25 April 2008

Ragam Jember

Kontrak Sampur Tertinggi di Persid
JEMBER-Pemain sayap Sampur akhirnya tetap bertahan di tim Divisi I Persid Jember. Itu setelah Sampur mau menerima kontrak yang ditawarkan manajemen tim berjuluk Macan Sangar tersebut. "Siapa bilang saya ini jual mahal? Tawaran saya nggak segitu Mas (Rp 40 - Rp 50 juta, Red)," katanya kepada Radar Jember (Grup Jawa Pos) kemarin pagi (23/4).Karena itulah pemain lincah asal Sumatra yang sekarang menetap di Jember tersebut merasa terusik dengan pemberitaan Radar Jember seputar kontroversi "jual mahal" dirinya kemarin. Kendati tak mau disebut jual mahal, awalnya Sampur tak mau menyebut nilai nominal kontrak yang dia inginkan. Hanya, beberapa saat kemudian, Sampur mengirim SMS ke Radar Jember. Dia hanya minta kontrak Rp 20 juta saja. "Kalo nggak percaya Sampeyan boleh tanya ke Pak Udin (Siradjuddin, Plh Manajer Persid, Red)."Sampur mengakui, bahwa negoisasi senilai Rp 20 juta itu terjadi Sabtu (19/4) lalu. Kini, setelah mengetahui perkembangan dan kondisi Persid, akhirnya dia sanggup kembali memperkuat Persid tahun ini. "Jadi, terhitung sejak Senin (21/4) saya sudah resmi menyatakan diri ikut Persid," tegasnya.Berapa nilai kontraknya? Secara blak-blakan, Sampur mengatakan bahwa kontrak untuk dirinya di musim ini adalah Rp 10 juta. Nilai nominal itu akan diterima 25 persen, sebelum kompetisi dimulai.Sementara itu, Siradjuddin, Plh Manajer Persid saat dikonfirmasi mengatakan, Sampur telah pasti bergabung dengan Persid. Karena sejak awal pihaknya ingin open manajemen. Kepada Radar Jember, dia pun blak-blakan. Dia mengaku, nilai kontrak untuk Sampur ini termasuk yang tertinggi dari sekitar 25 pemain Persid sekarang. "Terbuka saja, kontrak untuk pemain antara Rp 4 juta - Rp 10 juta. Gajinya, antara Rp 1 - Rp 2 juta," jelasnya.Keterbukaan pengelolaan Persid seperti itu, akan dia tekankan sampai ke masalah kecil seperti pendapatan tiket sekalipun. "Selama ini jarang pendapatan dari hasil penjualan tiket diungkap ke umum. Nanti, kalau ada wartawan yang tanya berapa hasil tiket, sepanjang saya sudah dapat data, pasti saya berikan," katanya.Siradjuddin yang juga direktur Akademi Pariwisata Unmuh Jember ini menambahkan, setelah masalah kontrak Sampur dan Nauval tuntas, pihaknya bisa fokus pada pertandingan. "Tim ini hanya mengandalkan semangat. Karena itu, kekompakan antara pemain dan manajemen kami tekankan sepenuhnya," katanya.

Kontrak dan Gaji Pemain Persid
Nilai Kontrak: Rp 4 juta - Rp 10 juta
Gaji Pemain: Rp 1 - Rp 2 juta
Kontrak Tertinggi: Rp 10 Juta (dipegang Sampur)

Sumber : Radar Jember

Persem 2

Jumat, 25 Apr 2008
Persem Terus Seleksi Pemain
Dua Pemain Lampung Bergabung
MOJOKERTO - Untuk menutupi kekurangan pemain, hingga kemarin tim Persem masih terus menggeber seleksi. Sekarang ini ada lima pemain yang sedang mengadu nasib ke Persem. Dua dari lima pemain itu berasal dari Lampung. Komariono, pelatih Persem mengatakan, kelima pemain yang kini sedang mengikuti seleksi itu adalah, Husni, Wahyu Eko dan Nandri yang merupakan pemain lokal. Sedangkan Embang dan Alfran Tabran merupakan pemain yang berasal dari tim PSBL, Lampung.Dari komposisi yang dimiliki lima pemain itu, sebenarnya merupakan pemain yang dibutuhkan tim Persem. Karena mereka merupakan pemain spesialis striker, stopper dan penjaga gawang. Bahkan, untuk posisi penjaga gawang sekarang ini merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi untuk melengkapi skuad Persem mendatang. Apalagi setelah Fitri pada latihan kemarin sore mengalami cedera yang cukup parah pada bagian kepalanya. Lebih lanjut Komariono mengungkapkan, sebenarnya pemain yang dibutuhkan untuk Persem sekarang ini hanya tiga orang. Karena yang mengikuti seleksi sebanyak lima orang, maka dua di antaranya harus siap tereliminasi. Walaupun demikian, Komariono belum bisa memberikan kepastian mengenai hasil akhir seleksi yang dilakukan terhadap lima pemain itu. "Kita lihat dulu selama dua sampai tiga hari lagi, baru kita bisa memberikan keputusan," ujarnya. Mengenai keberadaan Nanang, pemain senior Persem yang semula sempat tereleminasi dan akhirnya ditarik kembali oleh manajemen Persem, lanjut Komariono, hingga kini belum pernah latihan. Meskipun sebenarnya yang bersangkutan sudah beberapa kali berusaha dihubungi. "Sekarang ini saya konsentrasi kepada pembenahan tim saja. Untuk masalah Nanang, saya serahkan kepada manajemen saja," ungkapnya. Mengenai status penjaga gawang, Joko Purwanto yang tahun lalu terkena sanksi setahun tidak boleh main oleh PSSI, karena dituding sebagai pemicu kerusuhan ketika bertanding melawan tim PSBK Blitar, di Blitar tahun lalu dinyatakan sudah beres. Karena Agus telah menerima remisi bebas setelah harus membayar sejumlah denda kepada PSSI.Hal itu dibenarkan Sekretaris Persem Moh Hulla yang dihubungi Mojo Sport secara terpisah kemarin. "Status Joko sekarang ini sudah bebas dari hukuman PSSI, setelah diganti dengan membayar denda," tuturnya. Sementara itu, pada sesi latihan pagi kemarin, para pemain Persem masih digenjot dengan latihan fisik. Sedangkan duet pelatih Komariono dan Bambang Sugianto pada latihan kemarin sore menambah porsi latihan dengan game. Direncanakan, konsentrasi latihan fisik itu akan dilakukan hingga akhir pekan ini. Sedangkan jumlah bola yang digunakan para pemain Persem untuk latihan sudah mulai terlihat ada penambahan. Semula hanya lima buah, maka kemarin bertambah menjadi 10 buah. Meskipun demikian, dari jumlah tersebut masih belum ideal. Karena menurut pelatih Komariono, jumlah bola untuk latihan idealnya 20 bola. (sd/yr)
sumber Radar Mojokerto

24 April 2008

Julian Datang


ASET BERHARGA : Dua mantan pemain PSIS Semarang, Julian Kusuma (kiri) dan Taufik Permadi mengikuti latihan Persikaba di Stadion Kridosono, kemarin.

Julian Kusuma Gabung Persikaba

BLORA – Persikaba Blora mendapatkan tambahan dua pemain baru. Pemain itu adalah Adi Sutrisno mantan penjaga gawang Persipa Pati dan Julian Kusuma, mantan pemain tim nasional (Timnas) Indonesia U-21. Keduanya telah mengikuti latihan dengan pemain Laskar Sunan Pojok lainnya di Stadion Kridosono, kemarin.
Adi Sutrisno datang di Blora Selasa (22/4). Sedangkan Julian sehari kemudian. Kedatangan mantan pemain PSIS Semarang itu mundur sehari dari rencana yang telah dijadwalkan, Selasa (22/4). Julian Kusuma menginjakan kaki di Blora Rabu dini hari. Pemain berdarah Ambon itu berangkat dari rumahnya di Bekasi menuju Cepu dengan menumpang kereta api. Amin Farid, salah seorang tim manajemen Persikaba menjemput kedatangannya di Stasiun Cepu.
Meski baru datang dan telah menempuh perjalanan cukup jauh namun Julian langsung mengikuti latihan bersama di Stadion Kridosono pagi hari. Bersama pemain Laskar Sunan Pojok lainnya dia melahap menu latihan yang diprogramkan pelatih Brendi dan Sugiyanto.
‘’Kami akui Julian merupakan pemain profesional. Banyak yang mengatakan kemampuannya di atas rata-rata pemain lainnya. Meski demikian kami tidak langsung mengikat dia dalam kontrak resmi. Terlebih dahulu kami akan melihat kemampuannya, karena dari informasi yang diperoleh, Julian pernah cedera meski sekarang sudah sembuh,’’ ujar Asisten Manajer Persikaba, Wahono kemarin.
Perlakuan serupa juga diterapkan pada penjaga gawang Adi Sutrisno. Menurut Wahono dalam jangka waktu dua hari mendatang, sudah bisa diketahui apa yang dilakukan manajemen kepada dua pemain tersebut. ‘’Tunggu saja beberapa hari ke depan. Setelah kami diskusikan dengan pelatih, pasti kami akan memberikan keputusan,’’ tandasnya.
Humas Persikaba, Zaidun menambahkan, manajemen telah menyelesaikan negosiasi dengan pemain. Sebagian besar pemain, kata Zaidun telah menandatangani kontrak. Sedangkan yang belum, karena persyaratan administrasi kontrak pemain belum lengkap. Diantaranya surat keluar dari klub asal. Menurutnya pemain Persikaba yang telah deal berjumlah 21 orang. Dengan datangnya dua pemain baru yakni Julian Kusuma dan Adi Sutrisno berarti pemain Persikaba kini berjumlah 23 orang. ‘’Rencananya kami akan mendaftarkan sebanyak 23 pemain guna memperkuat Persikaba di Kompetisi Divisi II,’’ ujarnya.
Selain Julian, di tim Persikaba kini terdapat satu mantan pemain PSIS. Yakni Taufik Permadi. Usia keduanya masih di bawah 23 tahun. Pemain lainnya yang memperkuat Laskar Sunan Pojok antara lain berasal dari lokal Blora dan luar daerah seperti Rembang, Bojonegoro, Persibat Batang U-23, Persis Solo U-23 dan Persela Lamongan U-23. ‘’Dari 23 pemain, 14 orang diantaranya pemain asli Blora,’’ kata Zaidun. (H18)

19 April 2008

Daftar Pemain


DIHADANG : Ujung tombak Persikaba, Roni Wijanarko (kanan) berupaya melewati hadangan pemain belakang PSISra saat laga ujicoba di Stadion Kridosono, Sabtu (12/4)



Negosiasi Pemain Persikaba Rampung

BLORA – Manajemen Persikaba telah menyelesaikan negosiasi seluruh pemain. Sebanyak empat pemain yang sebelumnya belum menyetujui tawaran yang diajukan manajemen, kini telah siap memperkuat Laskar Sunan Pojok di Kompetisi Divisi II 2008.
Sekretaris Persikaba Siswanto S.Sos mengatakan negosiasi pemain mulai dilakukan usai Laskar Sunan Pojok mengadakan ujicoba dengan PSISra Sragen, Sabtu (12/4). Saat itu sebagian besar pemain telah deal terkait gaji dan tunjangan lain yang akan diberikan manajemen selama pemain tersebut memperkuat Persikaba. Namun sebagian yang lain masih minta waktu berpikir. Menurutnya manajemen telah memanggil pemain yang belum deal tersebut, Kamis (17/4) malam. ‘’Setelah kami tanyakan lagi, mereka menyatakan persetujuannya,’’ ujarnya kemarin.
Siswanto mengemukakan Persikaba kini berkekuatan sebanyak 21 pemain. Dari jumlah tersebut, dua orang diantaranya telah menandatangani kontrak. Pemain itu adalah Yuli Harmoko dan Andri Mulyono Jati. Sedangkan pemain lainnya belum menandatangi kontrak karena persyaratan administrasinya tidak lengkap. Menurut Siswanto berkas yang harus dilengkapi pemain diantaranya surat keluar dari klub asal, ijazah dan akta kenal lahir. ‘’Secepatnya kami minta para pemain mengurus surat pindah,’’ katanya.
Manajemen Persikaba, kata Siswanto, berencana mendaftarkan sebanyak 23 pemain ke Badan Liga Amatir (BLA) PSSI selaku penyelenggara Kompetisi Divisi II. Padahal hingga kini pemain berjumlah 21 orang. Menurunya tim pelatih akan mencari tambahan sebanyak dua pemain yakni di posisi kiper dan libero. ‘’Sudah ada kiper muda yang akan datang di Blora. Dia mantan pemain Persewangi Banyuwangi dan PON Jatim. Namanya Nanda,’’ tandasnya. (H18)

Daftar Pemain Persikaba 2008

Nama-Posisi- Asal Klub

1. Ali Rozi- Kiper- Bina Putra Cepu
2. Erik Ardiles- Kiper- PSIR Rembang Yunior
3. Sujono- Libero- Persikaba 2007
4. Isman Hadi- Stopper- Persela Lamongan U-23
5. Frian Eko Yuwono -Stopper -Persela Lamongan U-23
6. Andri Mulyono Jati- Stopper- Cahaya Laut Ngawen
7. Ngaspani- Stopper- Rembang
8. M Ainul Yakin -Sayap Kanan- Subur Jaya Blora
9. Sukisno- Sayap Kanan -Persikaba 2007
10. Masturi -Sayap Kiri -Tunas Muda Jepon
11. Heri Setiabudi -Sayap Kiri- Subur Jaya Blora
12. Lasmani- Gelandang- Tunas Muda Jepon
13. Cholil- Gelandang- Bina Putra Cepu
14. Anang Dwita -Gelandang- Persikaba 2007
15. Suyatno- Gelandang- Tunas Muda Jepon
16. Eko Sukariyanto- Gelandang- Persela Lamongan U-23
17. Lilik- Gelandang -Subur Jaya Blora
18. Roni Wijanarko- Striker- Persis Solo U-23
19. Yuli Harmoko- Striker- Persibat Batang U-23
20. Taufik Permadi- Striker- PSIS Semarang U-23
21. Yudi Setiawan -Striker- Gresik United

Sumber : Manajemen Persikaba (H18)

18 April 2008

Kalah Lawan Persibo


MELOMPAT : Kiper Persikaba Ali Rozi (33) yang dimasukan di babak kedua berupaya menangkap bola dari tendangan pojok pemain Persibo Bojonegoro. Dalam laga ujicoba ini Persikaba kalah 0-2.


