mampu mempersembahkan kemenangan di hari pertama laga uji coba segi tiga, Rabu (10/6) kemarin. Mendapatkan sejumlah peluang emas mencetak gol namun tak satupun bola bersarang ke gawang lawan, Persiwon Wondama Papua Barat. Tim yang kini berjuluk Laskar Arya Penangsang itupun harus puas dengan hasil imbang 0-0.
Sangking banyaknya peluang yang terbuang sia-sia, Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo yang menyaksikan pertandingan sempat memberikan masukan kepada para pemain untuk lebih tenang. Secara khusus bupati menyampaikan nasehatnya itu saat jeda laga yang dipimpin wasit Supriyanto. ‘’Kalau lebih tenang, mungkin akan banyak gol yang tercipta,’’ kata bupati.
Hanya nasehat itu pun berlalu begitu saja. Memasuki babak kedua beberapa kesempatan mencetak gol diperoleh Budiana dan kawan-kawan. Namun tak sapun peluang itu berbuah gol. ‘’Dari segi permainan sudah cukup bagus. Permainan yang seperti itulah yang kami kehendaki. Namun sayang penyelesaian akhirnya kurang bagus,’’ ujar Bonggo usai pertandingan. ‘’Pemain kami kurang tenang memanfaatkan peluang yang ada,’’ tambah mantan pelatih PSIS Semarang tersebut.
Tercatat lebih dari tujuh kali pemain Persikaba tinggal berhadap satu lawan satu dengan penjaga gawang Persiwon, Purwanto. Penampilan cemerlang kiper nomor punggung satu itupun turut memberi andil gagalnya pemain tuan rumah mencetak gol. Satu peluang emas lainnya diperoleh second striker Dian Kristanto. Bola yang ditendangnya dari luar kotak penalti membentur gawang lawan. *

09 June 2009

Laga Segitiga



TERJUNGKAL : Striker Persikaba Arfi Sukmawan (kiri) nyaris jatuh setelah didorong pemain Porprov Semarang dalam laga belum lama ini. Persikaba mendapat lawan selevel di pertandingan segi tiga yang dimulai, Rabu (10/6).


Serasa Pertandingan Sesungguhnya

BLORA – Laga uji coba segi tiga dimulai hari ini. Tuan rumah Persikaba menjamu tim asal Papua Barat, Persiwon Wondama. Satu kesebelasan lainnya yakni Persekam Metro FC Kabupaten Malang, akan dihadapi Budiana dan kawan-kawan, Jumat (12/6).
Pertandingan segi tiga itu seakan menjadi miniatur laga Divisi I 2009. Sama seperti Laskar Sunan Pojok, Persiwon maupun Persekam kini dipersiapkan tampil di kompetisi resmi PSSI. Bahkan Persiwon sudah sejak lama menggelar pemusatan latih di Yogyakarta. Sementara Persekam Metro FC juga telah merampungkan seleksi pemain. Kesebelasan yang bermaterikan pemain asal Malang dan sekitarnya itu bukan lawan yang asing bagi Persikaba. Tahun lalu kedua kesebelasan bermain imbang 1-1 di pertandingan Divisi II yang berlangsung di Cilacap.
Manajemen maupun tim pelatih Persikaba tak ingin menyia-nyiakan laga uji coba segi tiga tersebut. Pemain yang akan diturunkan di setiap pertandingan merupakan pemain inti. Tidak ada lagi bongkar pasang pemain. Hasil pertandingan di beberapa kali uji coba sebelumnya sekaligus evaluasi yang telah dilakukan menjadikan Laskar Sunan Pojok memiliki formasi dan strategi baku untuk menghadapi lawan-lawan berikutnya. ‘’Persiapan sama seperti kemarin-kemarin. Mengulang latihan dari hasil evaluasi. Yang kami harapkan dari setiap uji coba selalu ada peningkatan permainan, tidak naik turun. Mudah-mudahan kami bisa memaksimalkan segitiga itu untuk memperbaiki kualitas tim,’’ ujar Pelatih Bonggo Pribadi, kemarin.
Setali tiga uang, pernyataan senada dikemukakan pula Manajer Amin Faried. Menurutnya meski laga kali ini adalah uji coba, namun bukan lagi saatnya tim mencoba-coba formasi dan strategi baru. ‘’Inilah saat yang tepat menunjukan hasil latihan selama ini,’’ katannya.
Dia menyatakan tetap ada evaluasi dari setiap laga uji coba. Hanya, Amin yang juga alumnus Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengatakan manajemen akan melakukan evaluasi menyeluruh usai timnya berlaga di pertandingan segi tiga. ‘’Evaluasi yang dilakukan selama ini lebih banyak terkait teknik permainan tim,’’ katanya.
Sementara itu informasi dari panitia pertandingan menyebutkan personel Persiwon hingga sore kemarin masih melakukan perjalanan menuju Blora. Sebuah hotel telah dipersiapkan sebagai tempat menginap tim dari luar pulau Jawa tersebut. Sedangkan kesebelasan Persekam Metro FC menurut rencana akan tiba di Blora, Rabu (10/6) sore. (H18)


