21 March 2008

Calon Lawan

Rabu, 19 Mar 2008
Persem Mulai Siapkan Tim

MOJOKERTO - Jajaran pengurus Persem kini sudah mulai menyiapkan pembentukan tim, setelah ada sinyal kuat untuk tetap mengikuti kompetisi tahun ini. Bahkan, kemarin sejumlah pemain sudah mulai latihan.
Hal itu dikemukakan Sugeng Mulyadi, mantan manajer Persem kepada Mojo Sport kemarin. "Hari ini semua pemain yang sudah datang kabarnya mulai latihan," tuturnya.
Meskipun demikian, Sugeng mengaku masih belum banyak terlibat dalam masalah pembentukan tim Persem sekarang ini. Meskipun sebenarnya pihaknya sudah diminta oleh petinggi Persem untuk segera ikut menanganinya. Masalahnya, sebelum permasalahan yang terkait dengan dana talangan pada musim kompetisi tahun lalu belum beres, maka pihaknya masih belum berani untuk terlibat menangani tim Persem. "Jika masalah yang kemarin sudah selesai, baru kita pikirkan untuk yang sekarang. Tapi, kalau belum selesai, ya nanti dulu," tuturnya.
Lebih lanjut Sugeng mengungkapkan, masalah dana talangan, hingga kini belum ada kemajuan yang berarti untuk penyelesaiannya. Meskipun belum lama ini pihaknya telah dihubungi Hendro Suwono, ketua umum PSSI Kota Mojokerto.
Diterangkannya, untuk menangani tim Persem mendatang, tetap akan dipercayakan kepada pelatih Komariono yang tahun lalu berhasil membawa Persem meraih juara I Divisi III Nasional. Untuk putaran kompetisi tahun ini, tim yang berjuluk Blue Force itu akan bertanding di kasta Divisi II Nasional
Secara terpisah, Nanang, mantan pemain Persem kepada Mojo Sport kemarin membenarkan dimulainya latihan dan persiapan tim Persem itu. Walaupun demikian, Nanang mengaku masih belum tertarik untuk bergabung pada latihan itu. Apalagi hingga kini manajemen Persem masih belum jelas.
"Daripada latihan dengan tim yang belum jelas, lebih baik latihan sendiri saja," kata pemain yang spesialis menempati posisi wing kanan itu. Hilangnya empat pemain pilar di Persem belum lama ini, dipastikan akan berpengaruh pada kekuatan dan kualitas tim Persem mendatang. Sebagaimana diketahui, bahwa empat pemain pilar Persem pekan lalu hengkang, setelah tidak adanya kepastian Persem untuk mengikuti kompetisi tahun ini. Mereka itu adalah, Abdul Ghofur, Sigit, Lutfi dan Ilham . Bahkan, Agus Butho, stopper yang dikenal cukup galak itu juga dikabarkan sudah hengkang ke PSBK, Blitar.
Sementara itu, Hendro Suwono, ketua umum PSSI Kota Mojokerto hingga kemarin belum berhasil dihubungi. Menurut Widi, ajudannya, Wawali Mojokerto tidak bisa diganggu. Begitu juga ketika dihubungi melalui ponselnya kemarin, juga tidak diangkat, meskipun terdengar nada panggil. (sd)
Sumber berita dari Jawa Pos Radar Mojokerto

Manajer Baru


DIPERTAHANKAN : Pemain belakang Persikaba U-23, Ngaspani (19) berhasil merebut bola dari penguasaan pemain Pati Selection dalam pertandingan turnamen Bupati Blora Cup I belum lama ini. Persikaba akan menyeleksi pemain seiring terbentuknya tim manajemen.


Pudiyatmo Manajer Persikaba

BLORA – Persikaba Blora telah mempunyai manajer. Dia adalah Pudiyatmo. Pria yang sehari-hari menjabat kepala bagian umum sekretariat daerah (setda) itu ditunjuk menjadi manajer dalam rapat pleno Pengcab PSSI Blora, Kamis (20/3). Rapat pleno juga memutuskan mengangkat Wahono yang sebelumnya ketua tim karteker Persikaba menjadi asisten manajer.
Tim manajemen yang telah dibentuk selanjutnya diberi tugas awal menyiapkan Laskar Sunan Pojok yang akan berlaga di Kompetisi Divisi II 2008. Salah satunya dengan cara menggelar seleksi pemain. Penambahan pemain baru mutlak diperlukan karena hingga kini Persikaba masih berkuatan 16 pemain usia 23 tahun. Mereka sebelumnya mengikuti seleksi saat Laskar Sunan Pojok hendak turut serta dalam turnamen sepak bola Bupati Blora Cup I, Januari 2008. Tim yang telah terbentuk selanjutnya dipertahankan hingga kini meski beberapa pemain diantaranya hengkang ke beberapa daerah guna memperkuat kesebelasan lain. Untuk mengetahui kekuatan tim, belum lama ini Persikaba turut serta dalam turnamen sepak bola Gapensi Cup Piala Walikota Pekalongan. Hasilnya, sangat tidak memuaskan. Meski bermaterikan tambahan lima pemain senior, kesebelasan kebanggaan warga Blora itu takluk 0-2 lawan Persik Kendal pada babak penyisihan di Stadion Kraton. Dengan kekalahan itu, langkah Persikaba terhenti karena turnamen tersebut menggunakan sistem gugur.
‘’Yang lalu biar lah berlalu. Sekarang kita menatap ke depan. Bagaimana Persikaba dipersiapkan dan mengikuti Kompetisi Divisi II 2008,’’ ujar Wahono kemarin.
Dia menekankan tim manajemen berkejaran dengan waktu. Berdasarkan informasi yang diterima, Kompetisi Divisi II akan dimulai 4 Mei. Praktis hanya tinggal satu bulan lebih untuk menyiapkan tim. Wahono mengatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah nama pemain muda yang diharapkan mau memperkuat Persikaba. ‘’Pemain dari luar Blora itu akan kami panggil untuk mengikuti seleksi,’’ tandasnya.
Selain masalah tambahan pemain baru, tim manajemen juga dipusingkan dengan sumber pendanaan untuk membiayai Persikaba. Manajemen tetap mengharapkan kucuran dana dari APBD meski sumber pendanaan lainnya tetap diupayakan. Tim yang berlaga di Kompetisi Divisi II layak mendapatkan dana hibah dari APBD karena tujuan utamanya adalah pembinaan olahraga di daerah. Itu terbukti dengan diterapkannya aturan pembatasan usia pemain yakni maksimal 23 tahun. (H18)

Kalah



TERJANG LAWAN : Penjaga gawang Persikaba Tulus Sapmoko (33) berusaha menangkap bola dari sundulan pemain lawan saat bertanding di Cilegon di Kompetisi Divisi II 2007.


Skuad Laskar Sunan Pojok Dipertahankan
*Kalah 0-2 Lawan Persik

BLORA – Harapan sebagian warga Blora agar Persikaba mampu berprestasi di turnamen sepak bola di Pekalongan tak bisa direalisasikan Sujono dan kawan-kawan. Tim berjuluk Laskar Sunan Pojok itu harus pulang lebih awal ke Blora setelah dalam laga perdananya ditaklukan Persik Kendal dengan skor 0-2 (0-0). Dua gol kemenangan Persik tercipta di babak kedua melalui sundulan kepala Farin (62) dan tendangan berbau off side oleh Slamet Arianto pada menit ke-78. Penerapan sistem gugur oleh panitia menjadikan Persikaba tidak mempunyai kesempatan lagi bertanding di Stadion Kraton Pekalongan.
‘’Kekalahan itu tidak perlu disesali. Kita ambil hikmahnya saja yakni Persikaba harus dipersiapkan lebih baik. Apalagi Kompetisi Divisi II 2008 tidak lama lagi akan dimulai,’’ ujar Ketua Tim Karteker, Wahono kemarin.
Dia mengatakan saat menghadapi Persik, para pemain Persikaba mampu mengusai jalanya pertandingan hingga akhir babak pertama. Beberapa peluang diciptakan striker Lasmani dan Damirin. Namun tak satupun peluang itu membuahkan gol. Menurutnya keadaan berubah ketika pertandingan memasuki babak kedua. Pemain Persik lebih banyak menekan sehingga berhasil menyarangkan gol ke gawang Persikaba yang dijaga kiper senior Tulus Sapmoko. ‘’Kami akui Persik setingkat lebih baik dari Persikaba. Pemain muda kami perlu lebih banyak tampil di depan publik,’’ katanya beralasan.
Wahono mengakui tampilnya lima pemain senior seperti Tulus Sapmoko, Sujono, Anang Dwita, Sukisno dan Eko Nur Adriyanto telah mampu menutupi celah kelemahan pemain U-23. Dia mengatakan sebagian pemain muda masih belum terbiasa tampil di pertandingan resmi yang dilaksanakan di kandang lawan. Pengalaman berharga itulah yang menjadikan tim karteker berketetapan akan mempertahankan keutuhan tim. ‘’Minimal sebagai persiapan mengikuti Kompetisi Divisi II,’’ tandasnya.
Menurutnya dalam waktu dekat para pemain Persikaba akan dikumpulkan lagi untuk menjalani latihan bersama. Pihaknya merencanakan bakal menggelar seleksi untuk mendapatkan beberapa pemain tambahan. ‘’Terutama untuk pemain di posisi ujung tombak dan pemain belakang. Berdasarkan evaluasi pertandingan di Pekalongan, kedua posisi itu paling mendesak dibenahi,’’ katanya. Namun demikian jika ada pemain baru yang kualitasnya bagus, Persikaba kata Wahono akan mempertimbangkan untuk direkrut. ‘’Terlebih dahulu kami lakukan evaluasi menyeluruh. Setelah itu baru seleksi pemain,’’ tandasnya. (H18)