Persikaba Takluk 0-2 Lawan Persibo

BOJONEGORO – Persikaba Blora perlu berbenah lagi sebelum tampil di Kompetisi Divisi II 2008. Para pemain masih kerap memperagakan kesalahan elementer yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Kerjasama antarpemain juga belum padu. Alur bola dari lini ke lini saat melakukan penyerangan tidak tersambung.
Sektor sayap kiri dan kanan pertahanan juga mendesak dibenahi. Pasalnya, kelemahan dari kedua sektor itulah tim lawan sering memanfaatkannya hingga membuahkan gol. Setidaknya hal itu terlihat saat Persikaba berujicoba melawan tim Divisi Utama Persibo di Stadion Letjen Sudirman Bojonegoro, kemarin. Laskar Sunan Pojok menyerah dengan skor 0-2 (0-1).
Gol pertama tuan rumah Persibo dicetak pada menit ke-40 melalui sundulan kepala mantan pemain Persikaba, Samsul Arif memanfaatkan umpan dari tendangan pojok. Sedangkan gol kedua tercipta dua menit menjelang pertandingan berakhir. Striker Persibo Imam Faisal (PSDS Deli Serdang) sukses melewati pemain sayap kiri Persikaba, Masturi dan stopper Frian Eko Yuwono sebelum akhirnya mencetak gol ke gawang Blora yang dijaga Ali Rozi.
‘’Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan dari laga ujicoba ini,’’ ujar Pelatih Persikaba, Brendi usai pertandingan.
Dalam pertandingan itu harus diakui Persikaba kalah kelas dari Persibo, meski sebagian pemain Bojonegoro baru mengikuti seleksi. Mereka diantaranya adalah mantan pemain PSDS seperti Imam Faisal dan Imam Maulana (Persik Kediri). Selain itu Iswandi Syukur (Persitara Jakarta Utara), Haryanto (Persegi Giayar), Komang Adyana, Erfan Junadir (Persekabpas Pasuruan) serta Seftiawan. Dalam pertandingan itu Persibo juga menurunkan pemain yang telah deal dengan manajemen. Diantaranya Iswandi Dai, Samsul Arif dan Aris Tuansyah. Persibo sengaja tidak memainkan pemain asingnya, Varney Vas Boakay. Dia hanya duduk di pinggir lapangan menyaksikan pertandingan.
Di menit awal pertandingan, Persikaba mampu mengimbangi permainan Persibo. Namun memasuki pertengahan babak pertama, pemain Persibo mulai menemukan titik kelemahan tim lawan. Serangan lebih banyak dibangun dari sektor kiri dan kanan pertahanan Persikaba. Pemain sayap Blora yang kerap terlambat turun, menjadikan pemain lawan leluasa masuk hingga ke depan gawang. Beruntung kiper Erik Ardiles tampil cemerlang. Mantan pemain PSIR Rembang yunior itu berulang kali melakukan penyelamatan. Bahkan dia sukses menyelamatkan gawangnya ketika wasit memberikan hadiah tendangan pinalti. Gawang Persikaba akhirnya jebol juga setelah bola sundulan kepala Samsul Arif tidak bisa ditangkap Erik.
Di babak kedua, Persibo tetap mengandalkan penyerangan memanfaatkan lebar lapangan. Rapatnya barisan pertahanan Blora yang dikoordinir Sujono menjadikan pemain lawan hampir tidak pernah melakukan penyerangan dari lapangan tengah. Gol kedua kesebelasan yang dilatih Gusnul Yakin juga tercipta melalui penyerangan dari sayap kanan.
Dalam pertandingan ini, duet striker Persikaba, Taufik Permadi dan Yudhi Setiawan beberapa kali mendapat peluang emas setelah mendapatkan umpan lambung pemain belakang. Hanya saja dukungan pemain tengah Persikaba kurang maksimal. Akibatnya saat bola lepas, pemain tengah tim lawan dengan mudah menguasai bola. (H18)

15 April 2008

90 % Deal


INSTRUKSI : Pelatih Persikaba, Brendy memberikan arahan kepada para pemain di saat jeda pertandingan. Diantara pemain yang diturunkan ketika uji coba melawan PSISra Sragen masih ada yang belum deal dengan manajemen.


Negosiasi Pemain Persikaba Belum Rampung

BLORA – Upaya manajemen Persikaba Blora untuk melakukan negosiasi pemain usai laga uji coba melawan PSISra Sragen, Sabtu (12/4) belum tuntas. Manajemen masih menunggu jawaban empat pemain setelah sebelumnya disodorkan nominal gaji dan tunjangan lainnya yang bakal diterima selama memperkuat Laskar Sunan Pojok di Kompetisi Divisi II 2008.
Asisten Manajer Persikaba Wahono mengemukakan dari 21 pemain yang dinyatakan lolos seleksi oleh tim pelatih, Brendy dan Sugiyanto, 17 orang diantaranya telah deal dengan manajemen. Kesepakatan itu terkait nominal gaji dan tunjangan lainya yang akan diterima setiap pemain. ‘’90 % pemain sudah deal dengan kami. Mereka sekarang mengurus persyaratan administrasi sebelum menandatangani perjanjian memperkuat Persikaba,’’ ujarnya kemarin.
Proses negosiasi sendiri berlangsung cukup alot hingga menjelang dini hari. Manajemen memanggil satu persatu pemain dan menanyakan berapa keinginan gaji dan tunjangan lainnya. Setelah nego dilakukan, ada pemain yang langsung setuju dengan nominal yang diberikan manajemen. Namun ada juga yang sampai dipanggil dua kali, setelah sebelumnya pemain itu diberi waktu berfikir. Keterbatasan waktu, menjadikan manajemen bakal menanyakan lagi persetujuan kepada pemain yang belum deal.
Wahono mengungkapkan besarnya gaji dan tunjangan berbeda antarpemain. Salah satu pertimbangannya adalah kemampuan individu pemain. Menurutnya gaji pemain mulai dihitung per April 2008. Istilah kontrak pemain juga ditiadakan. ‘’Kami tidak menggunakan istilah kontrak tetapi tali asih,’’ ujarnya.
Dia menyatakan manajemen memberikan batas waktu hingga hari ini (15/4) kepada empat pemain yang belum deal untuk menyampaikan kepastian. Menurutnya jika sampai batas waktu yang ditentukan belum ada jawaban, manajemen akan bersikap tegas dengan mencoret pemain tersebut. ‘’Kami masih memberikan waktu kepada mereka untuk berfikir. Namun tentu saja ada batas waktunya,’’ katanya. Pemain yang belum deal tersebut adalah Cholil (Cepu) Suyatno dan Masturi (Jepon) dan pemain PSIS U-23, Taufik. Sedangkan tiga pemain senior Persikaba yakni Sujono, Sukisno dan Anang Dwita belum deal karena manajemen belum memanggil ketiganya. Dengan demikian seluruh pemain Persikaba dari luar Blora, sudah deal dengan manajemen. Pemain tersebut adalah Eko Sukarianto, Frian, Isman Hadi (Persela Lamongan) Yudi Setyawan (GU), Yuli Harmoko (Persibat Batang U-23) Roni (Persis Solo U-23).
Menurut Wahono, sudah ada beberapa pemain muda dari luar Blora yang telah
menghubunginya dan berminat memperkuat Laskar Sunan Pojok. Para pemain yang diantaranya pernah memperkuat kesebelasan Persela Lamongan U-23, Persis Solo U-23 dan kesebelasan yang tahun lalu berlaga di Divisi I seperti Persipur Purwodadi dan Persibo Bojonegoro. ‘’Terkecuali penjaga gawang, posisi pemain luar daerah yang berminat datang ke Blora sama persis dengan pemain yang belum deal dengan manajemen,’’ tandasnya. (H18)

13 April 2008

Menang Sragen



PELUANG : Gelandang serang Persikaba, Eko Sukariyanto (14) beberapa kali mendapat peluang emas saat timnya melawan PSISra Sragen, Sabtu (12/4) di Stadion Kridosono. Sayang, tak satupun peluang itu membuahkan gol.

Persikaba Masih Butuh Ujung Tombak
*Menang 1-0 Lawan PSISra

BLORA – Persikaba menuai hasil positif saat menggelar laga uji coba pertama melawan PSISra Sragen, Sabtu (12/4) di Stadion Kridosono. Sujono dan kawan-kawan berhasil mengalahkan tim tamu dengan skor 1-0. Gol tunggal kemenangan Laskar Sunan Pojok dicetak striker Yudi Setyawan pada menit ke-17. Mantan pemain Gresik United (GU) tersebut menciptakan gol memanfaatkan gagalnya jebakan off side yang diperagakan pemain belakang lawan. Kiper PSISra Didik yang sudah terlanjur maju, tak mampu menangkap bola lambung yang ditendang Yudi.
Meski menang, Persikaba harus lebih banyak berbenah lagi. Pasalnya dalam pertandingan yang disaksikan ratusan penonton tuan rumah, tim lawan yang tengah mempersiapkan diri mengikuti Kompetisi Divisi I lebih mengusai jalannya pertandingan. Serangan bertubi-tubi dari sektor kiri pertahanan Persikaba terutama di babak kedua dilancarkan kesebelasan asuhan pelatih Sukisno. Kondisi lapangan yang tidak rata menjadi salah satu alasan sehingga kontrol bola tidak baik. Akibatnya peluang emas yang didapat pemain PSISra tidak ada yang berbuah gol.
Sebaliknya Persikaba yang akan berlaga di Kompetisi Divisi II, hanya memanfaatkan serangan balik. Apalagi setelah striker Yudi Setyawan ditarik keluar setelah mengalami cedera.
Persikaba mendapatkan tiga peluang emas di babak kedua melalui serangan balik. Dua kali gelandang serang Eko Sukariyanto berhasil lepas dari kawalan pemain belakang lawan. Namun ketika tinggal seorang diri berhadapan dengan kiper lawan, mantan pemain Persela Lamongan U-23 itu tidak bisa menyelesaikan peluang yang didapat. Satu kesempatan menambah gol kemenangan diperoleh pula striker Yuli Harmoko. Sayang tendangan mantan pemain magang Persibat Batang itu melambung di atas mistar gawang.
Hingga pertandingan yang dipimpin wasit Slamet K itu berakhir, skor tidak berubah 1-0.
Pelatih Persikaba Brendy mengakui masih banyak sektor yang perlu dibenahi oleh para pemain. Dia menyebutkan kerjasama antarpemain masih belum padu. Salah pengertian beberapa kali terlihat di tengah lapangan. Beruntung hal itu tidak menjadi bumerang bagi Persikaba. ‘’Ke depan, pembenahan kerjasama antarpemain menjadi fokus perhatian kami,’’ ujarnya.
Brendy yang juga guru olah raga di SMPN 6 Blora itu menyebutkan selain kerjasama antarpemain, Persikaba masih membutuhkan tambahan pemain. Salah satu posisi yang mendesak untuk ditambah jumlah pemainnya adalah di barisan depan. Menurutnya Persikaba baru mempunyai tiga striker dari jumlah ideal empat pemain. ‘’Kami menghendaki tambahan striker usia 23 tahun,’’ katanya.
Selain striker Laskar Sunan Pojok masih membutuhkan pemain sayap kiri, libero dan penjaga gawang. ‘’Ada beberapa pemain jadi dari luar Blora yang usianya tidak lebih dari 23 tahun. Mereka telah menghubungi kami dan menyatakan diri berminat memperkuat Persikaba. Para pemain itu pernah magang di sejumlah kesebelasan yang berlaga di Divisi Utama,’’ ujar Asisten Manajer Persikaba, Wahono. (H18)