Jadwal Pertandingan


Rabu (10/6) : Persikaba vs Persiwon

Kamis (11/6) : Persiwon vs Persekam

Jumat (12/6) : Persikaba vs Persekam

06 June 2009

Menang lawan Kendal



Bonggo Puji Pemain

KENDAL - Pelatih Persikaba Blora, Bonggo Pribadi, memuji permainan anak asuhnya yang mulai menunjukkan tren naik. Meski demikian, dia akan terus mencari format the winning team untuk persiapan kompetisi resmi Divisi I PSSI yang rencananya digelar akhir Juli mendatang.

’’Saya agak puas, grafik permainan anak-anak mulai meningkat meski ada banyak yang masih perlu dibenahi. Saya akan terus mencari formula terbaik, termasuk mengasah ketajaman lini depan,’’ ungkapnya seusai laga uji coba melawan Persik Kendal, sore kemarin.

Dalam laga uji coba kemarin, Persikaba menang atas tuan rumah 2-1. Dua gol Persikaba tercipta pada babak pertama, masing-masing oleh striker Hariyanto menit ke-30 dan Febi Sofi menit 44.

Pada pertandingan kemarin, Bonggo sengaja memasang Febi sejak menit pertama. Dia memang ingin melihat kemampuan pemain yang pernah membela Persijap itu dalam tim.
’’Skill individu baik, namun kami akan terus melihat kemampuannya dalam tim,’’ ungkap Bonggo. (ud-40) dari Suara Merdeka 6 Juni 09

28 May 2009

Lawan Porprov



PELUANG : Penyerang Persikaba, Arfi Sukmawan (kiri) tidak sempurna mengontrol bola dalam pertandingan uji coba melawan kesebelasan Porprov Semarang, Rabu (27/5).