13 March 2008

Berita Divisi I

Jalan Terjal Wakil Jatim


Kompetisi Divisi I Start 13 April
JAKARTA - PSSI akan segera menggulirkan kompetisi musim 2008. Perhelatan Divisi I menjadi pembuka. Pertarungan di kasta ketiga sepak bola nasional itu akan mulai digeber pada 13 April mendatang dan berakhir 22 Juni 2008.

Sebanyak 48 klub berjibaku di Divisi I dan terbagi dalam delapan grup. Mereka akan bertarung memperebutkan enam jatah promosi ke Divisi Utama musim 2009. Sembilan di antara daftar tersebut merupakan tim-tim asal Jawa Timur (Jatim). Jumlah itu termasuk yang paling dominan.

Meski paling dominan, jalan wakil Jatim sangat berat. Sebab, mereka harus berjibaku sesama teman sendiri di babak pertama. Pasalnya, tim-tim Jatim berada dalam grup yang sama. Mereka tergabung di Grup V dan VI.

Lima tim berkumpul di Grup V dan empat lainnya di Grup VI. Penghuni Grup V adalah Persida Sidoarjo, Persedikab Kab Kediri, Persipro Probolinggo, Perseta Tulungagung, dan Persikoba Batu. Sedangkan Grup VI ialah Mojokerto Putra, PSBI Blitar, Persid Jember, dan Persewangi Banyuwangi.

"Dengan situasi seperti ini, peluang kami memang berat. Sebab, ada banyak laga derby Jatim. Karena itu, kami mengajukan permohonan agar tim-tim Jatim dipecah dalam tiga grup," ujar Ali Mustofa, utusan Pengda PSSI Jatim, dalam workshop Divisi I di Jakarta, kemarin (12/3).

Sayang, permintaan Pengda Jatim itu ditolak. Badan Liga Sepak Bola Amatir (BLA) hanya mengakomodasi keberatan PS Biak Papua. PS Biak yang sebelumnya masuk di Grup VII akhirnya dipindah ke Grup VIII karena alasan transportasi. "Ini semua adalah risiko kompetisi. Kami sudah lama menggodok ini. Jadi, semua harus bisa memahaminya," kata Subardi, ketua BLA.

"Perjuangan kami memang berat. Tapi, kami harus bisa menerima keputusan BLA ini," sambung Biqinthorin Musa, ketua harian Persida.

Ajang Divisi I nanti dihajat dalam empat babak. Pada babak pertama, masing-masing grup bermain dengan sistem kompetisi penuh. "Hanya Grup VIII yang pakai sistem home turnamen karena masalah transportasi," ujar Subardi.

Nah, babak kedua hingga keempat akan dijalankan dengan sistem setengah kompetisi. Di babak kedua, grup akan dibagi empat, masing-masing grup dihuni empat tim. Artinya, hanya ada dua tim yang lolos ke babak kedua di masing-masing grup pada babak pertama. (fim/ko)


Pembagian Grup Divisi I 2008

Grup I
1. PSLS Lhokseumawe
2. Persidi Idi Reyeuk
3. PSBL Langsa
4. PSSA Asahan
5. PSKPS Padang Sidempuan
6. Persires Rengat

Grup II
1. Pespessel Pesisir Selatan
2. PS Bungo
3. PSBS Bangkinang
4. PS Palembang
5. PS Banyuasin
6. PSBL Bandar Lampung

Grup III
1. Pro Duta Bandung
2. Pesik Kuningan
3. Persik Kendal
4. Persipur Purwodadi
5. PSISra Sragen
6. PPSM Magelang

Grup IV
1. Persipasi Bekasi
2. PSB Bogor
3. PSKS Krakatau Steel Cilegon
4. Perserang Serang
5. Persipon Pontianak
6. Persepra Palangka Raya

Grup V
1. Persebi Boyolali
2. Persida Sidoarjo
3. Persedikab Kediri
4. Persipro Probolinggo
5. Perseta Tulungagung
6. Persikoba Batu

Grup VI
1. PSMP Mojokerto Putra
2. PSBI Blitar
3. Persid Jember
4. Persewangi Banyuwangi
5. Persiko Kotabaru
6. Perst Tabanan

Grup VII
1. Persemalra Maluku Tenggara
2. Persipal Palu
3. Kendari Utama
4. Persin Sinjai
5. Persipare Pare-Pare

Grup VIII
1. Persiram Raja Ampat
2. Persinab Nabire
3. Persidafon Dafonsoro
4. Persitoli Tolikara
5. Persigubin Pegunungan Bintang
6. Persekaba Yahukimo
7. PS Biak
Dikutip dari Jawa Pos

Lawan Persik


KENANGAN PAHIT : Ujung tombak Persikaba Deni Armanto (5) dikawal ketat pemain Persik dalam pertandingan Kompetisi Divisi II 2007 di Stadion Kebondalem Kendal. Persikaba kalah 0-2 dalam pertandingan tersebut.


Jumpa Persik Di Laga Perdana

BLORA – Persikaba Blora mendapatkan lawan berat di laga perdana turnamen sepak bola piala Walikota Pekalongan, 15-23 Maret . Untuk lolos ke babak berikutnya Sujono dan kawan-kawan terlebih dahulu harus mengalahkan kesebelasan Persik Kendal, Senin (17/3).
Pertandingan antara Persikaba melawan Persik di tempat netral dipastikan berlangsung seru. Pasalnya Laskar Sunan Pojok menyimpang kenangan pahit saat bertemu Persik di Kompetisi Divisi II 2007. Kala itu Persik menjadi tuan rumah. Pasukan dari Blora menyerah 0-2. Namun kekalahan itu hingga kini masih belum bisa dilupakan para pemain Blora. Pasalnya dalam pertandingan yang berlangsung panas tersebut, Persikaba beberapa kali dikerjai wasit. Buntutnya, Laskar Sunan Pojok sempat mogok bertanding saat kedudukan 0-1. Itu terjadi karena wasit menghadiahkan tendangan penalti kepada Untung Sudrajat dan kawan-kawan. Padahal tak satu pun pemain Blora melakukan pelanggaran.
Kini Persik telah lolos ke Divisi I, sedangkan Persikaba tetap di Divisi II. Kedua kesebelasan akan bertemu kembali dalam pertandingan di Pekalongan.
Semangat membalas kekalahan mulai didengungkan. Hari ini Persikaba memulai latihan kembali setelah sehari sebelumnya libur. Kehadiran beberapa pemain dari luar Blora semakin menambah kepercayaan diri tim Persikaba untuk mengalahkan Persik.
Pelatih Brendy menyatakan beberapa pemain dari Bojonegoro, Rembang dan Lamongan akan memperkuat Persikaba. Dia menuturkan para pemain tersebut akan menempati posisi yang ditinggalkan sejumlah pemain Persikaba U-23.
‘’Kami akan padukan kerjasama tim. Kualitas individu pemain menjadi modal bagi kami,’’ ujarnya kemarin.
Ketua Tim Karteker Persikaba, Wahono menyatakan panitia di Pekalongan telah menetapkan pertandingan dengan menggunakan sistem gugur. Jika di babak normal pertandingan berakhir seri, akan dilanjutkan adu tendangan penalti. Dia mengakui Persik adalah lawan berat. Namun ia mempunyai kepercayaan diri Persikaba mampu meladeni permainan tim lawan. ‘’Apalagi kali ini pertandingan dilaksanakan di tempat netral,’’ tandasnya.
Sepengetahuan Wahono, materi pemain Persik sudah berubah total dibanding tahun lalu. Menurutnya beberapa pemain utama Kendal telah pindah ke kesebelasan lain. Diantaranya Taryono ke PSBI Blitar dan Untung Sudrajat serta Susanto mengikuti seleksi di PSIS Semarang. ‘’Persik sekarang mengandalkan pemain lokal sama seperti Persikaba,’’ ujarnya. (H18)