09 April 2008

Ujicoba

Ujicoba Pertama Lawan PSISra

BLORA – Skuad Persikaba Blora baru saja terbentuk seiring selesainya seleksi pemain pada akhir pekan lalu. Namun hingga kini latihan tetap dilakukan di Stadion Kridosono. Tim pelatih berupaya menemukan komposisi ideal pemain yang akan diturunkan dalam Kompetisi Divisi II yang rencananya mulai digelar 17 Mei.
Bongkar pasang pemain dalam latihan game berulang kali dilakukan untuk mendapatkan komposisi ideal tersebut. Itu dilakukan agar kerjasama antarpemain padu kala bertanding di tengah lapangan. Meski sudah mendapatkan gambaran siapa saja pemain yang layak diturunkan di setiap pertandingan, namun tim pelatih perlu beberapa kali lagi mengkombinasikan antarpemain. Salah satunya dengan mengadakan latih tanding dengan kesebelasan lain.
Tak tanggung-tanggung tim yang kali pertama diajak ujicoba adalah kesebelasan yang levelnya lebih atas dari Persikaba. PSISra Sragen yang kini menghuni Divisi I akan menjajal kemampuan Sujono dan kawan-kawan, Sabtu (12/4) di Stadion Kridosono.
Pelatih Persikaba Brendy mengatakan belum lama ini manajemen PSISra menghubunginya untuk diajak latih tanding. Setelah mendapatkan lampu hijau dari manajemen Persikaba, ia pun menyetujui ajakan tersebut. ‘’PSISra butuh lawan ujicoba. Demikian juga dengan Persikaba,’’ ujarnya kemarin.
Sementara itu manajer Persikaba, Pudiyatmo mengemukakan dari program latihan yang disampaikan pelatih, Laskar Sunan Pojok setidaknya membutuhkan beberapa kali ujicoba dengan kesebelasan lain sebelum tampil di Divisi II. Dia mengatakan ujicoba tersebut antara lain menghadapi kesebelasan lokal Blora, sejumlah tim Divisi II dan Divisi I maupun Divisi Utama dari Jateng dan Jatim. Selain itu muncul wacana Persikaba diperhadapkan pula dengan kesebelasan Super Liga. ‘’Tentunya terlebih dahulu kami akan sampaikan tawaran ujicoba kepada kesebelasan yang dimaksud. Kalau setuju, Persikaba juga siap,’’ tandasnya.
Di tahun-tahun sebelumnya saat menyiapkan diri mengikuti Kompetisi Divisi III maupun Divisi II, Persikaba beberapa kali mengadakan latih tanding dengan kesebelasan dari Jatim dan Jateng. Diantaranya PSISa Salatiga (Divisi II), PSIS Yunior, Persibo Bojonegoro yang kini menyiapkan diri mengikuti Kompetisi Divisi Utama maupun Persela Lamongan, salah satu kesebelasan yang akan berlaga di Super Liga.
Pudiyatmo yang juga kepala bagian umum sekretariat daerah (setda) Blora menyatakan latih tanding dengan kesebelasan yang kualitasnya di bawah maupun di atas Persikaba bertujuan agar pemain Laskar Sunan Pojok mendapatkan pengalaman bertanding. Selain itu akan diketahui pula kelemahan dan kelebihan yang dimiliki Persikaba. ‘’Pelatih akan membenahi kelemahan yang dijumpai saat latih tanding. Sedangkan kelebihannya diupayakan dipertahankan,’’ ujarnya. (H18)

Lolos Seleksi

24 Pemain Lolos Seleksi Persikaba

BLORA – Setelah menyeleksi pemain selama satu minggu, tim pelatih Persikaba akhirnya memutuskan sebanyak 24 orang pemain layak memperkuat Laskar Sunan Pojok di Kompetisi Divisi II 2008. Pelatih telah menyampaikan nama-nama pemain yang lolos seleksi ke manajemen. Tim manajemen selanjutnya mengagendakan negosiasi kontrak pemain pada Kamis (10/4).
Pelatih Persikaba, Brendy mengemukakan ke-24 pemain itu diklasifikasikan menjadi dua kategori. Yakni sebanyak 15 pemain layak direkrut dan sembilan pemain lainnya dipertimbangkan. Tanpa menyebutkan nama pemain tersebut, Brendy menuturkan mayoritas pemain yang lolos seleksi adalah pemain lokal Blora. ‘’Lebih dari separo adalah pemain Blora. Sisanya pemain dari beberapa daerah seperti Solo, Lamongan, Rembang, Jepara dan beberapa daerah lainnya,’’ ujarnya.
Dia menyebutkan seleksi yang berlangsung sejak Selasa (1/4) diikuti lebih dari 32 pemain. Selain dari Blora para pemain tersebut berasal dari beberapa daerah di Jatim dan Jateng. Menurutnya selain didasarkan pada kemampuan individu, seleksi pemain didasarkan pula pada kebutuhan tim. Pelatih yang sukses mengantarkan Persikaba naik kasta dari Divisi III ke Divisi II di tahun 2006 itu menyebutkan latihan bersama masih dilaksanakan di Stadion Kridosono meski seleksi pemain sudah rampung. Menurutnya tambahan pemain masih dibutuhkan terutama di posisi striker. Beberapa pemain luar kota yang diundang datang ke Blora, mulai ikut berlatih dengan pemain yang lolos seleksi. ‘’Kami akan lihat kemampuan mereka seperti apa,’’ tandasnya.Sementara itu manajer Persikaba Pudiyatmo mengemukakan pihaknya bersama Pengcab PSSI Blora dari waktu dua hari ke depan berupaya mendapatkan sejumlah dana yang diperlukan untuk mengontrak pemain. Dana talangan tersebut diantaranya berasal dari pinjaman sejumlah bank. Jika dana yang dibutuhkan berada di tangan, negosiasi kontrak pemain akan dilakukan Kamis mendatang. ‘’Insya Allah dananya sudah ada pada saat hari yang telah ditentukan,’’ katanya. (H18)

05 April 2008

Pernik Divisi II

Peri Sandria Siap Tangani Tim Divisi II

Mantan pemain nasional Peri Sandria siap untuk menangani PS Siak, salah satu tim Divisi II Liga Indonesia 2008. Saat ini Peri Sandria dalam proses negosiasi dengan klub asal Pekanbaru tersebut. Jika semuanya lancar, Peri sudah akan memulai tugasnya pertengahan April ini, mengingat kompetisi Divisi II tingkat regional sudah akan bergulir awal bulan depan.
"Insya Allah, saya sudah siap lahir bathin. Sudah lama saya menunggu kesempatan ini," jelas Peri Sandria, Jumat (4/4) di Senayan, seusai bertemu dengan manajer PS Siak, Agus Samsir. Peri enggan menjelaskan nilai kontraknya pada klub yang terkenal dengan sungai Siak-nya itu.
"Yang pasti saya sangat tertantang untuk membawa PS Siak meraih prestasi, khususnya mengangkat mereka ke level yang lebih tinggi," ungkap Peri, yang sudah malang melintang di kompetisi semi profesional Liga Indonesia selama belasan tahun.
Peri Sandria sudah lama menunggu kesempatan untuk melatih suatu klub. Apalagi, hampir semua pemain segenerasinya sudah lebih dulu berkecimpung menangani klub-klub Liga Indonesia, baik untuk Liga Super, Divisi Utama mau pun Divisi I. Untuk menyebut beberapa diantaranya adalah Iwan Setiawan, yang kini menangani PSS Sleman, atau Sudirman, yang musim kompetisi 2008 ini memilih untuk melatih PS Persiko Kota Baru Kalimantan, salah satu anggota Divisi I.
Menurut Peri, peluangnya untuk bisa melatih di klub terganjal oleh ketiadaan lisensi kepelatihan. Oleh karena itu, Peri akan berusaha keras untuk mengikuti kursus kepelatihan, yang sudah menjadi persyaratan untuk bisa menangani klub-klub peserta kompetisi Liga Indonesia. Dalam waktu dekat, Peri akan mengikuti kursus kepelatihan lisensi C-AFC yang diselenggarakan oleh PSSI.
"Teman-teman seangkatan saya sebagian besar sudah memperoleh lisensi A atau B, sementara saya lisensi C pun belum," ujar Peri.
Dibanding sebagian besar mantan-mantan pemain nasional seangkatannya, Peri Sandria tidak menyembunyikan kenyataan bahwa dia memang seperti kurang beruntung. khususnya dari segi materi. Padahal, siapa yang tidak mengenal nama Peri Sandria? Mantan pemain nasional kelahiran 24 September 1969 ini hingga sekarang masih memegang sejumlah rekor. Yakni, sebagai pemain nasional yang paling banyak tampil di SEA Games, serta pencetak gol terbanyak di kompetisi sepak bola semi profesional Indonesia. Untuk SEA Games, Peri Sandria bermain pada empat kali pentas sepakbola pesta olahraga terbesar negara-negara Asia Tenggara itu, termasuk dengan memperkuat tim peraih medali emas pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina. Rekor sebagai pencetak gol terbanyak kompetisi profesional dia sabet pada Liga Dunhill, sewaktu dia memperkuat klub Mastrans Bandung Raya. Saat itu Peri mencetak 34 gol! Peri juga tercatat sebagai salah satu pemain yang paling sering memperkuat tim juara pada kompetisi sepakbola profesional Indonesia itu, yakni juara Galatama, juara Bank Summa, dan juara Liga Dunhill. Peri memperkuat klub Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) ketika menjadi juara Galatama dan juara Bank Summa, dan bersama Mastrans Bandung Raya saat memenangi Liga Dunhill. Sebagai pemain nasional, salah satu kenangan manisnya adalah ketika dia tampil dalam timnas yang menjadi runner-up Piala Kemerdekaan pada tahun 1989 di Jakarta.
"Waktu itu pelatihnya Anatoly Polosin," ujar suami dari Harianingsih dan ayah dari Peni Leonita Sandria (17), yang mengikuti jejaknya sebagai olahragawan, meski berkecimpung di cabang squash.
"Putri saya itu semula menekuni bulutangkis, tetapi mungkin karena persaingannya ketat, dia memilih squash dan sekarang menjadi atlet pelatda PON DKI Jaya," papar Peri Sandria, yang dalam sepanjang karirnya di sepakbola pernah bermain pada belasan klub. Disamping KTB dan Mercu Buana, klub-klub yang pernah disinggahi Peri adalah Assyabaab, Putra Samarinda, Mastrans Bandung Raya, Persib Bandung, Persikabo Bogor, Persitara Jakarta Utara, Persipon Pontianak, PS Purwakarta dan PS Persipasi.(adi) Biodata Peri Sandria
Nama : Persi Sandria
Tanggal Lahir : 24 September 1969
Alamat : Kebagusan Besar RT 001/07 17065
Nama Istri : Harianingsih
Karir Klub : Krama Yuda Tiga Berlian, Assyabab Salim Grup, Putra Samarinda, Mastrans Bandung Raya, Persib, Persikabo, Persitara, Persipon, Purwakarta, Persipasi,
Karir Timnas : Piala Kemerdekaan, SEA Games Manila 1991, SEA Games Singapura 1993, Pra Piala Asia 1996, Piala Tiger 1996
Prestasi : Juara Galatama (bersama KTB), Juara Bank Suma (KTB), Juara Liga Dunhill (MBR), Juara SEA Games 1991, Top Skor Liga Dunhill (34 gol)
Sumber Berita : PSSI Football.com

04 April 2008

Dicoret

TERSINGKIR : Nanda, salah seorang pemain dari Bojonegoro yang mengikuti seleksi di Persikaba. Dia dipulangkan ke daerah asal bersama dua pemain lainnya.