Pemain Lapis Kedua Diminta Introspeksi

BLORA – Pelatih Persikaba Bonggo Pribadi meminta para pemain cadangan Laskar Sunan Pojok introspeksi. Itu dilakukan menyusul belum maksimalnya penampilan Mustari dan kawan-kawan saat uji coba menghadapi kesebelasan Porprov Semarang di Stadion Kridosono kemarin. Meski berhasil mencetak satu dari empat gol kemenangan kesebelasan tuan rumah, namun Bonggo tidak puas dengan kinerja para pemain cadangan tersebut. Laga uji coba berakhir 4-1 (1-0) untuk Persikaba.
‘’Di mana letak kelemahan mereka. Saya minta mereka introspeksi,’’ ujar Bonggo usai pertandingan.
Mantan pelatih PSIS Semarang itu menyatakan pemain lapis kedua maupun inti setiap hari latihan bersama. Strategi dan skema permainan yang dipelajari juga tidak berbeda. ‘’Itulah yang kami pertanyakan. Kenapa di pertandingan melawan tim lain, pemain cadangan kurang bisa berkembang,’’ tandasnya. Ketidakpuasan Bonggo kepada pemain lapis kedua sebelumnya juga pernah dikemukakannya usai laga uji melawan Persinga Ngawi, beberapa waktu lalu.
Di pertandingan kemarin Bonggo sengaja menurunkan mayoritas pemain lapis kedua di babak pertama. Pemain itu diantaranya duet striker Mustari dan Arfi Sukmawan, gelandang bertahan Anang Dwita, sayap kiri Masturi, pemain belakang Frian Eko Yuwono, Andri Mulyono Jati serta libero Nugroho Aji. Penjaga gawang dipercayakan kepada Catur Bintara. Pemain inti yang diturunkan di babak pertama adalah kapten Budiana, sayap kanan Sukisno serta pemain anyar Bambang Harsoyo yang juga bekas pemain Persiku Kudus.
Tampil dengan dukungan penuh suporter Blora, Persikaba justru tertekan di lima belas menit awal pertandingan. Serangan kesebelasan Porprov Semarang yang dimotori Feby berulang kali membahayakan gawang Blora. Kiper Catur Bintara harus jatuh bangun membendung serangan pemain-pemain yang belum genap berusia 19 tahun itu. Beruntung tak satupun peluang emas yang diperoleh tim tamu membuahkan gol.
Bangkit
Pemain sayap kiri Persikaba, Masturi ditarik keluar lantaran dinilai tidak maksimal di pertengahan babak pertama. Dia diganti Hariyanto. Pergantian personel itu membuat permainan Persikaba lebih hidup. Setelah lepas dari tekanan lawan, melalui umpan satu dua, striker Laskar Sunan Pojok Mustari pada menit ke-25 mencetak gol ke gawang Semarang yang dikawal Juan. Mustari mendapatkan umpan matang dari Bambang Harsoyo.
Memasuki babak kedua, Bonggo mengganti sejumlah pemain cadangan. Anang Dwita diganti Ahmad Zaini. Dian ‘’Jambul’’ Kristanto menggantikan striker Mustari dan Arfi Sukmawan ditarik keluar digantikan Haryanto. Sukarmanto Togog menampati posisi yang ditinggalkan Frian. Masuknya beberapa pemain inti tersebut membuahkan hasil. Tiga gol bersarang di gawang Porprov Semarang. Bambang Harsoyo menyumbang satu gol pada menit ke-55. Sepuluh menit kemudian, Budiana mencetak gol dari titik putih penalti dan Hariyanto mengulangi gol indahnya pada menit ke-80. Tendangan dari luar kotak penalti pemain asal Kecamatan Ngawen itu tidak bisa dibendung kiper Juan. Hariyanto pernah mencetak gol serupa saat Persikaba bertanding melawang Persinga.
Gol balasan Porprov Semarang dicetak melalui tendangan penalti pada menit ke-75 oleh Fahreza. ‘’Kami mendapat pelajaran berharga dari pertandingan kali ini. Kami akui anak-anak beda kelas dengan pemain Persikaba,’’ ujar Pelatih Porprov Semarang, M Dhofir. (H18)

21 May 2009

Keok



Kalah 2-0

BLORA – Persikaba Blora mengakhiri fase selalu menang di setiap laga uji coba. Kamis (21/5), kesebelasan berjuluk Laskar Sunan Pojok itu takluk 2-0 (0-0) dari tuan rumah Persibo Bojonegoro di Stadion Letjen H Soedirman. Gol Persibo dicetak Morrys A Bayour pada menit ke-48 dan Arif Kurniawan menit ke-80.

20 May 2009

Lawan Persibo



TEMBOK PERTAHANAN : Sukarmanto (depan) bersama pemain Persikaba lainnya saat mengikuti latihan di Stadion Kridosono. Pemain belakang itu akan menjadi tumpuan Persikaba menghadapi gempuran striker Persibo dalam laga uji coba, Kamis (21/5).