Seleksi Pemain

Seleksi Pemain Belum Akan Digelar

BLORA- Tim karteker yang dibentuk Pengcab PSSI Blora untuk menyiapkan kesebelasan Persikaba yang berlaga di Kompetisi Divisi II 2008 belum akan menggelar seleksi pemain. Mereka lebih memilih menyiapkan diri mengikuti turnamen sepak bola di Kota Pekalongan mulai pekan depan.
Ketua Tim Karteker, Wahono mengatakan kekurangan personil setelah hengkangnya beberapa pemain Persikaba U-23 akan ditutupi dengan datangnya pemain luar daerah. Pihaknya mempersilahkan hadirnya pemain tersebut. Namun dia menegaskan para pemain U-23 yang pernah memperkuat beberapa kesebelasan itu belum akan dikontrak. ‘’Kami harus jeli melihat kemampuan pemain. Kalau kualitas pemain luar daerah itu tidak lebih, kenapa kita tidak memanfaatkan potensi pemain lokal saja,’’ ujarnya kemarin.
Wahono mengakui pasca pindahnya beberapa pemain pilar Persikaba membuat kesiapan tim yang akan berlaga di Pekalongan terganggu. Pihaknya telah berupaya mencari pemain yang dibutuhkan. Selain dari Blora sendiri, para pemain yang diincar datang dari Bojonegoro, Lamongan dan Rembang.
Lebih lanjut Wahono mengemukakan sesuai agenda kerja tim karteker, seleksi pemain Persikaba baru akan dilaksanakan setelah Laskar Sunan Pojok mengikuti turnamen di Pekalongan. Tim karteker bakal melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelumnya akhirnya memutuskan menggelar seleksi pemain. ‘’Tim bayangan Persikaba yang akan mengikuti Divisi II sudah ada. Kami tinggal menyempurnakan kekurangan yang ada,’’ tandasnya.
Brendy, Komisi Pelatih Pengcab PSSI Blora mengatakan pihaknya telah menyampaikan apa saja yang dibutuhkan terkait persiapan tim mengikuti turnamen di Pekalongan. Menurutnya penambahan pemain atas persetujuan tim karteker. Dia menyatakan tim yang akan dibawa ke Pekalongan bermaterikan pemain U-23 dan lima pemain senior. Hal itu untuk menyesuaikan dengan aturan pertandingan yang akan diterapkan di Kompetisi Divisi II 2008. (H18)

11 March 2008

Eksodus lagi


LEPAS : Mantan ujung tombak Persikaba U-23, Riko Pambudiyono (17) kini berlabuh di kesebelasan Persip Pekalongan.


Persikaba Ditinggal Banyak Pemain

BLORA – Berbagai persoalan bertubi-tubi mendera Persikaba Blora. Belum selesai persoalan penunjukan manajer dan tidak jelasnya sumber pendanaan, kini permasalahan lainnya muncul. Yakni pindahnya beberapa pemain U-23 ke daerah lain. Padahal mereka digadang-gadang bakal memperkuat Laskar Sunan Pojok di Kompetisi Divisi II 2008.
Perpindahan pemain itu baru terungkap ketika komisi pelatih Pengcab PSSI Blora yang diketuai Brendy menggelar latihan sejak beberapa hari terakhir dalam rangka persiapan mengikuti turnamen sepak bola di Kota Pekalongan.
Saat hendak dipanggil kembali, beberapa pemain Persikaba U-23 yang pernah meraih prestasi juara pertama di turnamen sepak bola Bupati Blora Cup I ternyata telah pindah ke klub lain. Mereka diantaranya striker Riko Pambudiyono yang lebih memilih memperkuat Persip Pekalongan dan Mustari ke Persipa Pati. Selain itu stopper Dian, pindah ke salah satu kesebelasan Divisi III di Tasikmalaya Jabar.
Perpindahan pemain itu terjadi karena Pengcab PSSI Blora belum mengikat para pemain tersebut dalam sebuah kontrak resmi. Usai berlaga di Turnamen Bupati Blora Cup I, Persikaba U-23 vakum. Akibatnya beberapa pemain mencoba mengadu peruntungan ke klub lain.
‘’Sebenarnya kami menginginkan mereka tetap di Blora. Namun kami tidak bisa memaksakan kehendak. Pemain itu telah memutuskan pilihannya,’’ ujar Brendy kemarin.
Dia mengakui perpindahaan pemain itu mempengaruhi kesiapan tim Persikaba yang akan berlaga di Pekalongan mulai pekan depan. Namun hal itu bukan menjadi penyebab persiapan tim apa adanya. Brendy menuturkan dirinya berupaya mendapatkan pemain pengganti di posisi yang ditinggalkan para pemain tersebut. Pelatih yang mengantarkan Persikaba beranjak dari Divisi III ke Divisi II di tahun 2006 itu menyebutkan beberapa pemain dari Rembang dan Bojonegoro Jatim diundang untuk mengikuti latihan bersama di Stadion Kridosono. Jika pemain tersebut kualitasnya bagus, pihaknya akan menyertakan mereka ke Pekalongan. Brendy mengatakan beberapa pemain luar daerah telah menyatakan minatnya memperkuat Persikaba. Hanya saja pihaknya belum berani mengambil keputusan karena hal itu terkait pula dengan pendanaan. (H18)

10 March 2008

Tolak Hak



SALING DORONG : Ujung tombak Persikaba U-23, Mustari (23) adu dorong dengan pemain Pati Selection dalam pertandingan turnamen Bupati Blora Cup I di Stadion Kridosono Blora belum lama ini.


Warsit Tak Akan Gunakan Hak Prerogatif
*Penunjukan Manajer Persikaba

BLORA – Proses penetapan manajer Persikaba makin berlarut-larut. Pasalnya Ketua Umum Pengcab PSSI Blora HM Warsit memastikan tidak akan menggunakan hak prerogatifnya dalam menunjuk manajer Laskar Sunan Pojok. Padahal jika hak tersebut dipakai, publik sepak bola di Blora saat itu juga sudah bisa mengetahui siapa manajer yang akan mendampingi tim kesayangannya berlaga di Kompetisi Divisi II 2008.
Warsit yang juga ketua DPRD lebih memilih menyerahkan keputusan penetapan manajer pada musyawarah pengurus. Menurutnya hal itu lebih demokratis dibanding penggunaan hak prerogatif. ‘’Terserah hasil musyawarah pengurus. Saya tidak akan memakai hak itu (prerogatif, Red),’’ ujarnya kemarin.
Wacana penggunaan hak prerogatif muncul dalam rapat pleno Pengcab PSSI Blora, Rabu (5/3) di Hotel Almadina. Kala itu rapat pleno memutuskan tidak ada calon yang layak ditetapkan menjadi manajer Persikaba. Pengurus sebelumnya telah membuka pendaftaran bagi siapa saja yang berminat menjadi manajer. Selama empat hari masa pendaftaran hanya dua orang saja yang mendaftar, yakni Ahmad Zaidun dan Agus Listiyono. Kedua orang ini selanjutnya diundang untuk menyampaikan visi dan misi di hadapan rapat pleno. Namun keputusan akhir menyatakan tidak ada satu orang pun calon yang layak menjadi manajer. Ketidaklayakan itu terkait kepastian sumber pendanaan yang akan digunakan untuk pembentukan tim dan keikutsertaan Persikaba di Divisi II. Setidaknya dibutuhkan dana awal Rp 450 juta untuk membentuk tim (kontrak dan gaji pemain). Dana awal itu diperlukan karena hingga kini Persikaba belum jelas apakah mendapat kucuran dana dari APBD atau tidak.
Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan Pemain, Wahono mengatakan pihaknya secara lisan sudah menyampaikan hasil rapat pleno pengurus tersebut kepada ketua umum HM Warsit. Menurutnya pengurus sekali lagi akan menggelar rapat untuk menentukan kelanjutan langkah Persikaba. Rencananya rapat itu akan menghadirkan pula Bupati RM Yudhi Sancoyo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang Sulistya. ‘’Bukan hanya persoalan manajer, sumber pendanaan juga harus pasti. Karena itulah kami akan mengundang bupati dan sekda,’’ tandasnya.
Sementara itu Bendahara Pengcab PSSI Blora, Kunto Aji menyatakan panitia anggaran (Panggar) DPRD dalam waktu dekat ini akan menggelar rapat pembahasan RAPBD. Dalam rapat itu kata Kunto, akan dibahas pula bantuan hibah dalam APBD untuk pembinaan olahraga di Blora, satu diantaranya sepak bola. (H18)