Tiga Pemain Jatim Dipulangkan
*Seleksi Pemain Persikaba

BLORA – Tim pelatih Persikaba Blora, Brendy dan Sugiyanto mulai melakukan penilaian terhadap sejumlah pemain luar daerah yang mengikuti seleksi di Stadion Kridosono. Hasilnya, tiga pemain dari Jatim yakni Abdul Rouf (Tuban), Nanda dan Billy (Bojonegoro) di pulangkan ke daerahnya masing-masing usai latihan bersama Kamis (3/4).
Meski terasa berat, keputusan harus segera diambil terhadap pemain yang dinilai tidak layak memperkuat Laskar Sunan Pojok. Pasalnya sejumlah pemain luar daerah terus membanjiri stadion guna mengikuti seleksi. ‘’Khusus untuk Billy, kami pulangkan karena dia mengalami cidera angkle. Sedangkan dua pemain lainnya, mungkin nanti bisa berkembang jika memperkuat kesebelasan lainnya,’’ ujar Brendy kemarin.
Selain menyeleksi dengan cara game yakni menempatkan pemain di posisinya masing-masing dalam sebuah latihan pertandingan, proses seleksi dilakukan pula dengan meminta para pemain beberapa kali melakukan tendangan langsung ke arah gawang. Selain itu umpan tarik dari sisi kiri dan kanan pertahanan lawan. Umpan tersebut disongsong pemain lainnya dan berupaya memasukan bola ke dalam gawang dengan cara menyundul maupun tendangan.
Pelatih yang sukses membawa Persikaba naik kasta dari Divisi III ke Divisi II di tahun 2006 itu menyebutkan penilaian terhadap pemain luar daerah yang mengikuti seleksi masih terus dilakukan. Brendy mengemukakan penilaian tahap kedua akan diumumkan Sabtu (5/4). ‘’Kami berkejaran dengan waktu. Informasi yang kami terima, pendaftaran pemain setiap kesebelasan yang mengikuti Kompetisi Divisi II 2008 sudah akan dimulai 15 April,’’ katanya.
Dipulangkannya tiga pemain dari Jatim tersebut ternyata tidak membuat jumlah pemain yang mengikuti seleksi berkurang. Sebab Kamis kemarin datang lagi tiga pemain dari Padang Sumatera Barat. Mereka sebelumnya mengaku pernah memperkuat Persijap Jepara U-23. Ketiga pemain itu adalah Robi Kurniadi (penjaga gawang), serta pemain bertahan dan striker yakni Wahyudi dan Ibnu. ‘’Saya mendapatkan informasi, Persikaba membutuhkan tambahan penjaga gawang,’’ ujar Robi.
Persikaba sebelumnya mempunyai tiga penjaga gawang. Yakni Erick dan Ali Rozi, kiper Persikaba U-23 serta penjaga gawang senior Tulus Sapmoko. Namun Tulus Sapmoko yang juga pemain asli Blora itu tidak pernah hadir mengikuti latihan bersama setelah sempat memperkuat Laskar Sunan Pojok bertanding di turnamen sepak bola di Pekalongan belum lama ini. Dia dikabarkan mencari klub baru di Padang Sidempuan Sumatera Utara. (H18)

02 April 2008

2 senior Absen


PENGARAHAN : Manajer Persikaba Pudiyatmo (kiri) memberikan pengarahan kepada para pemain usai latihan pertama di Stadion Kridosono, Selasa (1/4).


26 Pemain Ikuti Latihan Perdana Persikaba
*Dua Pemain Senior Absen

BLORA- Sebanyak 26 pemain mengikuti latihan pertama kesebelasan Persikaba Blora yang dipersiapkan mengikuti Kompetisi Divisi II 2008 di Stadion Kridosono, Selasa (1/4) sore. Dari 26 orang pemain tersebut, delapan diantaranya pemain luar daerah. Mereka ikut serta dalam seleksi yang diadakan pelatih guna menambah jumlah pemain Laskar Sunan Pojok. Delapan pemain tersebut tiga diantaranya mantan pemain Persela Lamongang U-23. Selain itu ada juga yang berasal dari Solo, Bojonegoro dan Rembang serta Sukoharjo. Para pemain tersebut berusia maksimal 23 tahun.
‘’Kami tidak menyangka yang datang mengikuti seleksi jumlahnya membludak,’’ ujar Pelatih Persikaba Brendy kemarin.
Dia memperkirakan masih ada pemain baru lagi dari beberapa daerah di Jateng dan Jatim yang akan mengikuti seleksi. Menurut sejumlah pemain telah menghubunginya dan menyatakan diri hendak turut serta dalam latihan bersama di Stadion Kridosono. Brendy mengatakan pihaknya membutuhkan enam pemain baru untuk mengisi posisi ujung tombak, gelandan dan barisan pertahanan. Menurutnya selama seminggu pemain dari luar daerah itu akan dipantau kemampuannya melalui latihan game. ‘’Kami tempatkan mereka di posisi yang sesuai dengan spesialisasinya,’’ katanya.
Sementara itu dalam latihan pertama Selama kemarin, dua pemain senior Persikaba tidak menampakan batang hidungnya. Keduanya adalah penjaga gawang Tulus Sapmoko dan gelandang Eko Nur Adriyanto. Kedua pemain itu sebelumnya Persikaba di Kompetisi Divisi II 2007. Pemain yang juga asli Blora itu sebelumnya juga memperkuat Laskar Sunan Pojok saat mengikuti turnamen sepak bola di Pekalongan belum lama ini. Ketidakhadiran mereka dalam latihan bersama karena yang bersangkutan kini tengah mencari klub lain. Tiga pemain senior yang mengikuti latihan adalah Anang Dwita, Sujono dan Sukisno. Berdasarkan ketentuan Badan Liga Amatir (BLA) PSSI, setiap kesebelasan peserta Divisi II diperkenankan diperkuat lima pemain senior. Namun dari lima pemain tersebut, hanya tiga pemain yang diturunkan di setiap pertandingan sedangkan dua pemain cadangan.
Manajer Persikaba Pudiyatmo beserta jajaran tim manajemen secara khusus menyaksikan latihan perdana. Di hadapan para pemain usai latihan Pudiyatmo menyatakan Laskar Sunan Pojok membutuhkan pemain yang mempunyai kemampuan dan daya juang tinggi untuk memenangkan Persikaba di setiap pertandingan. Dia berharap para pemain tidak hanya menunjukan kemampuan terbaik saat seleksi melainkan juga ketika berlaga di pertandingan resmi. (H18)

Temu BLA

Persikaba Kirim Utusan ke Semarang
*Ikuti Workshop BLA PSSI

BLORA – Persikaba Blora memantapkan diri mengikuti Kompetisi Divisi II 2008. Perwakilan tim manajemen Laskar Sunan Pojok akan menyampaikan kesiapan Persikaba dalam workshop yang digagas Badan Liga Amatir (BLA) PSSI, Kamis (3/4) di Semarang. Workshop yang rencananya berlangsung di gedung pertemuan M Ikhsan Balaikota Semarang lantai 8 itu akan dihadiri seluruh perwakilan kesebelasan Divisi II di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Asisten Manajer Persikaba Wahono mengemukakan selain workshop dalam pertemuan tersebut BLA akan menanyakan kesiapan tim mengikuti Kompetisi Divisi II. Menurutnya pertanyaan tersebut selalu diajukan BLA mengingat tidak semua kesebelasan yang terdaftar akan mengikuti kompetisi. ‘’Seperti kompetisi tahun lalu. Ternyata ada tim yang mengundurkan diri sebelum kompetisi dimulai,’’ ujarnya kemarin.
Wahono menyatakan dalam pertemuan tersebut pihaknya akan menyampaikan kesiapan Persikaba mengikuti Kompetisi Divisi II. Selain itu menurutnya Persikaba akan menanyakan kejelasan format kompetisi tahun ini. Sebab menurutnya informasi yang diterima selama ini masih simpang siur terkait penerapan home tournament dan sistem pertandingan home and away. ‘’Rencananya workshop akan dihadiri direktur BLA, Subardi. Kami akan menanyakan hal-hal yang belum jelas. Supaya kami lebih mantap mengikuti kompetisi,’’ katanya. (H18)

31 March 2008

Mulai Latihan



INSTRUKSI : Pelatih Persikaba Brendy (kanan) menyampaikan pengarahan kepada para pemain sebelum memulai latihan di musim kompetisi tahun lalu.

Tim Persikaba Latihan Bersama Selasa
*Seleksi Tambahan Pemain


BLORA – Kesebelasan Persikaba Blora yang dipersiapkan mengikuti Kompetisi Divisi II 2008 sore ini memulai latihan perdana di Stadion Kridosono. Latihan tersebut dirangkaikan pula dengan seleksi pemain tambahan yang berasal dari sejumlah daerah di Jateng dan Jatim.
Laskar Sunan Pojok sebenarnya sudah sejak Desember 2007 dipersiapkan mengikuti Kompetisi Divisi II. Pembentukan tim diawali dengan seleksi pemain U-23 yang berasal dari klub-klub lokal Blora. Tim yang telah terbentuk selanjutnya diikutsertakan dalam turnamen sepak bola Bupati Blora Cup I. Hasilnya cukup memuaskan. Kesebelasan yang dilatih Brendy dan Sugiyanto itu meraih juara pertama setelah mengumpulkan nilai terbanyak, mengungguli Persela Lamongan U-23, Pati Selection dan PSIR U-23.
Usai berlaga di Bupati Blora Cup, sebagian pemain dipertahankan namun sebagian lainnya memutuskan pindah memperkuat kesebelasan lain. Persikaba kemudian melanjutkan kiprahnya dengan mengikuti turnamen Gapensi Cup memperebutkan Piala Walikota Pekalongan. Tim yang diturunkan diantaranya bermaterikan lima pemain senior. Yakni Sujono, Anang Dwita, Eko Nur Adriyanto, Sukisno dan penjaga gawang Tulus Sapmoko. Keikutsertaan para pemain senior tersebut tidak terlepas dari aturan baru yang diterapkan Badan Liga Amatir (BLA) yang membatasi usia pemain yang berlaga di Divisi II maksimal 23 tahun. Namun setiap tim boleh diperkuat lima pemain senior. Tiga diantaranya dimainkan di lapangan sedangkan lainnya cadangan. Persikaba menghendaki pemain senior menyatu dengan pemain yunior yang sudah terbentuk. Namun sayang, meski diperkuat pemain senior, Persikaba tidak mampu melaju ke babak berikutnya di turnamen Pekalongan setelah kalah 0-2 dari Persik Kendal.
Kini, kesebelasan yang dimanajeri Pudiyatmo itu memulai babak baru dengan menyiapkan diri mengikuti Kompetisi Divisi II. Pelatih Persikaba Brendy mengatakan setidaknya dibutuhkan tambahan sebanyak enam pemain untuk posisi striker, gelandang dan libero. Menurutnya komposisi pemain yang berlaga di Bupati Blora Cup I dan turnamen sepak bola di Pekalongan, sebagian besar dipertahankan. Hanya saja untuk menyempurnakan tim yang sudah ada, dirinya perlu tambahan pemain baru. ‘’Dalam latihan pertama besok sore (hari ini, Red) kami gunakan juga untuk menyeleksi pemain baru,’’ ujarnya kemarin.
Dia menyebutkan beberapa pemain dari Rembang, Sragen, Sukoharjo, Bojonegoro dan Lamongan berencana datang ke Stadion Kridosono untuk mengikuti seleksi pemain. Menurutnya seleksi dilakukan dengan cara menurunkan pemain dalam satu pertandingan. ‘’Dalam pertandingan itu kami akan melihat kemampuan calon pemain baru bagaimana,’’ katanya. Brendy menyatakan dalam jangka waktu satu minggu diharapkan Persikaba sudah mendapatkan amunisi baru. (H18)