Pemain Inti Persikaba Dimainkan Penuh
* Uji Coba Lawan Persibo

BLORA – Pelatih Persikaba Bonggo Pribadi tak ingin menyia-nyiakan kesempatan berharga latih tanding melawan Persibo Bojonegoro, Kamis (21/5) di Stadion H Letjen Sudirman. Mantan pelatih PSIS Semarang itu ingin mengetahui sejauh mana hasil latihan Persikaba yang selama ini ditanganinya. Menghadapi tim yang levelnya lebih tinggi seperti Persibo, dalam laga uji coba itu Laskar Sunan Pojok akan menurunkan pemain inti. ‘’Rencananya yang turun tim inti. Siapa saja pemain yang akan dimainkan, lihat saja di pertandingan nanti,’’ ujar Bonggo, kemarin.
Dari sinyal yang diberikan pelatih asal Surabaya itu, publik sudah bisa menduga siapa saja pemain Persikaba yang akan diturunkan. Sebab saat latih tanding dengan Persinga Ngawi beberapa waktu lalu, tim intilah yang diturunkan di babak pertama. Hasilnya kala itu pemain inti Laskar Sunan Pojok sukses mencetak tiga gol dari skor akhir 3-1 untuk kemenangan Persikaba. Ketika itu pemain yang dimainkan antara lain penjaga gawang Tulus Sapmoko, Nugroho, Sukarmanto, Andri Mulyono Jati, Ahmad Zaini, Sukisno, Budiana, Hariyanto, Dian Kristanto serta duet striker Alamsyah dan Arfi Sukmawan. Hanya belum diketahui apakah Arfi bisa ditampilkan. Sebab mantan pemain Persekam Malang tersebut mengalami cedera di dada ketika latih tanding dengan Persinga, Rabu (13/5).
Pelatih Bonggo mengungkapkan tidak ada persiapan khusus yang dilakukan timnya menjelang laga uji coba melawan Persibo. Menurutnya latihan tetap dilaksanakan seperti biasa. Dia mengatakan latih tanding menghadapi Laskar Angling Dharmo yang kini disiapkan tampil di babak delapan besar Copa Indonesia melawan Sriwijaya FC bukan untuk mencari menang atau kalah. ‘’Meski begitu kami tetap main serius,’’ tandasnya.
Dengan level Persibo yang setingkat lebih atas dari Persikaba, Bonggo berharap mendapatkan pelajaran berharga dari laga uji coba tersebut. ‘’Dengan level mereka yang lebih atas, kami bisa tahu kelemahan-kelemahan kami. Kelemahan itu tentu akan kami perbaiki usai bertemu Persibo,’’ katanya.
Pemain Baru
Sementara itu berhembus kabar dalam pertandingan uji coba itu Persikaba akan memainkan pula satu pemain baru, yakni Bambang Harsoyo. Manajer Persikaba Amin Faried mengemukakan mantan pemain Persiku Kudus tersebut berminat memperkuat Laskar Sunan Pojok. ‘’Kami ingin lebih dulu melihat sampai dimana kemampuan Bambang Harsoyo. Jika pelatih tidak keberatan, saat bertanding melawan Persibo, Bambang Harsono akan diturunkan,’’ ujarnya. (H18)

17 May 2009

Catatan


DIKAWAL : Pemain belakang Persikaba, Nugroho (kiri) berusaha membayangi pemain Diklat Salatiga yang menggiring bola ke daerah pertahanan Blora. Laga uji coba Jumat (15/5) di Stadion Kridosono itu dimenangkan tuan rumah dengan skor tipis 1-0.