09 March 2008

Ke Pekalongan


KAPTEN TIM : Kapten kesebelasan Persikaba Sujono (11) akan memimpin rekan-rekanya mengikuti turnamen Piala Walikota Pekalongan, pekan depan. Keikutsertaan Laskar Sunan Pojok dalam turnamen itu sebagai persiapan sebelum berlaga di Divisi II 2008.


Persikaba Mulai Tancap Gas

BLORA – Persikaba Blora hingga kini belum mempunyai manajer. Namun bukan berarti menjelang keikutsertaannya di Kompetisi Divisi II 2008, tim berjuluk Laskar Sunan Pojok itu tanpa persiapan. Makin dekatnya kompetisi yang rencananya digulirkan 4 Mei, membuat Pengcab PSSI Blora mengambil sikap. Sembari menunggu proses penetapan manajemen selesai, sejumlah pengurus diberi tugas menyiapkan tim yang akan berlaga di Divisi II.
Brendy yang sehari-hari menjabat komisi pelatih Pengcab PSSI Blora ditunjuk menjadi karateker pelatih. Dalam menjalankan tugasnya dia didampingi Sugiyanto. Kedua orang ini sebelumnya menjadi tim pelatih dan mengantarkan Persikaba U-23 meraih juara pertama turnamen Bupati Blora Cup I belum lama ini.
Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan Pemain, Wahono dipercaya sebagai komandan yang menyiapkan tim Laskar Sunan Pojok. Sedangkan jajaran pengurus lainnya menjalankan tugas sesuai jabatan yang selama ini diemban di Pengcab PSSI Blora. ‘’Pembentukan tim tetap menjadi kewenangan manajer. Kami sekadar membantu. Apakah nanti tim yang telah disiapkan tetap dipakai atau tidak, semuanya terserah manajer,’’ ujar Ketua Bidang Organisasi Pengcab PSSI, Winoto kemarin.
Turnamen
Dan, seakan tidak mau ketinggalan dengan tim Divisi II lainya yang telah menyiapkan diri, tim karateker langsung bergerak cepat. Sabtu (8/3), seluruh pemain Persikaba U-23 dikumpulkan di Stadion Kridosono. Mustari dan kawan-kawan pada hari itu juga menggelar latihan bersama lima orang pemain Persikaba senior yakni Sujono, Tulus Sapmoko, Eko Nur Adriyanto, Sukisno, Anang Dwita dan Heriyanto.
Menurut Wahono, para pemain tersebut dipanggil kembali sebagai persiapan Persikaba mengikuti turnamen sepak bola piala Walikota Pekalongan yang digelar 15-23 Maret. Menurutnya Laskar Sunan Pojok akan turut serta dalam turnamen yang antara lain diikuti tim selevel Persikaba seperti PSCS Cilacap, Persibas Banyumas. Selain itu kesebelasan Divisi I yakni PSISra Sragen dan Persik Kendal dan kesebelasan Divisi III Jateng seperti PSIK Klaten, Persap Purbalingga dan tuan rumah Persip Pekalongan. ‘’Kami akan memberangkatkan tim yang juga disiapkan mengikuti kompetisi Divisi II,’’ katanya.
Dia mengatakan penambahan pemain tetap dimungkinkan untuk meningkatkan kualitas tim. Wahono menyebutkan sejumlah pemain U-23 dari beberapa daerah di Jateng dan Jatim dalam waktu dekat ini akan datang ke Blora untuk memperkuat Persikaba. ‘’Rencananya kami akan bawa mereka ke Pekalongan. Sekalian untuk menjajal kemampuan pemain. Kalau bagus bukan tidak mungkin akan kami rekrut,’’tandasnya. (H18)

02 March 2008

Gagal Manajer



BELUM PUNYA MANAJER : Pemain Persikaba Blora melakukan pemanasan di Stadion Krakatau Steel Cilegon Banten saat mengikuti Kompetisi Divisi II 2007.


Gagal Tetapkan Manajer Persikaba
*Buka Pendaftaran

BLORA – Rapat pleno Pengcab PSSI Blora Jumat (29/2) sore kemarin gagal menyepakati penunjukan manajer tim Persikaba 2008. Pengurus lebih memilih membuka pendaftaran bagi siapa saja yang menginginkan menjadi manajer Laskar Sunan Pojok.
Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan agar manajer yang ditetapkan nanti sesuai dengan yang dikehendaki masyarakat. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi calon manajer mengundurkan diri ketika pengurus menetapkan keputusannya.
‘’Kami tidak ingin dikatakan otoriter. Sebenarnya bisa saja pengurus menunjuk manajer dalam rapat tadi. Tapi hal itu tidak dilakukan karena forum menghendaki dibukanya pendaftaran calon manajer,’’ ujar Ketua Umum Pengcab PSSI Blora, HM Warsit kemarin.
Dia menyatakan satu tim kecil telah dibentuk untuk merumuskan mekanisme pendaftaran. Tim itu nanti yang menyampaikan hasil pendaftaran kepada pengurus. ‘’Selanjutnya kami akan menggelar rapat pleno lagi untuk menetapkan siapa calon manajer yang akan menjadi manajer,’’ katanya.
Ketua tim pendaftaran, Wahono mengatakan pendaftaran dibuka mulai hari ini (1/3) hingga Selasa (4/3). Dia menyebutkan salah satu persyaratan penting yang harus disampaikan calon manajer yang mendaftar adalah kesiapan menyediakan dana Rp 450 juta jika ditunjuk menjadi manajer. Menurutnya dana tersebut akan digunakan menyeleksi hingga kontrak pemain. Karena hingga kini belum jelas apakah Laskar Sunan Pojok memperoleh kucuran dana dari APBD atau tidak.
Menurut Wahono calon manajer yang telah mendaftar akan diundang menyampaikan visi dan misi di hadapan rapat pleno pengurus. ‘’Selasa pukul 15.00 pendaftaran ditutup. Sedangkan penyampaian visi dan misi kami rencanakan Rabu pukul 14.00,’’ katanya. (H18)

28 February 2008

Penentuan Calon Manajer



LASKAR SUNAN POJOK : Pemain inti kesebelasan Persikaba 2007 sebelum bertanding di Divisi II. Tahun ini Laskar Sunan Pojok kembali akan berlaga di Divisi II dengan mayoritas pemain berusia 23 tahun.