29 March 2008

Manajemen Baru

Tim Manajemen Persikaba Diminta Bukan Pajang Nama

BLORA – Meski susunan tim manajemen Persikaba telah disusun sejak Rabu (19/3) namun hingga kini belum mendapatkan pengesahan dari Ketua Umum Pengcab PSSI Blora HM Warsit. Tim manajemen masih melakukan penyempurnaan susunan personil dengan memasukan nama sejumlah figur yang dinilai tepat menduduki jabatan yang ditentukan. ‘’Penyempurnaan susunan tim manajemen Insya Allah sudah selesai. Kami tinggal memintakan persetujuan dari ketua umum PSSI Blora,’’ ujar Asisten Manajer Persikaba Wahono kemarin.
Dia menyebutkan personil yang duduk di tim manajemen berasal dari sejumlah unsur masyarakat yang selama ini peduli dengan perkembangan sepak bola di Blora. Beberapa personil yang sebelumnya pernah masuk dalam tim manajemen Persikaba 2007 juga dipertahankan selain memasukan pula personil yang benar-benar baru. Wahono menyebutkan manajer dijabat Pudiyatmo. Sedangkan asisten manajer umum ditempati dirinya. Asisten manajer teknis dijabat Sutiyono dan asisten manajer bidang dana, Amin Farid. Sekretaris tim ditempati Siswanto dan bendahara H Urip. Tim manajemen juga dilengkapi bidang humas, umum dan perlengkapan, kesehatan serta tim pelatih. ‘’Kami mengharapkan dukungan dari semua warga agar tugas yang diamanahkan kepada kami bisa dilaksanakan dengan baik,’’ tandasnya
Sejumlah kalangan berharap banyak tim manajemen yang telah terbentuk mampu membawa Persikaba berprestasi lebih baik lagi dibanding tahun-tahun sebelum. Namun kritikan juga dilontarkan terutama personil yang menduduki jabatan sekretariatan tim. Sebab mereka dinilai belum mempunyai pengamalam dan kemampuan di bidang kesekretariatan terutama yang terkait sepak bola. Jabatan sekretaris dinilai strategis karena menyangkut pula administrasi permindahan pemain, pendaftaran pemain hingga pengesahan pemain. Sekretaris juga merupakan ujung tombak yang menghubungkan tim dengan Pengda PSSI Jateng, Badan Liga Amatir (BLA) PSSI di Jakarta selaku penyelenggara Kompetisi Divisi II.
‘’Bukannya kami meremehkan kemampuan personil yang ada di jabatan kesekretariatan. Namun ada baiknya memasukan nama personil yang punya pengalaman di bidang kesekretariatan tahun lalu,’’ ujar Widodo salah seorang pemerhati sepak bola di Blora. (H18)


Grafis :

Susunan Tim Manajer Persikaba 2008

Manajer : Pudiyatmo
Asisten Manajer Bidang Umum : Wahono
Asisten Manajer Bidang Teknis : Sutiyono
Asisten Manajer Bidang Dana : Amin Farid
Sekretaris : Siswanto
IBK Alamsyah
Bendahara : H Urip
Widarto
Humas : Abdul Muiz
Ahmad Zaidun
Umum dan Perlengkapan : Suparno
Agus Dwi Suparyo
Kesehatan : Firman Juni
Suyanto
Pelatih : Brendy
Sugiyanto

27 March 2008

Latihan Bersama



INSTRUKSI : Pelatih Persikaba Brendy memberikan arahan kepada pemain cadangan sebelum menggantikan pemain lain.


Persikaba Butuh Enam Pemain Baru
*Latihan Bersama Dimulai 1 April

BLORA – Babak baru persiapan Persikaba Blora mengarungi Kompetisi Divisi II 2008 dimulai 1 April mendatang. Tim manajemen yang dibentuk Pengcab PSSI Blora mulai menginventarisasi berbagai persiapan yang harus dilakukan Laskar Sunan Pojok sebelum berlaga di Divisi II yang rencannya digulirkan 18 Mei.
Manajer Persikaba Pudiyatmo meminta tim pelatih mengumpulkan seluruh pemain pada 1 April di Stadion Kridosono. Berkumpulnya pemain tersebut dimanfaatkan pula untuk menggelar latihan bersama. Menurut Pudiyatmo, kerangka tim Laskar Sunan Pojok telah terbentuk sejak lama dan telah mengikuti dua turnamen sepak bola. Seperti Bupati Blora Cup I dan turnamen di Pekalongan belum lama ini. ‘’Kami tinggal menyempurnakan tim bayangan yang sudah ada,’’ ujarnya kemarin.
Pudiyatmo yang juga kepala bagian umum sekretariat daerah (setda) Blora mengemukakan tim manajemen berupaya mendukung sepenuhnya persiapan yang akan dilakukan kesebelasan Persikaba. Yakni diantaranya membenahi lapangan dan fasilitas latihan lainnya yang tersedia di Stadion Kridosono. Itu dilakukan agar para pemain lebih berkonsentrasi menyiapkan diri lebih baik lagi. ‘’Pembenahan tempat latihan yang cukup mendesak adalah perataan lapangan. Selain itu pembenahan mess pemain,’’ katanya.
Pelatih Persikaba Brendy mengemukakan pihaknya masih membutuhkan beberapa pemain baru untuk mengisi barisan ujung tombak, gelandang dan pertahanan. ‘’Setidaknya yang kami butuhkan sebanyak empat striker, satu gelandang dan libero,’’ katanya.
Pelatih yang sukses membawa Persikaba mentas dari Divisi III ke Divisi II tersebut mengatakan penambahan pemain baru dilakukan dengan cara mendatangkan pemain U-23 dari sejumlah daerah yang dinilai memiliki kualitas bagus. ‘’Dalam latihan bersama itu kami akan mencoba menempatkan pemain dari luar daerah tersebut di posisinya masing-masing,’’ ujarnya.
Jika kemampuan pemain tersebut sesuai yang diinginkan, pihaknya akan meminta manajemen untuk merekrutnya. (H18)

21 March 2008

Calon Lawan

Rabu, 19 Mar 2008
Persem Mulai Siapkan Tim

MOJOKERTO - Jajaran pengurus Persem kini sudah mulai menyiapkan pembentukan tim, setelah ada sinyal kuat untuk tetap mengikuti kompetisi tahun ini. Bahkan, kemarin sejumlah pemain sudah mulai latihan.
Hal itu dikemukakan Sugeng Mulyadi, mantan manajer Persem kepada Mojo Sport kemarin. "Hari ini semua pemain yang sudah datang kabarnya mulai latihan," tuturnya.
Meskipun demikian, Sugeng mengaku masih belum banyak terlibat dalam masalah pembentukan tim Persem sekarang ini. Meskipun sebenarnya pihaknya sudah diminta oleh petinggi Persem untuk segera ikut menanganinya. Masalahnya, sebelum permasalahan yang terkait dengan dana talangan pada musim kompetisi tahun lalu belum beres, maka pihaknya masih belum berani untuk terlibat menangani tim Persem. "Jika masalah yang kemarin sudah selesai, baru kita pikirkan untuk yang sekarang. Tapi, kalau belum selesai, ya nanti dulu," tuturnya.
Lebih lanjut Sugeng mengungkapkan, masalah dana talangan, hingga kini belum ada kemajuan yang berarti untuk penyelesaiannya. Meskipun belum lama ini pihaknya telah dihubungi Hendro Suwono, ketua umum PSSI Kota Mojokerto.
Diterangkannya, untuk menangani tim Persem mendatang, tetap akan dipercayakan kepada pelatih Komariono yang tahun lalu berhasil membawa Persem meraih juara I Divisi III Nasional. Untuk putaran kompetisi tahun ini, tim yang berjuluk Blue Force itu akan bertanding di kasta Divisi II Nasional
Secara terpisah, Nanang, mantan pemain Persem kepada Mojo Sport kemarin membenarkan dimulainya latihan dan persiapan tim Persem itu. Walaupun demikian, Nanang mengaku masih belum tertarik untuk bergabung pada latihan itu. Apalagi hingga kini manajemen Persem masih belum jelas.
"Daripada latihan dengan tim yang belum jelas, lebih baik latihan sendiri saja," kata pemain yang spesialis menempati posisi wing kanan itu. Hilangnya empat pemain pilar di Persem belum lama ini, dipastikan akan berpengaruh pada kekuatan dan kualitas tim Persem mendatang. Sebagaimana diketahui, bahwa empat pemain pilar Persem pekan lalu hengkang, setelah tidak adanya kepastian Persem untuk mengikuti kompetisi tahun ini. Mereka itu adalah, Abdul Ghofur, Sigit, Lutfi dan Ilham . Bahkan, Agus Butho, stopper yang dikenal cukup galak itu juga dikabarkan sudah hengkang ke PSBK, Blitar.
Sementara itu, Hendro Suwono, ketua umum PSSI Kota Mojokerto hingga kemarin belum berhasil dihubungi. Menurut Widi, ajudannya, Wawali Mojokerto tidak bisa diganggu. Begitu juga ketika dihubungi melalui ponselnya kemarin, juga tidak diangkat, meskipun terdengar nada panggil. (sd)
Sumber berita dari Jawa Pos Radar Mojokerto

Manajer Baru


DIPERTAHANKAN : Pemain belakang Persikaba U-23, Ngaspani (19) berhasil merebut bola dari penguasaan pemain Pati Selection dalam pertandingan turnamen Bupati Blora Cup I belum lama ini. Persikaba akan menyeleksi pemain seiring terbentuknya tim manajemen.


Pudiyatmo Manajer Persikaba

BLORA – Persikaba Blora telah mempunyai manajer. Dia adalah Pudiyatmo. Pria yang sehari-hari menjabat kepala bagian umum sekretariat daerah (setda) itu ditunjuk menjadi manajer dalam rapat pleno Pengcab PSSI Blora, Kamis (20/3). Rapat pleno juga memutuskan mengangkat Wahono yang sebelumnya ketua tim karteker Persikaba menjadi asisten manajer.
Tim manajemen yang telah dibentuk selanjutnya diberi tugas awal menyiapkan Laskar Sunan Pojok yang akan berlaga di Kompetisi Divisi II 2008. Salah satunya dengan cara menggelar seleksi pemain. Penambahan pemain baru mutlak diperlukan karena hingga kini Persikaba masih berkuatan 16 pemain usia 23 tahun. Mereka sebelumnya mengikuti seleksi saat Laskar Sunan Pojok hendak turut serta dalam turnamen sepak bola Bupati Blora Cup I, Januari 2008. Tim yang telah terbentuk selanjutnya dipertahankan hingga kini meski beberapa pemain diantaranya hengkang ke beberapa daerah guna memperkuat kesebelasan lain. Untuk mengetahui kekuatan tim, belum lama ini Persikaba turut serta dalam turnamen sepak bola Gapensi Cup Piala Walikota Pekalongan. Hasilnya, sangat tidak memuaskan. Meski bermaterikan tambahan lima pemain senior, kesebelasan kebanggaan warga Blora itu takluk 0-2 lawan Persik Kendal pada babak penyisihan di Stadion Kraton. Dengan kekalahan itu, langkah Persikaba terhenti karena turnamen tersebut menggunakan sistem gugur.
‘’Yang lalu biar lah berlalu. Sekarang kita menatap ke depan. Bagaimana Persikaba dipersiapkan dan mengikuti Kompetisi Divisi II 2008,’’ ujar Wahono kemarin.
Dia menekankan tim manajemen berkejaran dengan waktu. Berdasarkan informasi yang diterima, Kompetisi Divisi II akan dimulai 4 Mei. Praktis hanya tinggal satu bulan lebih untuk menyiapkan tim. Wahono mengatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah nama pemain muda yang diharapkan mau memperkuat Persikaba. ‘’Pemain dari luar Blora itu akan kami panggil untuk mengikuti seleksi,’’ tandasnya.
Selain masalah tambahan pemain baru, tim manajemen juga dipusingkan dengan sumber pendanaan untuk membiayai Persikaba. Manajemen tetap mengharapkan kucuran dana dari APBD meski sumber pendanaan lainnya tetap diupayakan. Tim yang berlaga di Kompetisi Divisi II layak mendapatkan dana hibah dari APBD karena tujuan utamanya adalah pembinaan olahraga di daerah. Itu terbukti dengan diterapkannya aturan pembatasan usia pemain yakni maksimal 23 tahun. (H18)

Kalah



TERJANG LAWAN : Penjaga gawang Persikaba Tulus Sapmoko (33) berusaha menangkap bola dari sundulan pemain lawan saat bertanding di Cilegon di Kompetisi Divisi II 2007.