Kokohnya Barisan Pertahanan Persikaba Diuji

PERTEMUAN kali kedua antara Persikaba Blora dan Persibo Bojonegoro dalam latihan bersama Kamis (21/5) bakal menjadi ujian berat barisan pertahanan Laskar Sunan Pojok. Di laga uji coba terdahulu melawan sejumlah kesebelasan yang levelnya di bawah Persikaba, lini belakang yang dikoordinir Nugroho mantan pemain Persitara Jakarta Utara itu hanya kebobolan satu gol, yakni ketika menghadapi Persinga Ngawi. Gol tercipta di penghujung babak kedua ketika pelatih Bonggo Pribadi menurunkan sejumlah pemain cadangan.
Kokohnya lini belakang Persikaba kembali diperlihatkan ketika menghadapi kesebelasan Diklat Salatiga, Jumat (15/5). Penampilan prima trio pemain Nugroho, Sukarmanto, Andri Mulyono Jati ditambah penampilan cemerlang penjaga gawang Tulus Sapmoko menjadikan gawang Persikaba tetap perawan meski beberapa kali pemain lawan berupaya membombardir. Di laga yang dipimpin wasit Slamet Kusdiyono itu, tim tuan rumah hanya menang tipis 1-0 melalui gol yang dicetak gelandang serang Dian ‘’Jambul’’ Kristanto pada menit ke-20.
Ujian kekokohan barisan belakang Laskar Sunan Pojok akan tampak saat kesebelasan kebanggaan warga Blora itu menghadapi tim yang levelnya lebih tinggi seperti Persibo. Persikaba tahun ini baru promosi dari Divisi II ke Divisi I. Sementara Persibo merupakan tim Divisi Utama. Barisan depan kesebelasan berjuluk Angling Dharmo dihuni pemain yang haus gol. Sebut saja nama pemain asing Varney Pas Boakay dan Syamsul Arif. Varney telah mengemas 12 gol di Divisi Utama, sedangkan Syamsul Arif yang juga pernah bermain untuk Persikaba ketika masih tampil di Piala Suratin U-18 merupakan pemain tersubur di Copa Indonesia dengan 10 gol. Kesebelasan yang diarsiteki pelatih Sartono Anwar itu kini dipersiapkan tampil di babak delapan besar Copa Indonesia menghadapi Sriwijaya FC.
Tajamnya barisan depan Persibo pernah dirasakan Persikaba dalam uji coba di awal Pebruari 2009. Meski tanpa diperkuat Varney, tim ruan rumah unggul 3-0. Pelatih Sartono Anwar sengaja tidak menurunkan Varney karena pemain asal Liberia itu akan absen di pertandingan Divisi Utama karena akumulasi kartu. Pelatih asal Semarang tersebut mencoba formasi baru dengan menjadikan gelandang serang Abel Cello Quioh sebagai striker mendampingi Syamsul Arif. Abel sukses mencetak dua dari tiga gol kemenangan Persibo. Saat uji coba tersebut, Persikaba baru bermaterikan pemain bayangan. Sebab ketika itu manajemen belum menggelar seleksi pemain yang disiapkan tampil di Divisi I. Tiga gol kemenangan Persibo tercipta setelah pemain Persibo melewati pemain sayap kiri Persikaba yang dihuni pemain asal Semarang. Barisan pertahanan di sayap kiri menjadi titik lemah utama Persikaba saat itu.
Kini, Persikaba telah berubah. Seleksi pemain telah dilaksanakan. Selama hampir dua bulan, Budiana dan kawan-kawan mengikuti latihan dengan arahan pelatih Bonggo Pribadi yang didampingi asisten pelatih seperti Hadi Surento, Brendi dan pelatih kiper, Listiyanto Raharjo. Publik sepak bola di Blora berharap latihan tersebut memberikan hasil yang memuaskan.
Meski statusnya hanya laga uji coba, yang kerap dijadikan alasan pembenar jika hasilnya kalah, latihan bersama Persibo kali ini sejatinya harus dijadikan pijakan penilaian individu dan kolektivitas pemain Persikaba. Evaluasi menyeluruh mutlak diperlukan usai laga melawan Persibo. Laskar Sunan Pojok tahun ini manargetkan lolos Divisi Utama. Bukan tidak mungkin, kualitas tim Divisi I yang nantinya akan dihadapi Laskar Sunan Pojok, tidak jauh berbeda dengan Persibo. (*)

Lawan Singa



GIRING BOLA : Gelandang Persikaba, Sujono (kanan) menggiring bola dengan kawalan pemain belakang Persinga dalam laga uji coba.