Penunjukan Calon Manajer Ditentukan Hari Ini
*Pengurus Gelar Rapat Pleno

BLORA – Siapa calon manajer Persikaba 2008 akan diketahui hari ini (29/2). Pengcab PSSI Blora mengagendakan rapat pleno di hotel Al Madina pukul 13.00 untuk menentukan figur manajer yang akan mendampingi Laskar Sunan Pojok di Kompetisi Divisi II yang rencananya dimulai 4 Mei. Selain manajer dalam rapat itu akan ditetapkan pula personalia tim manajemen Persikaba 2008 serta program kerja persepakbolaan di Blora selama satu tahun.
Sekretaris Pengcab PSSI Blora, Kiswoyo menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya siapa manajer yang akan ditunjuk kepada peserta rapat pleno. Dia menyatakan figur-figur calon manajer yang selama ini disebut-sebut sengaja tidak diundang dalam rapat. ‘’Namanya saja rapat pleno pengurus. Kalau bukan pengurus, tentu tidak akan kami undang,’’ ujarnya kemarin.
Jalannya rapat pleno diperkirakan berlangsung alot. Sebab tidak mudah bagi pengurus untuk menentukan siapa calon manajer Persikaba. Dari enam nama calon manajer yang muncul dari hasil pertemuan informal pengurus Selasa (19/2) malam, seluruhnya mempunyai peluang yang sama menduki top manajemen. Selain telah mempunyai hubungan baik dengan pengurus, keenam nama calon manajer itu sudah tidak asing lagi di telinga pecinta sepak bola di Blora. Mereka juga selama ini kerap membantu Persikaba.
Keenam calon manajer itu adalah Agus Untoro pengusaha marmer asal Jepon, Ahmad Zaidun kalangan muda yang mencalonkan diri menjadi manajer serta Eko Budi Risetiawan yang kini menjabat direktur utama PDAM. Selain itu Riadi Atmodipuro mantan manajer Persikaba 2004, Wahono ketua bidang kompetisi dan pembinaan pemain Pengcab PSSI Blora serta Abu Nafi kepala badan pengawas pembangunan daerah (Bawasda). Namun belakangan Abu Nafi menyatakan tidak bersedia menjadi manajer. Dia memberikan peluang kepada calon lainnya untuk mendampingi Persikaba.
Berbagai pertimbangan akan menjadi landasan utama bagi pengurus untuk menetapkan keputusannya. Diantaranya adalah akses yang dimiliki para calon manajer untuk mendapatkan sejumlah dana yang dibutuhkan Persikaba. Minimal dana untuk menggelar seleksi hingga kontrak pemain, sebelum jelas apakah Laskar Sunan Pojok memperoleh kucuran dana dari APBD. Selain itu faktor lainnya yang menjadi pertimbangan diantaranya komitmen manajer untuk membawa Persikaba meraih prestasi, minimal lolos ke Divisi I. ‘’Bisa saja akan ada calon lain yang mengemuka selain enam nama yang pernah disebut-sebut,’’ kata Wahono, ketua bidang kompetisi dan pembinaan pemain Pengcab PSSI Blora.
Dia menyatakan tugas manajer sangat berat. Menurutnya manajer harus lah orang yang dapat dipercaya dan bertanggungjawab. ‘’Pertanggungjawabannya nanti kepada masyarakat karena terkait dengan prestasi yang membawa nama baik Blora,’’ tandasnya. (H18)

22 February 2008

Pembagian Grup


IMBANG : Pemain sayap kiri Persikaba, Widodo Lestari (kanan) berupaya menggiring bola ke daerah pertahanan Perseta Tulungagung Jatim dalam pertandingan Divisi III 2006. Laga tersebut berakhir imbang, 1-1.


Persikaba di Grup Berat

BLORA – Langkah Persikaba mengarungi Kompetisi Divisi II tahun ini diperkirakan tidak akan berjalan mulus. Keinginan sebagian pecinta sepak bola agar Laskar Sunan Pojok lolos ke Divisi I tampaknya berat untuk direalisasikan. Selain karena hingga kini manajemen belum ditetapkan sehingga menyebabkan terkendalanya pembentukan tim, Persikaba juga berada satu grup dengan tim-tim tangguh. Kualitas pemain yang bagus menjadi syarat mutlak untuk memenangi setiap pertandingan.
‘’Pembagian grup Kompetisi Divisi II kali sangat tidak menguntungkan Persikaba. Laskar Sunan Pojok harus bentrok dengan tim-tim dari Jatim yang selama ini dikenal bagus,’’ ujar Amin Farid, salah seorang pemerhati sepak bola Blora.
Sesuai dengan pembagian grup yang diputuskan Badan Liga Amatir (BLA) PSSI, Persikaba berada di grup di Grup 5B bersama Persika Karanganyar (Jateng) dan tiga kesebelasan dari Jatim yakni PSBK Blitar, Persam Mojokerto dan Persepam Pamekasan. Sedangkan kesebelasan dari Jateng lainnya seperti Persipa Pati, berada di Grup 4B bersama PSISa Salatiga dan Persigar Garut serta Persitas Tasikmalaya (Jabar). Persibas Banyumas dan PSCS Cilacap berada di Grup 5A dengan Persika Karawang dan Persikas Subang (Jabar) serta Persekam Kabupaten Malang (Jatim). Kompetisi juga diikuti sejumlah kesebelasan dari seluruh provinsi di Indonesia. Jumlahnya sebanyak 64 kesebelasan. Sistem pertandingan yang digunakan kompetisi penuh.
Amin Farid mengatakan kekuatan tim dari Jatim tidak bisa dianggap remeh. Dia mencontohkan, tahun lalu PSBK Blitar meraih juara pertama Kompetisi Divisi III Nasional. Sedangkan Persam Mojokerto juara ketiga. Berdasarkan pengamalan Divisi II tahun sebelumnya, dua kesebelasan di peringkat atas di setiap grup bakal lolos ke babak berikutnya sekaligus memastikan diri melangkah ke Divisi I. ‘’Jika ingin lolos ke Divisi I, Persikaba harus bisa mengalahkan PSBK dan Persam dan kesebelasan lainnya di Grup 5B. Padahal hal itu tidak mudah. Saya mendengar tim-tim dari Jatim sudah sejak lama menyiapkan diri mengikuti Divisi II. Sementara Persikaba belum,’’ katanya.
Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan Pemain Pengcab PSSI Blora, Wahono menyatakan Persikaba berada di grup berat. Dia mengakui kesebelasan dari Jatim mempunyai kualitas yang bagus. Hanya saja, kata Wahono, keberhasilan satu kesebelasan tidak hanya diukur dari kualitas pemain, melainkan juga faktor lain. ‘’Dengan kekompakan tim, semangat pantang menyerah dan dukungan warga Blora, kami tetap optimis Persikaba bisa berprestasi,’’ tandasnya.
Menurutnya pengurus sudah berkomitmen tahun ini prestasi Laskar Sunan Pojok harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. ‘’Target lolos ke Divisi I tidak bisa ditawar lagi. Oleh karena itu kami akan menunjuk manajer yang komitmennya sama dengan pengurus,’’ tandasnya. (H18)

Grafis :

Pembagian Grup Kompetisi Divisi II 2008

Grup 4B
Persipa Pati
PSISa Salatiga
Persigar Garut
Persitas Tasikmalaya

Grup 5B
Persikaba Blora
Persika Karanganyar
PSBK Blitar
Persam Mojokerto
Persepam Pamekasan

Abu Nafi Calon Kuat

Calon Manajer Mengerucut ke Satu Nama

BLORA – Siapa figur yang akan ditunjuk menjadi manajer Persikaba 2008 memang masih harus menunggu rapat pleno pengurus PSSI Blora dalam waktu dekat ini. Meski demikian, di kalangan internal pengurus makin santer beredar kabar satu nama calon manajer yang dijagokan mendampingi Persikaba di Kompetisi Divisi II.
Dari enam nama calon manajer yang muncul dari hasil pertemuan informal pengurus Selasa (19/2) malam, seluruhnya mempunyai peluang yang sama menduki top manajemen. Selain telah mempunyai hubungan baik dengan pengurus, keenam nama calon manajer itu sudah tidak asing lagi di telinga pecinta sepak bola di Blora. Mereka juga selama ini kerap membantu Persikaba. Keenam calon manajer itu adalah Agus Untoro pengusaha marmer asal Jepon, Ahmad Zaidun kalangan muda yang mencalonkan diri menjadi manajer serta Eko Budi Risetiawan yang kini menjabat direktur utama PDAM. Selain itu Riadi Atmodipuro mantan manajer Persikaba 2004, Wahono ketua bidang kompetisi dan pembinaan pemain Pengcab PSSI Blora serta Abu Nafi kepala badan pengawas pembangunan daerah (Bawasda).
‘’Nama-nama yang muncul mempunyai peluang yang sama menjadi manajer Persikaba. Hanya saja karena yang ditunjuk hanya satu orang, maka pengurus akan menggelar rapat pleno untuk memutuskan siapa yang diberi amanah menjadi manajer,’’ ujar Bendahara PSSI Blora, Kunto Aji kemarin.
Namun dari kalangan internal pengurus belakangan ini terhembus kabar satu calon yang disebut-sebut memiliki kans lebih besar menduduki jabatan manajer. Dia adalah Abu Nafi. Pria yang juga menjabat ketua umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Blora itu dinilai sebagai figur yang pas untuk membentuk dan mendampingi kesebelasan Laskar Sunan Pojok yang akan berlaga di Divisi II mulai 4 Mei.
Salah satu pertimbangan yang akan dipakai pengurus guna menetapkan keputusannya adalah akses yang dimiliki para calon manajer itu untuk mendapatkan sejumlah dana yang dibutuhkan Persikaba. Minimal dana untuk menggelar seleksi hingga kontrak pemain, sebelum jelas apakah Laskar Sunan Pojok memperoleh kucuran dana dari APBD. Selain itu faktor lainnya yang menjadi pertimbangan diantaranya komitmen manajer untuk membawa Persikaba meraih prestasi, minimal lolos ke Divisi I.
Saat dikonfirmasi Abu Nafi menyatakan menghormati sepenuh keinginan pengurus yang mencalonkan dirinya sebagai manajer. Hanya saja ketua dewan tanfidz Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) itu mengatakan perlunya pertemuan dengan Pengcab PSSI terlebih dahulu sebelum akhirnya ia memutuskan sikap. ‘’Ya, ketemu satu meja dulu. Sehingga saya tahu visi dan misi dan komitmen pengurus itu seperti apa. Barulah setelah itu saya menentukan sikap,’’ ujarnya. (H18)