Skuad Laskar Sunan Pojok Dipertahankan
*Kalah 0-2 Lawan Persik

BLORA – Harapan sebagian warga Blora agar Persikaba mampu berprestasi di turnamen sepak bola di Pekalongan tak bisa direalisasikan Sujono dan kawan-kawan. Tim berjuluk Laskar Sunan Pojok itu harus pulang lebih awal ke Blora setelah dalam laga perdananya ditaklukan Persik Kendal dengan skor 0-2 (0-0). Dua gol kemenangan Persik tercipta di babak kedua melalui sundulan kepala Farin (62) dan tendangan berbau off side oleh Slamet Arianto pada menit ke-78. Penerapan sistem gugur oleh panitia menjadikan Persikaba tidak mempunyai kesempatan lagi bertanding di Stadion Kraton Pekalongan.
‘’Kekalahan itu tidak perlu disesali. Kita ambil hikmahnya saja yakni Persikaba harus dipersiapkan lebih baik. Apalagi Kompetisi Divisi II 2008 tidak lama lagi akan dimulai,’’ ujar Ketua Tim Karteker, Wahono kemarin.
Dia mengatakan saat menghadapi Persik, para pemain Persikaba mampu mengusai jalanya pertandingan hingga akhir babak pertama. Beberapa peluang diciptakan striker Lasmani dan Damirin. Namun tak satupun peluang itu membuahkan gol. Menurutnya keadaan berubah ketika pertandingan memasuki babak kedua. Pemain Persik lebih banyak menekan sehingga berhasil menyarangkan gol ke gawang Persikaba yang dijaga kiper senior Tulus Sapmoko. ‘’Kami akui Persik setingkat lebih baik dari Persikaba. Pemain muda kami perlu lebih banyak tampil di depan publik,’’ katanya beralasan.
Wahono mengakui tampilnya lima pemain senior seperti Tulus Sapmoko, Sujono, Anang Dwita, Sukisno dan Eko Nur Adriyanto telah mampu menutupi celah kelemahan pemain U-23. Dia mengatakan sebagian pemain muda masih belum terbiasa tampil di pertandingan resmi yang dilaksanakan di kandang lawan. Pengalaman berharga itulah yang menjadikan tim karteker berketetapan akan mempertahankan keutuhan tim. ‘’Minimal sebagai persiapan mengikuti Kompetisi Divisi II,’’ tandasnya.
Menurutnya dalam waktu dekat para pemain Persikaba akan dikumpulkan lagi untuk menjalani latihan bersama. Pihaknya merencanakan bakal menggelar seleksi untuk mendapatkan beberapa pemain tambahan. ‘’Terutama untuk pemain di posisi ujung tombak dan pemain belakang. Berdasarkan evaluasi pertandingan di Pekalongan, kedua posisi itu paling mendesak dibenahi,’’ katanya. Namun demikian jika ada pemain baru yang kualitasnya bagus, Persikaba kata Wahono akan mempertimbangkan untuk direkrut. ‘’Terlebih dahulu kami lakukan evaluasi menyeluruh. Setelah itu baru seleksi pemain,’’ tandasnya. (H18)

13 March 2008

Berita Divisi I

Jalan Terjal Wakil Jatim


Kompetisi Divisi I Start 13 April
JAKARTA - PSSI akan segera menggulirkan kompetisi musim 2008. Perhelatan Divisi I menjadi pembuka. Pertarungan di kasta ketiga sepak bola nasional itu akan mulai digeber pada 13 April mendatang dan berakhir 22 Juni 2008.

Sebanyak 48 klub berjibaku di Divisi I dan terbagi dalam delapan grup. Mereka akan bertarung memperebutkan enam jatah promosi ke Divisi Utama musim 2009. Sembilan di antara daftar tersebut merupakan tim-tim asal Jawa Timur (Jatim). Jumlah itu termasuk yang paling dominan.

Meski paling dominan, jalan wakil Jatim sangat berat. Sebab, mereka harus berjibaku sesama teman sendiri di babak pertama. Pasalnya, tim-tim Jatim berada dalam grup yang sama. Mereka tergabung di Grup V dan VI.

Lima tim berkumpul di Grup V dan empat lainnya di Grup VI. Penghuni Grup V adalah Persida Sidoarjo, Persedikab Kab Kediri, Persipro Probolinggo, Perseta Tulungagung, dan Persikoba Batu. Sedangkan Grup VI ialah Mojokerto Putra, PSBI Blitar, Persid Jember, dan Persewangi Banyuwangi.

"Dengan situasi seperti ini, peluang kami memang berat. Sebab, ada banyak laga derby Jatim. Karena itu, kami mengajukan permohonan agar tim-tim Jatim dipecah dalam tiga grup," ujar Ali Mustofa, utusan Pengda PSSI Jatim, dalam workshop Divisi I di Jakarta, kemarin (12/3).

Sayang, permintaan Pengda Jatim itu ditolak. Badan Liga Sepak Bola Amatir (BLA) hanya mengakomodasi keberatan PS Biak Papua. PS Biak yang sebelumnya masuk di Grup VII akhirnya dipindah ke Grup VIII karena alasan transportasi. "Ini semua adalah risiko kompetisi. Kami sudah lama menggodok ini. Jadi, semua harus bisa memahaminya," kata Subardi, ketua BLA.

"Perjuangan kami memang berat. Tapi, kami harus bisa menerima keputusan BLA ini," sambung Biqinthorin Musa, ketua harian Persida.

Ajang Divisi I nanti dihajat dalam empat babak. Pada babak pertama, masing-masing grup bermain dengan sistem kompetisi penuh. "Hanya Grup VIII yang pakai sistem home turnamen karena masalah transportasi," ujar Subardi.

Nah, babak kedua hingga keempat akan dijalankan dengan sistem setengah kompetisi. Di babak kedua, grup akan dibagi empat, masing-masing grup dihuni empat tim. Artinya, hanya ada dua tim yang lolos ke babak kedua di masing-masing grup pada babak pertama. (fim/ko)


Pembagian Grup Divisi I 2008

Grup I
1. PSLS Lhokseumawe
2. Persidi Idi Reyeuk
3. PSBL Langsa
4. PSSA Asahan
5. PSKPS Padang Sidempuan
6. Persires Rengat

Grup II
1. Pespessel Pesisir Selatan
2. PS Bungo
3. PSBS Bangkinang
4. PS Palembang
5. PS Banyuasin
6. PSBL Bandar Lampung

Grup III
1. Pro Duta Bandung
2. Pesik Kuningan
3. Persik Kendal
4. Persipur Purwodadi
5. PSISra Sragen
6. PPSM Magelang

Grup IV
1. Persipasi Bekasi
2. PSB Bogor
3. PSKS Krakatau Steel Cilegon
4. Perserang Serang
5. Persipon Pontianak
6. Persepra Palangka Raya

Grup V
1. Persebi Boyolali
2. Persida Sidoarjo
3. Persedikab Kediri
4. Persipro Probolinggo
5. Perseta Tulungagung
6. Persikoba Batu

Grup VI
1. PSMP Mojokerto Putra
2. PSBI Blitar
3. Persid Jember
4. Persewangi Banyuwangi
5. Persiko Kotabaru
6. Perst Tabanan

Grup VII
1. Persemalra Maluku Tenggara
2. Persipal Palu
3. Kendari Utama
4. Persin Sinjai
5. Persipare Pare-Pare

Grup VIII
1. Persiram Raja Ampat
2. Persinab Nabire
3. Persidafon Dafonsoro
4. Persitoli Tolikara
5. Persigubin Pegunungan Bintang
6. Persekaba Yahukimo
7. PS Biak
Dikutip dari Jawa Pos

Lawan Persik


KENANGAN PAHIT : Ujung tombak Persikaba Deni Armanto (5) dikawal ketat pemain Persik dalam pertandingan Kompetisi Divisi II 2007 di Stadion Kebondalem Kendal. Persikaba kalah 0-2 dalam pertandingan tersebut.


Jumpa Persik Di Laga Perdana

BLORA – Persikaba Blora mendapatkan lawan berat di laga perdana turnamen sepak bola piala Walikota Pekalongan, 15-23 Maret . Untuk lolos ke babak berikutnya Sujono dan kawan-kawan terlebih dahulu harus mengalahkan kesebelasan Persik Kendal, Senin (17/3).
Pertandingan antara Persikaba melawan Persik di tempat netral dipastikan berlangsung seru. Pasalnya Laskar Sunan Pojok menyimpang kenangan pahit saat bertemu Persik di Kompetisi Divisi II 2007. Kala itu Persik menjadi tuan rumah. Pasukan dari Blora menyerah 0-2. Namun kekalahan itu hingga kini masih belum bisa dilupakan para pemain Blora. Pasalnya dalam pertandingan yang berlangsung panas tersebut, Persikaba beberapa kali dikerjai wasit. Buntutnya, Laskar Sunan Pojok sempat mogok bertanding saat kedudukan 0-1. Itu terjadi karena wasit menghadiahkan tendangan penalti kepada Untung Sudrajat dan kawan-kawan. Padahal tak satu pun pemain Blora melakukan pelanggaran.
Kini Persik telah lolos ke Divisi I, sedangkan Persikaba tetap di Divisi II. Kedua kesebelasan akan bertemu kembali dalam pertandingan di Pekalongan.
Semangat membalas kekalahan mulai didengungkan. Hari ini Persikaba memulai latihan kembali setelah sehari sebelumnya libur. Kehadiran beberapa pemain dari luar Blora semakin menambah kepercayaan diri tim Persikaba untuk mengalahkan Persik.
Pelatih Brendy menyatakan beberapa pemain dari Bojonegoro, Rembang dan Lamongan akan memperkuat Persikaba. Dia menuturkan para pemain tersebut akan menempati posisi yang ditinggalkan sejumlah pemain Persikaba U-23.
‘’Kami akan padukan kerjasama tim. Kualitas individu pemain menjadi modal bagi kami,’’ ujarnya kemarin.
Ketua Tim Karteker Persikaba, Wahono menyatakan panitia di Pekalongan telah menetapkan pertandingan dengan menggunakan sistem gugur. Jika di babak normal pertandingan berakhir seri, akan dilanjutkan adu tendangan penalti. Dia mengakui Persik adalah lawan berat. Namun ia mempunyai kepercayaan diri Persikaba mampu meladeni permainan tim lawan. ‘’Apalagi kali ini pertandingan dilaksanakan di tempat netral,’’ tandasnya.
Sepengetahuan Wahono, materi pemain Persik sudah berubah total dibanding tahun lalu. Menurutnya beberapa pemain utama Kendal telah pindah ke kesebelasan lain. Diantaranya Taryono ke PSBI Blitar dan Untung Sudrajat serta Susanto mengikuti seleksi di PSIS Semarang. ‘’Persik sekarang mengandalkan pemain lokal sama seperti Persikaba,’’ ujarnya. (H18)

Seleksi Pemain

Seleksi Pemain Belum Akan Digelar

BLORA- Tim karteker yang dibentuk Pengcab PSSI Blora untuk menyiapkan kesebelasan Persikaba yang berlaga di Kompetisi Divisi II 2008 belum akan menggelar seleksi pemain. Mereka lebih memilih menyiapkan diri mengikuti turnamen sepak bola di Kota Pekalongan mulai pekan depan.
Ketua Tim Karteker, Wahono mengatakan kekurangan personil setelah hengkangnya beberapa pemain Persikaba U-23 akan ditutupi dengan datangnya pemain luar daerah. Pihaknya mempersilahkan hadirnya pemain tersebut. Namun dia menegaskan para pemain U-23 yang pernah memperkuat beberapa kesebelasan itu belum akan dikontrak. ‘’Kami harus jeli melihat kemampuan pemain. Kalau kualitas pemain luar daerah itu tidak lebih, kenapa kita tidak memanfaatkan potensi pemain lokal saja,’’ ujarnya kemarin.
Wahono mengakui pasca pindahnya beberapa pemain pilar Persikaba membuat kesiapan tim yang akan berlaga di Pekalongan terganggu. Pihaknya telah berupaya mencari pemain yang dibutuhkan. Selain dari Blora sendiri, para pemain yang diincar datang dari Bojonegoro, Lamongan dan Rembang.
Lebih lanjut Wahono mengemukakan sesuai agenda kerja tim karteker, seleksi pemain Persikaba baru akan dilaksanakan setelah Laskar Sunan Pojok mengikuti turnamen di Pekalongan. Tim karteker bakal melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelumnya akhirnya memutuskan menggelar seleksi pemain. ‘’Tim bayangan Persikaba yang akan mengikuti Divisi II sudah ada. Kami tinggal menyempurnakan kekurangan yang ada,’’ tandasnya.
Brendy, Komisi Pelatih Pengcab PSSI Blora mengatakan pihaknya telah menyampaikan apa saja yang dibutuhkan terkait persiapan tim mengikuti turnamen di Pekalongan. Menurutnya penambahan pemain atas persetujuan tim karteker. Dia menyatakan tim yang akan dibawa ke Pekalongan bermaterikan pemain U-23 dan lima pemain senior. Hal itu untuk menyesuaikan dengan aturan pertandingan yang akan diterapkan di Kompetisi Divisi II 2008. (H18)

11 March 2008

Eksodus lagi


LEPAS : Mantan ujung tombak Persikaba U-23, Riko Pambudiyono (17) kini berlabuh di kesebelasan Persip Pekalongan.