Pemain Cadangan Persikaba Perlu Dipoles

BLORA – Perbedaan kualitas antara pemain inti dan pemain cadangan masih diperlihatkan personel Persikaba dalam pertandingan uji coba melawan Persinga Ngawi di Stadion Kridosono, Rabu (13/5). Tim inti yang diturunkan Pelatih Bonggo Pribadi di babak pertama sukses mencetak tiga gol tanpa balas ke gawang Persinga yang dijaga Aris. Sebaliknya, pemain cadangan yang diturunkan di babak kedua gagal menambah gol kemenangan. Justru tim berjuluk Laskar Sunan Pojok itu kemasukan satu gol yang dicetak striker Ari pada menit ke-80. Di pertengahan babak kedua, gawang Persikaba dijaga Catur Bintara yang menggantikan Tulus Sapmoko.
‘’Perbedaan kualitas pemain di babak pertama dan babak kedua masih nampak. Itu menjadi pekerjaan kami untuk membenahinya,’’ ujar Bonggo Pribadi.
Perbedaan kualitas itu sejatinya bisa ditutup seandainya pemain cadangan tampil ngeyel. Kemenangan 3-0 di babak pertama seakan cukup bagi Persikaba untuk memuaskan publik tuan rumah. Padahal dalam uji coba yang disaksikan Kapolres AKBP R Umar Farouk bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Blora, Bambang Sulistya, manajemen tim tidak menargetkan kemenangan. Yang dikehendaki justru penampilan prima para pemain.
Di dua puluh menit awal babak pertama, pemain Persikaba mendominasi permainan. Beberapa kali kiper Persinga harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari serbuan pemain tuan rumah. Mengandalkan variasi serangan dari lapangan tengah yang dihuni Budiana, Haryanto dan Dian Kristanto, para striker Persikaba seakan dimanjakan dengan umpan-umpan matang. Pada menit ke-5, tuan rumah telah unggul 1-0 melalui gol yang dicetak Alamsyah. Empat menit kemudian stiker Arfi Sukmawan menambah keunggulan menjadi 2-0. Namun penampilan cemerlang Arfi harus dibayar mahal. Mantan pemain Persekam Malang itu terpaksa keluar lapangan setelah dadanya diterjang pemain lawan. Ia pun harus menjalani perawatan tim medis. Arfi digantikan Mustari.
Pergantian striker itu tidak menyurutkan pemain Persikaba membombardir daerah pertahanan Persinga yang kini dipersiapkan tampil di Divisi II 2009. Pada menit ke-26, play maker Haryanto menambah skor menjadi 3-0 melalui gol indah yang melalui tendangan melengkung dari luar kotak pinalti.
Timpang
Memasuki babak kedua, kedua kesebelasan mengganti sebagian besar pemain. Di kubu Persikaba, Dian ‘’Jambul’’ Kristanto, Alamsyah, Untung Sudrajat, Sukisno dan Sukarmato ditarik keluar. Mereka antara lain digantikan Heriyanto, Feri, Nugroho Aji, Sujono dan Masturi. Meski tetap mendominasi jalannya pertandingan yang dipimpin wasit Supriyanto, namun pemain tuan rumah tak mampu mencetak gol tambahan. Justru Persikaba dikejutkan satu gol yang dicetak pemain lawan. Persinga berpeluang memperkecil kekalahan setelah Ari lepas dari jebakan offside. Beruntung kiper Catur Bintara berhasil mengeblok tendangan keras Ari yang berada di kotak penalti. Skor 3-1 tidak berubah hingga pertandingan selesai.
Pelatih Bonggo Pribadi menyatakan ia akan memberikan kesempatan pemain cadangan lebih banyak tampil di laga uji coba berikutnya. Itu dilakukan agar kemampuan mereka terasah. ‘’Sangat riskan jika dalam kompetisi Divisi I nanti, ada pemain inti tidak bisa tampil karena cedera atau akumulasi kartu, sementara pemain pengganti tampil tidak seperti yang diharapkan,’’ tandasnya. (H18)

Divisi I Ditunda

Kompetisi Divisi I Diundur

BLORA- Keinginan publik sepak bola Blora untuk segera menyaksikan penampilan Persikaba di Divisi I 2009 bakal tidak akan terpenuhi dalam waktu dekat ini. Sebab, dimulainya kompetisi Divisi I diundur dari sebelumnya bulan Juni menjadi akhir Juli. Informasi pengunduran jadwal kompetisi diperoleh manajamen Persikaba secara lisan dari salah seorang pengurus teras Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI, kemarin. Informasi lisan itu dikuatkan dengan diterimanya surat resmi dari BLAI.
‘’Kami baru saja menerima surat dari BLAI. Isinya antara lain kompetisi yang semula dijadwalkan 15 Juni diundur menjadi 30 Juli,’’ ujar Sekretaris Persikaba, Siswanto kemarin.
Menurut Siswanto pengunduran jadwal kompetisi tersebut sangat masuk akal. Sebab pada 8 Juli akan digelar pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpes). Menurutnya, sangat riskan jika kompetisi dimulai pada bulan Juni, karena pada saat itu bersamaan pula dengan jadwal kampanye Pilpres. Berkaca pada kompetisi seperti di Divisi Utama dan Super Liga, pada saat kampanye hingga pelaksanaan pemilu biasanya kompetisi diliburkan. Faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan utamanya. ‘’Daripada ditunda saat kompetisi berlangsung, lebih baik dimulainya kompetisi saja yang ditunda,’’ katanya.
Siswanto mengatakan berdasarkan surat yang diterimanya dari BLAI, pengunduran jadwal dimulainya kompetisi berdampak pula pada tahapan pendaftaran tim. Dia mengungkapkan pendaftaran tim peserta kompetisi Divisi I yang semula 15 Mei berubah menjadi 30 Mei. Sedangkan pendaftaran pemain dilaksanakan 15 Juni atau mundur dari jadwal semula 29 Mei. ‘’Tentu kami akan menyesuaikan lagi dengan jadwal baru tersebut,’’ ujarnya. (H18)