Calon Manajer

Muncul Enam Figur Calon Manajer Persikaba

BLORA – Sebanyak enam nama figur calon manajer Persikaba 2008 akan dibawa pengurus PSSI Blora dalam rapat pleno. Keenam nama itu muncul setelah sejumlah pengurus menggelar pertemuan informal kemarin. Pertemuan tersebut dalam rangka menyikapi makin dekatnya pelaksanaan Kompetisi Divisi II 2008 yang rencananya digulirkan 4 Mei.
Keenam nama calon manajer itu adalah Agus Untoro pengusaha marmer asal Jepon, Ahmad Zaidun kalangan muda yang mencalonkan diri menjadi manajer serta Eko Budi Risetiawan yang kini menjabat direktur utama PDAM. Selain itu Riadi Atmodipuro mantan manajer Persikaba 2004, Wahono ketua bidang kompetisi dan pembinaan pemain Pengcab PSSI Blora serta Abu Nafi kepala badan pengawas pembangunan daerah (Bawasda).
Meski sebagian dari calon manajer itu belum menegaskan dirinya mau mengemban amanah sebagai manajer Laskar Sunan Pojok namun mereka siap mendampingi Persikaba mengarungi Kompetisi Divisi II. ‘’Kami sudah menghubungi keenam calon manajer itu. Pada intinya mereka siap. Kami tinggal menggelar rapat pleno untuk memutuskan siapa dari enam calon itu yang akan menjadi manajer Persikaba 2008,’’ ujar Wahono yang kali ini bertindak sebagai juru bicara Pengcab PSSI Blora, usai rapat informal kemarin.
Dia mengatakan pertanyaan kesiapan keenam calon tersebut sengaja diajukan karena pihaknya tidak menghendaki setelah digelar rapat pleno dan memutuskan menunjuk seorang manajer, calon tersebut mengundurkan diri. Wahono mengakui tugas manajer di musim kompetisi tahun ini sangat berat. Itu terjadi karena hingga kini Persikaba belum mendapatkan kepastian berapa jumlah alokasi dari APBD. ‘’Minimal calon manajer itu mempunyai jaminan yang jelas akan mendapatkan dana dari mana untuk menalangi persiapan pembentukan tim. Meski pada dasarnya kami sangat berharap kuncuran dana APBD,’’ tandasnya.
Dihubungi terpisah salah seorang calon manajer Persikaba, Ahmad Zaidun menyatakan dirinya akan berupaya semaksimal mungkin menggali sumber dana yang dibutuhkan Persikaba. ‘’Pada intinya saya siap. Mari kita bekerja bersama untuk memajukan Persikaba,’’ ujarnya. Sedangkan para calon manajer lainnya masih terkesan malu-malu untuk menyatakan kesiapannya. ‘’Saya rasa masih banyak figur lain yang cocok menjadi manajer Persikaba. Kalau untuk membantu Persikaba, saya siap. Tapi jika ditunjuk menjadi manajer, terus terang saya belum siap,’’ ujar Eko Budi Risetiawan. Sedangkan Agus Untoro atau yang akrab disapa Tik Un memilih menunggu perkembangan situasi terlebih dahulu sebelum memutuskan sikap. (H18)

24 January 2008

Yunior Eksodus


UJUNG TOMBAK : Riko (17), salah seorang striker Persikaba U-23 saat memperkuat Laskar Sunan Pojok di turnamen Bupati Blora Cup I.

Pemain Persikaba U-23 Mulai Eksodus

BLORA – Kerja keras manajemen Persikaba Blora U-23 membentuk kesebelasan yang berlaga di turnamen sepak bola Bupati Blora Cup I seakan tidak ada arti. Belum kunjungnya Pengcab PSSI Blora menunjuk manajemen baru yang bertugas meramu tim Persikaba yang berlaga di Kompetisi Divisi II 2008 membuat beberapa pemain Laskar Sunan Pojok mulai eksodus ke kesebelasan lain. Kabarnya, dua ujung tombak yang pernah memperkuat Persikaba U-23 tengah mengadu peruntungan dengan mengikuti seleksi di salah satu kesebelasan di Jateng yang satu level dengan Laskar Sunan Pojok yakni Persipa Pati. Keduanya kini menunggu kepastian apakah lolos atau tidak di kesebelasan tersebut. Kedua pemain itu maupun pemain Persikaba lainnya tidak bisa disalahkan jika mereka hendak pindah ke klub lain. Pasalnya hingga kini belum ada kejelasan status mereka di Persikaba. Perjanjian kontrak belum pernah disodorkan apalagi ditandatangani manajemen dengan pemain. Padahal para pemain butuh kepastian status. Maka tidak mengherankan begitu ada kesempatan melamar ke klub lain, mereka pun dengan penuh kepercayaan diri mengikuti seleksi di kesebelasan tersebut. Sekretaris Pengcab PSSI Blora, Kiswoyo mengakui adanya dua pemain Persikaba U-23 yang kini tengah mengikuti seleksi di Persipa Pati. Menurutnya sesuai dengan agenda kerja yang pernah disusun, mayoritas pemain Persikaba U-23 akan dipertahankan guna memperkuat Laskar Sunan Pojok di Kompetisi Divisi II 2008. Minimal seminggu sekali para pemain yang mengantarkan Persikaba meraih piala Bupati Blora Cup I tersebut dikumpulkan untuk menggelar latihan bersama. Hanya saja agenda tersebut hingga kini belum dilaksanakan. Ketiadaan dana menjadi salah satu penyebabnya. ‘’Kami akan menghubungi kedua pemain tersebut dan para pemain lainnya. Setidaknya dengan pengertian dan pendekatan dari hati ke hati mereka tetap akan bertahan di Persikaba,’’ ujar Kiswoyo, kemarin. ‘’Kami akan gandoli para pemain,’’ kata Kunto Aji, bendahara Pengcab PSSI Blora. Sementara mantan pelatih Persikaba U-23, Brendy mengatakan ia tidak bisa berbuat banyak jika para pemain yang pernah dilatihnya itu pindah ke kesebelasan lain. ‘’Kalau pemain sudah memutuskan seperti itu, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena para pemain itu belum menandatangani kontrak. Para pemain juga butuh kepastian,’’ tandasnya. (H18)

Pemain Senior Kabur


PEMAIN LOKAL : Striker Dian Jambul Kristanto (kanan) saat memperkuat Persikaba Blora di Kompetisi Divisi III.