Persikaba Ditinggal Banyak Pemain

BLORA – Berbagai persoalan bertubi-tubi mendera Persikaba Blora. Belum selesai persoalan penunjukan manajer dan tidak jelasnya sumber pendanaan, kini permasalahan lainnya muncul. Yakni pindahnya beberapa pemain U-23 ke daerah lain. Padahal mereka digadang-gadang bakal memperkuat Laskar Sunan Pojok di Kompetisi Divisi II 2008.
Perpindahan pemain itu baru terungkap ketika komisi pelatih Pengcab PSSI Blora yang diketuai Brendy menggelar latihan sejak beberapa hari terakhir dalam rangka persiapan mengikuti turnamen sepak bola di Kota Pekalongan.
Saat hendak dipanggil kembali, beberapa pemain Persikaba U-23 yang pernah meraih prestasi juara pertama di turnamen sepak bola Bupati Blora Cup I ternyata telah pindah ke klub lain. Mereka diantaranya striker Riko Pambudiyono yang lebih memilih memperkuat Persip Pekalongan dan Mustari ke Persipa Pati. Selain itu stopper Dian, pindah ke salah satu kesebelasan Divisi III di Tasikmalaya Jabar.
Perpindahan pemain itu terjadi karena Pengcab PSSI Blora belum mengikat para pemain tersebut dalam sebuah kontrak resmi. Usai berlaga di Turnamen Bupati Blora Cup I, Persikaba U-23 vakum. Akibatnya beberapa pemain mencoba mengadu peruntungan ke klub lain.
‘’Sebenarnya kami menginginkan mereka tetap di Blora. Namun kami tidak bisa memaksakan kehendak. Pemain itu telah memutuskan pilihannya,’’ ujar Brendy kemarin.
Dia mengakui perpindahaan pemain itu mempengaruhi kesiapan tim Persikaba yang akan berlaga di Pekalongan mulai pekan depan. Namun hal itu bukan menjadi penyebab persiapan tim apa adanya. Brendy menuturkan dirinya berupaya mendapatkan pemain pengganti di posisi yang ditinggalkan para pemain tersebut. Pelatih yang mengantarkan Persikaba beranjak dari Divisi III ke Divisi II di tahun 2006 itu menyebutkan beberapa pemain dari Rembang dan Bojonegoro Jatim diundang untuk mengikuti latihan bersama di Stadion Kridosono. Jika pemain tersebut kualitasnya bagus, pihaknya akan menyertakan mereka ke Pekalongan. Brendy mengatakan beberapa pemain luar daerah telah menyatakan minatnya memperkuat Persikaba. Hanya saja pihaknya belum berani mengambil keputusan karena hal itu terkait pula dengan pendanaan. (H18)

10 March 2008

Tolak Hak



SALING DORONG : Ujung tombak Persikaba U-23, Mustari (23) adu dorong dengan pemain Pati Selection dalam pertandingan turnamen Bupati Blora Cup I di Stadion Kridosono Blora belum lama ini.


Warsit Tak Akan Gunakan Hak Prerogatif
*Penunjukan Manajer Persikaba

BLORA – Proses penetapan manajer Persikaba makin berlarut-larut. Pasalnya Ketua Umum Pengcab PSSI Blora HM Warsit memastikan tidak akan menggunakan hak prerogatifnya dalam menunjuk manajer Laskar Sunan Pojok. Padahal jika hak tersebut dipakai, publik sepak bola di Blora saat itu juga sudah bisa mengetahui siapa manajer yang akan mendampingi tim kesayangannya berlaga di Kompetisi Divisi II 2008.
Warsit yang juga ketua DPRD lebih memilih menyerahkan keputusan penetapan manajer pada musyawarah pengurus. Menurutnya hal itu lebih demokratis dibanding penggunaan hak prerogatif. ‘’Terserah hasil musyawarah pengurus. Saya tidak akan memakai hak itu (prerogatif, Red),’’ ujarnya kemarin.
Wacana penggunaan hak prerogatif muncul dalam rapat pleno Pengcab PSSI Blora, Rabu (5/3) di Hotel Almadina. Kala itu rapat pleno memutuskan tidak ada calon yang layak ditetapkan menjadi manajer Persikaba. Pengurus sebelumnya telah membuka pendaftaran bagi siapa saja yang berminat menjadi manajer. Selama empat hari masa pendaftaran hanya dua orang saja yang mendaftar, yakni Ahmad Zaidun dan Agus Listiyono. Kedua orang ini selanjutnya diundang untuk menyampaikan visi dan misi di hadapan rapat pleno. Namun keputusan akhir menyatakan tidak ada satu orang pun calon yang layak menjadi manajer. Ketidaklayakan itu terkait kepastian sumber pendanaan yang akan digunakan untuk pembentukan tim dan keikutsertaan Persikaba di Divisi II. Setidaknya dibutuhkan dana awal Rp 450 juta untuk membentuk tim (kontrak dan gaji pemain). Dana awal itu diperlukan karena hingga kini Persikaba belum jelas apakah mendapat kucuran dana dari APBD atau tidak.
Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan Pemain, Wahono mengatakan pihaknya secara lisan sudah menyampaikan hasil rapat pleno pengurus tersebut kepada ketua umum HM Warsit. Menurutnya pengurus sekali lagi akan menggelar rapat untuk menentukan kelanjutan langkah Persikaba. Rencananya rapat itu akan menghadirkan pula Bupati RM Yudhi Sancoyo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang Sulistya. ‘’Bukan hanya persoalan manajer, sumber pendanaan juga harus pasti. Karena itulah kami akan mengundang bupati dan sekda,’’ tandasnya.
Sementara itu Bendahara Pengcab PSSI Blora, Kunto Aji menyatakan panitia anggaran (Panggar) DPRD dalam waktu dekat ini akan menggelar rapat pembahasan RAPBD. Dalam rapat itu kata Kunto, akan dibahas pula bantuan hibah dalam APBD untuk pembinaan olahraga di Blora, satu diantaranya sepak bola. (H18)

09 March 2008

Ke Pekalongan


KAPTEN TIM : Kapten kesebelasan Persikaba Sujono (11) akan memimpin rekan-rekanya mengikuti turnamen Piala Walikota Pekalongan, pekan depan. Keikutsertaan Laskar Sunan Pojok dalam turnamen itu sebagai persiapan sebelum berlaga di Divisi II 2008.


Persikaba Mulai Tancap Gas

BLORA – Persikaba Blora hingga kini belum mempunyai manajer. Namun bukan berarti menjelang keikutsertaannya di Kompetisi Divisi II 2008, tim berjuluk Laskar Sunan Pojok itu tanpa persiapan. Makin dekatnya kompetisi yang rencananya digulirkan 4 Mei, membuat Pengcab PSSI Blora mengambil sikap. Sembari menunggu proses penetapan manajemen selesai, sejumlah pengurus diberi tugas menyiapkan tim yang akan berlaga di Divisi II.
Brendy yang sehari-hari menjabat komisi pelatih Pengcab PSSI Blora ditunjuk menjadi karateker pelatih. Dalam menjalankan tugasnya dia didampingi Sugiyanto. Kedua orang ini sebelumnya menjadi tim pelatih dan mengantarkan Persikaba U-23 meraih juara pertama turnamen Bupati Blora Cup I belum lama ini.
Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan Pemain, Wahono dipercaya sebagai komandan yang menyiapkan tim Laskar Sunan Pojok. Sedangkan jajaran pengurus lainnya menjalankan tugas sesuai jabatan yang selama ini diemban di Pengcab PSSI Blora. ‘’Pembentukan tim tetap menjadi kewenangan manajer. Kami sekadar membantu. Apakah nanti tim yang telah disiapkan tetap dipakai atau tidak, semuanya terserah manajer,’’ ujar Ketua Bidang Organisasi Pengcab PSSI, Winoto kemarin.
Turnamen
Dan, seakan tidak mau ketinggalan dengan tim Divisi II lainya yang telah menyiapkan diri, tim karateker langsung bergerak cepat. Sabtu (8/3), seluruh pemain Persikaba U-23 dikumpulkan di Stadion Kridosono. Mustari dan kawan-kawan pada hari itu juga menggelar latihan bersama lima orang pemain Persikaba senior yakni Sujono, Tulus Sapmoko, Eko Nur Adriyanto, Sukisno, Anang Dwita dan Heriyanto.
Menurut Wahono, para pemain tersebut dipanggil kembali sebagai persiapan Persikaba mengikuti turnamen sepak bola piala Walikota Pekalongan yang digelar 15-23 Maret. Menurutnya Laskar Sunan Pojok akan turut serta dalam turnamen yang antara lain diikuti tim selevel Persikaba seperti PSCS Cilacap, Persibas Banyumas. Selain itu kesebelasan Divisi I yakni PSISra Sragen dan Persik Kendal dan kesebelasan Divisi III Jateng seperti PSIK Klaten, Persap Purbalingga dan tuan rumah Persip Pekalongan. ‘’Kami akan memberangkatkan tim yang juga disiapkan mengikuti kompetisi Divisi II,’’ katanya.
Dia mengatakan penambahan pemain tetap dimungkinkan untuk meningkatkan kualitas tim. Wahono menyebutkan sejumlah pemain U-23 dari beberapa daerah di Jateng dan Jatim dalam waktu dekat ini akan datang ke Blora untuk memperkuat Persikaba. ‘’Rencananya kami akan bawa mereka ke Pekalongan. Sekalian untuk menjajal kemampuan pemain. Kalau bagus bukan tidak mungkin akan kami rekrut,’’tandasnya. (H18)

02 March 2008

Gagal Manajer



BELUM PUNYA MANAJER : Pemain Persikaba Blora melakukan pemanasan di Stadion Krakatau Steel Cilegon Banten saat mengikuti Kompetisi Divisi II 2007.


Gagal Tetapkan Manajer Persikaba
*Buka Pendaftaran

BLORA – Rapat pleno Pengcab PSSI Blora Jumat (29/2) sore kemarin gagal menyepakati penunjukan manajer tim Persikaba 2008. Pengurus lebih memilih membuka pendaftaran bagi siapa saja yang menginginkan menjadi manajer Laskar Sunan Pojok.
Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan agar manajer yang ditetapkan nanti sesuai dengan yang dikehendaki masyarakat. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi calon manajer mengundurkan diri ketika pengurus menetapkan keputusannya.
‘’Kami tidak ingin dikatakan otoriter. Sebenarnya bisa saja pengurus menunjuk manajer dalam rapat tadi. Tapi hal itu tidak dilakukan karena forum menghendaki dibukanya pendaftaran calon manajer,’’ ujar Ketua Umum Pengcab PSSI Blora, HM Warsit kemarin.
Dia menyatakan satu tim kecil telah dibentuk untuk merumuskan mekanisme pendaftaran. Tim itu nanti yang menyampaikan hasil pendaftaran kepada pengurus. ‘’Selanjutnya kami akan menggelar rapat pleno lagi untuk menetapkan siapa calon manajer yang akan menjadi manajer,’’ katanya.
Ketua tim pendaftaran, Wahono mengatakan pendaftaran dibuka mulai hari ini (1/3) hingga Selasa (4/3). Dia menyebutkan salah satu persyaratan penting yang harus disampaikan calon manajer yang mendaftar adalah kesiapan menyediakan dana Rp 450 juta jika ditunjuk menjadi manajer. Menurutnya dana tersebut akan digunakan menyeleksi hingga kontrak pemain. Karena hingga kini belum jelas apakah Laskar Sunan Pojok memperoleh kucuran dana dari APBD atau tidak.
Menurut Wahono calon manajer yang telah mendaftar akan diundang menyampaikan visi dan misi di hadapan rapat pleno pengurus. ‘’Selasa pukul 15.00 pendaftaran ditutup. Sedangkan penyampaian visi dan misi kami rencanakan Rabu pukul 14.00,’’ katanya. (H18)

28 February 2008

Penentuan Calon Manajer



LASKAR SUNAN POJOK : Pemain inti kesebelasan Persikaba 2007 sebelum bertanding di Divisi II. Tahun ini Laskar Sunan Pojok kembali akan berlaga di Divisi II dengan mayoritas pemain berusia 23 tahun.