Away Perdana

Hasil Maksimal Laga Away Perdana

BLORA – Persikaba Blora mengawali uji coba away pertama dengan hasil maksimal. Melawan tim Rembang Selection, Laskar Sunan Pojok menang tipis dengan skor 1-0 (1-0). Kemampuan anak asuh pelatih Bonggo Pribadi itu kembali akan diuji dalam latih tanding di kandang lawan, yakni melawan tim sesama Divisi I, Persik Kendal dan Persikas Semarang.
Manajer Persikaba, Amin Faried mengatakan setelah beberapa kali menggelar uji coba di Blora, mulai Jumat (8/5) pekan lalu, Laskar Sunan Pojok berlatih tanding di kandang lawan. Tim pertama yang dihadapi adalah Rembang Selection. Dia menyebutkan kualitas tim lawan yang akan dihadapi di laga uji coba berikutnya akan semakin meningkat. Berdasarkan jadwal yang dibuat, Persikaba pekan ini akan bertemu Persinga Ngawi. Pekan berikutnya, Sujono dan kawan-kawan dijadwalkan akan melakukan tour ke Semarang guna menghadapi Persik dan Persikas. ‘’Supaya pemain terbiasa bermain di kandang lawan. Atmosir pertandingan di setiap daerah tentu berbeda-beda,’’ ujarnya kemarin.
Dia menilai barisan depan Persikaba perlu dipoles lagi. Sebab, saat bermain dalam laga ujicoba dengan tim Rembang Selection yang didominasi pemain PSIR U-23, hanya mampu menang tipis 1-0. Gol kemenangan Persikaba dicetak gelandang Budiana di menit ke-20. ‘’Evaluasi selalu dilakukan setelah selesai laga uji coba. Evaluasi itu penting agar kelemahan serupa tidak diulangi laga dalam laga uji coba berikutnya,’’ tandas Amin Faried. (H18)

Belum Memuaskan



INSTRUKSI DI TENGAH LAPANGAN : Pelatih Bonggo Pribadi (kanan) memberi instruksi kepada para pemain Persikaba saat berlatih di Stadion Kridosono belum lama ini.