Bakal Kehilangan Pemain Senior Lokal

BLORA – Sejumlah mantan pemain Persikaba yang notabene pemain lokal berencana mengadu peruntungan dengan mengikuti seleksi di sejumlah kesebelasan Divisi I di Jateng. Itu terjadi karena hingga kini Pengcab PSSI Blora belum menentukan manajemen yang akan membentuk tim Laskar Sunan Pojok yang berlaga di Kompetisi Divisi II 2008.
Sejumlah kesebelasan di Jateng yang akan turut serta meramaikan Kompetisi Divisi I maupun Divisi II kini tengah menggelar seleksi pemain. Sebut saja Persipa Pati. Kesebelasan yang mendapat tiket gratis ke Divisi II itu sejak dua pekan lalu mengadakan seleksi pemain. Demikian juga dengan PSCS Cilacap dan Persibas Banyumas. Bahkan kedua kesebelasan yang bakal menjadi rival Persikaba di Divisi II itu telah usai menyeleksi pemain sejak akhir Desember.
Sedangkan tim Divisi I seperti PSISra Sragen, Persik Kendal dan Persipur Purwodadi juga tengah menjaring pemain baru. Terakhir kesebelasan PPSM Magelang yang kini diarsiteki Siswanto mantan pelatih PSKPS Padang Sidempuan juga sedang menyeleksi pemain. Sejumlah mantan pemain Persikaba menunjukan minatnya mengikuti seleksi di beberapa kesebelasan Divisi I tersebut. Hal itu sangat beralasan. Sebab, Badan Liga Amatir (BLA) PSSI selaku penyelenggara Kompetisi Divisi I tidak membatasi usia pemain. Berbeda halnya dengan Divisi II yang para pemainnya maksimal berusia 23 tahun dengan tambahan lima pemain senior namun hanya tiga orang saja yang diturunkan di setiap pertandingan.
Anang Dwita salah seorang mantan Persikaba menyatakan telah mendapatkan informasi PPSM menggelar seleski pemain pekan ini hingga Februari nanti. Diapun berencana datang ke Magelang untuk mengikuti seleksi. ‘’Barang kali saja diterima,’’ ujar warga Kelurahan Tempelan Blora tersebut, kemarin.
Bagi mantan pemain Persikaba, PPSM bukan tim yang asing lagi. Di Tahun 2007, PPSM selevel dengan Persikaba di Divisi II. Namun PPSM lebih mujur menjadi tuan rumah sehingga mampu lolos ke Divisi I. Satu mantan pemain Laskar Sunan Pojok, yakni Supri Andry, kini memperkuat PPSM. Mantan striker Persikaba lainnya, Dian Jambul Kristanto diperkirakan juga bakal memperkuar PPSM. Pasalnya pemain asli Cepu itu tahun lalu membela PSKPS yang saat itu dilatih Siswanto.
Satu pemain lokal Blora lainnya yaitu Eko Nur Adriyanto juga berencana mengadu peruntungan ke tim Divisi I. Bahkan dia jauh-jauh hari sudah mengurus surat pindah dari Persikaba. (H18)

21 January 2008

Bursa Manajer



KERANGKA TIM : Para pemain Persikaba U-23 melakukan pemanasan sebelum bertanding di turnamen Bupati Blora Cup I belum lama ini. Mereka diharapkan mampu membawa Persikaba lolos ke Divisi I.


Faktor Nonteknis harus Lebih Diperhatikan

BLORA – Keberhasilan tim-tim Divisi II melaju ke Divisi I di musim kompetisi 2007 tidak terlepas dari faktor nonteknis. Persik Kendal misalnya. Kesebelasan yang dilatih Firmandoyo itu mendapat perlakuan istimewa dari Badan Liga Amatir (BLA) PSSI dengan ditunjuk dua kali menjadi tuan rumah. Dengan bertanding di hadapan pendukungnya sendiri, Persik akhirnya lolos ke babak kedua Kompetisi Divisi II sekaligus melaju ke Divisi I.
Sejumlah pengurus Pengcab PSSI Blora menilai selain materi pemain Persik cukup bagus, keberhasilan tim didukung pula faktor nonteknis. Salah satunya kekuatan lobi ke BLA PSSI.
‘’Kalau manajemen Persik tidak lihai, tidak mungkin Kendal dua kali berturut-turut ditunjuk menjadi tuan rumah,’’ ujar Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan Pemain PSSI Blora, Wahono, Senin (21/1) kemarin.
Dia lantas membandingkannya dengan Persikaba Blora. Selama keikutsertaannya di Divisi II, Laskar Sunan Pojok tak pernah sekalipun ditunjuk menjadi tuan rumah. Menurutnya hal itu bukan disebabkan karena faktor lain seperti stadion yang kurang layak maupun infrastruktur lainnya. ‘’Stadion Kridosono cukup layak. Saat di Divisi III nasional, Blora pernah ditunjuk sebagai tuan rumah,’’ katanya.
Dia menilai manajemen Persikaba 2007 kurang memperhatikan faktor nonteknis. Padahal menurutnya faktor nonteknis sepak bola di Indonesia terutama di kasta Divisi III dan Divisi II masih sangat mendominasi. ‘’Kualitas kesebelasan tetap harus bagus. Namun di luar itu faktor nonteknis harus tetap diperhatikan,’’ tandasnya.
Terkait dengan hal itu Wahono berpendapat jajaran manajemen Persikaba 2008 haruslah diisi personil yang paham betul seluk beluk sepak bola di Indonesia. Dia tidak menghendaki kegagalan Persikaba di Divisi II 2007 tidak terulang lagi tahun ini. ‘’Jangan kita merasa bangga dengan keunggulan materi pemain dan melupakan faktor nonteknis. Manajer haruslah diisi oleh mereka yang tidak alergi faktor nonteknis itu,’’ tandasnya. (H18)

Manajer Baru



TUNGGU KEPASTIAN : Pemain belakang Persikaba U-23, Ngaspani (19) berupaya mempertahankan bola yang dikuasainya dari sergapan pemain Pati Selection. Pemain Persikaba akan dikumpulkan lagi setelah manajemen baru terbentuk.


Persikaba Butuh Manajer Baru

*Nama Bupati Disebut


BLORA – Keinginan sejumlah kalangan agar manajemen yang mengantar Persikaba U-23 menjuarai Bupati Blora Cup I dipertahankan tampaknya tidak akan terpenuhi. Sang manajer, Winoto mempersilahkan Pengcab PSSI Blora menunjuk manajer baru yang bertugas menyiapkan dan mendampingi Laskar Sunan Pojok berlaga di Kompetisi Divisi II 2008. Dia belum bersedia meneruskan tugas manajer seperti yang pernah diembannya di turnamen Bupati Blora Cup I belum lama ini. ‘’Tugas manajer itu sangat berat. Selain itu menyita waktu dan tenaga. Ada baiknya pengurus mencari manajer baru. Saya lempok (capai, red),’’ ujar Winoto kemarin sembari tersenyum.Dia menyatakan tugasnya sebagai manajer Persikaba U-23 sudah selesai. Dalam waktu dekat ini dirinya akan memberikan laporan pertanggungjawaban sekaligus menyerahkan Mustari dan kawan-kawan kepada pengurus. Winoto yang juga mantan Camat Jiken itu menyebutkan cukup banyak warga Blora yang mempunyai kepedulian dan mau berkorban untuk kemajuan Persikaba. Menurut kasubdin perindustrian di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop), mereka layak diberikan mandat menjadi manajer. ‘’Saya rasa pengurus sudah tahu siapa saja yang selama ini memberi perhatian kepada Persikaba,’’ katanya tanpa menyebutkan nama orang-orang tersebut. Di kalangan pengurus dan pemerhati sepak bola di Blora kini mulai disebut-sebut sejumlah nama yang layak menjadi manajer Persikaba Divisi II 2008. Ada yang menghendaki manajer tidak lagi dipegang pejabat pemerintahan baik di eksekutif maupun legislatif. Kalangan swasta yang faham dunia sepak bola perlu diberi kesempatan menjadi manajer. Namun tidak sedikit pula yang mengusulkan sejumlah nama pejabat. Satu diantaranya nama Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo. Mereka menilai selama ini bupati sangat peduli dengan perkembangan sepak bola di daerah yang dipimpinya. Itu ditunjukan dengan kesediaannya menghadiri dan menonton pertandingan di Liga Persikaba maupun di turnamen Bupati Blora Cup I. Bukan hanya itu, saat masih menjabat wakil bupati, Yudhi Sancoyo kerap turut serta mendampingi persiapan Sujono dan kawan-kawan sebelum tampil di Kompetisi Divisi II 2007. Sekretaris Pengcab PSSI Blora, Kiswoyo menyatakan jajaran pengurus dalam waktu dekat ini akan mengadakan pertemuan dalam rangka pembubaran panitia Liga Persikaba 2007 dan Bupati Blora Cup I. Saat pembubaran itulah akan dibicarakan pula persiapan Laskar Sunan Pojok mengikuti Kompetisi Divisi II 2008. ‘’Melalui musyawarah bersama, dalam rapat itu akan ditunjuk siapa yang menjadi manajer Persikaba,’’ tandasnya. (H18)

Pemain Resah


PEMAIN INTI : Para pemain senior Persikaba (kaus biru) saat memperkuat Laskar Sunan Pojok Divisi III, bertanding di Stadion Diponegoro Banyuwangi menghadapi tim tuan rumah Persewangi.