Penunjukan Calon Manajer Ditentukan Hari Ini
*Pengurus Gelar Rapat Pleno

BLORA – Siapa calon manajer Persikaba 2008 akan diketahui hari ini (29/2). Pengcab PSSI Blora mengagendakan rapat pleno di hotel Al Madina pukul 13.00 untuk menentukan figur manajer yang akan mendampingi Laskar Sunan Pojok di Kompetisi Divisi II yang rencananya dimulai 4 Mei. Selain manajer dalam rapat itu akan ditetapkan pula personalia tim manajemen Persikaba 2008 serta program kerja persepakbolaan di Blora selama satu tahun.
Sekretaris Pengcab PSSI Blora, Kiswoyo menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya siapa manajer yang akan ditunjuk kepada peserta rapat pleno. Dia menyatakan figur-figur calon manajer yang selama ini disebut-sebut sengaja tidak diundang dalam rapat. ‘’Namanya saja rapat pleno pengurus. Kalau bukan pengurus, tentu tidak akan kami undang,’’ ujarnya kemarin.
Jalannya rapat pleno diperkirakan berlangsung alot. Sebab tidak mudah bagi pengurus untuk menentukan siapa calon manajer Persikaba. Dari enam nama calon manajer yang muncul dari hasil pertemuan informal pengurus Selasa (19/2) malam, seluruhnya mempunyai peluang yang sama menduki top manajemen. Selain telah mempunyai hubungan baik dengan pengurus, keenam nama calon manajer itu sudah tidak asing lagi di telinga pecinta sepak bola di Blora. Mereka juga selama ini kerap membantu Persikaba.
Keenam calon manajer itu adalah Agus Untoro pengusaha marmer asal Jepon, Ahmad Zaidun kalangan muda yang mencalonkan diri menjadi manajer serta Eko Budi Risetiawan yang kini menjabat direktur utama PDAM. Selain itu Riadi Atmodipuro mantan manajer Persikaba 2004, Wahono ketua bidang kompetisi dan pembinaan pemain Pengcab PSSI Blora serta Abu Nafi kepala badan pengawas pembangunan daerah (Bawasda). Namun belakangan Abu Nafi menyatakan tidak bersedia menjadi manajer. Dia memberikan peluang kepada calon lainnya untuk mendampingi Persikaba.
Berbagai pertimbangan akan menjadi landasan utama bagi pengurus untuk menetapkan keputusannya. Diantaranya adalah akses yang dimiliki para calon manajer untuk mendapatkan sejumlah dana yang dibutuhkan Persikaba. Minimal dana untuk menggelar seleksi hingga kontrak pemain, sebelum jelas apakah Laskar Sunan Pojok memperoleh kucuran dana dari APBD. Selain itu faktor lainnya yang menjadi pertimbangan diantaranya komitmen manajer untuk membawa Persikaba meraih prestasi, minimal lolos ke Divisi I. ‘’Bisa saja akan ada calon lain yang mengemuka selain enam nama yang pernah disebut-sebut,’’ kata Wahono, ketua bidang kompetisi dan pembinaan pemain Pengcab PSSI Blora.
Dia menyatakan tugas manajer sangat berat. Menurutnya manajer harus lah orang yang dapat dipercaya dan bertanggungjawab. ‘’Pertanggungjawabannya nanti kepada masyarakat karena terkait dengan prestasi yang membawa nama baik Blora,’’ tandasnya. (H18)

22 February 2008

Pembagian Grup


IMBANG : Pemain sayap kiri Persikaba, Widodo Lestari (kanan) berupaya menggiring bola ke daerah pertahanan Perseta Tulungagung Jatim dalam pertandingan Divisi III 2006. Laga tersebut berakhir imbang, 1-1.


Persikaba di Grup Berat

BLORA – Langkah Persikaba mengarungi Kompetisi Divisi II tahun ini diperkirakan tidak akan berjalan mulus. Keinginan sebagian pecinta sepak bola agar Laskar Sunan Pojok lolos ke Divisi I tampaknya berat untuk direalisasikan. Selain karena hingga kini manajemen belum ditetapkan sehingga menyebabkan terkendalanya pembentukan tim, Persikaba juga berada satu grup dengan tim-tim tangguh. Kualitas pemain yang bagus menjadi syarat mutlak untuk memenangi setiap pertandingan.
‘’Pembagian grup Kompetisi Divisi II kali sangat tidak menguntungkan Persikaba. Laskar Sunan Pojok harus bentrok dengan tim-tim dari Jatim yang selama ini dikenal bagus,’’ ujar Amin Farid, salah seorang pemerhati sepak bola Blora.
Sesuai dengan pembagian grup yang diputuskan Badan Liga Amatir (BLA) PSSI, Persikaba berada di grup di Grup 5B bersama Persika Karanganyar (Jateng) dan tiga kesebelasan dari Jatim yakni PSBK Blitar, Persam Mojokerto dan Persepam Pamekasan. Sedangkan kesebelasan dari Jateng lainnya seperti Persipa Pati, berada di Grup 4B bersama PSISa Salatiga dan Persigar Garut serta Persitas Tasikmalaya (Jabar). Persibas Banyumas dan PSCS Cilacap berada di Grup 5A dengan Persika Karawang dan Persikas Subang (Jabar) serta Persekam Kabupaten Malang (Jatim). Kompetisi juga diikuti sejumlah kesebelasan dari seluruh provinsi di Indonesia. Jumlahnya sebanyak 64 kesebelasan. Sistem pertandingan yang digunakan kompetisi penuh.
Amin Farid mengatakan kekuatan tim dari Jatim tidak bisa dianggap remeh. Dia mencontohkan, tahun lalu PSBK Blitar meraih juara pertama Kompetisi Divisi III Nasional. Sedangkan Persam Mojokerto juara ketiga. Berdasarkan pengamalan Divisi II tahun sebelumnya, dua kesebelasan di peringkat atas di setiap grup bakal lolos ke babak berikutnya sekaligus memastikan diri melangkah ke Divisi I. ‘’Jika ingin lolos ke Divisi I, Persikaba harus bisa mengalahkan PSBK dan Persam dan kesebelasan lainnya di Grup 5B. Padahal hal itu tidak mudah. Saya mendengar tim-tim dari Jatim sudah sejak lama menyiapkan diri mengikuti Divisi II. Sementara Persikaba belum,’’ katanya.
Ketua Bidang Kompetisi dan Pembinaan Pemain Pengcab PSSI Blora, Wahono menyatakan Persikaba berada di grup berat. Dia mengakui kesebelasan dari Jatim mempunyai kualitas yang bagus. Hanya saja, kata Wahono, keberhasilan satu kesebelasan tidak hanya diukur dari kualitas pemain, melainkan juga faktor lain. ‘’Dengan kekompakan tim, semangat pantang menyerah dan dukungan warga Blora, kami tetap optimis Persikaba bisa berprestasi,’’ tandasnya.
Menurutnya pengurus sudah berkomitmen tahun ini prestasi Laskar Sunan Pojok harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. ‘’Target lolos ke Divisi I tidak bisa ditawar lagi. Oleh karena itu kami akan menunjuk manajer yang komitmennya sama dengan pengurus,’’ tandasnya. (H18)

Grafis :

Pembagian Grup Kompetisi Divisi II 2008

Grup 4B
Persipa Pati
PSISa Salatiga
Persigar Garut
Persitas Tasikmalaya

Grup 5B
Persikaba Blora
Persika Karanganyar
PSBK Blitar
Persam Mojokerto
Persepam Pamekasan

Abu Nafi Calon Kuat

Calon Manajer Mengerucut ke Satu Nama

BLORA – Siapa figur yang akan ditunjuk menjadi manajer Persikaba 2008 memang masih harus menunggu rapat pleno pengurus PSSI Blora dalam waktu dekat ini. Meski demikian, di kalangan internal pengurus makin santer beredar kabar satu nama calon manajer yang dijagokan mendampingi Persikaba di Kompetisi Divisi II.
Dari enam nama calon manajer yang muncul dari hasil pertemuan informal pengurus Selasa (19/2) malam, seluruhnya mempunyai peluang yang sama menduki top manajemen. Selain telah mempunyai hubungan baik dengan pengurus, keenam nama calon manajer itu sudah tidak asing lagi di telinga pecinta sepak bola di Blora. Mereka juga selama ini kerap membantu Persikaba. Keenam calon manajer itu adalah Agus Untoro pengusaha marmer asal Jepon, Ahmad Zaidun kalangan muda yang mencalonkan diri menjadi manajer serta Eko Budi Risetiawan yang kini menjabat direktur utama PDAM. Selain itu Riadi Atmodipuro mantan manajer Persikaba 2004, Wahono ketua bidang kompetisi dan pembinaan pemain Pengcab PSSI Blora serta Abu Nafi kepala badan pengawas pembangunan daerah (Bawasda).
‘’Nama-nama yang muncul mempunyai peluang yang sama menjadi manajer Persikaba. Hanya saja karena yang ditunjuk hanya satu orang, maka pengurus akan menggelar rapat pleno untuk memutuskan siapa yang diberi amanah menjadi manajer,’’ ujar Bendahara PSSI Blora, Kunto Aji kemarin.
Namun dari kalangan internal pengurus belakangan ini terhembus kabar satu calon yang disebut-sebut memiliki kans lebih besar menduduki jabatan manajer. Dia adalah Abu Nafi. Pria yang juga menjabat ketua umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Blora itu dinilai sebagai figur yang pas untuk membentuk dan mendampingi kesebelasan Laskar Sunan Pojok yang akan berlaga di Divisi II mulai 4 Mei.
Salah satu pertimbangan yang akan dipakai pengurus guna menetapkan keputusannya adalah akses yang dimiliki para calon manajer itu untuk mendapatkan sejumlah dana yang dibutuhkan Persikaba. Minimal dana untuk menggelar seleksi hingga kontrak pemain, sebelum jelas apakah Laskar Sunan Pojok memperoleh kucuran dana dari APBD. Selain itu faktor lainnya yang menjadi pertimbangan diantaranya komitmen manajer untuk membawa Persikaba meraih prestasi, minimal lolos ke Divisi I.
Saat dikonfirmasi Abu Nafi menyatakan menghormati sepenuh keinginan pengurus yang mencalonkan dirinya sebagai manajer. Hanya saja ketua dewan tanfidz Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) itu mengatakan perlunya pertemuan dengan Pengcab PSSI terlebih dahulu sebelum akhirnya ia memutuskan sikap. ‘’Ya, ketemu satu meja dulu. Sehingga saya tahu visi dan misi dan komitmen pengurus itu seperti apa. Barulah setelah itu saya menentukan sikap,’’ ujarnya. (H18)

Calon Manajer

Muncul Enam Figur Calon Manajer Persikaba

BLORA – Sebanyak enam nama figur calon manajer Persikaba 2008 akan dibawa pengurus PSSI Blora dalam rapat pleno. Keenam nama itu muncul setelah sejumlah pengurus menggelar pertemuan informal kemarin. Pertemuan tersebut dalam rangka menyikapi makin dekatnya pelaksanaan Kompetisi Divisi II 2008 yang rencananya digulirkan 4 Mei.
Keenam nama calon manajer itu adalah Agus Untoro pengusaha marmer asal Jepon, Ahmad Zaidun kalangan muda yang mencalonkan diri menjadi manajer serta Eko Budi Risetiawan yang kini menjabat direktur utama PDAM. Selain itu Riadi Atmodipuro mantan manajer Persikaba 2004, Wahono ketua bidang kompetisi dan pembinaan pemain Pengcab PSSI Blora serta Abu Nafi kepala badan pengawas pembangunan daerah (Bawasda).
Meski sebagian dari calon manajer itu belum menegaskan dirinya mau mengemban amanah sebagai manajer Laskar Sunan Pojok namun mereka siap mendampingi Persikaba mengarungi Kompetisi Divisi II. ‘’Kami sudah menghubungi keenam calon manajer itu. Pada intinya mereka siap. Kami tinggal menggelar rapat pleno untuk memutuskan siapa dari enam calon itu yang akan menjadi manajer Persikaba 2008,’’ ujar Wahono yang kali ini bertindak sebagai juru bicara Pengcab PSSI Blora, usai rapat informal kemarin.
Dia mengatakan pertanyaan kesiapan keenam calon tersebut sengaja diajukan karena pihaknya tidak menghendaki setelah digelar rapat pleno dan memutuskan menunjuk seorang manajer, calon tersebut mengundurkan diri. Wahono mengakui tugas manajer di musim kompetisi tahun ini sangat berat. Itu terjadi karena hingga kini Persikaba belum mendapatkan kepastian berapa jumlah alokasi dari APBD. ‘’Minimal calon manajer itu mempunyai jaminan yang jelas akan mendapatkan dana dari mana untuk menalangi persiapan pembentukan tim. Meski pada dasarnya kami sangat berharap kuncuran dana APBD,’’ tandasnya.
Dihubungi terpisah salah seorang calon manajer Persikaba, Ahmad Zaidun menyatakan dirinya akan berupaya semaksimal mungkin menggali sumber dana yang dibutuhkan Persikaba. ‘’Pada intinya saya siap. Mari kita bekerja bersama untuk memajukan Persikaba,’’ ujarnya. Sedangkan para calon manajer lainnya masih terkesan malu-malu untuk menyatakan kesiapannya. ‘’Saya rasa masih banyak figur lain yang cocok menjadi manajer Persikaba. Kalau untuk membantu Persikaba, saya siap. Tapi jika ditunjuk menjadi manajer, terus terang saya belum siap,’’ ujar Eko Budi Risetiawan. Sedangkan Agus Untoro atau yang akrab disapa Tik Un memilih menunggu perkembangan situasi terlebih dahulu sebelum memutuskan sikap. (H18)