Persikaba Belum Memuaskan

BLORA – Dua kali Persikaba Blora, sejak ditangani pelatih Bonggo Pribadi, menggelar uji coba. Dua kali pula Laskar Sunan Pojok meraih kemenangan. Saat bertemu PS Mojowetan, Jumat (24/4), Sujono dan kawan-kawan menang dengan skor telak 7-0 (4-0). Dan ketika beruji coba menghadapi Cepu Selection, Jumat (1/5), Persikaba juga menang. Namun hanya dengan skor 3-0. Padahal tim yang dihadapi levelnya dua tingkat di bawah Persikaba. Cepu selection juga baru berlatih beberapa hari menjelang uji coba. Cepu Selection antara lain diperkuat sejumlah bekas pemain Persikaba. Diantaranya Herifiyanto, Cholil dan penjaga gawang Ali Rozi. Selain itu juga Dedi dan Tri Yuantono, pemain yang pernah membela Persikas Semarang. Tim tersebut mampu memberikan perlawan sengit menghadapi Laskar Sunan Pojok di Stadion Kridaloka Jepon. Terbukti, di babak pertama skor imbang 0-0. Padahal di babak pertama Persikaba menurunkan sebagian pemain inti. Diantaranya striker Alamsyah dan Arfi Sukmawan. Sementara di barisan gelandang dan bertahan, pelatih Bonggo memainkan Untung Sudrajat, Anang Dwita, Sujono, Sukisno, Andri Mulyono Jati, Masturi, Frian Eko Yuwono, Nugroho Aji serta kiper Tulus Sapmoko. Banyak peluang di babak pertama yang terbuang percuma. Puncaknya, pada menit ke-30, Alamsyah yang dipercaya mengeksekusi tendangan penalti, gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan pemain asal Bogor Jawa Barat itu berhasil diblok kiper Ali Rozi.
Memasuki babak kedua, sejumlah pemain baru diturunkan. Seperti duet penyerang Haryanto-Mustari, gelandang serang Dian Kristanto, Heriyanto, Zaini, Sukarmanto, Nugroho dan kiper Catur Bintara. Hasilnya, di menit ke 60, pemain Persikaba berhasil memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak gelandang Heriyanto. Pada menit ke-72 giliran striker Haryanto menambah skor kemenangan. Penyerang lokal Blora, Mustari, menutup hasil lagi uji coba melalui gol yang dicetak pada menit ke-85.
Manajer Persikaba Amin Faried mengakui lawan yang dihadapi dalam dua kali uji coba masih belum sepadan. Hanya dia menegaskan uji coba bukan mencari kemenangan. Tapi untuk mempraktikan hasil latihan selama ini. ‘’Bagaimana kerjasama antarpemain setelah beberapa lama latihan, perkembangannya seperti apa, itu yang hendak kami ketahui. Jika ada kekurangan dalam uji coba, segera diperbaiki,’’ ujarnya kemarin.
Karena itu, manajemen kata Amin, setiap Jumat menjadwalkan uji coba. Bahkan memasuki bulan Mei ini, intensitas latih tanding melawan kesebelasan lain lebih ditingkatkan termasuk level kesebelasan yang bakal dihadapi. Menurut rencana, pekan depan uji coba dilaksanakan di Rembang menghadapi salah satu kesebelasan dari Kecamatan Sulang. Di pekan berikutnya, latih tanding menghadapi kesebelasan Divisi II Persinga Ngawi atau PSISra Sragen. ‘’Uji coba melawan sesama tim Divisi I, kami agendakan setelah menghadapi kesebelasan Divisi II,’’ tandas Amin Faried. (H18)


PENCETAK GOL : Striker Mustari (kanan) menyumbang empat dari tujuh gol kemenangan Persikaba di laga uji coba perdana, Jumat (24/4).

Kekuatan Persikaba Belum Teruji

BLORA – Setelah sekian lama berlatih fisik, taktik dan strategi, skuad Persikaba mulai menjajal kemampuannya menghadapi kesebelasan lain dalam partai uji coba. Hanya meski memenangi laga persahabatan dengan skor telak 7-0 (4-0) melawan PS Mojowetan, namun permainan Laskar Sunan Pojok belum menjanjikan. Mestinya, Sujono dan kawan-kawan bisa menang dengan skor lebih besar dalam uji coba yang berlangsung di lapangan Yonif 410 Alugoro tersebut. ‘’Masih banyak peluang mencetak gol yang terbuang sia-sia,’’ ujar Manajer Persikaba, Amin Faried, kemarin. Sejak menit awal pertandingan, para pemain Persikaba yang diperkuat striker Mustari dan Haryanto terus menggempur pertahanan lawan. Sangat terlihat ketimpangan teknik permainan antara kedua kesebelasan. Persikaba yang dilatih pelatih profesional sekelas Bonggo Pribadi, mampu menunjukkan permainan kolektif yang cukup apik. Sehingga baru tiga menit pertandingan berjalan, Haryanto mampu menjebol gawang lawan.
Kemenangn itu digandakan oleh Haryanto empat menit kemudian. Pemain senior Sujono yang dipasang di posisi gelandang, menambah kemenangan Persikaba dengan golnya yang dicetak pada menit 30. Lima menit kemudian Mustari juga meyumbangkan gol dan menutup pertandingan babak pertama dengan skor 4-0. Mustari yang juga striker lokal Blora menambah koleksi golnya di babak kedua. Dia mencetak tiga gol tambahan.
Amin Faried mengemukakan kemenangan besar itu belum menjadi ukuran karena yang dihadapi adalah tim lokal. Karena itu Amin menyatakan manajemen secara bertahap akan mencarikan lawan yang sepadan. ‘’Kami ingin mendekatkan dulu Persikaba dengan warga Blora melalui pertandingan uji coba melawan kesebelasan lokal Blora. Baru setelah itu, kualitas lawan yang dihadapi meningkat. Dari situlah akan diketahui kualitas Persikaba sesungguhnya,’’ katanya. (H18)