Pemain Senior Resah

BLORA – Belum adanya pengumuman resmi dari Badan Liga Amatir (BLA) PSSI terkait penggunaan pemain senior di Kompetisi Divisi II 2008 membuat sejumlah mantan pemain Persikaba Blora resah. Mereka menyatakan berkeinginannya tetap memperkuat Laskar Sunan Pojok. Namun jika peraturan tidak membolehkan, dengan terpaksa para pemain itu pindah ke klub lain. Sejumlah mantan pemain Persikaba yang usianya lebih dari 23 tahun sebelumnya mendengar kabar bahwa BLA PSSI selaku pelaksana kompetisi Divisi III dan Divisi II tidak membolehkan pemain senior tampil. Untuk Divisi II pemain yang diperkenankan merumput di lapangan maksimal berusia 23 tahun. Sedangkan pemain Divisi III, 21 tahun. Namun seiring perjalanan waktu, muncul informasi tambahan. Yakni pemain senior diperkenankan memperkuat kesebelasan Divisi II. Tapi jumlahnya dibatasi, maksimal lima orang pemain. Namun hanya tiga orang pemain senior saja yang boleh tampil di setiap pertandingan. ‘’Kesimpangsiuran informasi itulah yang membuat kami resah,’’ ujar Tulus Sapmoko, mantan penjaga gawang Persikaba kemarin. Anang Dwita salah seorang pemain lainnya menyatakan hal serupa. Dia yang kini berdomisili di Blora lantaran beristrikan warga kota sate menyatakan tetap ingin memperkuat Persikaba. Mantan pemain PSIS Yunior dan Persiba Bantul itu awalnya akan menghapus keinginannya membela laskar Sunan Pojok setelah mengetahui BLA tidak lagi memperkenankan pemain senior tampil di Divisi II 2008. Namun keinginannya muncul lagi setelah tahu pemain senior tetap diperbolehkan tampil. ‘’Harapan kami, BLA PSSI segera mengumumkan secara resmi aturan main di Kompetisi Divisi II 2008. Sehingga kami bisa mengambil sikap,’’ katanya. Sejumlah pengurus Pengcab PSSI Blora mengakui mendapatkan kabar pasti yang menyebutkan kesebelasan Divisi II tetap diperkenankan memakai pemain yang usianya lebih dari 23 tahun. Kabar tersebut diperoleh setelah salah seorang perwakilan kesebelasan dari Jateng mempertanyakan hal itu ke BLA PSSI di Jakarta. ‘’Kami tinggal menunggu pengumuman resmi dari BLA PSSI. Yang pasti, pemain senior tetap bisa memperkuat kesebelasan Divisi II. Namun jumlah maksimal lima orang. Tiga orang dimainkan di lapangan, dua lainnya cadangan,’’ ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengcab PSSI Blora, Wahono. Dia mengatakan informasi lisan itu akan menjadi pegangan bagi manajemen Persikaba untuk mencari pemain senior yang kualitasnya bagus. ‘’Supaya pemain senior itu bisa ngemong dan memotivasi pemain muda,’’ tandasnya. (H18)

16 January 2008

Subur Jaya Juara



SANG JUARA : Para pemain Subur Jaya menunjukan piala Liga Persikaba 2007 yang diraih setelah mengalahkan Bina Putra Cepu dengan skor 3-2 (2-1) di Stadion Kridosono kemarin.

*Liga Persikaba

Kalahkan Bina Putra, Subur Jaya Raih Juara


BLORA- Sejarah baru terukir dalam Liga Persikaba 2007. Untuk kali pertama, kesebelasan Subur Jaya Blora meraih gelar juara setelah mengalahkan Bina Putra Cepu dengan skor 3-2 (2-1) di babak final yang berlangsung di Stadion Kridosono, kemarin. Selama dua tahun berturut-turut ikut serta meramaikan kompetisi internal Pengcab PSSI Blora, anak-anak asuh pelatih Wiryana tersebut baru kali ini merasakan berada di posisi puncak. Di Liga Persikaba 2006, Lilik dan kawan-kawan harus puas dengan hanya meraih juara ketiga. Dengan pelatihan intensif para pemain muda setiap pekan selama satu tahun berselang, akhirnya Subur Jaya berhasil menggeser dominasi klub ‘’mapan’’ di Blora. Di babak penyisihan yang menggunakan sistem setengah kompetisi, Subur Jaya sempat mempermalukan Perseka Kalisangku dengan skor telak 6-0. Namun kemenangan itu dianulir setelah Subur Jaya terbukti menggunakan salah seorang pemain yang usianya lebih dari 23 tahun. Panitia pertandingan yang diketuai Arif Syamsuhuda memberlakukan aturan pembatasan usia pemain bagi 21 kesebelasan yang berlaga di Liga Persikaba yakni maksimal 23 tahun. Meski demikian berkat kemenangannya saat menghadapi kesebelasan lain yang berada satu grup, Subur Jaya akhirnya lolos ke babak 16 besar. Skor TelakPesta gol kembali ditorehkan Lilik dan kawan-kawan ketika menghadapi kesebelasan Regeds Gedongsari di babak 16 besar yang menggunakan sistem gugur. Subur Jaya melenggang ke babak perempat final setelah menang 8-1 dari Regeds. Dengan diperkuat sejumlah pemain muda berbakat yang beberapa diantaranya membela Persikaba U-23 di turnamen Bupati Blora Cup I belum lama ini, Subur Jaya kembali menang besar di babak perempat final. Lima gol tanpa balas berhasil disarangkan ke dalam gawang Bima Sakti Sempu Kunduran. Kesebelasan yang ditangani mantan pemain Persikaba era 90-an itu baru menemui lawan berat di babak semifinal. Yakni kesebelasan finalis Liga Persikaba 2006, Tunas Muda Jepon. Bahkan untuk menentukan kesebelasan mana yang berhak tampil di final, pertandingan harus dilanjutkan melalui adu tendangan penalti. Sebelumnya Subur Jaya dan Tunas Muda bermain imbang 1-1. Berkat ketenangan pemain dalam mengeksekusi tendangan penalti, Subur Jaya dapat memenangi pertandingan dengan skor akhir 5-3. Di pertandingan babak final, Subur Jaya tertinggal lebih dulu setelah Cholil pemain Bina Putra mencetak gol pada menit ke-14. Subur Jaya baru menyamakan kedudukan menit 36 dari gol yang dibuat Ulin. Dua menit kemudian Heri Vava menjadikan Subur Jaya unggul 2-1. Di babak kedua, Subur Jaya memperbesar kemenangannya menjadi 3-1 setelah Aziz menyarangkan bola ke dalam gawang Bina Putra yang dijaga kiper Persikaba U-23, Ali Rozi. Namun hanya berselang satu menit, Bina Putra berhasil memperkecil ketertinggalannya melalui gol yang dibuat Veri. Skor berubah 3-2.Hujan deras yang turun sejak babak pertama pertandingan yang dipimpin wasit Suwito tersebut menyebabkan permainan kurang berkembang. Lapangan yang becek kerap membuat para pemain membuat pelanggaran. Wasit pun harus mengeluarkan sembilan kartu kuning. Empat untuk pemain Bina Putra dan lima kartu kuning bagi pemain Subur Jaya. Skor 3-2 tidak berubah hingga wasit Suwito meniupkan peluit sebagai tanda pertandingan babak kedua selesai. ‘’Anak-anak bisa mengontrol emosi, itulah kunci kemenangan kami,’’ ujar pelatih Subur Jaya, Wiryana. Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo yang menyaksikan pertandingan babak final, didaulat menutup Liga Persikaba secara resmi setelah menyerahkan piala dan hadiah juara pertama kepada para pemain Subur Jaya. Juara ketiga Liga Persikaba 2007 diraih kesebelasan Tunas Muda Jepon setelah mengalahkan Cahaya Laut Ngawen dengan skor 5-3 melalui adu tendangan penalti. Kedua kesebelasan itu sebelumnya bermain imbang 1-1. (H18)